Buka menu utama



Perang-ko

Yang benar perangko atau prangko? Saat ini yang digunakan di artikel utamanya adalah Prangko. Menurut saya lebih tepat Perangko. (Ingat Perancis vs. Prancis?) (-_-)V bennylin 404 00:54, 1 Januari 2008 (UTC)

Prangko yang benar sebab diambil dari kata franco yang banyak tertera pada "prangko-prangko" awal Hindia-Belanda. Meursault2004ngobrol 04:00, 1 Januari 2008 (UTC)
Hmm.. Prancis juga benar karena orang perancis menyebut negaranya Française(-_-)V bennylin 404 04:41, 1 Januari 2008 (UTC)
Dan P-rancis berasal dari kaum Frank keturunan Charles yang Agung. Atau kaum Ferank? (-_-)V bennylin 404 10:32, 2 Januari 2008 (UTC)
Kata Frank katanya juga merupakan asal kata Peranggi(Portugis) loh.--Gombang 10:37, 2 Januari 2008 (UTC)

Kalau ejaan yang baku sebenarnya Prancis, tapi kita kan sudah konsensus tempo hari untuk menggunakan Perancis ... Meursault2004ngobrol 11:30, 2 Januari 2008 (UTC)

Maka dari itu, mengumpulkan energi dulu untuk menantang konsensus tersebut (yang tidak saya ikuti waktu itu). (-_-)V bennylin 404 12:34, 2 Januari 2008 (UTC)

Hmm juga ... Meursault2004ngobrol 09:43, 3 Januari 2008 (UTC)

Yang bener "Prangko" dengan alasan yang sudah disebutkan di atas, yaitu serapan dari dari "franco". Dapet ilmunya langsung dari PT Pos Indonesia nih, habis nulis artikel pakai kata "perangko", eh dapat teguran. Maaf pak.... Lagian, yang bener tuh sebenernya "Prancis" kok, tapi bentuk yang lebih umum menang kali ye? Bhaskara 07:35, 5 Maret 2008 (UTC)

Mi-ra-cle

Yang benar adalah Mujizat atau Mukjizat ya? Saat ini artikel Mukjizat dialihkan ke Mujizat oleh Quoth nevermore. (-_-)V bennylin 404 10:30, 2 Januari 2008 (UTC)

Saya pikir sih mukjizat. Ejaan alternatifnya mu'jizat, tanda ' transliterasi lain dari huruf Arab 'ain. --Gombang 10:34, 2 Januari 2008 (UTC)
Berarti betul Mujizat (tanpa "k") soalnya 'ain itu (seperti kata Ju'mat dan ma'af, lihat ini) tidak dituliskan - dalam bahasa Indo yang benar. (-_-)V bennylin 404 11:15, 2 Januari 2008 (UTC)
Belum tentu aturannya begitu. Bagaimana dengan nikmat, maksiat, maklumat? Mau ditulis nimat, masiat dan malumat? --Gombang 12:18, 2 Januari 2008 (UTC)
Diskusi ini berkembang bukan ke arah huruf K nya, tapi ke arah tanda petiknya. Kalau dibilang ada ejaan "mu'jizat" (dengan tanda petik), maka saya memberikan contoh "Ju'mat" dan "ma'af" (yang bukan dari kata "Jukmat" dan "makaf"), tidak ada maksud untuk mempertanyakan kata-kata "nikmat", "maksiat", dan "maklumat". (-_-)V bennylin 404 12:37, 2 Januari 2008 (UTC)
Sama saja, kalau kita berpikir dalam tulisan Arab, bukan Latin. Kita masih membahas huruf yang sama. Huruf Arab 'ain bisa dilambangkan sebagai k atau sebagai ' (apostrof). Penggunaan huruf k biasanya kalau ain berfungsi sebagai huruf mati (konsonan), sedangkan apostrof untuk untuk vokal, tapi ada juga yang menggunakan apostrof sebagai pengganti ain baik buat konsonan maupun buat vokal. Kalau buat vokal apostrof ditaruh di depan huruf lain (a, i, u), buat menandakan itu bunyi ain. Dalam bahasa Indonesia ini tak perlu karena kita biasanya tidak membedakannya, karena itu apostrof di sini bisa dihapus. Tapi kalau ain berfungsi sebagai konsonan kita tak bisa menghapus apostrof begitu saja, karena berarti ada bunyi yang hilang. Biasanya di sini apostrof digantikan dengan 'k'. Begitu kira-kira. Tapi tak tahu juga, saya belum baca buku pedomannya(kalau ada). --Gombang 13:00, 2 Januari 2008 (UTC)
Hmm.. menarik sekali.. terima kasih buat penjelasannya. Tinggal menunggu tanggapan yang lain. (-_-)V bennylin 404 13:12, 2 Januari 2008 (UTC)
Saya pikir mukjizat yang benar. bunyi 'ain arab biasanya diserap kedalam bahasa Indonesia sebagai en:glottal stop (maaf saya tidak tahu terjemahannya). Dalam bahasa indonesia huruf k di akhir suku kata biasanya berbunyi glottal stop (misalnya bapak), makanya bunyi 'ain arab yang berada di akhir suku kata berubah menjadi k. Sedangkan huruf k di awal (misalnya kamu) tidak berbunyi glottal stop tapi berbunyi k "asli", makanya huruf 'ain di awal suku kata tidak diserap sebagai k. Arkwatem 12:59, 16 Januari 2008 (UTC)

