Buka menu utama

Sekolah Penerbang Prajurit Sukarela Dinas Pendek TNI

Sekolah Penerbang Prajurit Sukarela Dinas Pendek Tentara Nasional Indonesia (biasa disebut Sekbang PSDP TNI) merupakan salah satu macam pendidikan pertama perwira bagi Warga Negara terpilih lulusan SMA, SMU, Madrasah Aliyah untuk menjadi Prajurit TNI. Lulusan Sekbang PSDP TNI diangkat menjadi prajurit TNI berpangkat Letnan Dua dan menjalankan ikatan dinas pertama untuk jangka waktu selama 10 (sepuluh) tahun, selanjutnya diberikan pilihan untuk tetap berkarier di TNI atau mengakhiri ikatan dinas.

Sekbang PSDP TNI
Sekolah Penerbang Prajurit Sukarela Dinas Pendek TNI
Sekbang PSDP TNI.jpg
Informasi
DidirikanPada masa KSAU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi
JenisSekolah Penerbangan
MotoWe Are The Professional Pilot
Alamat
LokasiLanud Adisucipto (Yogyakarta, DI Yogyakarta) dan Lanud Adisumarmo (Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Moto

Daftar isi

Tahapan PendidikanSunting

Tahpan pendidikan dari Sekbang PSDP TNI antara lain :

  • Enam bulan di Lanud Adisumarmo Solo: Terdiri dari latihan dasar kemiliteran dan keperwiraan
  • Dua puluh tiga bulan di Lanud Adisucipto Yogyakarta: terdiri dari ground school dan pelajaran bina terbang sebanyak 180 jam terbang
  • Empat bulan di Lembaga Pendidikan masing-masing Angkatan.

Selama menjalani pendidikan, Para perwira PSDP tersebut harus melalui tiga tahap pendidikan. Tahap pertama yang disebut Pendidikan Dasar Perwira (Dikmapa), dilaksanakan selama 6 bulan di Lanud Adi Soemarmo meliputi latihan dasar kemiliteran dan keperwiraan. Setelah lulus tahap pendidikan para siswa mendapat pangkat Kopral Siswa (Kopsis). Selanjutnya para Kopsis akan melaksanakan pendidikan Terbang di Sekolah Penerbang TNI AU di Lanud Adisutjipto selama kurang lebih 23 bulan. Dalam kurun waktu tersebut para siswa akan melaksanakan fase bina kelas (Groundschool) tentang teori atau materi penerbangan dan KIBI (Kursus Intensif Bahasa Inggris), serta diikuti dengan pelatihan Survival dan Terjun. Setelah lulus mengikuti (Groundschool) para siswa Sekbang PSDP TNI akan menjalani fase Bina Terbang yang terdiri dari fase Latih Dasar dengan pesawat Grob G-120 TP A hingga mengantongi 86 jam terbang dan 8 jam terbang solo. Lulus dari fase ini siswa akan naik pangkat menjadi Sersan Siswa (Sersis). Fase berikutnya adalah Latih Lanjut dimana para siswa akan dibagi kedalam 3 jurusan sesuai tipe pesawat yaitu Tempur, Angkut dan Heli. Selesai mengikuti fase Latih Lanjut para siswa akan naik pangkat menjadi Sersan Mayor Siswa (Sermasis).[1][2]

PersyaratanSunting

  • Berusia setinggi-tingginya 22 tahun dan sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan pendidikan pertama.
  • Tidak kehilangan hak untuk menjadi Prajurit TNI berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  • Tinggi badan minimal 165 cm dan panjang kaki minimal 100 cm.
  • Sehat jasmani, rohani, bebas narkoba dan tidak berkacamata.
  • Berijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Atas (SMA) / Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA. Untuk lulusan tahun 2011 nilai rata-rata UN tidak kurang dari 7.5 dan tidak ada nilai yang kurang dari 6.5. Untuk lulusan tahun 2010 nilai akumulatif UN (6 MP) dan UAS (4 MP) rata-rata minimal 7.0. Untuk lulusan tahun 2007 s/d 2009 nilai rata-rata UN tidak kurang dari 6.5. Untuk lulusan tahun 2007 s/d 2011 tidak ada nilai yang kurang dari 6.0.
  • Belum pernah menikah dan sanggup untuk tidak menikah, selama mengikuti pendidikan pertama dan selama 2 tahun setelah selesai pendidikan pertama.
  • Bersedia melaksanakan Ikatan Dinas Pendek (IDP) keprajuritan selama 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai diangkat sebagai Letnan Dua dan dapat diangkat kembali menjadi prajurit karier sesuai dengan persyaratan.
  • Bersedia ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah NKRI.
  • Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri.
  • Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai / karyawan diharuskan:
  • Memiliki surat persetujuan dari kepala Jawatan / Instansi yang bersangkutan.
  • Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi siswa Perwira PSDP Penerbang TNI.
  • Lulus pemeriksaan dan pengujian yang meliputi:

Postur dan Lahiriah

  1. Administrasi
  2. Kesehatan
  3. Kesamaptaan Jasmani
  4. Psikologi
  5. Ideologi
  6. Tes Bakat Terbang
  7. Akademik (PKPN, Bahasa Inggris, Fisika, Matematika)

Komandan Sekolah PSDPSunting

  • Kolonel Pnb Basuki Rochmad (2017)
  • Kolonel Pnb Johnny Sumaryana, S.E., (2017-Sekarang)

Sekolah Penerbang TNI AUSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting