Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/2019

Arsip Diskusi
2004 Tahun 2019:
2005 Kebijakan
2006 Usulan
2007 Teknis
2008 Bahasa
2009 Lain-lain
2010 Semua
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020
Diskusi Terkini



Arsip Desember 2019

Mengenai "Kovenan Baru" dan "Perjanjian Baru"

Saya melihat artikel Kovenan Baru yang rupanya adalah artikel terjemahan rintisan. Ternyata, artikel tersebut membahas mengenai Kekristenan. Dalam Kekristenan di Indonesia, tidak dikenal istilah Kovenan Baru melainkan Perjanjian Baru. Ketika saya ingin memindahkan halaman tersebut, ternyata sudah ada artikel berjudul sama, yaitu Perjanjian Baru. Perlu ditekankan bahwa Perjanjian Baru dalam konsep Kekristenan mengandung dua makna, yaitu makna pertama adalah bentuk Perjanjian antara Allah dengan umat Manusia yang akan digenapi dalam kedatangan Yesus yang kedua kali yang dimana perjanjian ini adalah pembaruan dari Perjanjian Lama antara Allah dengan umat Israel yang telah digenapi dalam kedatangan Yesus yang pertama melalui peristiwa Natal, sedangkan untuk makna yang kedua adalah bagian kedua dari Alkitab.

Dalam bahasa Inggris, memang sering disebutkan istilah New Covenant dan New Testament dalam Alkitab Bahasa Inggris, tetapi memiliki makna yang sama yaitu Perjanjian Baru pada makna yang pertama. Sedangkan di indonesia, tidak mengenal istilah Kovenan Baru, hanya mengenal Perjanjian Baru dan istilah Perjanjian Baru disebutkan dalam Alkitab Terjemahan Baru sedangkan istilah Kovenan Baru tidak disebutkan.

Saya bingung ketika ingin memindahkan halaman ini karena akan timbul perdebatan mengenai artikel tersebut yang menurut saya judulnya diterjemahkan secara literal atau harfiah. Mungkin ada pendapat lain mengenai artikel ini? Saya berpendapat judul artikel Kovenan Baru diubah menjadi Perjanjian Baru (teologi) untuk membedakan dengan Perjanjian Baru (bagian Alkitab) yang sudah lebih dulu ada. Bagaimana menurut pendapat forum? Aviel Dase (Kirim Pesan) 1 Desember 2019 19.56 (WITA)

Kita memiliki artikel dengan judul kovenan (hukum). Namun merujuk ke sabda.org dan situs lainnya saya rasa dalam hal ini saya sepakat dengan Aviel Dase, yakni membedakan Perjanjian Baru (teologi) dan Perjanjian Baru (alkitab). Saya coba colek Bennylin (bicara  jika mungkin berkenan urun pendapat. Salam. Albertus Aditya (bicara) 1 Desember 2019 14.06 (UTC)
Bennylin (bicara  mungkin bisa membantu? Aviel Dase (Kirim Pesan) 7 Desember 2019 18.34 (WITA)

Sentaurus

KBBI V mencatat entri Sentaurus. Bagaimana jika halaman Centaurus (rasi bintang) dipindahkan ke Sentaurus? Muhammad Rifqi Priyo Susanto (bicara) 18 Desember 2019 00.25 (UTC)

@S Rifqi: Sudah dipindahkan. Diki Ananta Bicara 22 Desember 2019 04.44 (UTC)
Terima kasih. Apakah halaman-halaman lain yang memuat kata tersebut (sebagai rasi bintang, bukan sebagai dewa mitologi Yunani) bisa diganti? Muhammad Rifqi Priyo Susanto (bicara) 13 Januari 2020 14.10 (UTC)

Langsung pindahkan saja kalau memang sudah sesuai kaidah KBBI, jangan lupa tambahkan catatan/referensi. Gunakan {{gnt:KBBID|sentaurus}}. Aris riyanto (bicara) 13 Januari 2020 23.53 (UTC)

Scythe

Minta saran buat penerjemahan en:Scythe --Glorious Engine (bicara) 26 Desember 2019 06.11 (UTC)

Sabit besar. ―Rex AurōrumDisputātiō 12 Januari 2020 04.10 (UTC)

Arsip November 2019

Suburb

Halo. Saya ingin menerjemahkan beberapa artikel tentang suburb di Australia. Berdasarkan penjelasan di Wiktionary poin 3 (untuk konteks Australia dan Selandia Baru), suburb ialah "Any subdivision of a conurbation, not necessarily on the periphery." Setelah saya lihat di Kategori:Templat navigasi Australia tampaknya "suburb" di sini sudah banyak diterjemahkan menjadi "pinggiran". Dari sebab itu, saya hendak mengusulkan kata "suburban" di sini sebagai terjemahan dari "suburb", hanya saja entri ini tidak/belum ada di KBBI. Alternatif lain adalah menggunakan kota satelit atau tetap menggunakan kata pinggiran. Mohon pendapatnya dari rekan-rekan. Salam. Albertus Aditya (bicara) 2 November 2019 22.31 (UTC) nb: colek Farras (bicara 

Hmm. Kontribusi saya tahun 2010 itu sebetulnya asal tabrak saja.   Penerjemah/penulis iklan Tourism Australia sepertinya konsisten memakai pinggiran (kota). — Farras💬 2 November 2019 23.42 (UTC)
Saya tidak tahu pasti dalam konteks di NSW seperti apa, karena belum pernah ke sana juga. Tetapi, dalam hal konteks di Melbourne, misalnya, Southbank sudah terhitung sebagai suburb, sehingga kalau menjadi pinggiran akan merancukan. Kalau saya pakai kata "suburban", apakah kira-kira dapat diterima? Salam. Albertus Aditya (bicara) 2 November 2019 23.52 (UTC)
Saya rasa tidak masalah asal pemakaiannya konsisten saja untuk seluruh Australia, sama seperti "Britania Raya" (tidak tepat-tepat amat sebetulnya, tetapi konsisten). — Farras💬 5 November 2019 07.41 (UTC)
 Y Terima kasih. Albertus Aditya (bicara) 6 November 2019 11.40 (UTC)

Reyog vs Reog

Banyak pengguna di artikel Reog (Ponorogo) yang mengganti kata Reog menjadi Reyog. Karena nama aslinya sendiri adalah Reyog. Kata "Reog" dipopulerkan oleh mantan bupati Markum Singodimejo karena membuat slogan REOG (Resik Endah Omber Girang Gumirang). Sekarang malah lebih populer lagi karena sudah ada di KBBI. Tapi orang-orang di Ponorogo tetap memakai Reyog dan berupaya mendapat pengakuan dari dunia internasional melalui UNESCO dan akan memutuskannya pada tahun 2020. Persyaratan lain adalah konsistensi penyebutan Reog atau Reyog. Festival beberapa bulan lalu di Amsterdam, Kemenlu memakai kata Reyog daripada Reog untuk mendapat perhatian dunia internasional. Diki Ananta Bicara 6 November 2019 08.18 (UTC)

Gunakan "reog" sesuai KBBI, dan silakan mengajukan revisi menjadi "reyog" di sini, jika sudah sah berubah menjadi "reyog" maka bisa diganti semua kata "reog" di Wikipedia menjadi "reyog". Aris riyanto (bicara) 6 November 2019 11.30 (UTC)
Oke, saya sudah mengusulkannya di sana. Diki Ananta Bicara 6 November 2019 13.04 (UTC)

Spirit

Saya mau tanya, kalo jiwa dan roh emang sudah dipakai istilahnya di WBI, maka kalo en:Spirit diterjemahkan jadi apa donk ? --Glorious Engine (bicara) 9 November 2019 09.08 (UTC)

Roh. Artikel tentang Roh belum ada dalam KBBI. Aris riyanto (bicara) 10 November 2019 11.39 (UTC)
"Jiwa" sepadan dengan kata bahasa Inggris "soul", sedangkan "roh" sepadan dengan kata "spirit". JohnThorne (Bicara) 17 Desember 2019 21.11 (UTC)

Monospaced font

Apa padanan untuk monospaced font? Apakah Fon berspasi tunggal atau Fon berspasi mono? Sumber untuk istilah yang pertama (butuh di-zoom). Diki Ananta Bicara 30 November 2019 12.15 (UTC)

Tidak usah diterjemahkan, karena malah bikin bingung. Kecuali jika sudah ada terjemahan resmi, gunakan itu. Selama tidak ada terjemahan resmi, gunakan istilah asli, jangan populerkan istilah baru, karena Wikipedia bukan tempat mempopulerkan istilah baru. Saya lihat di google pun istilah yang lebih umum adalah "monospace(d)". Menerjemahkannya malah akan membuat kerancuan. Aris riyanto (bicara) 30 November 2019 22.28 (UTC)

Arsip Oktober 2019

Navy

nanya, kalo pemakaian kata "navy" pada artikel-artikel seperti en:Navies of landlocked countries apa masih layak untuk diterjemahkan jadi "angkatan laut", padahal angkatan tersebut kan hanya sebatas beroperasi di sungai dan danau. Apa perlu katanya diganti jadi "angkatan perairan" atau mungkin tetap dipertahankan saya jadi "angkatan laut" walau pengartiannya jadi rancu sama isinya --Glorious Engine (bicara) 4 Oktober 2019 11.16 (UTC)

@Glorious Engine: Ada istilah "laut pedalaman" pada lema "laut" di dalam KBBI. Tetap pakai "Angkatan Laut" pun saya rasa sah-sah saja (berdasarkan ini dan ini). تابيق ~ Japra (obrol) 5 Oktober 2019 08.12 (UTC)
Kalau ga mau janggal, "angkatan perairan" pun cukup masuk akal menurutku. HaEr48 (bicara) 31 Oktober 2019 13.43 (UTC)

Hoof

Mohon koreksi, kira-kira kalo saya terjemahkan kayak gini udah bener atau belum:

Saya sih tau kalo Hoof itu nggak cuman melingkupi kuda saja, bahkan bisa tapir, bisa unta, dlsb. Cuman saya takut neologisme saja, takut berunsur riset asli, kalo saya terjemahkan misal jadi "kuku keras", "kuku hitam", "kuku hewan" (hewan ada yang masih punya "nail"/bentuk kuku manusia btw), "kuku berkeratin", dlsb. Atau mungkin judulnya kudu pake keterangan dalam kurung kayak da.wiki, fa.wiki, fr.wiki, he.wiki, hu.wiki, nl.wiki, no.wiki, pl.wiki, pt.wiki, sv.wiki --Glorious Engine (bicara) 5 Oktober 2019 02.09 (UTC)

@Glorious Engine: Hoof = tapak. تابيق ~ Japra (obrol) 5 Oktober 2019 07.45 (UTC)

Fish meal

Saya minta saran buat penerjemahan kata en:Fish meal, kalo diterjemahkan jadi pakan ikan mungkin nanti berbenturan dengan istilah en:fish feed. Atau pakai keterangan yang lebih panjang, misal "olahan pakan yang terbuat dari ikan" atau bagaimana --Glorious Engine (bicara) 17 Oktober 2019 06.31 (UTC)

@Glorious Engine: Fish meal kan sudah lazim disebut "tepung ikan", biasanya untuk campuran pakan ayam. Ada pendapat lain?تابيق ~ Japra (obrol) 17 Oktober 2019 17.20 (UTC)

Rump state

Saya terjemahkan kata en:Rump state jadi negara tanjung kira-kira sudah pas tidak ? Berdasarkan penerjemahan judul dari artikel ini. Kalo dianggap kurang berkenan, diganti aja juga nggak apa-apa --Glorious Engine (bicara) 31 Oktober 2019 09.27 (UTC)

Sepertinya sama sekali tidak pas kalau jadi negara tanjung. Mungkin negeri yang terpotong atau negeri yang menjadi kecil? Muhraz (bicara) 31 Oktober 2019 09.34 (UTC)

Saya balikin dulu ke judul Inggris-nya: Rump state, biar nggak terkesan neologisme --Glorious Engine (bicara) 31 Oktober 2019 10.31 (UTC)

Itu kok bisa tiba-tiba jadi "tanjung"?? :))))))) Coba dilihat dulu definisi "rump state" itu apa, yaitu negara yang menjadi sisa negara pendahulu yang sebelumnya lebih besar. Kalau mau neologisme ya paling bisa jadi "negara sisa", tetapi ini murni neologisme, jadi untuk saat ini dibiarkan saja dulu jadi rump state.  Mimihitam  31 Oktober 2019 16.46 (UTC)

Arsip September 2019

Subspesies atau upaspesies?

Dalam taksonomi, yang benar subkerajaan, subfilum, subkelas, subordo, subfamilia, subgenus, dan subspesies, atau upakerajaan, upafilum, upakelas, upaordo, upafamilia, upagenus, dan upaspesies? Soalnya yang menggunakan upa- setahu saya hanya Wikipedia, sementara buku-buku seperti Biologi Campbell edisi kedelapan terjemahan Indonesia dan kebanyakan buku SMA menggunakan sub-. Hanif Al Husaini (bicara) 10 September 2019 15.33 (UTC)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, UPA artinya sepadan dengan "sub-" (KBBI), jadi upaspesies=subspecies. Mungkin penggunaan kata UPA biar Indonesia banget kali ya, saya setuju-setuju saja jika dikembalikan ke SUB. Aris riyanto (bicara) 11 September 2019 04.31 (UTC)
Lebih baik menggunakan "sub-" dan untuk "upa-" dibuat pengalihan. flixwito ^(•‿•)^ 12 September 2019 08.52 (UTC)
Bisa berikan beberapa sumber ilmiah yang menggunakan awalan upa-? Saya rasa sub- lebih sering digunakan, jadi penggunaannya tetap dipertahankan. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 12 September 2019 10.43 (UTC)

Format penamaan daerah otonom di Tiongkok

Saya mau tanya, kalo penamaan daerah-daerah otonom di Tiongkok seperti en:Barköl Kazakh Autonomous County yang bener penerjemahannya "Kabupaten Otonom Kazakh Barköl" bukannya "Kabupaten Otonom Barköl Kazakh" kan ? pasalnya "Kazakh" yang dicantumkan dalam penamaan tersebut merujuk kepada suku Kazakh, bukan bagian dari satu penamaan "Barköl Kazakh" itu sendiri. Daerah-daerah otonom semacam itu disematkan demikian (setau saya) karena daerah otonomi tersebut "dikhususkan" untuk dipimpin pada tingkat daerah oleh orang dari etnis yang disebutkan (dalam hal ini Kabupaten Otonom Kazakh dipimpin oleh orang Kazakh) walaupun pihak yang menunjuk tetap dari pihak PKT. Tapi kalo mau formatnya "Kabupaten Otonom Barköl Kazakh" apa mungkin ada alasan yang lain ? --Glorious Engine (bicara) 15 September 2019 01.46 (UTC)

Saya lebih setuju diterjemahkan menjadi "Kabupaten Otonom Barköl Kazakh" mengingat namanya adalah "Barköl Kazakh" sedangkan bentuk pemerintahan adalah "Kabupaten Otonom". Ini supaya konsisten dengan penerjemahan lain di mana nama tempat dibiarkan sesuai tulisan resmi bahasa Inggris, kecuali ada padanan khusus dalam bahasa Indonesia. JohnThorne (Bicara) 21 September 2019 01.14 (UTC)

Pemilihan vs Pemilihan umum

Saya mau tanya, jika kata "pemilihan umum" sering dipakai untuk menterjemahkan "general election" maupun "election" saja (tanpa "general"), apakah pemakaian kata "pemilihan" saja (tanpa "umum") masih dapat dipakai karena dalam artian pemilihan tersebut mungkin hanya dilakukan pada golongan tertentu saja, misal en:1953 United Nations Secretary-General selection yang hanya mengikutsertakan para anggota DKPBB atau pemilihan Sri Paus (konklaf) yang hanya mengikutsertakan para kardinal saja. Tapi kalo misalnya masih tetap pake kata "umum", terus tolok ukur dari "umum" itu sendiri apa donk ? Karena melibatkan lebih dari 1 orang (terlepas golongannya apa) ? --Glorious Engine (bicara) 16 September 2019 03.14 (UTC)

menurut KBBI sudah jelas arti kata "pemilihan umum" adalah pemilihan yang dilakukan serentak oleh seluruh rakyat suatu negara (untuk memilih wakil rakyat dan sebagainya). Ingat, pilkada bukan termasuk pemilihan umum, karena sifatnya lokal. Aris riyanto (bicara) 16 September 2019 04.52 (UTC)

@Glorious Engine jangan pakai "umum" kalau untuk Sekjen PBB, cukup "pemilihan" saja.  Mimihitam  19 September 2019 14.30 (UTC)

Nama santo

Mohon kepada Glorious Engine untuk mengembalikan nama artikel seorang santo. Seharusnya Antonius dari Padua bukan Antonius dari Padova! Gereja Katolik di Indonesia telah mengenal secara umum sebagai Santo Antonius Padua atau Santo Antonius dari Padua! Nama santo jangan diubah!. Terima kasih. Aviel Dase (Kirim Pesan) 25 September 2019 22.19 (WITA)

Di Indonesia memang lebih dikenalnya dengan sebutan Antonius Padua (bukan Padova), tapi kalo soal penyebutan nama kota, di WBI sepakat (nggak tau saya halamannya dimana) kalo nama kota harus disebut dengan nama dari bahasa aslinya, bukan turunan bahasa Inggris-nya, Naples jadi Napoli, Florence jadi Firenze, Turin jadi Torino. Kota-kota Rusia seperti Saint-Petersburg & Moskow pun harus disebut Sankt-Peterburg & Moskwa meskipun sebutan itu kurang umum di Indonesia sendiri. --Glorious Engine (bicara) 25 September 2019 14.24 (UTC)

Glorious Engine: Yang saya permasalahkan bukan nama kotanya, tapi nama resmi santonya! Namanya tetap Santo Antionius dari Padua. Untuk artikel kotanya, biarkan saja dalam bentuk Padova. Ini nama santo, bukan nama kota. Aviel Dase (Kirim Pesan) 25 September 2019 23.04 (WITA)

Padua sendiri dari nama itu apa sih, marga atau keterangan asal kota, karena disebutnya "dari Padua" maka konteksnya asal kota, bukan bagian dari nama santo itu sendiri. Kirill dari Moskwa & Patriark Tikhon dari Moskwa juga disebutnya Moskwa bukan Moskow. Cuma kalo penyebutan misal Sekolah Antonius Padua ya dipertahankan karena pemakaian dari lembaganya memang demikian. Kalo masih bersikeras saya panggil @Bennylin:, @Albertus Aditya:, & @Japra Jayapati: soalnya saya nggak terlalu pasti soal kayak ginian --Glorious Engine (bicara) 25 September 2019 15.11 (UTC)

Menurut saya, aturan WBI mengenai "nama tempat" & "nama diri" sebaiknya jangan diterapkan secara kaku. Misalnya dalam kasus nama kota "Padua" pada artikel "Antonius dari Padua", yang diserap dari bentuk "Padova" dalam bahasa Belanda pada nama "Antonius van Padua". Nama "Aleksandria", "Konstantinopel", dan "Yerusalem" kan masih boleh digunakan dalam artikel-artikel WBI, tidak harus secara kaku diganti semuanya jadi "Iskandariah", "Istambul", dan "Yerusalayim" kan?تابيق ~ Japra (obrol) 25 September 2019 16.08 (UTC)
Glorious Engine: Saya harap penjelasan mas Japra sudah jelas. Kata "Padua" itu termasuk dalam nama diri dari Santo Antonius dari Padua bukan sebagai nama tempat, jika Anda tidak percaya, silakan mengecek beberapa literatur mengenai Santo-Santa dalam Gereja Katolik dalam bahasa Indonesia, apakah tertera "Santo Antonius dari Padua" atau "Santo Antonius dari Padova". Terima kasih. Aviel Dase (Kirim Pesan) 26 September 2019 17.01 (WITA)

Ya sudah, saya ganti judulnya sesuai permintaan bung Aviel Dase. Tapi nanti kalo ada yang nggak setuju lagi, dirembug lagi sama pihak yang nggak setuju itu ya --Glorious Engine (bicara) 26 September 2019 09.13 (UTC)

Glorious Engine: Saya harap kamu memperbanyak dulu membaca literatur mengenai Santo-Santa Gereja Katolik agar kamu bisa lebih banyak tau lagi soal Santo-Santa Gereja Katolik :) biar nggak ada kejadian yang kayak gini lagi. Terima kasih. Aviel Dase (Kirim Pesan) 29 September 2019 17.43 (WITA)

Prunus cerasus vs Muntingia calabura

Manakah dari kedua spesies pohon di atas yang berhak menyandang nama kersen? Prunus cerasus atau Muntingia calabura? Jika sesuai KBBI, yang paling berhak adalah Prunus cerasus. Lalu jika Prunus cerasus menyandang nama Kersen, maka muntingia calabura namanya apa ya yang pantas?