Anu... kalau mau pakai apostrof juga bukan "ju'mat" kali, yang bener kan "jum'at". :D Bhaskara 07:38, 5 Maret 2008 (UTC)

'Tul sekali. Sori. (-_-)V bennylin 404 15:05, 5 Maret 2008 (UTC)

Aku cek di KBBI, yang baku itu mukjizat (dengan huruf k). 11:49, 21 April 2008 (UTC)

P-lat nomor

Yang betul Plat nomor atau Pelat nomor kendaraan bermotor? (lihat pula Pelat Narmer, Plat Lippman, Plat tektonik->Lempeng tektonik) (-_-)V bennylin 404 08:05, 19 Januari 2008 (UTC)

Kalau menurut kaidah fonologi bahasa Melayu, gugusan konsonan K+r atau K+l itu tidak ada. Kalau dalam bahasa Jawa ada. Namun dalam bahasa Jawa ada aturan lain. Bahasa Jawa sebagai bahasa Austronesia, begitu bahasa Melayu/Indonesia memiliki kecenderungan atau preferensi untuk kata-kata dwisilabik. Sehingga kata-kata serapan seperti ini disisipi dengan pepet. Jadi menurut saya yang benar adalah "pelat". Meursault2004ngobrol 09:14, 19 Januari 2008 (UTC)

Tapi saya pernah baca kalau kaidah penulisan yang benar untuk bunyi "e" pepet itu adalah luruh, dengan kata lain bukan "Sumatera" tapi "Sumatra", bukan "Perancis" tapi "Prancis". Beda lagi kalau bunyi "e" yang dibicarakan adalah yang taling... Bhaskara 07:42, 5 Maret 2008 (UTC)

Mungkin lebih tepatnya cuma ê pepet yang diikuti dengan huruf "l" atau "r" saja kan ya. Masak "negeri" (lihat bagian di bawah) diluruhkan jadi "ngri". heheheh. (-_-)V bennylin 404 15:05, 5 Maret 2008 (UTC)

Menurut KBBI, yang benar itu pelat. 11:58, 21 April 2008 (UTC)

Perempuan atau wanita?

Perempuan dan wanita menunjuk kepada jenis kelamin yang sama, namun memiliki sejarah linguistik (etimologi) yang berbeda. Perempuan mengandung kata "Empu (Mpu)", yang dalam bahasa Sansekerta berarti "Yang Dipertuan", atau "yang dihormati", atau "yang dianggap memiliki kemampuan lebih". Sedangkan kata "wanita" berasal dari kata "wana" dan "ita". Dalam bahasa Sansekerta, kata "wana" berarti nafsu, sedangkan "ita" adalah imbuhan yang berati "yang di-". Sehingga jika digabung, kata wanita memiliki arti "yang dinafsui".

