Buka menu utama

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Medan Sumatra Utara. UMSU merupakan salah satu kampus terbaik di Medan, Sumatera Utara baik dari sisi Prestasi ataupun jumlah Mahasiswanya. Pada kepemimpinan Rektor Dr Agussani M.AP, UMSU Berhasil meraih puncak presitasinya dengan meraih Akreditasi A, selain itu UMSU juga memiliki 9 Program Studi yang sudah berakreditasi A sehingga membuat Universitas ini menjadi Universitas pertama di pulau Sumatera yang terakredisi institusi A. UMSU juga mencatat banyak prestasi kemahasiswaan di level regional, nasional sampai internasional dalam bidang olahraga, seni budaya, qari dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Tulisan UMSU.png
MotoUnggul, Cerdas, Terpercaya
Didirikan29 Februari 1957
JenisPerguruan Tinggi Swasta
Afiliasi keagamaanIslam
RektorDr. Agussani, M.AP.
LokasiMedan, Sumatra Utara,
Situs webhttp://www.umsu.ac.id
Logo UMSU

Daftar isi

SejarahSunting

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara disingkat UMSU, adalah amal usaha dibawah persyarikatan Muhammadiyah yang berasas Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah didirikan di Medan pada tanggal 27 Februari 1957 yang berkedudukan di kota Medan Propinsi Sumatra Utara. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, didirikan atas prakarsa beberapa tokoh ulama Muhammadiyah, hai, HM Bustami Ibrahim, D. Diyar Karim, Rustam Thayib, M. Nur Haitami, Kadiruddin Pasaribu, Dr. Darwis Datuk Batu Besar, H. Syaiful UA, Abdul Mu ' thi dan Baharuddin Latif. UMSU yang sekarang ini bermula dari lahirnya fakultas Falsafah dan Hukum Islam Muhammadiyah (FAFHIM) yang kemudian menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Sumatra Utara pada tahun 1968, mengasuh 3 (tiga) fakultas: (1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), (2 ) Fakultas Ilmu Agama Jurusan Dakwah (FIAD), dan (3) Fakultas Syariah.

UMSU dikukuhkan dengan Piagam Pendirian oleh PP Muhammadiyah Majlis Pendidikan dan Pengajaran Nomor 2661/0/07/1974 tanggal 28 Mei 1974.

Awal berdirinya FIP UMSU merupakan binaan dari FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan pada tahun 1974 berdiri sendiri, sedangkan FIAD yang bercabang ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat berdiri sendiri dan mengubah nama menjadi Fakultas Ushuluddin. Lahirnya fakultas-fakultas lain tidak terlepas dari peran serta Kopertis Wilayah I atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kopertais Wilayah IX atas nama Menteri Agama RI.

UMSU yang berganda mengasuh 3 (tiga) fakultas di Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Agama Jurusan Dakwah, dan Fakultas Syariah seiring perjalanan waktu berkembang pesat. UMSU saat ini memiliki delapan fakultas yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Kedokteran yang didirikan Tahun 2008. Untuk program Pascasarjana delapan Program Studi Magister Manajemen, Akuntansi, Hukum, Kenotariatan, Komunikasi, Teknik Elektro dan Matematika serta Manajemen Pendidikan. UMSU juga sedang sedang menunggu proses pelaksanaan Program Doktoral Hukum.

UMSU juga menjadi pembina beberapa Sekolah Tinggi Muhammadiyah, seperti: Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) di Padangsidimpuan, STIE Muhammadiyah Asahan di Kisaran dan STI Tarbiyah di Sibolga.

Kampus pertama UMSU berada di Jalan Gedung Arca yang saat ini digunakan oleh Fakultas Kedokteran. Seiring dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa yang dibangunnya kampus baru yang terletak di Jl. Mukhtar Basri, dan kini menjadi gedung utama. Kampus utama jarak 6100 m atau dengan waktu tempuh tempuh 13 menit dari kampus lama. Di bawah kepemimpinan Dr. Agussani, M.AP UMSU gedung perkantoran di Jalan Denai untuk menampung lulusan sarjana dengan semakin tinggi minat masyarakat menempuh jenjang pendidikan S2.