Aris riyanto (bicara) 27 September 2019 12.54 (UTC)

Arsip Agustus 2019

Libanon/Lebanon?

Saya menemukan bahwa halaman Hubungan Indonesia dengan Libanon menggunakan kata "Libanon", tetapi pada halaman Lebanon menggunakan kata "Lebanon". Perlukah salah satu halaman tersebut dipindahkan ke ejaan yang sama supaya selaras satu sama lain? Ejaan mana yang diakui sebagai ejaan baku pada EBI? Ekirahardian (bicara) 31 Juli 2019 14.53 (UTC)

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA , di BEIRUT,, REPUBLIK LEBANON. Lebanon nih, bagaimana? RXerself (bicara) 1 Agustus 2019 07.08 (UTC)

Kalau kata ahli bahasa kita, yang benar Lebanon.  NawanPangestu95    1 Agustus 2019 09.43 (UTC)

Kalau begitu, saya menyarankan untuk mengganti judul halaman Hubungan Indonesia dengan Libanon menjadi Hubungan Indonesia dengan Lebanon supaya sesuai dengan standar yang berlaku. Halaman Hubungan Indonesia dengan Lebanon sekarang ini hanya menjadi halaman pengalihan. Bagaimana? Ekirahardian (bicara) 2 Agustus 2019 04.22 (UTC)

Votive

Minta saran buat penerjemahan kata en:Votive --Glorious Engine (bicara) 3 Agustus 2019 01.36 (UTC)

"Persembahan nazar"; lihat: http://alkitab.sabda.org/expository.php?word=persembahan+nazar&phrase=on Hand15 (bicara) 3 Agustus 2019 20.20 (UTC)

Home stoup

Minta saran buat penerjemahan judul en:Home stoup --Glorious Engine (bicara) 3 Agustus 2019 22.13 (UTC)

Konsistensi nama olahragawan

Melanjutkan diskusi di Pembicaraan Wikipedia:ProyekWiki Sepak bola#Footballer dan setelah melihat kategori di Olahragawan dan Olahragawan menurut kewarganegaraan, menurut saya kita perlu mengkonsistenkan nama-nama jenis olahragawan, karena ada beberapa format yang berbeda. Tentu akan ada perkecualian, dan perkecualian2 bisa didaftarkan juga. Hal ini akan berpengaruh pada judul artikel, judul kategori, nama templat, maupun di badan artikel.

Beberapa pola:

  1. Atlet <nama cabang olahraga>, mis. Atlet angkat besi, Atlet berkuda
  2. Pemain <nama cabang olahraga>, mis. Pemain bulu tangkis, Pemain futsal
  3. (awalan) Pe-<nama cabang olahraga>, mis. Pecatur, Pelari, Perenang, Pembalap
  4. (awalan) Pe-<nama cabang olahraga yang terdiri dari dua kata>, mis. Pebulu tangkis/Pebulutangkis, Pesepak bola/Pesepakbola
  5. Khusus: (akhiran -wan) Binaragawan, (asing) Karateka, Taekwondoin

Untuk mempermudah, saya buatkan tabel untuk cabang olahraga umum:

Daftar olahraga atlet ... pemain ... pe-... (khusus)
anggar atlet anggar pemain anggar
angkat besi atlet angkat besi pemain angkat besi pengangkat besi
pengangkatbesi
balap atlet balap pemain balap pembalap (pebalap?)
balap mobil atlet balap mobil pemain balap mobil pembalap mobil
pembalapmobil
balap motor atlet balap motor pemain balap motor pembalap motor
pembalapmotor
balap sepeda atlet balap sepeda pemain balap sepeda pembalap sepeda
pembalapsepeda
bela diri atlet bela diri pemain bela diri pebela diri
pebeladiri
berkuda atlet berkuda penunggang kuda?
binaraga atlet binaraga pemain binaraga pebinaraga binaragawan
bisbol atlet bisbol pemain bisbol pebola bisbol?
pebolabisbol
bola basket atlet bola basket pemain bola basket pebola basket
pebolabasket
(bola) sofbol atlet (bola) sofbol pemain (bola) sofbol pebola sofbol
pebolasofbol
bola tangan atlet bola tangan pemain bola tangan pebola tangan
pebolatangan
bola voli atlet bola voli pemain bola voli pebola voli
pebolavoli
boling atlet boling pemain boling peboling
bulu tangkis atlet bulu tangkis pemain bulu tangkis pebulu tangkis
pebulutangkis
catur atlet catur pemain catur pecatur
futsal atlet futsal pemain futsal
golf atlet golf pemain golf pegolf
gulat atlet gulat pemain gulat pegulat
hoki atlet hoki pemain hoki
judo atlet judo pemain judo pejudo judoka
karate atlet karate pemain karate karateka
lari atlet lari pelari
panahan atlet panahan pemain panahan pemanah
renang atlet renang perenang
senam atlet senam pesenam
sepak bola atlet sepak bola pemain sepak bola pesepak bola
pesepakbola
silat atlet silat pemain silat pesilat
taekwondo atlet taekwondo pemain taekwondo taekwondoin
menembak atlet menembak pemain menembak penembak
tenis atlet tenis pemain tenis petenis
tenis meja atlet tenis meja pemain tenis meja petenis meja
petenismeja
tinju atlet tinju pemain tinju petinju

Beberapa kombinasi yang tidak masuk akal saya hapus dari tabel (mis. pemain lari, pekarate, dsb.).

Manakah yang sebaiknya digunakan secara umum?

Ping juga: @Albertus Aditya:.

ꦱꦭꦩ꧀Bennylin obrol 9 Agustus 2019 23.35 (WIB)

Saya kira pola #3 bisa diikuti jika (dan hanya jika) ada di KBBI, misal pesepak bola, pecatur, pembalap dan berbagai kata lainnya yang ada di KBBI. Namun demikian jika menggunakan pola #3, akan ditemukan bahwa beberapa cabang olahraga (seperti di tabel) tidak bisa mengikuti pola yang sama. Dengan "kebiasaan" kita untuk mengikuti pola penamaan yang "seragam"/mirip, saya kemudian beralih ke pola #4 yang bisa digunakan secara universal. Untuk kata atlet, koreksi bila salah, maknanya bergeser hanya untuk peserta pesta olahraga (seperti Asian Games, SEA Games). Walaupun mungkin tidak sesempit demikian secara definisi KBBI, namun saya lebih setuju pola #4 yang umum dan dapat digunakan tanpa perlu mempertimbangkan dimensi tertentu.
Sebagai tambahan, untuk badan artikel yang menggunakan pola berbeda perlu mendapat perhatian khusus sebelum menyeragamkan, karena mungkin memang ada pertimbangan khusus, karena memang tidak selalu harus seragam serupa, kan? Saya sepakat bila nama kategori, judul dkk seragam, namun tidak ingin memaksa semua orang harus menggunakan pola yang sama pada badan artikel. Salam. Albertus Aditya (bicara) 20 Agustus 2019 01.20 (UTC)

Tip

Dlm istilah geografi kelautan, apa ya makna daripada "tip"? Makasih. Sy ada bertemu di sini. --AMA Ptk (bicara) 20 Agustus 2019 00.09 (UTC)

beri contoh kalimatnya bagaimana Aris riyanto (bicara) 20 Agustus 2019 00.57 (UTC)

"Tip" artinya "Ujung" --Glorious Engine (bicara) 30 Agustus 2019 08.57 (UTC)

Sejarah Yahudi di [nama negara] / Yahudi [nama negara] ?

Saya mau tanya, kalo format buat bahasan Yahudi di suatu negara bagusnya pake format Sejarah Yahudi di [nama negara] (contoh, Sejarah Yahudi di Indonesia) atau Yahudi [nama negara] (contoh, Yahudi Indonesia). Kalo di en.wiki kok banyak pake format "History of the Jews in...", apakah mungkin karena di kebanyakan negara jumlah diaspora Yahudi tinggal dikit atau malah sudah tidak ada lagi, berbeda gitu dengan Tionghoa dan India ? --Glorious Engine (bicara) 30 Agustus 2019 09.02 (UTC)

  • Saya suka opsi pertama, terdengar lucu. Aris riyanto (bicara) 31 Agustus 2019 02.36 (UTC)
  • Saya lebih suka pilihan pertama (Sejarah Yahudi di Indonesia) Knucklepuff (bicara) 4 September 2019 07.34 (UTC)
  • Kalau menurut saya pribadi, tergantung. Apakah diaspora Yahudi di negara tersebut masih aktif/tidak? Kalau tidak aktif mungkin baiknya ditulis pakai format yang pertama, dan kalau masih aktif ditulis pakai format yang kedua. Ekirahardian (bicara) 9 September 2019 19.17 (UTC)
  • "Sejarah Yahudi di xxx" mengacu kepada sejarah masyarakat Yahudi di xxx, sementara "Yahudi xxx" mengacu kepada segala sesuatu yang berkaitan dengan masyarakat Yahudi di xxx dan tidak hanya terbatas pada sejarah. Perhatikan artikel seperti Tionghoa-Indonesia. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 12 September 2019 08.45 (UTC)

Lagu Tionghoa

Saya mau minta pendapat, kalo judul-judul lagu Tionghoa cocoknya pake padanan pinyin-nya (Wo he Wo de Zhuguo, Hua Er Wei Shen Me Zhe Yang Hong, Ge Chang Zu Guo), pake padanan Inggris-nya (My Motherland and Me, Why Are the Flowers So Red, Ode to the Motherland) atau pake terjemahan Indonesia-nya (Aku dan Tanah Airku, Mengapa Bunga-bunganya Sangat Merah, Lagu Tanah Airku), kalo hanzi-nya jelas nggak mungkin, cuman untuk saat ini saya pakai padanan pinyinnya saja untuk mempermudah --Glorious Engine (bicara) 10 September 2019 04.40 (UTC)

Menurut saya cukup judul asli dan alihaksara resmi (tidak harus pinyin karena tidak semua tempat menggunakan pinyin, misal Taiwan, kalo tidak ada alihaksara resmi, boleh pake pinyin). Tidak perlu ditambahkan terjemah Inggris atau Indonesia, kecuali itu terjemahan resmi, karena biasanya versi inggris resmi pun bukan terjemahan harfiah, contoh dalam istilah Korea: 大長今 (Dae jang geum) versi inggrisnya adalah "Jewel In the Palace", Lihat versi inggris bukanlah judul terjemahan dari judul asli.
Nah, terjemahan Inggris atau indonesia tetap perlu, namun ditempatkan di bagian artikel, bukan judul, misal: Wo he Wo de Zhuguo (Hanzi: 我和我的祖国) atau secara harfiah diterjemahkan menjadi xxxxx adalah sebuah...
Begitulah kira-kiraAris riyanto (bicara) 11 September 2019 04.43 (UTC)

Arsip Juli 2019

Italian atau Itarian ?

Saya mau tanya, saya terjemah judul Itarian untuk masakan Jepang boleh nggak mengingat bahasa Jepang sendiri tak mengenal huruf "l" (contoh, lamian jadi ramen) Tapi di Commons & situs ini malah pake huruf "l". Mohon tanggapannya --Glorious Engine (bicara) 2 Juli 2019 06.08 (UTC)

Biasanya kalau kata bahasa Jepang yang ditulis dengan kana (bisa) dirujuk lagi ke kata aslinya. Dalam konteks ini lebih baik menggunakan kata Italian. ―Rex AurōrumDisputātiō 2 Juli 2019 15.51 (UTC)

Pulp

Saya mau tanya, kata pulp bagusnya diterjemahkan jadi apa ya. Kalo di Google kok merujuknya ke bubur kertas. Lantas kalo merujuk ke bagian kelapa (coconut pulp) & bagian kedelai (soybean pulp) nanti pengartiannya jadi ketan atau ampas ? Apa harus dipadankan dengan penerjemahan kata pulpy menjadi bulir, tapi malah jadi kebaca aneh ya. Trus kalo en:Pulp magazine apa mending dipertahanin aja jadi "majalah pulp" ? --Glorious Engine (bicara) 2 Juli 2019 13.20 (UTC)

Pulp sudah ada di KBBI. Pakai pulp saja. –IvanLanin (bicara) 2 Juli 2019 14.08 (UTC)
Kalau saya tidak salah yang dimaksud coconut pulp itu bakal kelapa kan? Kalau iya, benda itu biasanya disebut kentos kelapa atau tombong kelapa (tumbung kelapa). Kalau sudah membatu disebut mustika kelapa. ―Rex AurōrumDisputātiō 2 Juli 2019 16.04 (UTC)
Kalau saya tidak salah yang dimaksud soybean pulp itu sisa dari pemrosesan tahu atau susu kedelai kan? Kalau iya, benda itu biasanya disebut ampas tahu atau ampas kedelai. ―Rex AurōrumDisputātiō 2 Juli 2019 16.08 (UTC)

Parlor

Apakah saya memakai judul Parlor es krim sudah benar ? Apa mungkin ada padanan lainnya --Glorious Engine (bicara) 2 Juli 2019 14.42 (UTC)

Ice cream parlor = kedai es krim. Padanan itu sudah banyak yang pakai. Coba cari "kedai es krim" di Google. –IvanLanin (bicara) 2 Juli 2019 14.56 (UTC)

EU three & Inner Six

Saya mau tanya, en:Inner Six & en:EU three enaknya diterjemahin jadi apa ya ? Kalo dipertahankan ke dalam bentuk Inggrisnya jadi sensi soalnya wikipedia-wikipedia bahasa lain memakai terjemahan mereka sendiri-sendiri. Untuk sementara saya pake istilah "tiga negara besar Uni Eropa" & "Enam negara dalam" seperti yang dipakai dalam sumber ini --Glorious Engine (bicara) 5 Juli 2019 03.52 (UTC)

@Glorious Engine: Kalau yang saya lihat artikelnya di Wikipedia Bahasa Prancis dan Wikipedia Bahasa Jerman, mereka menggunakan judul EU-3 dan UE-3. Jadi menurut saya, untuk en:EU three diberikan judul UE-3 untuk lebih sederhananya, UE sendiri adalah akronim dari Uni Eropa. Aviel Dase (Kirim Pesan) 5 Juli 2019 15.19 (WITA)
@Glorious Engine: Untuk artikel en:Inner Six, saat ini saya setuju untuk memberikan judul Enam Negara Dalam, karena tidak hanya diterjemahkan dari WPEN, saya juga mengambil referensi dari Wikipedia Bahasa Prancis dan Bahasa Denmark. Aviel Dase (Kirim Pesan) 5 Juli 2019 15.22 (WITA)
Saya setuju dengan UE-3 dan Enam Negara Dalam. Untuk yang pertama, kita bisa juga gunakan padanan sinonimnya: Trio UE. –IvanLanin (bicara) 5 Juli 2019 10.15 (UTC)

Unranked

Apakah terjemahan unranked menjadi tidak termasuk dalam bidang taksonomi sudah tepat? Mohon pendapatnya. ―Rex AurōrumDisputātiō 5 Juli 2019 10.26 (UTC)

Saya usul tanpa takson atau tanpa tingkat karena unranked pada konteks itu berarti tidak termasuk dalam salah satu takson atau tingkat yang didefinisikan dalam klasifikasi ilmiah. –IvanLanin (bicara) 5 Juli 2019 11.52 (UTC)
Saya sepaham dengan Uda. Untuk mengubah tampilah tidak termasuk pada Templat:Taxonomy sunting di laman mana ya? ―Rex AurōrumDisputātiō 5 Juli 2019 12.12 (UTC)
Sudah saya ganti di sini. –IvanLanin (bicara) 5 Juli 2019 12.34 (UTC)

EN -> ID: "letter case", "case sensitive", "case insensitive"

Apakah ada istilah ID untuk fenomena itu?

  • "kasus huruf" ? "bentuk huruf" ? "kapitalisasi huruf" ?
  • "(sensitif" / "nonsensitif" / "tidak sensitif") -- ("terhadap" atau tanpa preposisi) -- ("kapital" / "besar-kecil huruf" / "kasus huruf" / "bentuk huruf" / "kapitalisasi huruf") ?

Taylor 49 (bicara) 5 Juli 2019 19.28 (UTC)

case sensitive = peka kapital; case insensitive = takpeka kapital –IvanLanin (bicara) 5 Juli 2019 21.30 (UTC)
Bagus ... terima kasih. Jadi kata benda kepekaan kapital (dua makna, masalah sama seperti istilah EN "case sensitivity") dan "ketidakpekaan kapital"? Apakah ada referensi tentang istilah ID? Dan "letter case" -> "kapitalisasi huruf" ? Taylor 49 (bicara) 7 Juli 2019 12.11 (UTC)

Chaplet

Minta saran buat penerjemahan judul en:Chaplet (prayer) @Albertus Aditya: @Aviel Dase: --Glorious Engine (bicara) 7 Juli 2019 05.11 (UTC)

Saya tidak terlalu yakin soal ini. Tetapi mungkin antara "untaian doa" atau "doa rosario" atau "doa". Konteks ketiganya memang berbeda, dan saya tidak bisa memberi saran yang terlalu baik dalam hal ini. Salam. Albertus Aditya (bicara) 7 Juli 2019 05.44 (UTC)

Istilah "olahraga" dan "olah raga" (dan juga "Olah Raga")

Taylor 49 (bicara) 7 Juli 2019 12.11 (UTC)

KBBI I terbit 1988. Sebelum itu, belum ada acuan resmi untuk menyatakan mana ejaan kata yang baku. Ketika dipakai sebagai nama diri, panduan ejaan baku tidak berlaku. Gunakan ejaan yang dipilih oleh pemilik nama. –IvanLanin (bicara) 8 Juli 2019 00.46 (UTC)

Penamaan obat.