Contoh lain:

  • Nirwana atau yang biasa diartikan sebagai surga, berasal dari kata "nil" yang artinya nihil, dan "wana". Sehingga, arti keseluruhannya adalah nihil nafsu.

Sekarang, pakailah kata "perempuan", sebagai bentuk bahasa yang lebih sopan. – komentar tanpa tanda tangan oleh Lilyturangan (bk) .

Nanti lelaki juga protes antara lelaki dan pria??? Sudahlah, pakai female saja, toh nyolong satu kata lagi dari bahasa Inggris juga tidak apa-apa (sarkasme). "Wanita" setahuku malah singkatan dari "wani ing tata" di dalam bahasa Jawa yang tidak menghina malah memuji. (-_-)V bennylin 404 01:41, 27 Januari 2008 (UTC)
Maaf tapi penjelasan anda merupakan Folk etymology atau False etymology. Kata mpu tidak berasal dari bahasa Sanskerta dan kata wanita tak bisa dipilah seperti demikian. Begitu pula dengan kata nirwana. Bung Benny kalau dulu di sekolah saya belajar bahwa wanita merupakan singkatan dari wani ditata... Meursault2004ngobrol 18:16, 31 Januari 2008 (UTC)

Sinonim bisa dipakai bergantian jika medan maknanya tidak berjauhan atau konteksnya tidak mengubah. "Wanita" dan "perempuan" BOLEH dipakai dalam sebagian besar teks umum. Tak perlu diperdebatkan. Keduanya pada masa kini berkonotasi positif/netral. Kembangraps 15:46, 5 Februari 2008 (UTC)

Sepertinya kok orang gampang sekali menyimpulkan bahwa sebuah kata dalam bahasa kita berasal dari Sansekerta ya? Maaf mbak, tapi kalau tidak salah "mpu" itu tidak berasal dari Sansekerta, Sansekerta itu bahasa negeri yang jauh lho mbak. Tapi saya juga lebih suka memakai perempuan sih, karena ya ada "mpu" itu, sama kaya dalam Bahasa Sunda "pamajikan", ada kata "majikan" :D Bhaskara 07:47, 5 Maret 2008 (UTC)

Negeri dan Negara

Bagaimana ya cara menjelaskan perbedaan kata Negeri dan Negara? Yang pasti mereka berbeda cara penggunaannya walaupun ada persamaannya juga. Menteri Dalam Negara? Negeri Indonesia?

Trus apakah "Negri" bisa dibenarkan penggunaannya atau harus dieja "Negeri"? Secara pengucapan, kan jarang yang mengucapkan Menteri Dalam Ne-ge-ri, biasanya yang keluar dari mulut adalah "Mentri Dalam Negri". (-_-)V bennylin 404 04:48, 18 Februari 2008 (UTC)

Nanti aku carikan datanya. Tetapi kelihatannya kedua kata ini secara etimologis berbeda. Kata negara diambil dari bahasa Sanskerta nāgara yang berarti negara dan kata negeri dari nāgarī yang berarti kota. Makanya ada kalimat "ayam negeri" dan "ayam kampung" misalnya. Negeri merujuk ke kota dan kampung ke desa. Kok kelihatannya cuma aku yang menanggapi pertanyaan2 sampeyan ... Meursault2004ngobrol 09:33, 18 Februari 2008 (UTC)
Iyo nih, kurang peminat bahasa. Matur nuwun ya bung buat jawaban-jawabannya. (-_-)V bennylin 404 10:49, 18 Februari 2008 (UTC)
Sama-sama! Meursault2004ngobrol 12:39, 22 Februari 2008 (UTC)
Kalau dalam pemakaian kontemporer negeri mungkin bisa disamakan dengan country dalam Bahasa Inggris, sedangkan negara merupakan padanan state (tapi ini tidak persis juga). Sebutan negara biasanya lebih formal, lebih merujuk pada organisasinya (presiden, parlemen, tentara, dst). Misalnya dalam konsep masyarakat madani (civil society) sering dibahas pertentangan antara negara dan masyarakat, tapi tidak pernah negeri dan masyarakat. Soal ejaan negeri: itu mirip dengan masalah pengejaan Sumatra/Sumatera, Prancis/Perancis, Inggris/Inggeris, yaitu masalah e pepet. Omong-omong, masalah ini cuma muncul kalau kita menggunakan huruf Latin, dan tidak ditemukan kalau pakai huruf Jawi (tapi masalah lain lagi yang muncul, hehehe) --Gombang 09:40, 18 Februari 2008 (UTC)
Penjelasan bung Gombang ini yang tertera dalam KBBI juga. Negara = organisasi dan negeri = tanah tinggal suatu bangsa. BTW bung Gombang, kata negeri dalam tulisan Jawi dibedakan juga lho, menjadi na-ga-ra-ya atau n-g-r-y. Meursault2004ngobrol 12:39, 22 Februari 2008 (UTC)
Saya merujuk pada masalah e pepet sebenarnya (negeri vs negri) Gombang 06:52, 25 Februari 2008 (UTC)

