Tenis meja

olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan

Tenis meja, atau ping pong, adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik Rakyat Tiongkok, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" (Tionghoa: 乒乓球; Pinyin: pīngpāng qiú). Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia)[1] dan di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 140 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.[2] Tenis meja merupakan jenis permainan dalam tempo cepat. Diperlukan kecepatan reaksi dan koordinasi antara mata dan tangan yang baik jika ingin bermain dengan tempo yang cepat.[3] Tenis meja merupakan suatu permainan yang lapangannya menggunakan meja dan dibatasi oleh jaring (net). Tenis meja ini menggunakan bola kecil yang terbuat dari celluloid dan permainannya menggunakan bet sebagai pemukul .[4] Tenis meja adalah olahraga yang dapat dimainkan oleh semua umur. Olahraga ini bisa dianggap sebagai rekreasi maupun sebagai pemacu prestasi. Dalam memainkan tenis meja ini diperlukan pemahaman terlebih dahulu mengenai teknik dan gaya permainan yang ada.[5]

Suasana permainan tenis meja.

SejarahSunting

Tenis meja dibuat di Inggris sekitar abad ke-19, di mana dimainkan oleh orang kelas atas sebagai permainan indoor setelah makan malam. Tenis meja mempunyai beberapa nama, salah satunya "whiff whaff", dan disarankan bahwa permainannya pertama kali dikembangkan oleh tentara Inggris di India atau Afrika Selatan, di mana mereka membawanya kembali ke Inggris. Sebaris buku disusun ditengah meja sebagai net, di mana dua bukunya berfungsi untuk memukul bola golf. Nama "ping-pong" digunakan hampir semua negara sebelum perusahaan Inggris J. Jaques & Son Ltd menjadikannya merek dagang pada tahun 1901. Nama "ping-pong" kemudian lebih digunakan untuk permainan yang dimainkan peralatan Jaques, dengan perusahaan lain menyebutnya tenis meja. Situasi yang sama terjadi juga di Amerika Serikat, di mana Jaques menjual hak nama "ping-pong" kepada Parker Brothers. Parker Brothers lalu menjadikannya merek dagang tahun 1920-an, membuat organisasi lainnya mengubah nama menjadi "tenis meja" dibanding menggunakan nama yang lebih umum, namun dengan merek dagang.

Inovasi besar berikutnya dilakukan oleh James W.Gibb, pencinta tenis meja, yang menemukan bola seluloid dalam perjalanan menuju AS tahun 1901 dan menurutnya cocok untuk permainan. Ini diikuti E.C. Goode yang, pada tahun yang sama, menciptakan versi modern dari raket dengan memasang selembar karet yang diberi bintik, ke kayu yang sudah diasah. Tenis meja mulai terkenal pada tahun 1901 disebabkan turnamen yang dibuat, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan dunia tidak resmi pada tahun 1902. Pada awal 1900an, permainan ini dilarang di Russia karena penguasa pada masa itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki efek yang buruk pada penglihatan pemain

Tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris, dan diikuti Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. London menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia resmi pertama tahun 1926. Tahun 1933, Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat, sekarang disebut, Tenis Meja Amerika, dibentuk.

Tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak Komunis di Perang Saudara China mempunyai "hasrat untuk Tenis Meja asal Inggris" yang menurutnya "ganjil".

Tahun 1950an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapaisan spons di dasarnya mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan dan perputaran bola. Ini diperkenalkan perusahaan alat olahraga Inggris S.W. Hancock Ltd. Penggunaan lem cepat dapat meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh, yang menghasilkan perubahan peralatan untuk "menurunkan kecepatan permainannya". Tenis meja diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988.

 
Bat dan bola pingpong

Pembuat by Aditya Raffa Ramadhani malang-precet-kenongo-jabung

Teknik dasar.Sunting

Teknik Pegangan/GripSunting

Teknik pegangan/grip pada tenis meja dibagi menjadi 2 jenis, yaitu pegangan tangkai pena (Penholder Grip) dan pegangan jabat tangan (Shakehand Grip). Untuk penempatan jari tangan dari kedua teknik pegangan tersebut bisa menghasilkan banyak variasi-variasi pegangan, tergantung dari kebiasaan yang dilakukan atlit. Pegangan yang paling baik untuk seorang atlet yaitu pegangan yang senyaman mungkin dan sesuai dengan kebiasaan atlet yang bersangkutan.[6]

1. Pegangan Tangkai Pena (Penholder Grip)Sunting

Pegangan tangkai pena yaitu pegangan yang digunakan atlet tipe penyerang. Pegangan tangkai pena ini disebut juga sebagai pegangan gaya Asia karena pegangan tangkai pena ini sering digunakan oleh pemain Asia. Postur pemain dengan tipe ini memiliki postur yang pendek sehingga gerakannya lincah.[6]

2. pegangan Jabat TanganSunting

Pegangan jabat tangan yaitu pegangan yang digunakan atlet tipe bertahan kombinasi menyerang. Kelebihan pegangan jabat tangan yaitu memiliki banyak variasi pukulan, forehand maupun backhand. Sedangkan kelemahan dari pegangan ini yaitu gerakan pergelangan tangan tidak sebebas pegangan tangkai pena.[7]