Beberapa nama obat memiliki pengejaan yang berbeda antarsumber dari pemerintah. Semisal Lidokaina pada Pusba, sementara Farmakope Indonesia edisi V (FI V) menggunakan Lidokain. Kafeina pada FI V dan Pusba, sementara Formularium Nasional menggunakan Kafein. Tetrasiklina pada Pusba, sementara Tetrasiklin pada FI V. Di pendidikan tinggi dan pada masyarakat umum, lebih terbiasa untuk tidak menggunakan akhiran -a pada nama obat. Saya ingin meminta pendapat, sebaiknya yang dijadikan patokan dalam penamaan obat apakah Pusba atau Farmakope Indonesia? Lalu, saya ingin meminta tolong ketika membuat artikel tentang obat, dibuat juga halaman pengalihan untuk pengejaan lainnya. Terima kasih -- Johnstad Почта 8 Juli 2019 12.38 (UTC)

@Johnstad Di Maria: Kalau memang kebiasaan di perguruan tinggi dan masyarakat profesional menghilangkan -a, aku setuju Wikipedia begitu juga. Tapi, bagaimana kalau berbenturan dengan tatanama senyawa kimia organik yang biasanya menggunakan akhiran -a? HaEr48 (bicara) 9 Juli 2019 02.17 (UTC)
@HaEr48: Untuk tatanama senyawa kimia organik dari IUPAC, memang harus menggunakan -a jika semisal memiliki gugus amina atau amida. Namun, penamaan obat menggunakan International nonproprietary name dengan WHO yang bertanggungjawab untuk memberikan nama tersebut. Jika nama INN diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan terdapat perbedaan pengejaan antarsumber, saya yakin tenaga kesehatan akan lebih mengacu Farmakope Indonesia atau Peraturan Menteri Kesehatan lainnya ketimbang Pusba. Memanggil @IvanLanin: untuk memberikan pendapat. -- Johnstad Почта 9 Juli 2019 03.59 (UTC)
Saya pribadi lebih memilih menggunakan KBBI sebagai acuan. Kaidah yang dipakai KBBI umumnya lebih konsisten dan lebih dapat dirujuk. Kaidah yang dipakai praktisi umumnya terpengaruh oleh struktur bahasa asing. –IvanLanin (bicara) 9 Juli 2019 10.46 (UTC)
@IvanLanin: Hmmm.... untuk kali ini sepertinya lebih baik agree to disagree. Saya masih berpendapat bahwa rujukan mengenai obat yang paling utama adalah Farmakope Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan selaku otoritas tertinggi. Saya usul untuk saat ini pengguna boleh mengacu salah satu versi ejaan dan membuat halaman pengalihan untuk ejaan versi lainnya. Tidak ada yang boleh mengalihkan nama obat ke ejaan versi lain sampai pada akhirnya baik Pusba maupun Kemenkes menyepakati ejaan yang sama -- Johnstad Почта 13 Juli 2019 09.25 (UTC)

Jama masjid

Minta saran buat penerjemahan judul: en:Jama masjid --Glorious Engine (bicara) 8 Juli 2019 22.51 (UTC)

Setauku biasanya digunakan istilah Masjid Jami', misal [1]. Tapi dalam konteks Indonesia sekarang, hampir semua masjid digunakan untuk salat Jum'at. Istilah masjid jami' jadi redundan sehingga jarang dipakai secara resmi. HaEr48 (bicara) 8 Juli 2019 23.17 (UTC)
"Masjid raya" atau "masjid besar" bisa dipakai. Muhraz (bicara) 9 Juli 2019 00.13 (UTC)

Minta saran juga buat penerjemahan judul en:Eidgah --Glorious Engine (bicara) 9 Juli 2019 01.11 (UTC)

Kalau melihat tulisan Urdunya (عید گاہ) sepertinya cocok untuk ditransliterasikan jadi Idgah atau Id Gah. Kalau pakai "Eid" kayaknya terlalu keinggris-inggrisan. Itu istilah lokal daerah sana dan setauku tidak ada padanannya di Indonesia. HaEr48 (bicara) 9 Juli 2019 02.09 (UTC)
Kayaknya kalo ada berita pas lebaran sering denger kata "lapangan salat Id". Boleh nggak kata itu yang dipakai --Glorious Engine (bicara) 9 Juli 2019 04.13 (UTC)
Tetap jadi Eidgah saja, karena ini kearifan lokal Asia Selatan. Muhraz (bicara) 9 Juli 2019 05.25 (UTC)
Lha, tapi kok en:Id Kah Mosque yang ada di Tiongkok malah dicantumkan sebagai salah satu Eidgah ya. Trus juga ada kalimat "The very first "Eidgah" was located at the outskirts of Medina nearly 1,000 footsteps from Masjid al Nabawi." walau pake tanda kutip. --Glorious Engine (bicara) 9 Juli 2019 06.55 (UTC)
Asalnya itu maksudnya tanah lapang saja yang sehari hari dipakai umum bukan untuk salat, jadi bukan khusus untuk salat id, karena sehari-hari salatnya di masjid (jami). Tapi mungkin di Asia selatan dibedakan lapangan yang biasa dipakai id dan tidak. Jadi menurut saya lebih pas pakai idgah saja dari pada Lapangan salat Id, karena itu lokal sebagaimana yang dikatakan mas Muhraz, dan istilah tersebut tidak dikenal di Indonesia. ibensis (What’s the Story?) 14 Juli 2019 16.25 (UTC)

Bias/Gap

Saya tanya, saya terjemahkan kata "bias" jadi "ketimpangan" sudah benar atau belum:

Kalo saya pake kata "kesenjangan" padahal kata tersebut sudah dipakai untuk menerjemahkan kata "gap". Kalo mempertahankan istilah Inggris-nya "bias" emang boleh ? --Glorious Engine (bicara) 9 Juli 2019 04.59 (UTC)

Kata bias sudah masuk KBBI. –IvanLanin (bicara) 9 Juli 2019 10.47 (UTC)

Ketimpangan itu bukan bias. Ketimpangan = kesenjangan = gap.  Mimihitam  10 Juli 2019 12.55 (UTC)

Spork

Saya terjemahkan en:Spork jadi "sendok garpu" boleh nggak ? Soalnya saya lihat situs-situs online shop pada memakai padanan itu. --Glorious Engine (bicara) 9 Juli 2019 07.16 (UTC)

Saya pikir boleh. Lakuran (portmanteau) bahasa asing bisa saja kita panjangkan kalau belum ditemukan bentuk ringkas yang enak. –IvanLanin (bicara) 9 Juli 2019 10.49 (UTC)

Dengki

Tidakkah istilah Schadenfreude lebih tepat diganti menjadi hasad atau dengki saja?. ibensis (What’s the Story?) 11 Juli 2019 10.06 (UTC)

Hm, saya belum tahu. Coba saya cari rujukan lebih dahulu. –IvanLanin (bicara) 13 Juli 2019 00.19 (UTC)

Jupiter

Semua kemunculan Yupiter mau kita ganti dengan Jupiter? Lihat halaman pembicaraan artikel itu untuk alasannya. –IvanLanin (bicara) 13 Juli 2019 00.21 (UTC)

Daftar Pemilih Tetap

Saya berencana membuat halaman tentang daftar pemilih tetap, tapi saya lihat DPT terlalu sempit lingkupnya, setelah saya baca sumber, ternyata terdapat banyak jenisnya, sebaiknya halaman yang akan dibuat tetap memakai "daftar pemilih tetap" dengan lingkup yang sempit atau membuat lingkup yang lebih luas (mohon saran untuk judul halamannya)?

Salam Chinamoonroll (bicara) 14 Juli 2019 08.51 (UTC)

Daftar pemilih = en:electoral roll. Coba mulai dari sana saja. –IvanLanin (bicara) 14 Juli 2019 11.37 (UTC)

Kalau spesifik seperti ini bagaimana Daftar Pemilih di Indonesia?

Untuk kelanjutannya bisa dimasukkan ke :Daftar pemilih = en:electoral roll

Chinamoonroll (bicara) 15 Juli 2019 00.41 (UTC)

Saya pikir oke. Kata "pemilih" tidak usah diawali huruf kapital. –IvanLanin (bicara) 15 Juli 2019 11.36 (UTC)

Juno

Dengan argumen yang sama dengan Jupiter (mitologi) dan Jupiter (planet), lihat di Pembicaraan:Jupiter, maka kita juga harus memindahkan Yuno (mitologi) ke "Juno". 😅 ·· Kℇℵ℟ℑℭK 14 Juli 2019 13.46 (UTC)

Saya setuju. –IvanLanin (bicara) 15 Juli 2019 00.10 (UTC)
Idem, saya juga setuju.--Vulphere 17 Juli 2019 06.04 (UTC)

Quantum dots

Saya mohon usulannya untuk penerjemahan en:Quantum dots, apakah "Dots" nya perlu diterjemahkan pula menjadi "Titik kuantum", "Kuantum titik", atau justru dibiarkan saja demikian lalu diberi garis miring? Saya masih ragu, sebab dalam puluhan jurnal ilmiah lokal pun istilah ini tidak diterjemahkan. Tidak seperti misalnya en:Dye-sensitized solar cell yang sudah sering diterjemahkan menjadi Sel surya tersensitisasi pewarna. Mohon koreksi atau usulannya, terima kasih. Metal Zero-1 (bicara) 16 Juli 2019 05.02 (UTC)

Penerjemahan Blok Unicode

Apakah artikel-artikel di Blok Unicode yang saat ini menggunakan judul bahasa Inggris perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia? ꦱꦭꦩ꧀Bennylin debat 18 Juli 2019 00.40 (WIB)

Endotelium, Endotelial, atau Endotel?

Saya ingin menerjemahkan Commons:File:Capillary.svg, tetapi kesulitan dalam menerjemahkan endothelium. Beberapa artikel menyebutkan endotelium, endotelial, dan endotel. KBBI mencatat endotel, maka saya lebih setuju dengan istilah endotel yang mewakili sel sekaligus jaringan yang disusun olehnya. Apakah endotel lebih tepat? Bagaimana nasib artikel-artikel tersebut? Muhammad Rifqi Priyo Susanto (bicara) 26 Juli 2019 15.25 (UTC)

Silakan aja pakai endotel kalau memang itu yang disebut oleh KBBI. Mengenai pengunaan endotelium dan endotelial, kita dapat mengubah semuanya ke endotel. Tergantung jumlahnya, saya dapat membantu perubahan kata-kata tersebut dengan bantuan bot. Salam. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 30 Juli 2019 13.30 (UTC)

Arsip Juni 2019

Wahana permainan

Bagi yang tau istilah Indonesia dari wahana-wahana permainan di taman bermain, saya harap Anda bisa membantu penerjemahan disini: Daftar wahana permainan

Beberapa sudah diterjemahkan (Teacups=Poci Poci, Swing ride=Ontang anting, River rapids ride=arung jeram, dlsb) tapi selebihnya saya kurang tau, entah karena memang wahananya belum ada di Indonesia atau nama wahananya mempertahankan sebutan aslinya. Saya kira sistemnya perlu kayak judul buku gitu, kalo judul bukunya sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, maka yang dipakai adalah judul Indonesia, tapi kalo belum, maka antara pake judul Inggris dan judul bahasa aslinya (jika bukunya berbahasa non-Inggris). Oh ya, bisa juga memakai sebutan yang sifatnya kedaerahan, misalnya pion gajah di beberapa tempat disebut kuncung   --Glorious Engine (bicara) 11 Juni 2019 02.08 (UTC)

Penamaan Gereja

Halo, saya ingin bertanya mengenai penamaan gereja di WBI, karena saya lihat artikel-artikel nama gereja dengan berbagai macam bentuk judul. Contohnya untuk artikel bertema gereja katedral, ada yang memberi judul dengan bentuk "Gereja Katedral [nama pusat keuskupan]", ada yang bentuk "Katedral [nama pusat keuskupan]", ada yang berbentuk "Katedral [nama gereja/nama paroki]", dan ada yang berbentuk "[nama paroki/nama gereja], Katedral [nama pusat keuskupan]". Karena ada berbagai macam format judul, jadi saya bingung untuk pemberian nama judul artikel bertema gereja (bukan hanya gereja katedral saja). Saya ingin menanyakan format untuk artikel nama Gereja Katolik, Ortodoks, dan Protestan.

  • Gereja Katolik, Gereja Lutheran, Gereja Anglikan, dan Gereja Episkopalian: bentuk format untuk nama gereja paroki dan format nama gereja katedralnya seperti apa?
  • Gereja Ortodoks: bentuk format untuk nama gereja katedralnya dan format nama gereja parokia-nya seperti apa?
  • Gereja Protestan: bentuk format untuk nama gerejanya seperti apa?

Lalu kalau memang sudah ada format untuk masing-masing semuanya, apakah bisa dialihkan artikel-artikel tersebut sesuai formatnya? Saya ingin adanya keseragaman dalam artikel bertopik Kekristenan utamanya pada bagian keuskupan, eparki, serta nama-nama gereja agar lebih mudah pencariannya. Aviel Dase (Kirim Pesan) 16 Juni 2019 21.33 (WITA)

Memanggil Glorious Engine dan Albertus Aditya. Aviel Dase (Kirim Pesan) 17 Juni 2019 13.15 (WITA)

Saya kurang ngerti masalah kayak gini. Tapi setau saya nama resmi Katedral Katolik & Ortodoks itu pake nama santo-santa atau hal terkait kayak "Katedral Dikandung Tanpa Noda, Gereja Santo Yohanes, dlsb" sementara untuk sebutan informal pake nama daerah gitu kayak "Katedral Jakarta, Gereja Gedangan, dlsb". Kalo Gereja Protestan setau saya formatnya tentu bukan pake nama santo/santa (karena bukan bagian dari sistemnya), tapi setau saya umumnya pake format [nama badan gereja]-[nama daerah], contoh Gereja Bethel Jakarta, Gereja Huria Kristen Batak Protestan Pematang Siantar, dlsb --Glorious Engine (bicara) 17 Juni 2019 06.14 (UTC)

Saya lebih condong menggunakan format "Gereja Katedral Santo Petrus[,] Bandung" untuk artikel Gereja Katedral Bandung, karena dalam satu kota bisa terdapat beberapa katedral, seperti di Melbourne ada Gereja Katedral Santo Paulus, Melbourne (Gereja Anglikan) dan Gereja Katedral Santo Patrick, Melbourne (Katolik Roma), serta Katedral lainnya lagi. Salam. Albertus Aditya (bicara) 17 Juni 2019 10.54 (UTC)
Albertus Aditya Mungkin alangkah baiknya dipindahkan saja sesuai format "Gereja Katedral Santo Petrus[,] Bandung" semua artikel Gereja Katedral. Tapi bagaimana dengan gereja-gereja paroki dan gereja-gereja protestan? Aviel Dase (Kirim Pesan) 17 Juni 2019 19.07 (WITA)
Aviel Dase Saya bisa saja melakukannya, namun demikian saya mengharapkan kesepakatan terlebih dahulu dari forum ini. Untuk paroki mungkin bisa menggunakan Gereja Santo Yakobus, Jakarta (atau mungkin Paroki Santo Yakobus, Jakarta). Untuk Gereja Protestan, sama dengan pandangan GE, saya sepakat menggunakan format yang dimaksud, dengan mengacu pada nama badan yang bersangkutan. Salam. Albertus Aditya (bicara) 17 Juni 2019 11.13 (UTC)
Albertus Aditya Mungkin bagusnya kita tanyakan saja ke forum untuk hal ini. Aviel Dase (Kirim Pesan) 18 Juni 2019 14.10 (WITA)

@Azmi1995: Mohon mengikuti hasil diskusi ini. Salam. Albertus Aditya (bicara) 20 Agustus 2019 01.24 (UTC)

Bagaimana kesepakatan dari forum? Azmi1995 20 Agustus 2019 02.13 (UTC)

Sic semper tyrannis

Minta saran buat penerjemahan istilah "Sic semper tyrannis":

Boleh nggak kalo pake pemakaian tanda kurung kayak gini: "Itu (nasib yang) selalu (terjadi) kepada tiran" --Glorious Engine (bicara) 20 Juni 2019 05.12 (UTC)

Menurut Wiktionary, sic semper tyrannis merupakan bentuk pendek dari sīc semper ēvellō mortem tyrannis. Saya pikir frasa multimakna seperti ini kita terjemahkan verbatim (harfiah) saja. Tidak perlu dibuat jelas. Ketaksaan frasa itu justru yang menjadi kekuatannya. Terjemahan dari Inilah saya pikir paling mendekati. Bisa juga: Begitulah selalu untuk tiran. –IvanLanin (bicara) 23 Juni 2019 05.33 (UTC)

Selokan, parit, lombong

Saya minta koreksi buat penerjemahan dari judul-judul ini:

Kalo kata Jeluk sudah ada di KBBI tapi saya nggak tau istilah Inggris-nya apa. Sementara untuk kata Perengan atau Pereng saya nggak nemu di KBBI --Glorious Engine (bicara) 23 Juni 2019 04.24 (UTC)

Penerjemahan istilah-istilah yang memiliki arti berdekatan ini memang sulit. Pada intinya, konsepnya dahulu yang mesti diketahui. Kata bahasa Indonesia sendiri umumnya belum punya perbedaan makna yang tajam sehingga masih bisa "diarahkan". Saya setuju untuk pemadanan trench dengan parit dan ditch dengan selokan. Kata parit memiliki makna yang paling umum dan cocok untuk trench, yaitu 'galian untuk berbagai keperluan yang umumnya dalam dan sempit'. Kita juga sudah memakai itu untuk perang parit, misalnya. Selokan (ditch) adalah galian untuk menyalurkan air. Nah, saya agak bingung mencari padanan gully. Lombong dalam bahasa Melayu sebenarnya lebih dekat kaitannya dengan tambang. Entri di Kateglo untuk padanan gully adalah lurah. Coba saya bantu cari lagi. Untuk sementara tidak apa gunakan lombong dahulu. –IvanLanin (bicara) 23 Juni 2019 05.54 (UTC)

Penyeragaman padanan "region"

KBBI telah mencantumkan entri region dengan arti 'bagian dari wilayah yang luas; kawasan; daerah'. Dahulu kita memadankan kata region paling tidak dengan dua kata, yaitu kawasan dan wilayah, misalnya pada wilayah sejarah (historical regions). Saya pikir sebaiknya kita konsisten. Saya mengusulkan dua pilihan:

  1. Menyerap region karena sudah ada dalam KBBI dan dekat dengan istilah asal. Saat ini region sudah saya pakai untuk menamai beberapa pembagian negara.
  2. Memakai kawasan karena paling tidak kata ini lebih jarang dipakai daripada wilayah. Dahulu kawasan dipakai untuk memadankan zone, tetapi kini zona sudah ada di KBBI.

Bagaimana? –IvanLanin (bicara) 23 Juni 2019 17.56 (UTC)

Kalau saya pribadi lebih mengikuti ke padanan kata dari KBBI. Aviel Dase (Kirim Pesan) 24 Juni 2019 11.14 (WITA)
Region saya rasa cukup baik digunakan dan tidak terlalu asing untuk dipergunakan. Salam. Albertus Aditya (bicara) 25 Juni 2019 12.49 (UTC)

Padanan "cuisine"

Kita mau pakai masakan atau hidangan sebagai padanan cuisine? Saya sedang merapikan Kategori:Masakan menurut negara (en) ketika menemukan Kategori:Hidangan Jepang yang berbeda dengan yang lain. Sebenarnya ini hanya masalah konsensus karena kedua kata itu bisa dipakai sebagai padanan cuisine. –IvanLanin (bicara) 25 Juni 2019 09.41 (UTC)

Ada bahasannya ini di Warkop sebelumnya. Intinya soal masalah pemakaian kata cuisine yang ternyata tidak sekadar "makanan yang dimasak" tapi juga minuman dan bahan makanan yang langsung disantap (misal, jeruk yang dimakan langsung setelah dipetik dari pohon) Jadinya mungkin kalo nggak hidangan ya sajian. Tapi kalo mau menafikkan lingkup arti dari kata itu, pake kata masakan juga nggak apa-apa --Glorious Engine (bicara) 25 Juni 2019 10.20 (UTC)
Ah, oke. Kalau begitu, kita pakai hidangan saja untuk nama kategorinya, ya. –IvanLanin (bicara) 25 Juni 2019 10.55 (UTC)
Hidangan kedengarannya bagus.--Vulphere 26 Juni 2019 07.54 (UTC)
Vote untuk Hidangan. Halaman artikelnya pun rata-rata sudah menggunakan istilah hidangan, berbeda dengan kategorinya yang masih menggunakan masakan. William Surya Permana (), 26 Juni 2019 15.40 WIB.

Al-Qur'an vs Alquran

Saya tadi sempat Al-Qur'an minta bung Veracious buat pindah halaman Al-Qur'an ke Alquran tapi sepertinya dia ragu.

Setelah saya cari di Google, mendadak saya juga jadi agak ragu dengan mana yang benar. Liputan6.com menggunakan kata Alquran. Situs web resmi Kementerian Agama sendiri menggunakan Al-Qur'an dan Qur'an. Kalau Wikipedia Inggris pakai Quran. Lalu di KBBI daring saya nemu entri Alquran dan Quran. Malahan, Tirto.id memakai kata Alquran dan Al-Qur'an dalam dua artikelnya. Tempo.co tampaknya memilih mengambil jalan tengah dengan menggunakan Al Quran. Saya jadi bingung mana yang benar.  NawanPangestu95    25 Juni 2019 12.38 (UTC)

Coba baca pedoman ini. Intinya kita mau pilih bentuk serapan atau alih aksara dari القرآن. Bentuk serapannya Alquran, sedangkan bentuk alih aksaranya Al-Qur'an. Bentuk serapan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia KBBI, sedangkan bentuk alih aksara sesuai dengan yang dipahami sebagian besar Muslim. Pilihan kedua lebih aman. –IvanLanin (bicara) 25 Juni 2019 14.34 (UTC)

Istilah Ekonomi

Sedang menerjemahkan artikel tentang Ekonomi Britania Raya. Adakah saran untuk padanan istilah ini?