Kalau yang ini kayanya saya harus mengakui bahwa dalam Bahasa Indonesia belum ada kejelasan yah. Walau dengan berat hati (ga mau kalah banget ya gw, hehehe), saya bisa katakan Malaysia telah mempunyai konteks yang berbeda untuk dua kata tersebut, yaitu negara untuk country sedangkan negeri merupakan padanan dari state. Makanya negara bagian di sono pakai istilah "negeri" (contohnya "Negeri Selangor Darul Ihsan"). Bhaskara 08:00, 5 Maret 2008 (UTC)

adopt-a-user

Halo semua, Mimi dan saya sedang berusaha mengadopsi en:Wikipedia:Adopt-a-User tapi kami mengalami sedikit kesulitan, mohon bantuannya untuk mencari padanan kata2 berikut:

  • Adoptee
  • Adopter
  • Wikipedia: Adopt-a-user

--BlackKnight (kirim pesan) 13:22, 20 Februari 2008 (UTC)

adoptee - "pengguna pungut"
adopter - "pemungut pengguna" atau "orang tua pungut"
"Memungut seorang pengguna"
Agak aneh sih. Mungkin bisa pula menggunakan kata: "bimbing" dan bukan "pungut" atau "mentor". Meursault2004ngobrol 12:36, 22 Februari 2008 (UTC)

Kalau bimbing (pembibing) tidak terlalu ketinggian ya? Kalau yg saya tahu hubungan antara mentor-mentore lebih dekat pembimbing-yg dibimbing --BlackKnight (kirim pesan) 00:08, 1 Maret 2008 (UTC)

Saya kira bagus juga "membimbing". Tidak ketinggian kok. Meursault2004ngobrol 16:11, 2 Maret 2008 (UTC)

Lalu, apa istilah untuk orang yang dibimbing? Terbimbing? --BlackKnight (kirim pesan) 13:21, 5 Maret 2008 (UTC)

Bagaimana kalu "bimbingan", "terbimbing" agak aneh ya. Meursault2004ngobrol 10:23, 6 Maret 2008 (UTC)
saya cuma asal sebut saja kok hehehe. Tapi menurut KBBI bim·bing·an n 1 petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu; tuntunan; pimpinan: 2 ark kata pendahuluan; kata pengantar;. Jadi menurut saya bimbingan lebih ke cara dan kurang cocok digunakan sebagai kata ganti orang. Ada alternatif lain gak ya mas? makasih sebelumnya--BlackKnight (kirim pesan) 14:30, 6 Maret 2008 (UTC)

Bandara dan lanuma

Masihkah "lanuma" dipakai? Setahu saya, lapangan terbang militer disebut dengan singkatan itu untuk membedakan dengan bandara yang berfungsi sipil. Kembangraps 10:56, 23 Februari 2008 (UTC)

Lanud sih masih disebut-sebut, lanuma malah baru denger.. Serenity

KBBI online

Halo, siapa tau ada yg belum tau, KBBI sudah ada versi onlinenya lho. Alamatnya di [1] --BlackKnight (kirim pesan) 11:12, 23 Februari 2008 (UTC)