Di masa awal, UMSU dipimpin oleh Bustami Ibrahim. Kepemimpinan kedepan oleh Latief Rousydiy, dan mengalami perubahan signifikan pada masa kepemimpinana Dalmy Iskandar. Selepas itu, Rektor UMSU dijabat Chairuman Harahap, Bahdin Nur Tanjung, Dalail Ahmad dan saat ini Rektor dijabat Dr. Agussani, M.AP.

Di masa kepemimpinan Dr. Agussani, M.AP, UMSU mengalami transformasi melalui pembenahan tata kelola pelayanan administrasi akademik dan pengajaran. Sistem Informasi UMSU yang dikembangkan bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengijinkan orang tua untuk berperan aktif dalam keberlangsungan pendidikan. Guna memenuhi kebutuhan bangunan UMSU dibangunlah gedung Pascsarjana di Jalan Denai setinggi lantai empat.

Seiring dengan itu, sesuai dengan arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka dibentuklah Observatorium Ilmu Falak (OIF) yang menjadi rujukan dalam berbagai aktivitas penentuan waktu shalat dan lainnya dengan waktu penanggalan dan waktu shalat serta arah kiblat. Didukung oleh peralatan canggih, OIF UMSU sukses menarik perhatian masyarakat yang ingin tahu lebih dalam tentang fenomena benda langit.

Bersama Rektor, Dr. Agussani, M.AP juga berinisiatif untuk membangun kampus terpadu. Hal ini sejalan dengan visi UMSU tahun 2033 menjadi universitas berkelas internasional. Selain membeli lahan kampus terpadu, guna mewujudkan UMSU go internasional, didirikanlah Kantor Urusan Internasional guna membangun jejaring dengan mitra universitas di luar negeri.

FilosofiSunting

Sebagai bagian dari amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara bertekad menjadikan “Wacana Keilmuan dan Keislaman” sebagai filosofi penyelenggaraan dan pengembangan institusi pendidikan tinggi. Penyelenggaraan dan pengembangan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berusaha mengintegrasikan antara nilai-nilai keilmuan keislaman sehingga mampu menumbuhkan kepribadian yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman.

LambangSunting

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memiliki lambang yang tergambar sebagai berikut:

  1. Gambar Matahari;
  2. Perkataan “Muhammadiyah” dalam tulisan Arab;
  3. Dua Kalimat Syahadat dalam tulisan Arab;
  4. Lukisan Padi dan Kapas;
  5. Kalimat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang membentuk lingkaran;
  6. Lingkaran segi lima.

Arti dan lambang sebagaimana tersebut di atas adalah:

  • Matahari: Benda angkasa luar ciptaan Allah SWT, sinarnya sangat berguna bagi kehidupan semua makhluk-Nya. Persyarikatan Muhammadiyah menggambarkan gerak dan manfaatnya bagaikan matahari dengan sinarnya yang selalu memberikan manfaat bagi hidup dan kehidupan manusia.
  • Perkataan “Muhammadiyah” dalam tulisan Arab adalah nama Persyarikatan Muhammadiyah.
  • Dua Kalimat Syahadat dalam tulisan Arab: bermakna penyaksian bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali Allah SWT dan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Keyakinan ini merupakan aqidah yang paling hakiki bagi setiap muslim. Dengan demikian Persyarikatan Muhammadiyah menyeru kepada ummat manusia agar dengan sadar memeluk agama Islam dan menjadi penolong serta penegak Islam.
  • Lukisan Padi dan Kapas: terdiri dari 19 dan 12 tangkai, gabungan keduanya menunjukkan tahun berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia yang juga berarti lambang kemakmuran dan kesejahteraan yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia.
  • Kalimat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara: lembaga pendidikan tinggi dalam Persyarikatan Muhammadiyah yang berkedudukan di Sumatra Utara.
  • Lingkaran segi lima: simbol dalam Falsafah Pancasila.

PendidikanSunting

Saat ini UMSU memiliki 8 fakultas, yaitu:

Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara:

  • Program Studi Magister Ilmu Hukum
  • Program Studi Magister Kenotariatan
  • Program Studi Magister Ilmu Komunikasi
  • Program Studi Magister Manajemen
  • Program Studi Magister Akuntansi
  • Program Studi Magister Pendidikan Matematika
  • Program Studi Magister Manajemen Pendidikan
  • Program Studi Magister Teknik Elektro

Pranala luarSunting