  • en:Leverage (finance). Sudah saya cek di kateglo padanannya utang, hanya saja seperti tidak tepat karena definisinya menggunakan utang untuk membeli aset dengan harapan aset tersebut memberikan keuntungan yang mampu menutup utang dan memberikan untung.
    • Di kateglo juga ada "pengumpilan" atau "pengumpilan keuangan". HaEr48 (bicara) 26 Juni 2019 18.59 (UTC)
  • en:Current account. Sudah saya cek di kateglo padanannya rekening koran atau akun semasa, hanya saja seperti kurang tepat jika digunakan dalam konteks ekonomi makro.
    • Bagaimana kalau "neraca berjalan"? HaEr48 (bicara) 26 Juni 2019 18.59 (UTC)
  • en:Forward guidance
  • en:Winter of Discontent
    • Kalau ini kurasa tidak usah diterjemahkan saja, tetapi ditulis dalam bahasa Inggris dicetak miring. Masalahnya, "Winter" itu kalau diterjemahkan harus jadi dua kata sehingga kalau diterjemahkan semacam "musim dingin ketidakpuasan" feelnya tidak akan sebagus frase aslinya. Lagian istilahnya merujuk ke suatu peristiwa di Britania, dan bukan konsep universal. HaEr48 (bicara) 26 Juni 2019 18.59 (UTC)

Terima kasih -- Johnstad Почта 26 Juni 2019 18.16 (UTC)

Usul: (1) leverage = pengungkit; (2) current account = transaksi berjalan; (3) forward guidance = panduan ke depan; (4) Winter of Discontent = Musim Dingin Ketidakpuasan. Nomor empat saya pikir tetap bisa dicari padananannya karena bahasa lain pun memadankan istilah itu. –IvanLanin (bicara) 27 Juni 2019 01.26 (UTC)

Padanan "amusement park"

Saat ini amusement park dipadankan dengan taman bermain. Saya mengusulkan perubahan padanan menjadi taman hiburan. Alasan saya karena istilah taman bermain bisa ambigu dengan padanan playground atau playgroup. Selain itu, kita juga sudah cukup akrab dengan istilah taman hiburan rakyat. Saya minta persetujuan di sini karena cukup banyak halaman dan kategori yang akan terdampak. –IvanLanin (bicara) 29 Juni 2019 08.08 (UTC)

@IvanLanin: Saya lebih setuju kalau menggunakan padanan kata taman hiburan ketimbang taman hiburan rakyat. Karena secara kebahasaan, arti dari amusement park sendiri adalah taman hiburan bukan taman bermain, dan dalam KBBI edisi terbaru mencantumkan kata taman hiburan, sedangkan kata taman bermain dan taman hiburan rakyat tidak tercantum. Aviel Dase (Kirim Pesan) 29 Juni 2019 17.45 (WITA)
Oke. Taman hiburan rakyat itu sekadar contoh bahwa frasa taman hiburan sudah lazim dipakai. –IvanLanin (bicara) 29 Juni 2019 10.15 (UTC)

Sudah saya pisah antara taman bermain dan taman hiburan. Oh ya, jadi tertarik buat terjemahin fitur-fitur taman bermain, beberapa sudah dijelaskan disini tapi beberapa masih belum saya temukan padanannya, contoh en:Trapeze kayaknya ada padanan Indonesia-nya deh, tapi saya nggak tau apa. --Glorious Engine (bicara) 30 Juni 2019 10.20 (UTC)

Wah, terima kasih banyak. Ada yang mengusulkan palang gantung sebagai padanan trapeze. –IvanLanin (bicara) 30 Juni 2019 10.52 (UTC)

Konsistensi judul

Saya mengusulkan konsistensi penamaan kategori dan artikel bertopik TNI

Kategori:

  • Kategori:Tentara Nasional Indonesia digabung ke Kategori:Militer Indonesia
  • Kategori:TNI-AL => Kategori:Angkatan (L|l)aut Indonesia
  • Kategori:TNI-AD => Kategori:Angkatan (D|d)arat Indonesia
  • Kategori:TNI-AU => Kategori:Angkatan (U|u)dara Indonesia
  • Kategori:Tokoh TNI digabung ke Kategori:Tokoh militer Indonesia
  • dll.

Karena TNI hanya salah satu nama militer Indonesia dalam sejarah, sebelum TNI ada ABRI, TNI pra-ABRI, TRI, TKR, BKR, dsb.

Kemudian artikel2 juga dikonsistenkan judulnya dengan pola: "<xyz> TNI Angkatan <LDU>" => "<xyz> Angkatan <LDU> Indonesia"

ꦱꦭꦩ꧀Bennylin runding 30 Juni 2019 01.57 (WIB)

@Bennylin: Berikut komentar saya:
  1. Untuk nama judul artikel, saya tidak setuju jika dipindahkan. Alasannya, nama TNI-AL ataupun Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan sejenisnya itu merupakan nama resmi instansi dan menurut saya itu sangat tidak layak mengubah nama resmi instansi di Wikipedia Bahasa Indonesia. Menurut saya, tidak layak nama resmi instansi yang dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menjadi Angkatan Laut Indonesia karena nama Angkatan Laut Indonesia bukan nama resmi. Jadi yang menyangkut nama Tentara Nasional Indonesia Angkatan xxx tetap sedemikian rupa dan tidak boleh disederhanakan, kecuali disingkat menjadi TNI-Axxx karena akronim tersebut diakui secara resmi.
  2. Untuk nama kategori yang bagian Kategori:TNI-Axxx jangan diubah menjadi Kategori:Angkatan xxx Indonesia. Alasannya sama dengan di atas, ubah jadi Kategori:TNI Angkatan xxx. Selebihnya saya setuju untuk dipindahkan.
  3. Untuk nama-nama lembaga dalam TNI yang mengandung unsur nama TNI Angkatan xxx jangan diubah! Itu sudah menjadi nama resmi.
  4. Untuk nama-nama sekolah dan akademi di lingkungan TNI, harus disesuaikan dengan nama resminya! Untuk mencari tahu nama resminya, silakan cek di situs resminya masing-masing!
  5. Untuk nama grup Paspampres, saya lebih setuju jika penggunaan akronim Paspampres tetap digunakan menjadi Paspampres Grup X, itu sesuai dengan nama resmi yang ada di situs resmi instansi tersebut.
Jadi, saya mohon untuk nama instansi itu harus sesuai dengan nama resmi instansi tersebut. Itu saja dari saya, terima kasih. Aviel Dase (Kirim Pesan) 30 Juni 2019 03.55 (WITA)
Saya setuju untuk tetap menggunakan nama resmi. Kalau mau memakai bentuk generik, jangan diawali huruf kapital, misalnya "angkatan darat Indonesia". –IvanLanin (bicara) 30 Juni 2019 10.54 (UTC)
Saya juga sepakat untuk mempertahankan kata TNI pada konteks dimaksud. Salam. Albertus Aditya (bicara) 30 Juni 2019 11.28 (UTC)

Konsekrasi, Dekonsekrasi, Desekrasi & Pasca-Kekristenan

Nanya nih, kalo konsekrasi bolehkah dialihkan jadi tahbisan ? trus kalo Dekonsekrasi dijadikan pelepasan tahbisan ? Sementara kalo Desekrasi apakah dapat diterjemahkan jadi Penghinaan (contoh penghinaan bendera) atau Penodaan (contoh Penodaan hosti & Penodaan Al-Qur'an) atau mungkin bisa memberatkan dengan mempertahankan pemberian judul mengingat yang satu bersifat sekuler & yang dua bersifat agamis, sementara saya lihat setidaknya ada satu sumber yang memakai neologisme desekrasi. Trus juga en:Postchristianity bolehkah saya sebut Pasca-Kekristenan ? --Glorious Engine (bicara) 30 Juni 2019 10.00 (UTC)

Selagi bisa diserap (ejaan atau lafal) dengan pola yang ada, saya sarankan diserap saja (bukan diterjemahkan). Alasannya adalah (1) lebih dekat dengan istilah asal dan (2) ada kemungkinan salah arti karena terjemahan yang dipilih punya arti lain (ambigu). –IvanLanin (bicara) 30 Juni 2019 10.58 (UTC)
Sepakat dengan Mas Ivan. Dalam konteks konsekrasi, setidaknya ada dua pemahaman (lihat di artikel) yang membuat konsekrasi tidak bisa diterjemahkan menjadi tahbisan, karena menyempitkan konteksnya. Salam. Albertus Aditya (bicara) 30 Juni 2019 11.27 (UTC)
Bagi saya, Konsekrasi dan Tahbisan atau Sakramen Imamat itu berbeda secara teologis. Begitu hal dengan Dekonsekrasi dan sejenisnya. Saya tetap berpegang teguh le konteks Teologis, bukan Kebahasaan. Aviel Dase (Kirim Pesan) 30 Juni 2019 20.29 (WITA)

Ladder

Saya terjemah Ladder jadi Tangga lipat boleh nggak ya ? --Glorious Engine (bicara) 30 Juni 2019 12.03 (UTC)

Setuju. –IvanLanin (bicara) 30 Juni 2019 12.37 (UTC)
Sepertinya dalam bahasa lain terutama bahasa Inggris, lebih kepada alat panjat yang sifatnya ringkas, tidak permanen, atau mudah dipindahkan, namun tidak mesti terkait dengan lipatan. Jika saya lihat-lihat di kamus ada kata 'senigai' yang lebih mirip. /se·ni·gai/ n tangga yang terbuat dari dua buluh dan berpalang-palang di tengahnya untuk panjatan kaki ( https://kbbi.web.id/senigai ). Tapi sepertinya tidak ada yang tahu apa itu Tangga senigai, saya tahunya Ondho. :D . Bagaimana jika Tangga portabel?. ibensis (What’s the Story?) 30 Juni 2019 13.38 (UTC)
Sepertinya senigai itu berbeda dengan tangga lipat. ―Rex AurōrumDisputātiō 2 Juli 2019 16.21 (UTC)
Memang berbeda, tapi yang dimaksud apakah Ladder itu tangga lipat atau tangga portabel (seperti senigai). ibensis (What’s the Story?) 5 Juli 2019 14.09 (UTC)

Slide: Perosotan atau seluncuran ?

en:Playground slide dan en:Water slide cocoknya diterjemahkan jadi perosotan atau seluncuran ya ? Kalo pake kata seluncuran kok terasa mengganjal ya, soalnya bertabrakan sama istilah seluncur es dan sejenisnya, walaupun bidangnya sama-sama datar, tapi kan slide itu kan bidang miring --Glorious Engine (bicara) 30 Juni 2019 14.58 (UTC)

Pakai perosotan saja. Entri itu sudah ada di KBBI. –IvanLanin (bicara) 30 Juni 2019 15.33 (UTC)

Arsip Mei 2019

Mutasarrifate

Saya mau minta saran untuk penerjemahan yang bagus buat Mutasarrifate Yerusalem --Glorious Engine (bicara) 11 Mei 2019 03.40 (UTC)

Untuk info judul artikel di en.wp adalah en:Mutasarrifate of Jerusalem. Entah sufiks '-ate' di sini benar atau tidak, tetapi saya mengusulkan {ke-}Mutasarrifah{-an} Yerusalem. Mungkin Mas IvanLanin bisa membantu? Salam. Albertus Aditya (bicara) 25 Juni 2019 12.57 (UTC)
Ini mirip pilihan kegubernuran versus governorat sebagai padanan governorate (governor + -ate). Yang pertama kita bentuk dari kata dasar nama jabatan (gubernur) ditambah dengan gabungan imbuhan ke--an, sedangkan yang kedua kita serap langsung dengan penyesuaian ejaan. Nama jabatannya mutasarrif. Kita bisa memadankan kata turunan mutasarrifate menjadi kemutasarifan atau mutasarifat. Konsonan rangkap rr kita sederhanakan menjadi konsonan tunggal r. –IvanLanin (bicara) 25 Juni 2019 14.26 (UTC)

Voyeuristic

Halo, mau tanya apa kata Vouyeuristic sebaiknya ditulis Vouyeristik, Voyeristik, atau malah tidak perlu diubah? Saya baru tahu kata ini jadi tidak ngerti padanan yang pas dalam bahasa Indonesia. Soalnya pas saya cari di KBBI V ternyata tidak ada. Mungkin ada saran. --NawanPangestu95 (bicara) 12 Mei 2019 06.17 (UTC)

Untuk artikel sejenis sudah ada voyeurisme. Salam. Albertus Aditya (bicara) 14 Mei 2019 22.10 (UTC)

The Murray

Saya minta saran buat Keuskupan The Murray (Anglican Diocese of The Murray) dan Templat:Deakon Agung The Murray (Template:Archdeacons of The Murray) apakah cocoknya pakai "The" atau tidak ? Pasalnya kata "The"-nya hanya ada pada keuskupan tersebut dan memakai huruf besar, berbeda misal kalo the Philippines yang memakai "the" huruf kecil --Glorious Engine (bicara) 13 Mei 2019 07.11 (UTC)

Saya berpendapat bahwa hal ini tidak bisa digeneralisasi jadi memang kasus per kasus ataupun setidaknya topik per topik. Dalam hal ini kata The Murray memang nama yang dibawa saat pembentukan (berdasarkan penjelasannya, saya kutip berikut: "the name of the Diocese, The Murray, with a capital “T” came to be used and has remained so since then."). Namun demikian --koreksi bila salah-- partikel "the" 'tidak dikenal' dalam bahasa Indonesia. Jadi saya berpendapat bahwa nama yang tepat untuk artikel itu adalah Keuskupan Murray. Sebagai tambahan, di en:Category:Anglican dioceses in Australia tetap dikategorikan pada entri M, bukan T. Salam. Albertus Aditya (bicara) 14 Mei 2019 21.59 (UTC)

Eparki Agung atau Metropolis

Saya mau tanya, padanan untuk keuskupan agung dari Gereja Timur cocoknya Eparki Agung atau Metropolis ya. Untuk artikel Metropolis Accra saya pake padanan Metropolis karena versi ru.wiki memakai padanan Аккрская митрополия. Kalo keuskupan agung jelas nggak mungkin karena sebutan tersebut khusus buat Gereja Barat. Tapi saya lirik di OrthodoxWiki kok mereka malah pake padanan Archdiocese ya --Glorious Engine (bicara) 14 Mei 2019 05.10 (UTC)

Saya tidak berani melakukan generalisasi untuk semua agama dengan ritus timur, namun di Gereja Katolik (Barat), Keuskupan Agung tidak selalu identik dengan Metropolit (istilah GE 'metropolis',). Sebagai perbandingan, Keuskupan Agung Jakarta merupakan keuskupan agung dan metropolit (dari Provinsi Gerejawi Jakarta, termasuk di dalamnya Keuskupan Bandung dan Keuskupan Bogor). Hal ini berbeda dengan Keuskupan Agung Strasbourg yang merupakan "keuskupan agung" (terlihat dari namanya), tetapi bukan metropolit, demikian pula dengan Keuskupan Agung Cambrai yang juga bukan metropolit.
Terkait dengan nama Eparki Agung atau Metropolit, saya lebih condong ke Eparki Agung. Namun saya tidak menutup sama sekali penggunaan Metropolis pada beberapa topik tertentu yang mungkin memang tidak mengenal istilah "eparki agung" (archeparchy), karena saya berpendapat bahwa ini memang penggunaan yang khas menurut hierarki dalam Gereja tersebut. Salam. Albertus Aditya (bicara) 14 Mei 2019 22.07 (UTC)

Indra vs Indera

Menurut KBBI V (entri), ejaan yang baku adalah indra, bukan indera. Bagaimana kalau halaman Penginderaan jauh dipindah ke Pengindraan jauh? Muhammad Rifqi Priyo Susanto (bicara) 19 Mei 2019 16.00 (UTC)

Sudah saya pindahkan dan sunting ejaannya. Creutzen (bicara) 26 Mei 2019 12.10 (UTC)
Update: suntingan saya di-revert oleh @Hanamanteo:. – komentar tanpa tanda tangan oleh Creutzen (bk).
Sudah aku pindahkan ke pengindraan jauh (sepertinya ini memang harus dilakukan admin karena ada sejarah lama di halaman tersebut). Sebagai catatan, Bung Hanamanteo, lain kali kalau merevert begitu tolong dijelaskan alasannya agar jelas buat pengguna yang direvert dan pengguna yang melihat riwayat artikel. Mungkin tujuan revertnya benar, tetapi kalau dijelaskan jadi sulit buat pengguna lain membaca pikiran bung. Bung Creutzen, kalau memindahkan artikel jangan dengan salin tempel karena akan menghilangkan riwayat, tetapi gunakan "pindahkan". Sayang sekali, kadang memang terjadi masalah dan harus minta bantuan admin, seperti dilakukan bung Hanamanteo. HaEr48 (bicara) 27 Mei 2019 18.23 (UTC)
@HaEr48: alasan saya menghapus-tempel seperti itu, sudah saya coba pindahkan ke laman baru tadinya, tetapi halaman pengindraan jauh sudah jadi halaman pengalihan, rendering pemindahan halaman tidak bisa dilakukan. Creutzen (bicara) 27 Mei 2019 18.30 (UTC)
@Creutzen: Benar. Sayang sekali dalam posisi seperti itu palingan cuma bisa minta tolong admin untuk menimpa halaman lama itu. HaEr48 (bicara) 27 Mei 2019 19.29 (UTC)
Terima kasih atas pemindahannya. Sepertinya, masih ada banyak salah eja dalam WBI. Adakah bot yang khusus menangani hal ini? Muhammad Rifqi Priyo Susanto (bicara) 1 Juni 2019 06.04 (UTC)

Princelings

Minta saran buat penerjemahan judul en:Princelings --Glorious Engine (bicara) 23 Mei 2019 00.01 (UTC)

@Glorious Engine: Halo, kalau saran saya ada dua, berdasarkan gramatikal dan historisnya. Kalau gramatikal, ini hasil analisis saya:
  • Bahasa Inggris: Partai Pangeran Mahkota atau Partai Putra Mahkota dari penerjemahan Party's Crown Princes. Untuk arti dari Princelings bisa berarti Serikat Putra Mahkota
  • Bahasa dari Asia Timur: Kalau dari bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang, mereka memiliki arti yang hampir sama, yaitu Partai Para Pangeran atau Partai Putra Mahkota dari penerjemahan 太子党 (baik dari bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang).
  • Bahasa dari rumpun romance: Kalau dari bahasa Spanyol dan bahasa Prancis, mereka juga memiliki arti yang sama, yaitu Partai Putra Merah atau Partai Pangeran Merah dari Príncipe rojo dan Prince rouge.
Dari segi bahasa atau gramatikal, bisa saya tarik kesimpulan bahwa artinya bisa memiliki dua arti, yang semua penerjemahan tersebut saya dapatkan dari artikel yang sama di wikipedia bahasa lain. Penerjemahan itu saya dapatkan dari judul artikel yang mereka gunakan. Jadi, saran saya dari segi gramatikal ada dua, yaitu Partai Putra Mahkota atau Partai Putra Merah.
Sedangkan dari segi historis, berdasarkan analisis saya, lebih baik menggunakan Putra Merah atau Pangeran Merah, tapi saya lebih prefer ke Putra Merah. Yaitu mereka para turunan pejabat atau politikus besar dari Partai Komunis Tiongkok yang memiliki ciri khas berwarna merah pada warna partainya.
Jadi secara keseluruhan:
  • Segi gramatikal (bahasa): Partai Pangeran Mahkota atau Partai Putra Mahkota
  • Segi historis (sejarah): Putra Merah
Saya kembalikan ke bung Glorious Engine untuk memilih yang mana. Salam. Aviel Dase (Kirim Pesan) 27 Mei 2019 02.41 (WITA)

Saya kayaknya lebih prefer pake pinyin Taizidang aja lah buat judulnya, alih-alih pake neologisme. Kayak anime gitu, kalo belum ada terjemahan judul versi Indo-nya, maka yang dipake adalah romajinya. Terima kasih buat sarannya --Glorious Engine (bicara) 26 Mei 2019 23.01 (UTC)