Trims! Meursault2004ngobrol 10:19, 24 Februari 2008 (UTC)
Omong-omong, apa ya maksudnya daring pada KBBI Daring itu? Cari di kolom pencariannya kok nihil hasilnya. Wie146 02:49, 5 Maret 2008 (UTC)

daring = dalam jaringan (online), luring = luar jaringan (offline) •• ivanlanin 03:57, 5 Maret 2008 (UTC)

Hahaha aneh ya daring, mirip2 darling.   --BlackKnight (kirim pesan) 13:17, 5 Maret 2008 (UTC)

Kita populerkan? Kembangraps 14:21, 5 Maret 2008 (UTC)

Artikel Lady Diana

Sepertinya artikel Lady Diana ditulis dengan bahasa Melayu. Tolong diteliti.– komentar tanpa tanda tangan oleh 125.163.248.102 (bk) .

 Y anda juga dapat membantu jika anda dapat berbahasa Melayu Fjr_ab 10:41, 24 Februari 2008 (UTC)
Bahasa Malaysia atau Melayu-Malaysia. Meursault2004ngobrol 19:02, 24 Februari 2008 (UTC)

Sudah diberi plang peringatan. Itu bukan hanya bahasanya tapi juga isinya harus ditulis ulang, bukan diperiksa lagi. Serenity 15:11, 26 Februari 2008 (UTC)

Apa arti kata 'madani'?

Dalam pidato-pidato (terutama) pejabat beberapa waktu yang lalu sering dipakai kata 'madani', misalnya masyarakat yang madani. Saya telah mencoba mencari tahu arti yang tepat dari kata ini, tetapi hingga sekarang belum berhasil, bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pun tidak dapat ditemukan. Berasal dari bahasa Arabkah? Mungkin ada yang dapat membantu?

Saya rasa itu singkatan, "ma" nya kalau ndak salah "Mandiri". (-_-)V bennylin 404 06:33, 27 Februari 2008 (UTC)
Bukan singkatan bung Benny. "Masyarakat Madani" = civil society merujuk ke kota Medinah. Memang frasa ini agak atau pernah kontroversial di Indonesia. Ada beberapa kalangan yang menolak menggunakan frasa ini karena dianggap terlalu agamis. Meursault2004ngobrol 08:58, 27 Februari 2008 (UTC)

Dulu waktu aku sering ikut pengajian Agama Islam..seorang ustadz yang pernah mengajar di LIPA Jakarta mengatakan bahwa Madani itu adalah masyarakat yang berbudaya dan tidak ada kaitannya dengan agama

sama Zaini Suherly 09:14, 27 Februari 2008 (UTC)

Sekarang sudah banyak diterima sepertinya. "Madani" sendiri memang diambil dari Madinah, tetapi bukan merujuk pada kotanya tetapi pada situasi semenjak dicapainya Perjanjian Madinah. "Madinah" sendiri kan berarti kota/negara-kota. Jadi memang tidak ada kaitan dengan agama. Penggunaannya hampir selalu dalam konteks "masyarakat madani" spt. yang sudah dikemukakan di atas. Kembangraps 09:19, 27 Februari 2008 (UTC)
Ya makanya itu tergantung sudut pandangnya. Mungkin perlu dicarikan rujukannya. Belum lama ini saya lihat acara Binar ("Bahasa Indonesia yang Benar") di TVRI dan menurut pak Sugondo, kepala Pusat Bahasa, yang diwawancarai Susan Bachtiar mengatakan bahwa "masyarakat madani" adalah terjemahan baku untuk civil society. Meursault2004ngobrol 09:20, 27 Februari 2008 (UTC)
Madani itu bukan dari tamadun? ...Aurora... 11:10, 10 Maret 2008 (UTC)
Akarnya sama. Tamadun bentuk nomina (N), madani bentuk adjektiva. Kembangraps 11:54, 10 Maret 2008 (UTC)
Memang ada hubungannya antara tamadun dan madina. Tamadun = kebudayaan, sedangkan madina(h) = kota, dengan konotasi kota yang "berkebudayaan". Bandingkan dengan kata daar (mis. Daarussalam) yang dapat juga berarti kota, tetapi berkonotasi netral. Prof. Naquib al-Attas mulai menyebutkan istilah ini awal tahun 70-an; sedangkan para aktivis gerakan Islam di Indonesia dan Malaysia, a.l. Nurcholish Madjid dan Anwar Ibrahim, pada tahun 90-an mulai menghubungkannya dengan Piagam Madinah sebagai bukti civil society pertama di Jazirah Arabia. Jadi istilah masyarakat madani bukan merujuk ke kota Madinah (nama singkatan, lengkapnya Madinatun Nabi = Kota Nabi, i.e. Muhammad), melainkan keduanya berasal dari sumber yang sama, merupakan serapan bahasa Arab, dan bukan terminologi agamis. Salam, Naval Scene 05:16, 12 Maret 2008 (UTC)