Nama orang Jepang

Pemerintah Jepang mengimbau masyarakat dunia untuk menulis nama orang Jepang sesuai dengan urutan penulisan nama lokal: nama belakang ditulis lebih dahulu. Contoh: Abe Shinzo, bukan Shinzo Abe. Saya mengusulkan untuk menerapkan anjuran pemerintah Jepang ini di WPID. IvanLanin (bicara) 25 Mei 2019 19.53 (UTC)

  •   Komentar Pada sisi lain, Kedutaan Jepang di Indonesia masih menggunakan "Shinzo Abe" untuk berita 5 hari yang lalu. Sumber. Salam. Albertus Aditya (bicara) 25 Mei 2019 20.30 (UTC)
    • Albertus Aditya Artikel yang Anda sertakan dibuat sehari sebelum imbauan dari Pemerintah Jepang. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 30 Mei 2019 10.00 (UTC)
      • Terkait hal ini, sebelumnya saya sempat mendengar beberapa hari sebelum diskusi ini di televisi lokal Australia. Saya sendiri tidak berada dalam posisi menentang ide ini, namun akan menjadi tak lazim jika kita yang melakukan hal ini, sebelum dipergunakan secara umum, karena ini bukan masalah salah atau benar. Salam. Albertus Aditya (bicara) 31 Mei 2019 01.52 (UTC)
  • Secara pribadi saya   Mendukung penggunaan susunan nama orang Jepang sesuai dengan aslinya.--Vulphere 28 Mei 2019 04.52 (UTC)
  •   Setuju Saya sudah lama mendambakan anjuran ini sebab selama ini—tidak seperti nama orang Cina, Korea, dan Vietnam—nama orang Jepang tidak konsisten antara penulisan dalam tulisan Jepang sendiri dan tulisan Latin. Sangat janggal mendengar nama seperti Jinping Xi, Jae-in Moon, atau Phú Trọng Nguyễn. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 31 Mei 2019 04.18 (UTC)
  •   Komentar Ingat memperbarui Wikipedia:Pedoman penamaan/Nama Jepang berdasarkan hasil diskusi ini. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 11 Juni 2019 15.00 (UTC)
  •   Komentar Kedutaan Jepang di Indonesia masih menggunakan cara penulisan yang lama karena pengumuman ini baru dikeluarkan seminggu yang lalu, jadi mungkin mereka belum terbiasa. Kita lihat saja perkembangannya nanti. Tapi tidak ada salahnya untuk bersiap menghadapi perubahan ini. flixwito ^(•‿•)^ 12 Juli 2019 09.12 (UTC)

Arsip April 2019

Kompetisi olahraga bercabang

Mohon pendapat dari rekan-rekan sekalian tentang penamaan cabang olahraga, terutama dalam bulu tangkis dan sepak bola, yakni:

Selain itu ada dua hal lainnya, yakni:

  • tentang kata-kata yang menggambarkan laki-laki dan wanita dalam cabang, apakah lebih baik menggunakan putra/putri atau pria/wanita
  • preposisi "pada" atau "dalam".

Terima kasih. Albertus Aditya (bicara) 3 Maret 2019 09.52 (UTC)

Saya lebih sreg dengan pola penamaan Bulu tangkis pada Pesta Olahraga Asia 2018 – Tunggal putra. Karena lebih jelas. Sedangkan untuk menjelaskan lelaki atau wanita lebih baik menggunakan istilah putra/putri karena istilah ini sudah lazim. Untuk preposisinya sebaiknya menggunakan "pada". Saya malah baru sadar ada artikel dengan pola penamaan seperti Sepak bola pria pada Olimpiade Musim Panas 2004 Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 4 Maret 2019 13.08 (UTC)

Memanggil HaEr48 atau Japra Jayapati jika mungkin ada komentar lainnya. Salam. Albertus Aditya (bicara) 8 Maret 2019 13.12 (UTC)

@Albertus Aditya: Putra/putri sudah lazim dipakai. Untuk preposisi, dalam konteks ini pilihan kata "pada" maupun "dalam" saya rasa tidak akan menimbulkan kebingungan, saya pribadi cenderung pilih "dalam". Mengenai judul, saya lebih sreg dengan "Bulu tangkis tunggal putra dalam Pesta Olahraga Asia 2018" dan "Sepak bola putra dalam Olimpiade Musim Panas 2004". تابيق ~ Japra (obrol) 9 Maret 2019 02.34 (UTC)
Albertus Aditya Untuk bulu tangkis, gunakan "putra" dan "putri", seperti "tunggal putra", "tunggal putri", "ganda putra", dan "ganda putri". Untuk sepak bola, gunakan "pria" dan "wanita". Janggal rasanya jika ditulis "sepak bola putra" atau "sepak bola putri". Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 9 Maret 2019 05.53 (UTC)
Hanamanteo Kira-kira kenapa kah harus dipisah sendiri untuk pria dan wanita dalam sepak bola? Atau perlu kita daftar olahraga mana yang menggunakan putra/putri dan pria/wanita? Kalau hasil pencarian dengan mesin pencari, istilah sepak bola putri sendiri cukup banyak juga, walaupun memang tidak sedikit yang menggunakan sepak bola wanita. Salam. Albertus Aditya (bicara) 9 Maret 2019 13.52 (UTC)
Untuk putra/i, lebih generik, karena bisa digunakan untuk turnamen U-21, U-17, U-15, dsb. "Kompetisi sepak bola pria U-15" akan menjadi janggal. Hal ini bisa diterapkan untuk semua usia dan semua cabang olahraga.
Untuk pada/dalam, "pada" lebih menunjuk pada waktu kompetisi, sementara "dalam" menunjuk di dalam kompetisi tersebut. Karena lebih membicarakan perihal waktu, maka penggunaan "pada" menurut saya lebih tepat.
Untuk pola judul, saya merupakan salah satu yang berpendapat tidak perlu dipisah-pisah antara sub-kelompok kompetisi. Toh masing-masing tidak terlalu panjang. Di halaman utamanya: Bulu tangkis pada Pesta Olahraga Asia 2018, di bawah "Hasil" dapat ditulis bagian "Penyisihan". ꦱꦭꦩ꧀Bennylin debat 14 Maret 2019 23.31 (WIB)

Untuk hal ini, setelah melakukan perbandingan ke beberapa wiki menemukan bahwa beberapa Wiki "besar" (fr, es) mengikuti format "nama" "cabang" pada "turnamen" (de rata-rata seperti ide Bennylin yang hanya artikel utama, dan rincian digabungkan), misal pada kasus sepak bola putra pada Olimpiade 2016: fr, es. Hal ini diikuti juga untuk penamaan singkat seperti pada Grup A Piala Dunia FIFA 2018. Namun perlu sedikit berbeda untuk judul artikel yang cukup panjang seperti pada kasus Kualifikasi Piala Dunia FIFA, di mana es tetap dengan format panjang, sementara fr memberikan pemisahan. Untuk tetap mengakomodir bahwa judul artikel harus jelas (per pendapat Ilham151096), maka untuk artikel Kualifikasi Piala Dunia FIFA akan menggunakan format seperti en, contoh pada Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 – Babak Pertama AFC. Jika masih ada tanggapan/komentar agar dapat disampaikan. Albertus Aditya (bicara) 3 April 2019 10.55 (UTC)

Hasil diskusi
  • Cabang olahraga:
    • "Nama olahraga" pada "Turnamen" – "Cabang olahraga" (mis. Bulu tangkis pada Pesta Olahraga Asia 2018 – Tunggal putra): Ilham151096
    • "Nama olahraga" "Cabang olahraga" pada "Turnamen" (mis. Bulu tangkis tunggal putra pada pada Pesta Olahraga Asia 2018): Japra Jayapati, Albertus Aditya
    Pengecualian untuk Kualifikasi Piala Dunia FIFA.
    • Lainnya: Bennylin (dijadikan satu artikel)
  • Pada/dalam:
    • Pada: Ilham151096, Bennylin, Albertus Aditya
    • Dalam: Japra Jayapati
  • Putra-putri/Pria-wanita
    • Putra/putri: Ilham151096, Bennylin, Albertus Aditya
    • Pria/wanita:
    • Gabungan: Hanamanteo (putra/i untuk bulu tangkis, pria/wanita untuk sepak bola)

Tanya

Mau nanya dong, kalau Pythagoras perlu disesuaikan ejaannya jadi "Pitagoras" tidak ya? Aku lihat kebanyakan sumber Indonesia pakainya "Pythagoras". Terima kasih. @M. Adiputra @HaEr48  Mimihitam  2 April 2019 04.59 (UTC)

Menurut saya itu belum perlu dipindahkan, karena banyak sumber tidak mengubah ejaannya, dan kita belum memiliki pedoman untuk mengubahnya.
Untuk teorema Pythagoras, sepertinya tidak perlu dipindahkan. Karena saya temukan di KBBI, frasa seperti itu mempertahankan ejaan nama penemunya, seperti: hukum Archimedes, hukum Coulumb, kelenjar Lieberkuhn. -- Adiputra बिचर -- 3 April 2019 02.39 (UTC)

Terima kasih atas jawabannya.  Mimihitam  3 April 2019 04.01 (UTC)

Baik Pitagoras maupun Pythagoras sama-sama punya alasan yang bagus (konsistensi aturan alihaksara dari bahasa asli vs penggunaan kata yang banyak dipakai sumber). Sayangnya saat ini kita belum ada pedoman jelas tentang menengahi dua alasan ini, maka mungkin status quo bisa dipertahankan dulu. HaEr48 (bicara) 3 April 2019 04.41 (UTC)

Penerjemahan

Saya ingin bertanya, apa arti yang cocok untuk Constitutional referendum? Apakah:

  1. Referendum konstitusi; atau
  2. Referendum konstitusional

Soalnya pada saat saya membuat artikel mengenai itu, ada judul artikel yang menuliskan "Referendum konstitusi Negara X" dan ada juga yang menuliskan "Referendum konstitusional Negara J". Jadi, terjemahan yang benar itu yang nomor 1 atau nomor 2? Terima kasih. Salam. Aviel Dase (Kirim Pesan) 3 April 2019 11.25 (WITA)

Memanggil M. Adiputra. Aviel Dase (Kirim Pesan) 3 April 2019 11.25 (WITA)

Jika ditilik dari kasusnya, sepertinya lebih tepat: Referendum konstitusional. Bila diartikan: "referendum yang berkaitan dengan konstitusi".
Perbandingannya adalah frasa monarki konstitusional (monarki yang berdasarkan konstitusi) dan krisis konstitusional (krisis yang berkaitan dengan konstitusi). -- Adiputra बिचर -- 3 April 2019 04.46 (UTC)
Aku pikir referendum konstitusi lebih cocok. Dalam bahasa Indonesia sepertinya "X konstitusi" lebih sering dipakai untuk hal yang berarti X yang menyangkut konstitusi, misal "Mahkamah Konstitusi" (walaupun Inggrisnya ini constitutional court) atau "amanat konstitusi", sedangkan "konstitusional" biasanya dipakai untuk hal-hal yang dibolehkan atau diatur oleh konstitusi, misal "monarki konstitusional", "kita akan berjuang secara konstitusional", dst. "Constitutional referendum" ini artinya "referendum untuk mengubah konstitusi/UUD", bukan "referendum yang dibolehkan konstitusi", jadi menurutku lebih cocok gaya "X konstitusi". HaEr48 (bicara) 3 April 2019 04.51 (UTC)
@M. Adiputra: @HaEr48: Jadi, mana yang lebih tepat? Aviel Dase (Kirim Pesan) 3 April 2019 13.15 (WITA)
Berarti ada pendapat yang berbeda antara aku dan M. Adiputra   Mungkin bisa tunggu pendapat pengguna lain, atau kalau Bung Aviel punya pendapat juga silakan. HaEr48 (bicara) 3 April 2019 05.27 (UTC)
Menurutku dua-duanya tidak salah, konstitusional dan konstitusi sama-sama ada di KBBI. Jadi mungkin opsional saja.  Mimihitam  3 April 2019 06.15 (UTC)
Kalau konteksnya memang "referendum untuk mengubah konstitusi", maka bisa jadi yang cocok adalah "referendum konstitusi". -- Adiputra बिचर -- 3 April 2019 07.24 (UTC)
Setuju per pernyataan HaEr48. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.56 (UTC)
Per pernyataan Mimihitam. Memang kedua-duanya tidak salah. Tapi utamanya kita menggunakan bentuk X konstitusi, untuk beberapa kasus tertentu X konstitusional agar tidak ambigu. Karena nuansa kata yang timbul karena pemakaian kata bersinonim. Bukannya ini sudah polemik lama? Kan ini berkaitan dengan sejarah penerjemahan ke bahasa Indonesia. Pada awalnya akhiran adjektiva diabaikan lambat-laun mulai digunakan. Silakan lihat kasus penerjemahan biologi molekul. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.56 (UTC)
Menurut saya, lebih baik mungkin digunakan yang nomor 1 karena sesuai, karena kalau dibiarkan digunakannya nomor 1 dan nomor 2, yah kayak saya ini, akan terjadi kebingungan antara memilih terjemahan yang lebih tepat. Mungkin kita bisa memilih salah satunya dan digunakan untuk seterusnya. Judul artikel yang tidak sesuai itu nanti kita alihkan saja. Aviel Dase (Kirim Pesan) 3 April 2019 16.19 (WITA)
Menurut saya bila akan dipakai "referendum konstitusi X" seharusnya ditambahkan "referendum terhadap konstitusi"; sama seperti "amandemen ke-X terhadap Konstitusi" ("X-th Amendment to the Constitution"). Saya lebih sepakat pada "referendum konstitusional". Muhraz (bicara) 3 April 2019 08.47 (UTC)

Cryptocurrency

Saya mau tanya, kalo Cryptocurrency apakah cocok diterjemahkan jadi mata uang kripto ? Pasalnya kalo saya pake judul "mata uang digital" nanti takutnya nabrak soaknya Digital currency sendiri sudah jadi halaman terpisah di en.wiki. Kalo "mata uang rahasia" atau "mata uang tersembunyi" gitu gimana ya secara kata crypto sendiri juga dipakai untuk istilah penganut agama yang mempraktekkan agamanya secara diam-diam (contoh Kripto-Kristen, Kripto-Islam, Kripto-Pagan) apa mending dibiarin neologisme gitu aja --Glorious Engine (bicara) 5 April 2019 02.19 (UTC)

Gunakan sesuatu pada tempatnya

Mulai saat ini artikel-artikel Wikipedia bahasa Indonesia yang mengandung teks "gampong" harus diubah menjadi "desa".

Alasan yang mendasari perubahan ini adalah:

  • Gampong adalah bahasa Aceh, dan desa adalah bahasa Indonesia, sementara Wikipedia yang kita gunakan disini adalah Wikipedia berbahasa Indonesia, bukan Wikipedia berbahasa Aceh.

Jika ada kontributor yang tetap menggunakan teks gampong pada artikel-artikel yang disuntingnya di Wikipedia bahasa Indonesia ini, maka sebaiknya pergilah ke Wikipedia bahasa Aceh, bukan di Wikipedia bahasa ini (Wikipedia bahasa Indonesia).

Karena jika teks "gampong" tetap digunakan di Wikipedia bahasa Indonesia, kenapa tidak sekalian aja artikel-artikel desa di Sumatra Barat menggunakan teks "nagari", artikel-artikel desa di Papua dan Kutai Barat serta Kalimantan Timur menggunakan teks "kampung", dan seterusnya.

Apa kalian rela menciderai Wikipedia bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia? Terus, apa gunanya di negara Indonesia ada Wikipedia bahasa Indonesia, Wikipedia bahasa Aceh, Wikipedia bahasa Sunda, Wikipedia bahasa Jawa, kalau masih tetap tidak menggunakan teks atau bahasa pada tempat yang semestinya? Ayolah, gunakan sesuatu pada tempatnya. Alfian rsn (bicara) 6 April 2019 17.04 (UTC)

Mungkin Mas Rachmat04 bisa memberikan tanggapan selaku pengguna yang paham tentang Aceh? -- Bagas Chrisara (bicara) 6 April 2019 23.26 (UTC)
Maaf OOT. Sedikit menambahkan arti kata "awam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
  1. umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa
  2. orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara): orang awam
Sumber -- Adiputra बिचर -- 7 April 2019 02.05 (UTC)
@Bagas Chrisara:, Masalahnya sangat sederhana, Wikipedia bahasa Indonesia tidak menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia. Dan hingga saat ini, masih banyak artikel WBI yang mengandung bahasa lain. Contoh; beberapa artikel-artikel administrasi di Indonesia seperti artikel administrasi di provinsi Aceh menggunakan bahasa Aceh dengan menggunakan teks "gampong", artikel administrasi di provinsi Sumatra Barat menggunakan bahasa sanskerta dengan menggunakan teks "nagari", seperti yang kita ketahui, bahwa kata "nagari" berasal dari bahasa sanskerta. Seharusnya teks-teks itu diletakkan pada tempatnya masing-masing, teks "gampong" digunakan di Wikipedia bahasa Aceh, teks "nagari" digunakan di Wikipedia bahasa Sanskerta. Bukannya digunakan di Wikipedia bahasa Indonesia. Dan masalah ini tidak ada hubungannya dengan pengguna yang paham tentang Aceh, ataupun pengguna yang paham tentang Sumatra Barat. Jelas ini adalah sebuah kekeliruan bagi para kontributor terdahulu. Pendapat saya ini juga mewakili orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan saya di luar sana. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia, tidak menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia. Alfian rsn (bicara) 7 April 2019 09.20 (UTC)

@Alfian rsn sebelumnya mari kita definisikan "kata Indonesia" sebagai kata baku yang tercantum dalam KBBI.

Kata nagari ada di KBBI dengan definisi "wilayah atau sekumpulan kampung yang dipimpin (dikepalai) oleh seorang penghulu; distrik". Jadi soal nagari sudah tidak perlu dibahas ya, lagipula lucu kalau tiba-tiba sensitif dengan nagari yang katanya "Sansekerta", padahal dalam bahasa Indonesia sendiri juga banyak sekali kata serapan Sansekerta seperti negeri, bumi, dll. Apa mau dimusnahkan semuanya?

Kata "gampong" memang tidak ada di KBBI, tetapi Gampong juga ada di KBBI dan di catatan penjelasan UU No 6 tahun 2014 tentang desa ada tertulis:

Yang diatur dalam Undang-Undang ini adalah kesatuan masyarakat hukum adat yang merupakan gabungan antara genealogis dan teritorial. Dalam kaitan itu, negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Implementasi dari kesatuan masyarakat hukum adat tersebut telah ada dan hidup di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti huta/nagori di Sumatera Utara, gampong di Aceh, nagari di Minangkabau, marga di Sumatera bagian selatan, tiuh atau pekon di Lampung, desa pakraman/desa adat di Bali, lembang di Toraja, banua dan wanua di Kalimantan, dan negeri di Maluku.

Jadi penggunaan terminologi "gampong" di sini tidak sembarangan dan merupakan terminologi resmi pemerintahan dengan makna tertentu yang tidak ditangkap oleh kata "desa" ataupun "kampung". Dalam perda di Aceh pun istilah "gampong" juga yang digunakan. Contoh:

Maka tidak heran kantor berita pemerintah menggunakan kata "gampong" dan bukan "kampung" atau "desa" saat membahas konteks Aceh: berita dari Antara.

Walaupun ini memang Wikipedia Bahasa Indonesia, tapi kita tidak alergi dengan istilah asing di sini kalau memang diperlukan penggunaannya. Ada alasan kenapa "County of Tyrol" ditulis jadi Grafschaft Tirol dan bukan "Kabupaten Tirol". Apalagi soal gampong dan nagari ini kan terminologi resmi, jadi sebenarnya tidak perlu diributkan.

CC: @Albertus Aditya @HaEr48  Mimihitam  7 April 2019 16.36 (UTC)

  •    •  ™    Minggu, 7 April 2019 - 23:46 wib.
Ingin menyampaikan ralat. Berikut adalah pranala dari KBBI daring terbitan Kemendikbud: gampong dan nagari. — Bonaditya (bicara) 7 April 2019 23.36 (UTC)
Menurutku kalaupun tidak ada di KBBI bukan otomatis harus dilarang. Harus dilihat kepantasannya masing-masing. Untuk nama daerah administratif di berbagai provinsi Indonesia, menurutku kalau nama itu sudah resmi menggantikan nama standar seperti desa atau kelurahan, dan luas dipakai misalnya dalam dokumen resmi (misalnya kop surat, undang-undang, dst.) maka justru layak nama itu dipakai. HaEr48 (bicara) 8 April 2019 00.08 (UTC)

Dengan tidak adanya argumen lain yang membantah penggunaan kata gampong, nagari, dkk pada konteks pembagian administratif wilayah, maka dapat disimpulkan bahwa untuk penggunaan kata gampong, nagari, dkk tetap dipertahankan. Agar terutama menjadi perhatian dari Alfian rsn untuk mengikuti hasil diskusi ini. Terima kasih. Albertus Aditya (bicara) 8 April 2019 02.06 (UTC)

Pseudo: Palsu atau semu?

Istilah "Pseudo" seperti yang dipakai dalam kata pseudoscience, pseudocode, dlsb cocoknya diartikan palsu atau semu ? Kalo "palsu", masak nanti "pseudo-diocesan" diterjemahkan jadi "keuskupan palsu" (?) padahal "keuskupan" yang dimaksud itu dibentuk juga dari Vatikan seperti keuskupan-keuskupan lain tapi "bentuknya beda" (CMIIW) --Glorious Engine (bicara) 7 April 2019 05.07 (UTC)

Mengapa harus "palsu"? Tidak mampu menentukan diksi bakal menghasilkan terjemahan yang buruk.
Padanannya semu (tampak seperti yang asli [yang lumrah, yang sebenarnya], padahal sama sekali bukan yang asli [yang lumrah, yang sebenarnya]). Contohnya: Bahasa semu, prosedur semu, mati semu, ilmu semu. -- Adiputra बिचर -- 7 April 2019 05.47 (UTC)

Penulisan tahun

Halo. Mohon pendapat mengenai pengulangan pada tahun, misal pada penulisan 2010–2013, apakah sebaiknya menggunakan format demikian, atau misal seperti dalam bahasa Inggris dengan 2010–13. Kasus yang saya ambil terutama pada satu rangkaian kejadian yang terjadi lintas tahun, misal Pertempuran Mosul (2016–2017) atau Piala Indonesia 2018–19. Salam. Albertus Aditya (bicara) 13 April 2019 14.34 (UTC)

Format seperti 2010–13 yang Anda contohkan adalah format yang "benar dengan syarat dan ketentuan yang berlaku" menurut Wikipedia Inggris. Menurut pedoman EYD, tanda pisah seharusnya tidak dipakai seperti itu. Saya tidak melihat ada panduan berbahasa Indonesia yang membenarkan penulisan seperti itu. Lebih baik kita mengikuti pedoman bahasa Indonesia. Kalau pedoman kita sama dengan pedoman bahasa Inggris, ya kebetulan saja. Tapi kalau berbeda, tidak usah kita ikuti.
Saya lebih setuju kalau penulisan tahun dibuat seutuhnya. Tak ada ketentuan bahwa Wikipedia kita harus mengikuti peraturan berbahasa Inggris. -- Adiputra बिचर -- 13 April 2019 16.47 (UTC)
Sebagai tambahan bahwa di PUEBI pada bagian tanda pisah, secara tak langsung ada contoh "Tahun 2010—2013", namun memang tidak secara eksplisit bahwa memang setiap tahun harus demikian. Apakah hal ini cukup menjadi dasar untuk penulisan tahun tersebut? Salam. Albertus Aditya (bicara) 14 April 2019 10.57 (UTC)
Kita berpikir secara sederhana saja: Tidak ada peraturan ejaan bahasa Indonesia tentang menyingkat tahun menjadi 2 digit dengan memakai tanda pisah. -- Adiputra बिचर -- 14 April 2019 11.28 (UTC)

Terima kasih, dengan demikian saya akan mulai memindahkan sebagian judul artikel yang sebelumnya menyingkat tahun menjadi dua digit. Terima kasih dan salam. Albertus Aditya (bicara) 14 April 2019 14.37 (UTC)

Kelirumologi

Saya dapati ada artikel berjudul Kelirumologi apa nggak apa-apa tuh sama judulnya ? Kalo gitu saya juga bisa bikin donk artikel judulnya Cocoklogi, dlsb. Kalo Egyptology aja diterjemahkan jadi Egiptologi, bukan Mesirologi --Glorious Engine (bicara) 16 April 2019 06.05 (UTC)

Tidak cocok bila misnomer dipadankan menjadi kelirumologi. Misnomer adalah fenomena kekeliruan, sedangkan "kelirumologi" adalah suatu usaha menelaah atau mempelajari fenomena kekeliruan (meskipun terdengar neologisme). -- Adiputra बिचर -- 19 April 2019 03.51 (UTC)

Wikipedia:Pedoman penamaan/Tokoh

Dilihat dari halaman pembicaraannya, proposal ini sudah terbengkalai lebih dari 4 tahun. Sebaiknya kita ambil keputusan, karena ada penamaan yang inkonsisten di Wikipedia. -- Adiputra बिचर -- 21 April 2019 07.16 (UTC)

Naked singularity

Menurut rekan - rekan apakah sebaiknya kata Naked singularity tidak diterjemahkan, diterjemahkan sebagian menjadi Singularitas naked , atau diterjemahkan penuh?

Kebetulan saya sedang mencoba menerjemahkan Singularitas gravitasional

Chinamoonroll (bicara) 24 April 2019 00.30 (UTC)

Tulis saja naked singularity, daripada dipaksakan jadi "singularitas telanjang".  Mimihitam  24 April 2019 11.41 (UTC)
Kalau yang saya dapat itu artinya bisa "singularitas terbuka" karena kata naked tidak selamanya berarti "telanjang". Salam. Aviel Dase (Kirim Pesan) 25 April 2019 10.43 (WITA)

Menurut saya singularitas terbuka lebih cocok, terimkasih masukkannya Chinamoonroll (bicara) 26 April 2019 05.32 (UTC)

Naked Singularity = singularitas gravitasi tanpa cakrawala peristiwa. Artinya singularitas itu secara hipotetis memang bisa diamati dengan "mata telanjang". Apakah kata "terbuka" bisa mewakili konsep tersebut? --Hidayatsrf (bicara)

Wajanbolic e-goen = WokFi?

Mungkin pertanyaannya terbalik, tapi wajanbolic e-goen kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris apakah sama dengan WokFi? Konsepnya sama sih, antena yang terbuat dari alat dapur, tapi kira-kira cocok tidak ya terjemahannya? FMecha (bicara|kontribusi) 21 April 2019 12.43 (UTC)

Artikel yang sepertinya penuh neologisme. Apakah ada sumber penggunaan istilah Wajanbolic "e-goen" yang tepercaya? Lalu, apakah yang dimaksud RT/RW-Net? -- Adiputra बिचर -- 21 April 2019 13.44 (UTC)
(maaf telat respon) E-goen itu kayaknya username pengembangnya. Dulu di beberapa majalah komputer 2000-an pernah dengar istilah RT-RW Net sih. FMecha (bicara|kontribusi) 5 Mei 2019 13.44 (UTC)

Nama uskup

Salam. Saya mau nanya soal nama uskup, karena kebanyakan nama uskup yang saya lihat di Website seperti di GigaCatholic dan Catholic-Hierarchy menggunakan nama dalam bahasa Inggrisnya. Apakah perlu kita menerjemahkannya nama tersebut juga dalam bahasa Indonesia? Contoh: Nama dari Uskup Agung Nagasaki dalam website di GigaCatholic adalah Mgr. Joseph Mitsuaki Takami. Apakah perlu kita terjemahkan namanya dalam bahasa Indonesia menjadi Mgr. Yosef Mitsuaki Takami? Sama seperti nama para Paus, dalam WPEN dan juga GigaCatholic tertulis Pope Francist dan dalam WBI tertera Paus Fransiskus. Apakah nama para uskup Katolik juga diperlakukan seperti demikian? Aviel Dase (Kirim Pesan) 23 April 2019 18.57 (WITA)

Menimbang penerjemahan nama baptis yang ada di Ucanews dan Hidup Katolik, kayaknya memang nama baptis uskup perlu diterjemahkan (Joseph jadi Yosef). Cuma yang membuat saya agak mengganjal ya penamaan buat "Jean-Baptiste (Juan-Batista, John the Baptist) Brondel", mungkin cocoknya dipertahankan saja soalnya agak aneh kalo nanti diterjemahkan jadi "Yohanes Pembaptis Brondel" --Glorious Engine (bicara) 23 April 2019 23.58 (UTC)
@Glorious Engine: Alangkah baiknya untuk nama baptis uskup diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, terkhusus untuk nama "Jean-Baptistte" dan "Juan-Batista" lebih baik dipertahankan dalam bahasanya masing-masing (Prancis dan Spanyol) karena saya sendiri masih perlu mencari nama yang sepadan dengan itu. Bagaimana pendapatnya bung? Aviel Dase (Kirim Pesan) 24 April 2019 15.22 (WITA)
@Glorious Engine: Setelah saya pikir, alangkah baiknya nama "Jean-Baptistte" dan "Juan-Batista" dipertahankan sebagaimana mestinya, karena ada beberapa nama Santo dan Santa Katolik pun namanya tetap dipertahankan sesuai bahasanya dan ada juga nama Santo dan Santa yang diterjemahkan ke Indonesia. Aviel Dase (Kirim Pesan) 24 April 2019 15.26 (WITA)
Ya silahkan saja. Lagipula juga masak uskup Jepang di tempat asalnya pake nama baptis Inggris kan enggak. Oh ya, pertimbangkan juga masalah tradisinya, saya pernah menerjemahkan Kirill dari Moskwa jadi "Kirilos dari Moskwa" cuma biar dipadankan dengan Paus Kirilos dari Gereja Koptik, padahal sebutan dari tradisinya (Rusia) adalah "Kirill". Kalo di Gereja Barat pake padanan "Sirilus". Kalo masalah nama Santo/Santa sebaiknya cari padanan yang telah digunakan oleh situs-situs Katolik. Contohnya Katakombe atau Hidup Katolik. --Glorious Engine (bicara) 24 April 2019 07.31 (UTC)
@Glorious Engine: Untuk saat ini, saya fokus ke Keuskupan di Gereja Barat dulu mas   (Gereja Katolik Ritus Latin, Gereja Lutheran, Gereja Anglikan, dan Gereja Episkopalian). Untuk Gereja Timur (Gereja Katolik Ritus Timur dan Gereja Ortodoks), sudah ada beberapa yang saya kembangkan tapi belum semuanya. Terima kasih juga sudah diingatkan untuk penyebutan nama sesuai tradisi gereja  . Aviel Dase (Kirim Pesan) 24 April 2019 15.40 (WITA)
Halo. Sepertinya cukup mengganjal jika misal Justin Welby menjadi "Yustinus Welby" atau misal Timothy M. Dolan menjadi "Timotius M. Dolan". Saya rasa perlu ada kriteria lain yang lebih cocok. Salam. Albertus Aditya (bicara) 24 April 2019 11.19 (UTC)

Pemakaian istilah "Timotius Dolan" juga dipake kok dalam sumber-sumber Indonesia:

--Glorious Engine (bicara) 24 April 2019 12.11 (UTC)

@Albertus Aditya: Nama uskup yang diterjemahkan maksud saya itu nama uskup Gereja Katolik, sedangkan Justin Welby adalah seorang uskup agung dari Gereja Anglikan yang dimana untuk Gereja Anglikan, Gereja Episkopalian, dan Gereja Lutheran namanya tidak diterjemahkan karena berbeda dengan uskup-uskup dari Gereja Katolik. Sekian. Aviel Dase (Kirim Pesan) 24 April 2019 21.17 (WITA)
Halo. Saya rasa referensi yang digunakan tidak untuk referensi penggunaan judul artikel (nama tokoh), walaupun tetap dapat dipakai sebagai referensi dalam kaitan dengan hal yang dikerjakan oleh tokoh ybs. Terkait juga dengan Uskup Anglikan, saya rasa apapun hasilnya dapat digunakan pula untuk Uskup dalam denominasi lain. Kita juga punya Wikipedia:Pedoman penamaan/Tokoh, yang berlaku (pula) untuk orang lain yang menggunakan nama baptis. Mungkin perlu sedikit penyegaran bahwa nama baptis berbeda dengan nama regnal yang (justru mungkin) memerlukan diskusi lebih lanjut. Salam. Albertus Aditya (bicara) 25 April 2019 01.16 (UTC)
@Albertus Aditya: Lalu bagaimana dengan nama dari Uskup Agung Nagasaki dalam website di GigaCatholic adalah Mgr. Joseph Mitsuaki Takami? Disitu memakai nama "Joseph" yang dimana itu dari bahasa Inggris. Sangat aneh untuk nama uskup yang bukan dari negara English Speaker menggunakan nama dalam bahasa Inggris. Satu-satunya cara adalah menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau menggunakan bahasa asal uskup tersebut atau menggunakan nama dalam bahasa di mana uskup tersebut bertahta. Saya rasa untuk nama uskup dari Gereja Anglikan, Gereja Lutheran, dan Gereja Episkopal tidak perlu diubah karena menggunakan nama bahasa asal uskup tersebut. Seperti nama uskup Anglikan yang pasti memiliki nama bahasa Inggris pastinya namanya tetap dalam bahasa Inggris. Sedangkan untuk uskup Lutheran seperti uskup dari Gereja Denmark itu namanya tidak perlu diterjemahkan, tapi dibiarkan dalam nama bahasa setempatnya (bahasa Denmark). Saya rasa untuk uskup dari Gereja Katolik perlu diterjemahkan karena nama yang tertera adalah nama bahasa Inggris sedangkan uskup tersebut bukan dari negara English Speaker. Sekian. Aviel Dase (Kirim Pesan) 25 April 2019 09.34 (WITA)
Halo. Bisa dilihat di wikidata:Q1707648, bahwa beberapa entri pada Wikipedia bahasa lainnya menggunakan "Joseph" juga dalam spesifik kasus ini. Jikapun saya boleh memilih, saya lebih memilih "Jozefu Takami Mitsuaki" (lihat de.wp) dengan dasar nama lahirnya, walau (mungkin) ini juga tidak terlalu sesuai pedoman. Namun jika melihat ke pedoman, untuk tokoh Jepang "digunakan alih aksara Hepburn untuk alih aksara bahasa Jepang ke huruf Latin". Jika dibandingkan dengan nama Paus Fransiskus atau pendahulunya, kembali lagi bahwa nama tersebut adalah nama regnal. Misal untuk Paus Fransiskus, bagaimana menerjemahkan "Jorge Mario Bergoglio"? Saya coba colek juga Mimihitam (bicara) dan Bennylin (bicara  jika mungkin dapat memberi pendapat juga. Salam. Albertus Aditya (bicara) 25 April 2019 04.18 (UTC)
Yang saya maksud bukan seperti itu mas. Mas sepertinya tidak paham dengan apa yang saya maksudkan. Aviel Dase (Kirim Pesan) 26 April 2019 09.43 (WITA)
Jika demikian, bisa dijelaskan maksudnya seperti apa? Albertus Aditya (bicara) 26 April 2019 09.11 (UTC)
Saya mengundang Aviel Dase untuk menjelaskan pada poin mana dari pernyataan saya yang mengesankan bahwa saya tidak paham yang didiskusikan. Jika yang dimaksud adalah pendapat yang berbeda (dari yang Anda jelaskan sebelumnya), saya memang mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Saya merasa bahwa saya cukup paham apa yang Anda pikirkan dan ingin disampaikan, namun demikian saya tidak sependapat dalam kasus, secara spesifik, uskup Jepang tersebut sebagaimana dituliskan pada awal diskusi. Salam. Albertus Aditya (bicara) 27 April 2019 14.11 (UTC)

@Albertus Aditya: Oke akan saya jelaskan:

  • Nama uskup yang saya maksudkan adalah nama uskup Gereja Katolik, nama uskup dari gereja lain seperti Gereja Anglikan, Gereja Lutheran, dan Gereja Episkopalian menyesuaikan bahasa setempat.
  • Yang diterjemahkan adalah nama yang mengandung unsur bahasa Inggris dari nama uskup yang berasal dari negara bukan English Speaker, nama yang saya maksud itu seperti Andrew, Joseph, Anthony, Paul, dan sebagainya. Karena sangat tidak mungkin seorang uskup memiliki nama berbahasa Inggris yang bukan dari negara English Speaker.
  • Untuk nama yang bukan berbahasa Inggris, seperti Jean, Juan, dan sebagainya itu menyesuaikan.
  • Nama uskup dari Gereja Katolik Timur itu menyesuaikan sesuai atau berdasarkan tradisi dari masing-masing Gereja sui iuris.

Saya rasa ini sudah cukup jelas, dan ini merupakan pengulangan penjelasan yang sudah saya jabarkan di atas. Sekian. Aviel Dase (Kirim Pesan) 28 April 2019 10.29 (WITA)

Ngomong-ngomong kalo boleh tau, Paus memakai sebutan nama uskup dari bahasa apa pada surat (misalnya) penunjukkan uskup baru ? Latin ? Italia ? Inggris ? Bahasa regional dari uskup tersebut ? Kalo gitu jadinya berarti Wiki Inggris itu juga menyadur nama uskup tersebut donk. --Glorious Engine (bicara) 28 April 2019 06.02 (UTC)

@Glorious Engine: Paus menggunakan Bahasa Latin Gerejawi karena itu bahasa umum dalam Gereja Katolik. Nama uskup yang ditunjuk itu diubah menjadi nama versi latinnya, contohnya adalah ketika Uskup Agung Manila, Luis Antonio G. Tagle, ditunjuk menjadi Uskup Agung Manila dalam Surat Apostolik, di dalam surat tersebut namanya tidak ditulis Luis Antonio G. Tagle tapi diubah dalam bahasa Latin menjadi Aloisio Antonio G. Tagle. Bisa diperhatikan bahwa namanya Luis diubah menjadi bahasa Latin menjadi Aloisio, sedangkan nama lainnya tetap dipertahankan. Aviel Dase (Kirim Pesan) 28 April 2019 16.10 (WITA)

Halo. Setelah berpikir-pikir ulang, saya rasa dapat saja diterjemahkan demikian. Sebagai catatan, sebagai hasil diskusi ini, semua orang yang memiliki nama baptis (terlepas apapun profesinya) dan bukan dari negara English speaker berarti diterjemahkan ya. Tetapi, ini harus sangat hati-hati juga, misal seseorang tokoh yang lahir sebagai campuran orang negara berbahasa Inggris dengan negara yang tidak berbahasa Inggris (misal Amerika-Jepang) lalu memberi nama dengan kata-kata berbahasa Inggris, maka seharusnya tetap dipertahankan. Kepada Glorious Engine saya harap artikel Timotius Michael Dolan dikembalikan ke Timothy Michael Dolan, karena beliau berasal dari Amerika Serikat yang notabene negara berbahasa Inggris. Salam. Albertus Aditya (bicara) 28 April 2019 09.24 (UTC)

Arsip Maret 2019

Kovenan

Saya mau tanya, kalo istilah "Covenant" dalam konteks keagamaan cocoknya diterjemahkan jadi apa ya ? Kalo konteksnya politik mungkin bolehlah ya pake istilah neologisme "Kovenan", contoh Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya, lha tapi kalo konteksnya keagamaan apakah boleh pake neologisme juga, contoh Kovenan Baru gitu misalnya, kalo ntar kalo pake istilah "Perjanjian" atau "Janji" nanti malah nabrak ama istilah "Perjanjian Baru" (merujuk kepada kitab suci, sementara Kovenan Baru merujuk pada kata sifat).