Bikin artikelnya mas Naval?? 134.176.155.4 12:17, 20 Maret 2008 (UTC)

Merge Pulau Kalimantan dan Pulau Borneo

Sudah lama dua artikel ini menjadi ganjalan. Biar kita konsisten juga terhadap Wikipedia versi lain. Pada dasarnya kedua artikel tersebut merujuk pada pulau yang sama. Dari kecil kita diajarkan bahwa keseluruhan pulau itu namanya Kalimantan, dan tidak pernah diajari bahwa Kalimantan itu wilayah Indonesia saja sedangkan keseluruhannya disebut sebagai Borneo. Saya sudah melihat-lihat buku pelajaran anak sekarang dan peta, kali-kali aja sekarang udah berubah, ternyata masih sama kok. Jadi pada dasarnya ini hanya masalah bahasa, kita menyebut Kalimantan, Bahasa Inggris menyebutnya Borneo. Sama kayak kasus "Greenland" dan "Kallaalit Nunnat". Bhaskara 10:00, 5 Maret 2008 (UTC)

 Y Saya sependapat; isi artikel Pulau Borneo sebagian besar hanya daftar bahasa, lebih tepat kalau disebut Daftar bahasa di Pulau Kalimantan. Mungkin bisa dihubungi para kontributornya. (-_-)V bennylin 404 15:05, 5 Maret 2008 (UTC)

Kalau begitu sama dengan kasus New Guinea dan "Papua/Irian". Tapi bukan berarti kita anti asing. Nanti2 nama "Flores" yang diambil dari bahasa asing harus diubah ... Meursault2004ngobrol 15:23, 6 Maret 2008 (UTC)

Iya, emang sama kayak kasus itu. Hwaduh mas, klo kt mau anti istilah asing bisa kacau beliau neh. Bahasa Indonesia kan emang banyak pengaruh asingnya, apa kabar kata-kata Sanskerta? :D Bahkan nama "Indonesia" pun dari istilah asing. Kan yang kita omongin tentang penggunaan nama pulau yang ini doang mas ;) Jd klo mas gmn, setuju apa ga? Bhaskara 07:05, 10 Maret 2008 (UTC)

Saya setuju gabung. Tapi artikel Pulau Kalimantan masih Indonesia-sentris, terutama bagian sejarah. Sepertinya perlu dilengkapi lagi. --Gombang 08:23, 10 Maret 2008 (UTC)

Iya dah, gabung saja dan di dalam artikel yang sama diberi penjelasan mengenai nama yang berbeda-beda ini dan apa arti "Kalimantan". Meursault2004ngobrol 10:10, 10 Maret 2008 (UTC)

Glosarium Istilah dalam berbagai Ilmu

Selain ada KBBI versi online ternyata pusat bahasa juga menyediakan glosarium istilah keilmuan di websitenya Bisa dilihat di http://pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/

Bisa dijadikan acuan Namun kok rasanya istilah komputer agak terasa janggal yah... =.= Hand15 17:23, 15 Maret 2008 (UTC)

bukan aneh, tapi karena jarang digunakan saja. Soalnya kebanyakan pernagkat teknologi yang ada di Indonesia selalu berbahasa Inggris, baru deh jika penggunaannya meluas diterjemahkan ke bahasa Indonesia--Beeyan 09:47, 17 Maret 2008 (UTC)