Trus juga en:Covenant of the pieces atau Cutting of the covenant. LAI & LBI sama-sama menerjemahkan judulnya jadi Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya, mungkinkah nanti artikelnya di WBI diterjemahkan judulnya jadi "Perjanjian tentang keturunan Abraham" atau bagaimana (disingkat "Perjanjian Abraham" juga nggak mungkin soalnya setau saya perjanjian Allah & Abraham nggak cuma masalah keturunan) Ditunggu pendapatnya --Glorious Engine (bicara) 28 Februari 2019 01.34 (UTC)

Lihat Kateglo. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 28 Februari 2019 02.49 (UTC)

Dalam konteks HAM, istilah "kovenan" dipakai oleh lembaga2 HAM di Indonesia, jadi itu bukan neologisme. Karena penggunaannya spesifik, jadi tdk bisa dipakai untuk konteks Alkitab.  Mimihitam  28 Februari 2019 05.17 (UTC)

Dari beberapa literatur daring yang saya baca. Kata kovenan sudah cukup umum digunakan dalam konteks agama Kristen. Beberapa menambahkan kata perjanjian sebagai penjelasː kovenan (perjanjian) Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 1 Maret 2019 09.54 (UTC)

Byzantine Empire

Mengingat akhir2 ini penggunaan padanan untuk Byzantine Empire semakin beragam, apakah di sini ada ide padanan mana yang paling tepat untuk Byzantine Empire?

  1. Kekaisaran Romawi Timur, seperti yang dipakai saat ini
  2. Kekaisaran Bizantium
  3. Kekaisaran Bizantin seperti yang digunakan oleh Japra, karena Bizantin adalah adjektif selayaknya Portugis

Mohon pendapatnya @Japra Jayapati @HaEr48 @IvanLanin @Hafidh Wahyu P @Gunarta  Mimihitam  27 Februari 2019 13.22 (UTC)

@Mimihitam: Saya pakai Kekaisaran Bizantin karena menurut saya ini terjemahan paling tepat untuk "Byzantine Empire", tetapi pemakaian istilah "Kekaisaran Romawi Timur" maupun "Kekaisaran Bizantium" juga sah-sah saja, karena padanan Wikipedia bahasa Indonesia untuk nama dan istilah tertentu dalam Wikipedia bahasa Inggris tidak selamanya harus merupakan "terjemahan yang paling tepat" untuk kata atau frasa Inggrisnya. Andaikata pengurus hendak menetapkan padanan standar untuk istilah Byzantine Empire yang wajib digunakan dalam seluruh artikel Wikipedia Bahasa Indonesia, maka saya mengusulkan untuk menggunakan istilah "Kekaisaran Romawi Timur", karena lebih dekat dengan endonimnya (Imperium Romanum). تابيق ~ Japra (obrol) 27 Februari 2019 16.16 (UTC)
Kalau menurutku, Kekaisaran Romawi Timur maupun Kekaisaran Bizantium rasanya dua-duanya sering dijumpai di teks dan mudah dimengerti (misal "Bizantium"+adalah vs "Romawi Timur"+adalah), jadi tidak apa-apa tidak selalu seragam di semua artikel (ibaratnya istilah-istilah yang punya sinonim yang sama-sama baku dan umum). Kalau Bizantin sebagai adjektif, aku cenderung tidak menyarankan dipakai, karena di bahasa Indonesia proper noun nama tempat yang memiliki adjektif berbeda dengan nomina cukup jarang, hal ini sering berakibat salah paham. Misalnya kata "Romawi" atau "Portugis" mungkin dasarnya adalah adjektiva tetapi sering dipakai sebagai nomina, jadi sekarang rancu apakah bisa diterima sebagai nomina, ataukah seharusnya hanya adjektiva. Sebelum kerancuan yang sama muncul untuk kata "Bizantin" aku usul kita pakai "Bizantium" atau "Romawi Timur" saja yang lebih multifungsi. HaEr48 (bicara) 28 Februari 2019 18.14 (UTC)
@Mimihitam: Saya setuju dengan HaEr48. IvanLanin (bicara) 1 Maret 2019 18.49 (UTC)
@Mimihitam: Saya setuju untuk menggunakan "Kekaisaran Bizantium" untuk menerjemahkan "Byzantine Empire". "Kekaisaran Romawi Timur" sebaiknya hanya digunakan jika diperlukan untuk menerjemahkan istilah "Eastern Roman Empire", yang dalam Wikipedia Bahasa Inggris juga kebanyakan dialihkan ke "Byzantine Empire". Jadi, satu istilah Indonesia per istilah Inggris. JohnThorne (Bicara) 1 Maret 2019 19.41 (UTC)

Terjemahan & Judul Artikel

Salam.

  • Saya ingin bertanya, terjemahan apa yang cocok untuk kata Co-Cathedral? Apakah terjemahannya dalam Indonesia itu menjadi "Ko-Katedral" atau "Katedral bersama"? Soalnya saya bingung kalau mau menerjemahkan artikel yang mengenai Co-Cathedral dari bahasa Inggris.
  • Untuk judul artikel mengenai Ordo Makam Kudus kok malah berjudul Bintang Makam Kudus dan mengapa harus artikelnya dipindahkan ke judul itu? Padahal seharusnya adalah Ordo Makam Kudus. Tolong dikembalikan ke yang sebenarnya. Khusus untuk judul artikel ini, saya memanggil @Glorious Engine:.

Terima kasih. Salam. Aviel Dase (Kirim Pesan) 6 Maret 2019 00.27 (WITA)

Mengenai bintangnya, sudah saya kembalikan ke Ordo.

Mengenai ko-katedral, kalo diterjemahkan "katedral bersama" kurang cocok, soalnya ini konsepnya untuk padanan katedral [utama] dan "wakil" katedral/katedral "bawahan"nya (ko-katedral), kayak sistem pilot & ko-pilot gitu (NB: ko-pilot sendiri juga pernah dibahas disini). Lagipula istilah ko-katedral sendiri kayaknya juga udah dipakai di luar Wiki: http://www.keuskupansibolga.org/2017/05/imam-baru-keuskupan-sibolga.html --Glorious Engine (bicara) 5 Maret 2019 22.16 (UTC)

@Glorious Engine: Terima kasih atas infonya, dan terima kasih sudah mengembalikan judul artikel tersebut. Salam :). Aviel Dase (Kirim Pesan) 6 Maret 2019 10.56 (WITA)

terjemahan EN -> ID

  • EN: "tooltip" (contoh: BR) --> ID: ??
  • EN: "bells and whistles" --> ID: "pernak-pernik" ?? "bel dan peluit" ?? ide lain ??

Taylor 49 (bicara) 4 Maret 2019 15.07 (UTC)

@User:Taylor 49 Saya belum pernah menemukan ada yang "berhasil" memadankannya tooltip. Sedangkan bells and whistles. Kalau yang Anda maksud bells and whistles bermakna tambahan, sesuatu yang tidak penting, tambahan yang tidak memberikan tambahan fungsi esensi (hanya sekadar hiasan), atau barang tidak berguna setahu saya tidak ada padanan tunggalnya. Namun ada beberapa kata yang memiliki makna di atas, yaituː (n) embel, embel-embel, printilan, remeh-temeh, tetek bengek, umbai; (a) cuai, remeh, remeh-cemeh, remeh-temeh, sepele. Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 6 Maret 2019 17.46 (UTC)
@Ilham151096: Terima hasih atas daftar dengan baynak alternatif. Apakah "pernak-pernik" juda sesuai? Taylor 49 (bicara) 8 Maret 2019 11.33 (UTC)
Kurang tepat. Karena pernak-pernik maupun pernik merujuk pada hal-hal atau benda kecil. Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 8 Maret 2019 11.43 (UTC)

Motorsport

Saya berniat menerjemahkan Motorsport, tetapi saya masih bingung padanan kata yang sesuai untuk Bahasa Indonesia-nya apa ya? Apakah Olahraga bermotor atau Olahraga automotif? Karena keduanya juga masih agak rancu, bermotor diasosiasikan ke balap motor sementara automotif selalu diasosiasikan dengan balap mobil. F1fans (bicara) 9 Maret 2019 16.11 (UTC)

Konsistensi nama rumah sakit

Saya masih menemukan inkonsistensi judul artikel rumah sakit. Contohya Rumah Sakit Umum Daerah XXXXX Vs. RSUD XXXXX. Jika kita mau konsisten, mana yang harus kita ikuti? Ada pendapat lain? Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 25 Februari 2019 19.18 (UTC)

  • Sebenarnya lebih cenderung tanpa singkatan, jadi: Rumah Sakit Umum Daerah XXXXX, tetapi berhubung nama rumah sakit di Indonesia, terutama yang dikaitkan dengan nama seorang tokoh, sering kali sangat panjang, maka saya   Setuju untuk konsisten menggunakan singkatan RSUD XXXXX di mana dalam artikel harus dijabarkan apa RSUD itu. Hal ini mirip dengan kasus SMP XXXXX atau SMA XXXXX. JohnThorne (Bicara) 25 Februari 2019 19.36 (UTC)
  •   Setuju kalau diringkas saja, dengan alasan (1) agar panjangnya tidak berlebihan (misal "Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo"), (2) sesuai dengan poin 3 di Wikipedia:Pedoman penamaan yaitu "Singkatan sedapat mungkin dihindari, namun penggunaannya dapat diperbolehkan bila singkatan itu sangat dikenal dan tidak memiliki arti lain" dan (3) sumber teks lain pun sering menyingkat seperti ini. Tapi tentu saja dapat dibuat pengalihan dari judul versi panjangnya, dan nama panjangnya juga dapat ditulis di paragraf pertama artikel jika diinginkan. HaEr48 (bicara) 28 Februari 2019 17.56 (UTC)
  •   Setuju Mempertimbangkan nama beberapa rumah sakit yang cukup panjang, jadi kiranya aturan nama rumah sakit dapat diperlakukan sama sebagaimana nama sekolah. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 1 Maret 2019 10.08 (UTC)

Berikut nama rumah sakit yang sudah umum disingkatː

  • Rumah Sakit = RS
  • Rumah Sakit Umum Daerah = RSUD
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak = RSIA
  • Rumah Sakit Angkatan Laut = RSAL
  • Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara = RSPAU
  • Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat = RSPAD

@JohnThorne, HaEr48, dan Hanamanteo: Apa rumah sakit perlu disingkat juga? Ada tambahan lain? Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 4 Maret 2019 13.27 (UTC)

@Ilham Cahyo Nugroho: Pada prinsipnya tanpa singkatan kecuali bila terlalu panjang. Nama-nama di atas (Rumah Sakit, Rumah Sakit Umum Daerah, dll.) tentunya tidak perlu disingkat sebagai judul artikel tersendiri (sebagai halaman utama, tanpa diikuti nama rumah sakit), sedangkan untuk nama "Rumah Sakit XXXXX" yang tidak mengandung singkatan empat huruf (RSUP, RSUD dll.) atau lebih sebaiknya tidak disingkat. Demikian sedikit saran. JohnThorne (Bicara) 4 Maret 2019 16.41 (UTC)
JohnThorne SD Karitas Nandan Yogyakarta itu justru malah menggunakan singkatan, bukannya Sekolah Dasar Karitas Nandan Yogyakarta. Kalau mau konsisten, mestinya rumah sakit yang nama artikelnya hanya bertuliskan "Rumah Sakit" tanpa lanjutan "Umum Daerah", "Ibu dan Anak", dll. juga turut disingkat sebagaimana artikel sekolah dasar. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 12 Maret 2019 09.10 (UTC)
@JohnThorne, HaEr48, dan Hanamanteo: Apa perlu dibuat permohonan pendapat-nya? Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 14 Maret 2019 05.09 (UTC)

Agama menurut abad

Saya mau pencocokan untuk kategori agama menurut abad aja:

--Glorious Engine (bicara) 7 Maret 2019 13.04 (UTC)

Bagaimana kalau penamaannya menjadi "Keagamaan menurut abad"? Sesuai definisi, 'keagamaan: (kt. benda) hal-hal yang berkaitan dengan agama'. Jadi, kategorinya menjadi "Keagamaan abad ke-4", "Keagamaan abad ke-10", dsb. Sekadar usul. -- Adiputra बिचर -- 8 Maret 2019 04.12 (UTC)
Jangan "Keagamaan" lah, Kan kategori tahun pendirian organisasi agama formatnya "Kategori:Organisasi agama yang didirikan tahun...". Oh ya, selamat Nyepi sebelumnya kepada bung @M. Adiputra: --Glorious Engine (bicara) 8 Maret 2019 05.10 (UTC)
Bagaimana kalau XXX century in religion -> abad ke-XXX menurut agama? Sebagai perbandingan pola penamaan yang sudah dipakaiː
  • XXX-century people by religion -> Tokoh abad ke-XXX menurut agama
  • Religion by century -> Abad di dalam agama
  • Christianity by century -> Kekristenan menurut abad
  • XXX-century Christians -> Kristen abad ke-XXX
--Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 8 Maret 2019 14.29 (UTC)
BTW, saya belum menangkap korelasi dengan format pendirian organisasi agama.
Istilah "Keagamaan" saya usulkan, dengan membandingkannya dengan kategori "Kekristenan". Sudahkah membaca definisi "Keagamaan" dan "Kekristenan" pada kamus? -- Adiputra बिचर -- 9 Maret 2019 13.15 (UTC)

Kekristenan sendiri kalo nggak salah istilahnya eksklusif, karena lingkup istilah "Kekristenan" (kata sifat) itu sendiri tak hanya melingkupi Kristen mainstream yang mengakui Ketuhanan Isa Almasih & Tritunggal, tapi juga berbagai sekte seperti SSY, Nestorian, Adventis Hari Ketujuh (Mormon), Arian, Manikean, Gnostik, dlsb. Cek aja di artikel-artikel berformat "Kekristenan di...", pasti juga mencantumkan kelompok-kelompok Kristiani non-mainstream. Kayak artikel ini misalnya: Ajaran Agama Buddha Sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (walau saya sendiri nggak yakin sama artikel itu soalnya kata Ketuhanan itu bermula dari kepanjangan sila "...dengan kewajiban menjalankan syariat Islam", persis kayak teori konspirasi kalo Pancasila itu buatan Yahudi)

Sementara kalo "agama" mau pake awalan- -akhiran "ke- -an" atau nggak sudah meliputi seluruh agama itu sendiri. --Glorious Engine (bicara) 10 Maret 2019 00.58 (UTC)

Sebenarnya kalau membawa contoh agama lain, saya kurang mendapatkan maksudnya. Apalagi sampai membawa teori konspirasi. Apakah itu masih berada di jalur pembahasan topiknya, atau melenceng?
Kemudian kalimat terakhir Anda, itu merupakan opini pribadi saja, tanpa menyebut sumber yang valid. -- Adiputra बिचर -- 11 Maret 2019 03.49 (UTC)

Sendawa ⇒ Serdawa

Twit User:IvanLanin tentang sendawa/serdawa memancing User:Gombang dan saya untuk menelusuri etimologi kata tersebut, tetapi tidak ada jawaban/temuan yang pasti.

Dalam pustaka Google Books, serdawa pertama kali disebutkan di Hollandsch-Maleische woordenlijst, ten dienste van geneeskundigen tahun 1873 dan dijelaskan lebih lanjut di Indonesië: Twee maandelijks tijdschrift gewijd ann het Indonesisch culturgebied, Volume 8 tahun 1955. Sendawa diserap dari bahasa Sanskerta (saindhava) yang berarti saltpeter dan sering dipakai untuk menyebut bubuk mesiu dalam hikayat Melayu lama.

Atas dasar bahwa serdawa tercantum di berbagai kamus Melayu-Belanda selama lebih dari 100 tahun serta media massa awal 2000-2010-an + KBBI, semua "sendawa" di Wikipedia bahasa Indonesia yang bermakna bunyi yang keluar dari kerongkongan sebaiknya diubah menjadi "serdawa". Selain itu, penjelas (sering salah dieja menjadi sendawa) ditambahkan di kalimat pembuka artikelnya. Ini salah satu kesalahkaprahan umum yang sepatutnya dikoreksi. Terima kasih. — Farras💬 26 Maret 2019 18.49 (UTC)

Jadi ini bukan typo, Farras?--AldNonBicara? 26 Maret 2019 18.56 (UTC)
[insert sudden realization face] Hmm. Ini menarik. Sepertinya serdawa/sendawa ini cuma variasi ejaan atau transliterasi (bukan typo) untuk benda yang sama. Seiring waktu, kedua kata ini dipisahkan dengan definisi masing-masing oleh KBBI (Indonesia) dan disatukan oleh Kamus Dewan (Malaysia). Namun, karena ini Wikipedia bahasa Indonesia……………………… kita tetap perlu mengacu kepada KBBI. [insert unamused face] — Farras💬 26 Maret 2019 22.19 (UTC)
Hmm menarik ya. Sumber yang Indonesië: Twee maandelijks tijdschrift gewijd ann het Indonesisch culturgebied, Volume 8 menarik tuh. Sayangnya yang kelihatan di Google Books cuma sepotong-sepotong, kalau bisa dapat fullnya, bisa lebih mantap. Yang aku tangkap sih zaman dulu ada tren meng-r kan konsonan konsonan yang bukan r, makanya kita punya mertua (vs mentua) atau Inggris (vs Ingglis yang lebih mirip bahasa aslinya). Mengikuti tren yang sama, ada yang menyebut "serdawa" (tapi tentunya bukan semua orang) dan variasi ini dipilih oleh para penulis kamus. Mengenai judul artikel Wikipedia, menurutku agar konsisten dengan kebiasaan Wikipedia mengikuti KBBI, kita ubah jadi serdawa saja dengan menyebut ejaan alternatif. Tapi ada juga kata "sendawa" yang berarti bahan kimia (mesiu). HaEr48 (bicara) 26 Maret 2019 23.04 (UTC)
Saya sudah periksa sedikit kamus dari zaman Belanda, pengertiannya konsisten. Sendawa selalu diartikan sebagai mesiu (salpeter, buskruit, kruit) sementara serdawa diartikan sebagai yang biasa kita sebut sendawa (oprisping). Terkait dengan penggunaan sekarang, saya tidak tahu mengapa di KBBI sekarang tidak dicantumkan definisi sendawa selain salpeter. Di KBBI elektronik susunan UI (yang saya asumsikan masih menggunakan KBBI jilid lama), terdapat definisi sendawa selain salpeter. Menurut saya pribadi, kalau ini memang sengaja, ini suatu keputusan yang aneh. RXerself (bicara) 28 Maret 2019 14.30 (UTC)
Belum ada penjelasan mendetail dari Badan Bahasa. Saya pindahkan saja mengikuti KBBI versi terbaru, ya, sekalian menambahkan keterangan & catatan. — Farras💬 29 Maret 2019 11.42 (UTC)
Penjelasannya mungkin dicantumkan di edisi KBBI mendatang. Sekarang Badan Bahasa sedang mengerjakan kamus etimologis bahasa Indonesia. Rex AurōrumDisputātiō 29 Maret 2019 12.38 (UTC)

Budha ⇒ Buddha

Saya masih bingung dengan pemerintah sekarang mohon berikan pendapat. government-fixes-misspelling-of-one-of-its-oldest-religions.--AldNonBicara? 29 Maret 2019 04.15 (UTC)

Dari dulu emang ditulisnya Buddha di sini. Lihat: Buddha, Buddhisme, filsafat Buddha. Pemerintah emang suka salah2 kok, contohnya di KTP ditulisnya "Katholik", padahal di KBBI "Katolik"  Mimihitam  29 Maret 2019 06.42 (UTC)
Idem. — Farras💬 29 Maret 2019 11.23 (UTC)
Budha (dewa Hindu) berbeda dengan Buddha (agama darma). Sejak KBBI edisi III juga ditulis agama "Buddha".
Tak usah bingung. Dinas kependudukan kurang sinkron dengan Badan Bahasa. -- Adiputra बिचर -- 29 Maret 2019 12.32 (UTC)

Arsip Februari 2019

Lho atau Loh

Contoh:
Nyamuk itu berbahaya, lho!; atau
Nyamuk itu berbahaya, loh!

Rayhan6726     2 Februari 2019 10.47 (UTC)

Justru tanpa "h" sama sekali lebih baku, tetapi saya sendiri lebih cenderung menggunakan "lo" atau "loh" karena bahasa Indonesia tidak mengenal "lh". Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 3 Februari 2019 03.51 (UTC)
Istilah ragam cakap masih perlu memperhatikan KBBI, ya? :) Kayaknya, istilah ini jarang sekali dipakai dalam tulisan resmi (kecuali mungkin kutipan dari perkataan lisan, misalnya transkripsi wawancara atau pidato). HaEr48 (bicara) 3 Februari 2019 04.38 (UTC)
Sebagai peminat linguistik, saya ingin mengupasnya dari sisi penulisan dan bunyi bahasa :)
Secara ortografi, apa maksud dari digraf "LH"? Terutama huruf H, yang biasanya menandakan bunyi aspiratif, atau (kadangkala) frikatif. Secara fonologi, apakah digraf LH dalam bahasa Indonesia maksudnya bunyi konsonan frikatif lateral? Ataukah konsonan aspiratif? Yang jelas, keduanya tidak ada dalam fonologi bahasa Melayu, Indonesia, dan bahasa daerah di Indonesia. -- Adiputra बिचर -- 3 Februari 2019 08.28 (UTC)
Partikel lho atau loh dalam bahasa Indonesia biasanya digunakan pada bahasa gaul (slang), hal tersebut dipelajari dalam ilmu Sosiolinguistik. Menurut saya, penggunaan partikel (lho, loh, atau yang lainnya) dapat memberikan informasi tambahan kepada mitra tutur, seperti keakraban antara penutur dan mitra tutur, mengeskpresikan suasana dalam pembicaraan, dan lain sebagainya. Sementara itu, Kridalaksana menempatkan partikel lho atau loh ke dalam kelas kata kategori fatis (Kategori yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan komunikasi antara penutur dengan mitra tutur) dan interjeksi (Kategori yang bertugas mengungkapkan perasaan penutur (pembicara)). Tentu penggunaan partikel lho atau loh dalam penulisan bahasa Indonesia yang baku jarang sekali atau (mungkin) tidak digunakan, kecuali untuk mengutip perkataan seseorang atau tulisan dalam karya sastra. Myifn (bicara) 3 Februari 2019 09.29 (UTC)

Judul Artikel "Keuskupan Agung Jasa Militer Amerika Serikat"

Salam, judul artikel Keuskupan Agung Jasa Militer Amerika Serikat menurut saya pribadi kurang sesuai dari terjemahan artikel WPEN Roman Catholic Archdiocese for the Military Services, USA. Kata "Jasa Militer" sangat kurang tepat untuk terjemahan dari "Military Services". Menurut saya pribadi, ada tiga terjemahan untuk kata tersebut, yaitu "Layanan Militer", "Pelayanan Militer", dan "Dinas Militer" yang sesuai untuk terjemahan kata "Military Services" ketimbang kata "Jasa Militer". Namun saya agak bingung untuk memilih judul yang tepat pada artikel tersebut, yaitu:

  • Keuskupan Agung Pelayanan Militer Amerika Serikat
  • Keuskupan Agung Layanan Militer Amerika Serikat
  • Keuskupan Agung Dinas Militer Amerika Serikat

Saya ingin meminta saran dari ketiga judul di atas, judul mana yang tepat untuk artikel tersebut? Mohon bantuannya. Salam. Aviel Dase Kirim Pesan 3 Februari 2019 06.38 (UTC)

@Albertus Aditya: --Glorious Engine (bicara) 3 Februari 2019 06.40 (UTC)
@Aviel Dase: "Military Service" lebih tepat diterjemahkan sebagai "Dinas Militer", dua judul lain terlalu harfiah. Saran saya istilah "Jasa Militer" diubah menjadi "Dinas Militer", kemudian untuk dua judul lainnya dijadikan halaman pengalihan. -- Bagas Chrisara (bicara) 3 Februari 2019 07.37 (UTC)
@Bagas Chrisara: Terima kasih mas atas sarannya. Salam. Aviel Dase Kirim Pesan 3 Februari 2019 11.52 (UTC)

Ini akibatnya kalau kebiasaan menerjemahkan harfiah.. terima kasih atas kecermatannya @Aviel Dase  Mimihitam  4 Februari 2019 13.16 (UTC)

@Mimihitam: Sama-sama Aviel Dase 5 Februari 2019 14.09 (WITA)

Didirikan & Dibubarkan

Saya mau minta pendapat nih, sama halnya dengan penyelarasan Nobel di atas, enaknya kategori pendirian & pembubaran memakai format Kategori:Maskapai penerbangan yang didirikan tahun 1986 (tanpa kata "pada") atau format Kategori:Organisasi agama yang didirikan pada tahun 2018 (dengan kata "pada"). Kalo boleh diselaraskan, bagi yang bisa pake bot, mungkin kata "pada"-nya di kategori artikel-artikel tertentu bisa antara dihapus atau dicantumkan. --Glorious Engine (bicara) 6 Februari 2019 05.18 (UTC)

Untuk menghemat penulisan judul, sekiranya "pada" tidak diperlukan. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 8 Februari 2019 01.05 (UTC)

Cloisted

Saya minta pendapat, apa padanan kata yang tepat untuk judul artikel Kaisar terkloister yang berasal dari kata "cloisted emperor". Kaisar terklausura ? Kaisar membiara ? atau dibiarkan jadi jadi neogolisme seperti itu ? Mohon pendapatnya --Glorious Engine (bicara) 6 Februari 2019 05.20 (UTC)

Bagaimana kalau "kaisar pertapa"? Muhraz (bicara) 6 Februari 2019 07.04 (UTC)
Saya cuma bisa kasih kata-kata bersinonim saja siapa tahu bisa mendapat pencerahan. 1. Berkhalwat, bersuluk, bertapa, bertarak, bertirakat 2. Khalwat, pertarakan, suluk 3. Ajar-ajar, pendeta, resi, wiku, zahid Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 18 Februari 2019 18.21 (UTC)
"Kaisar yang bersuluk" atau "kaisar yang bertarak" bagus juga. Muhraz (bicara) 19 Februari 2019 16.17 (UTC)
@Glorious Engine: Dari usulan Muhraz dan definisi kata menurut KBBI, saya setuju memilih "Kaisar bersuluk". Kata "yang" dapat dihilangkan untuk gelar (sebagaimana "Aleksander yang Agung" menjadi "Aleksander Agung"). Kata "tarak" selain mengandung nuansa bersifat sementara, juga dapat dipakai untuk makna lain misalnya dalam hal berpantang makanan tertentu, sehingga dapat menjadi rancu. Sebaliknya, kata "suluk" sesuai definisi KBBI lebih ke waktu yang panjang, dan dalam hal "cloisted emperor" bermakna sampai kematian. JohnThorne (Bicara) 1 Maret 2019 19.52 (UTC)
Baik, sudah jadi kaisar bersuluk. Muhraz (bicara) 3 Maret 2019 13.47 (UTC)

Kategori episode

Saya mau minta pendapat nih. Kalo untuk format kategori episode, bagusnya dengan format Kategori:Episode Musim ke-5 The Simpsons atau Kategori:Episode The X-Files (musim 11) ? --Glorious Engine (bicara) 8 Februari 2019 02.25 (UTC)

Supaya konsisten dengan judul artikel, mestinya Kategori:Episode The Simpsons (musim 5). Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 8 Februari 2019 02.53 (UTC)

Syarat apa agar bisa menjadi penutur bahasa Ibu (Bahasa Indonesia)

Hallo, perkenalkan nama saya Bobby Izin bertanya, bagaimana syaratnya agar bisa menjadi penutur bahasa ibu (Bahasa Indonesia) di Wikipedia? Terima kasih.

Salam Bobby Prabawa 25 Februari 2019 06.40 (UTC)

@Bobby Prabawa maksudnya untuk templat babel mas di profil mas? Itu tidak ada syaratnya sama sekali, mas bebas untuk menambahkan templat bahasa sesuai dengan kemampuan yang mas miliki. Contoh: {{user id}} untuk penutur bahasa ibu, {{user en-3}} untuk penutur bahasa Inggris mahir, {{user en-1}} untuk yang bahasa Inggrisnya masih dasar sekali, dll.  Mimihitam  25 Februari 2019 16.09 (UTC)

Cagar Budaya

Apakah ada yang tahu bahasa Inggrisnya cagar budaya? Apakah benar cultural property? Atau ada yang lebih tepat? Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 25 Februari 2019 17.08 (UTC)

"Cagar budaya" mempunyai padanan "cultural conservation" atau "conservation of cultural heritage". JohnThorne (Bicara) 25 Februari 2019 19.40 (UTC)
Cagar budaya dari pengertian UU berupa benda. Sedangkan cultural conservation dari pengertian Wikipedia Bahasa Inggris berupa proses. Pada artikel cagar budaya, artikel tersebut dipadankan dengan cultural property. Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 26 Februari 2019 13.23 (UTC)
@Ilham Cahyo Nugroho: Memang artikel bahasa Inggris dipasangkan demikian, meskipun sebenarnya bukan terjemahan harfiah. JohnThorne (Bicara) 27 Februari 2019 05.56 (UTC)
Hmm. Lalu istilah yang memiliki makna serupa dengan definisi cagar budaya di UU apa? Ada yang tahu? Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 27 Februari 2019 16.26 (UTC)

Eurovision

Untuk artikel Daftar negara di Kontes Lagu Eurovision dan anggota-anggotanya, saya melihat bahwa penggunaan partikel "di" kurang tepat. Namun, saya belum tahu apakah lebih baik menggunakan kata "dalam" atau "pada", atau mungkin ada usul lain? Salam. Albertus Aditya (bicara) 27 Februari 2019 02.00 (UTC) Albertus Aditya (bicara) 27 Februari 2019 02.00 (UTC)

@Albertus Aditya menurutku preposisi yang lebih pas dalam konteks ini adalah "dalam", karena setauku preposisi "di" dlm bahasa Indonesia itu sifatnya lokatif.  Mimihitam  27 Februari 2019 02.08 (UTC)
@Albertus Aditya: Setuju dengan pendapat Mimihitam, sebaiknya digunakan "dalam". JohnThorne (Bicara) 27 Februari 2019 05.52 (UTC)
Terima kasih atas pendapatnya, saat ini sedang dalam proses pemindahan dari kata "di" ke "dalam" untuk berbagai artikel sejenisnya. Salam. Albertus Aditya (bicara) 27 Februari 2019 05.59 (UTC)

Artikel judul "Mahkamah Agung Republik Korea"

Salam. Baru-baru ini pengguna Pengguna:源あきら mengganti judul artikel "Mahkamah Agung Korea Selatan" menjadi "Mahkamah Agung Republik Korea", memang secara resmi lembaga tersebut bernama seperti itu dikarenakan nama resmi Korea Selatan sendiri adalah Republik Korea. Namun, saya rasa lebih pantas menggunakan "Korea Selatan" pada judul artikel tersebut ketimbang menggunakan nama resminya "Republik Korea" atau Daehan Min'guk. Karena jika demikian, maka judul artikel mengenai Korea Selatan kemungkinan akan banyak diganti oleh pengguna tersebut menjadi Republik Korea yang dimana juga akan berdampak bagi judul artikel yang mengenai Korea Utara yang akan diganti menjadi Republik Demokratik Korea. Menurut saya, alangkah bagusnya tetap mempertahankan "Korea Selatan" ataupun juga "Korea Utara" ketimbang nama resmi dari kedua negara tersebut. Bagaimana menurut pandangan yang saudara-saudara? Jika memang ingin diganti kembali menjadi Korea Selatan, tolong untuk bantu saya memberitahukan kepada pengguna tersebut. Terima kasih. Salam. Aviel Dase (Kirim Pesan) 27 Februari 2019 19.29 (WITA)

@Aviel Dase terima kasih atas usulan Anda. Nokōriノコーリ 27 Februari 2019 11.44 (UTC)

Arsip Januari 2019

Arkimandrit atau Mandrit Agung

Saya mau tanya nih, kata Archimandrite cocoknya diterjemahkan jadi Arkimandrit atau Mandrit Agung ? Soalnya setau saya prefix Arch- itu biasanya diterjemahkan menjadi suffix -Agung, misalnya Archdiocese jadi Keuskupan Agung, Archbishop jadi Uskup Agung --Glorious Engine (bicara) 4 Januari 2019 02.46 (UTC)

@Glorious Engine: Pakai "arkimandrit", agar sesuai dengan istilah yang digunakan oleh Gereja Ortodoks Indonesia. Istilah Uskup Agung dan Keuskupan Agung mengacu pada istilah yang digunakan oleh Gereja Katolik di Indonesia.تابيق ~ Japra (obrol) 6 Januari 2019 17.43 (UTC)
[celetukan]: agak curiga kalau pranala di atas sebenarnya adalah penyalinan dari Wikipedia (Gereja Ortodoks Indonesia). Situsnya pun milik stti.ac.id (Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia), jadi mungkin bukan berasal dari Gereja Ortodoks sendiri. HaEr48 (bicara) 6 Januari 2019 19.25 (UTC)
Situs itu sendiri mengacu kepada Wikipedia  
Berarti, kurang bonafide. Ini ibaratnya orang yang saling tunjuk. -- Adiputra बिचर -- 7 Januari 2019 12.11 (UTC)
@Glorious Engine: Sorry, HaEr48 & Adiputra बिचर, soal pranala yang kurang bonafide. Sumber daring Gereja Ortodoks di Indonesia memang jarang. Saya asal comot pranala tanpa teliti lebih lanjut. Istilah Arkimandrit digunakan dalam Buku "Mari Mengenal Kekristenan Timur - Sejarah Gereja Orthodox, terbitan Satya Widya Graha tahun 2001." Buku karangan Episkop (uskup) Timothy Ware yang diterjemahkan oleh pemuka Gereja Ortodoks di Indonesia, Daniel Bambang PhD. Pernah dijual di Gramedia. Kalau tidak salah, istilah yang digunakan adalah "Arkimandrit", kalau bukan "Arkhimandrit". تابيق ~ Japra (obrol) 23 Januari 2019 07.02 (UTC)

Nobel

Halo. Mohon pendapat rekan-rekan untuk judul artikel terkait nobel, yakni:

Sebagai perbandingan, untuk daftar penerimanya sudah dalam format penamaan artikel yang sama.

Saya pribadi tidak memiliki kecenderungan apakah dengan format "Nobel X" ataupun "Penghargaan Nobel X", namun karena topik induk yang dibahas adalah sama, maka diperlukan konsistensi penamaan. Salam. Albertus Aditya (bicara) 14 Januari 2019 15.25 (UTC)

Seleukia=Suriah?

Saya mau tanya, apa dasar en:Roman–Seleucid War diterjemahkan menjadi Perang Romawi-Suriah dan bukannya Perang Romawi-Seleukia ? Syria Roman & Syro-Malabar Church saja pakai padanan kata Siria dan bukannya Suriah. Syrian language sendiri malah diterjemahkan jadi Suryani. Lha ini, Seleukia malah diterjemahkan langsung jadi Suriah. --Glorious Engine (bicara) 22 Januari 2019 13.23 (UTC)

@Glorious Engine: Mungkin penerjemahnya berasumsi bahwa karena perang ini juga disebut Perang Suriah dan berlangsung di wilayah Suriah kuno, maka dapat diterjemahkan menjadi perang Romawi-Suriah. Dari segi kebangsaan, tidak dapat dikatakan perang ini adalah perang antara bangsa Romawi dan bangsa Suriah, Karena kerajaan di Suriah yang diperangi bangsa Romawi adalah kerajaan Yunani-Helenistik, bekas wilayah kekuasaan Aleksander Agung di Asia. Menurut saya, Seleucid seharusnya diterjemahkan menjadi "wangsa Seleukos" alih-alih menjadi "Suriah", Seleucid Empire sebaiknya diterjemahkan menjadi "Kekaisaran Wangsa Seleukos" atau "Kerajaan Wangsa Seleukos" (Basileía tōn Seleukidōn) alih-alih menjadi "Kekaisaran Seleukia" (Seleukia adalah nama ibu kota pertamanya) sehingga judulnya lebih tepat diartikan menjadi "Perang Republik Romawi-Kekaisaran Wangsa Seleukos" atau "Perang Romawi-Wangsa Seleukos".تابيق ~ Japra (obrol) 25 Januari 2019 03.06 (UTC)
Itu diterjemahkan saat judulnya masih Roman-Syrian War. Saya lihat di Wikipedia lain, judulnya juga "Perang Romawi-Suriah" dengan bahasa masing-masing. Dalam bahasa Latin, bahkan judulnya Bellum Syriacum (Perang Suriah). Penerjemah artikel Perang Romawi-Suriah saat itu jelas berkiblat ke bahasa Inggris. Kalau kita turut memindahkannya, yah... kita memang sekadar ikut-ikutan. Wikipedia edisi lain belum tentu seperti kita. -- Adiputra बिचर -- 25 Januari 2019 08.01 (UTC)

Kalau begitu mending dipindahkan jadi "Perang Suriah" saja.  Mimihitam  25 Januari 2019 11.35 (UTC)

Lebih baik begitu, pakai judul "Perang Suriah" daripada "Perang Romawi-Suriah".تابيق ~ Japra (obrol) 25 Januari 2019 13.57 (UTC)

@Japra Jayapati sudah aku pindahkan.  Mimihitam  30 Januari 2019 19.43 (UTC)

Kategori

Saya minta solusi:

  • Bagaimana WBI membedakan kategori en:Category:Indonesian historians (kewarganegaraan) dengan en:Category:Historians of Indonesia (topik) ? Apakah "Category:Indonesian historians" diterjemahkan jadi "Kategori:Sejarawan asal Indonesia" atau "Category:Historians of Indonesia" diterjemahkan jadi "Kategori:Sejarawan bertopik Indonesia" atau bagaimana ?
  • Bagaimana WBI menyikapi kategori negara yang memiliki keuskupan dari kelompok gereja yang berbeda ? Untuk kebanyakan negara (termasuk Indonesia), keuskupan mungkin hanya meliputi keuskupan dari Katolik, tapi bagaimana dengan negara-negara yang saya pertanyakan seperti en:Category:Dioceses in the United States ? Apakah nanti untuk "Category:Dioceses in..." cukup diisi untuk subkategori trus untuk artikel-artikel keuskupan harus dicantumkan pada subkategori tersebut, misal "Kategori:Keuskupan Katolik Roma di...", "Kategori:Keuskupan Ortodoks Timur di..." atau tetap keuskupan Katolik dipertahankan di kategori "Kategori:Keuskupan di..." mengingat kebanyakan keuskupan adalah Katolik (meskipun jadi terkesan (maaf) bias kelompok gereja tertentu) ? Trus juga bagaimana dengan kasus keuskupan yang mencantumkan Category:Former Catholic dioceses in Sweden sekaligus Category:Church of Norway dioceses ? Perlu diketahui bahwa beberapa keuskupan yang ada dalam kategori "Category:Former Catholic dioceses in Sweden" masih eksis tapi berganti kelompok gereja saja, bukan benar-benar keuskupan tersebut menjadi "bekas keuskupan" (dihapuskan) betulan. Apakah mungkin perlu diganti jadi "Kategori:Bekas keuskupan Katolik di Swedia" atau tetap dipertahankan jadi "Kategori:Bekas keuskupan di Swedia" (tanpa kata Katolik) mengingat, seperti yang saya katakan sebelumnya, kebanyakan keuskupan adalah Katolik ?

--Glorious Engine (bicara) 25 Januari 2019 03.58 (UTC)

@Glorious Engine: Menurut saya, en:Category:Indonesian historians sebaiknya jadi Sejarawan Indonesia, dan en:Category:Historians of Indonesia Sejarawan asing pengkaji sejarah Indonesia". Di Indonesia, hanya Gereja Katolik dan denominasi Lutheran yang sudah berbentuk Keuskupan. Gereja-gereja lain yang juga mengamalkan tatanan organisasi "keuskupan" masih belum berbentuk keuskupan (Anglikan masih bagian dari Keuskupan Singapura, dan Ortodoks Timur kalau tidak salah masih bagian dari keuskupan-keuskupan di luar negeri). Sebaiknya nama keuskupan tententu di WBI mulai ditambahkan nama gereja yang bersangkutan. تابيق ~ Japra (obrol) 25 Januari 2019 04.25 (UTC)