Setuju dengan Beeyan. Janggal atau tidak itu hanya masalah kebiasaan :) •• ivanlanin 13:55, 17 Maret 2008 (UTC)
Tidak setuju, ah, dengan Beeyan dan Ivan :) :) Istilah lain-lainnya juga ada yang janggal. Celurut yang diobrolin di atas, dientri sebagai cencurut (padanan shrew). Padahal kata ini di KBBI Daring dikasih tanda tanya (?) dan dirujuk lagi ke celurut; sementara di KBBI cetaknya kata ini nggak ada. Kita ini kok suka ngga konsisten, ya. salam, Wie146 04:59, 19 Maret 2008 (UTC)
Coba cek silang ke glosarium kalau gitu, om :P •• ivanlanin 09:58, 19 Maret 2008 (UTC)

Saya ada kekhawatiran, orang2 di Pusat Bahasa mulai turun kualitasnya, tidak spt masanya Anton Moeliono dulu. Selain itu, ada kesan Pusat Bahasa enggan berkomunikasi dengan kelompok2 kepakaran tentang istilah-istilah yang akan dimuat di entri. Memang selalu ada perdebatan istilah di dalam kalangan keilmuan tertentu, tetap Pusat Bahasa memiliki otoritas tertinggi sebetulnya. Ada perubahan paradigma? 134.176.155.4 09:41, 19 Maret 2008 (UTC) (itu gw: Kembangraps)

Hihi, masih ada orang-orang Wikipedia kan yang selalu berdebat masalah istilah kan, Mbang? •• ivanlanin 09:58, 19 Maret 2008 (UTC)

Sebetulnya saya tidak boleh bilang begini, tapi pak Anton Moeliono itu mungkin anggota terakhir generasi yang masih mengenyam pendidikan Belanda. Sebelumnya banyak juga orang-orang hebat yang memimpin Pusat Bahasa seperti pak Hoessein Djajadiningrat, Prijono, dsb. Ya mudah-mudahan berubah nanti. BTW orang Pusat Bahasa sudah mau lho berjumpa dengan 'anak-anak' Wikipedia. Dulu pernah bilang. Meursault2004ngobrol 16:16, 20 Maret 2008 (UTC)

Software Glosarium

sst.. sst.. sebenarnya pusat bahasa telah diam-diam mengeluarkan software glosarium loh. Isiannya sama dengan yang di website http://pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/ cuma ini dalam bentuk offline aja. Bisa di donlod di:

http://ukbi.pusatbahasa.diknas.go.id/aplikasi/

Klik di: GLOSARIUM.RAR

ntah itu buat kalangan pusat bahasa sendiri ato memang merekanya yang kurang sosialisi, tapi program ini sangat berguna untuk digunakan, apalagi buat yg internetnya lelet. Sangat disayangkan tempatnya tersembunyi dan tampaknya tidak dipromosikan =.= Hand15 15:13, 31 Mei 2008 (UTC)

Belum sempurna kali, jadi ngga pede Serenity


Exemption doctrine policy

Hello. As you might know, the Wikimedia Foundation approved a resolution concerning non-free images more than a year ago. The resolution says that unless Wikimedia projects create an exemption doctrine policy (EDP) for non-free images, all of those images shall be deleted by March 23, 2008 (which was yesterday). We'd now like to gather information from the projects about their exemption policies in one place so we can check their validity, and if images on those projects are in accordance with the Foundation's resolution. Your project is one of these we don't have information about, so it'd be great if you could add it to the page listing all EDPs, meta:Non-free_content. If you have any questions about the page or don't have an EDP yet and want one, you can use the appropriate talkpage on Meta or just contact me directly on Meta or by e-mail (however, please note that I'm just a volunteer and therefore not in a position to give any official advice).

If you don't have any EDP in place and don't plan to use one, it might be useful and effective for your project to disable local uploads entirely and use files from Wikimedia Commons only. This method has been used by many Wikimedia projects, notably Spanish and Swedish Wikipedia and English Wiktionary, and means you wouldn't have to deal with file licensing problems anymore; if you're interested in this solution, feel free to contact me for more information.

Thanks for your cooperation! Timichal 23:04, 24 Maret 2008 (UTC)

Wikipedia:Penggunaan media non-bebas. Meursault2004ngobrol 01:43, 26 Maret 2008 (UTC)