Posisi Siap (Ready Position)Sunting

Posisi siap dalam tenis meja sangat penting terutama pada saat pengembalian bola lawan. Untuk dapat mengembalikan pukulan bola lawan, maka posisi seorang pemain harus dengan posisi siap agar pemain dapat menjangkau bola dan mengarahkannya dengan mudah. Dengan posisi yang baik ini, pemain lebih mudah melangkahkan kakinya dalam menyongsong bola.[8]

Karakteristik Olahraga Tenis MejaSunting

Ada tiga ciri untuk dapat memperoleh angka dalam bermain tenis meja, yaitu kecepatan (speed), putaran (spin), dan penempatan (placement). Untuk memperoleh proses pembibitan dan proses latihan yang terarah pada karakter yang diinginkan, maka pemain harus memahami ciri tersebut sehingga dapat meningkatkan prestasi tenis meja mereka.[9]

Pukulan-pukulan (Stroke) Dasar Tenis MejaSunting

Pukulan-pukulan dengan forehand maupun backhand dalam tenis meja, memiliki 2 komponen arah, yaitu komponen ke depan dan Komponen ke atas/bawah. Pukulan pada tenis meja sangan banyak yang pada dasarnya diawali dengan pukulan servis.[10]

Jenis pukulanSunting

Pukulan forehandSunting

Pukulan forehand yaitu pukulan yang dilakukan jika bola berada disebelah kanan tubuh. Dalam melakukan pukulan ini, posisi tubuh agak direndahkan kemudian gerakkan tangan kanan yang memegang bet ke arah pinggang dan kearah kiri apabila pemain kidal. Selanjutnya menggerakkan tangan ke depan dengan siku membentuk sudut 90 derajat.[11]

Pukulan backhandSunting

Pukulan backhand yaitu pukulan yang dilakukan jika bola berada disebelah kiri badan. Dalam melakukan pukulan ini, posisi tubuh agak direndahkan kemudian gerakkan tangan kanan ke arah pinggang sebelah kiri dan kearah pinggang sebelah kanan apabila tidak kidal. Selanjutnya gerakka tangan dan bet ke arah depan dengan siku membentuk sudut 90 derajat. Berikut beberapa Jenis pukulan forehand dan backhand antara lain:[11]

1. DriveSunting

Drive yaitu pukulan yang dilakukan dengan ayunan panjang yang menghasilkan pukulan datar dan keras. Pukulan drive ini merupakan teknik pukulan yang dimulai dengan sikap bet tertutup dan gerakan bet dari bawah serong ke atas yang kemudian diakhiri di depan dahi. Pada pukulan drive ini digunakan sebagai pukulan serangan yang juga dapat dikontrol sesuai dengan keinginan. Pada pukulan drive terdiri dari dua pukulan yaitu:[11]

  • Forehand drive, yaitu pukulan yang dilakukan apabila bola berada disebelah kanan tubuh.
  • Backhand Drive, yaitu pukulan yang dilakukan apabila bola berada disebelah kiri tubuh

2. PushSunting

Push merupakan teknik pukulan dengan cara mendorong bola yang mana posisi bet terbuka. Pada pukulan push ini, biasa digunakan untuk mengembalikan pukulan push dan pukulan chop. Pukulan push ini terdiri dari forehand push dan backhand push.[12]

  • Berdasarkan datangnya bola forehand push dilakukan dengan dua dua cara yaitu short forehand push dan long forehand push.
  • Berdasarkan datangnya bola backhand push dilakukan dengan dua cara yaitu short backhand push dan long backhand push.

3. Forehand Drive Setelah Backhand PushSunting

Dalam pertandingan tenis meja, pukulan forehand drive setelah backhand push adalah pukulan sering digunakan oleh seorang pemain. Pukulan ini biasa digunakan dalam mengembalikan bola yang dimulai dari pukulan push kemudian dilakukan dengan satu step kekiri sehingga dapat mengembalikan bola dengan pukulan forehand drive. Pukulan forehand drive setelah backhand push ini merupaka pukulan backhand push yang dikombinasikan dengan forehand.[13]

4. ServisSunting

Servis merupakan pukulan pertama dalam permainan tenis meja, dengan cara melambungkan bola keatas. Kemudian ketika bola mulai turun, maka pemain akan memukul bola dengan memantulkannya dimeja penyaji dan jatuh dimeja lawan.[14]

5. Pukulan BlockSunting

Teknik pukulan block merupakan cara sederhana dalam mengembalikan pukulan lawan. Teknik pukulan ini biasa digunakan dalam mengembalikan bola top spin atau drive dengan posisi bet yang tertutup. Agar lawan tidak bisa melakukan serangan balik dengan cepat, maka digunakan teknik pukulan block yang dilakukan setelah bola sudah memantul dari meja setinggi net. Teknik pukulan ini juga sering disebut blok pendek karena teknik ini sering digunakna di depan meja. Teknik pukulan block dibagi menjadi 2 yaitu :[15]

  • Forehand block merupakan teknik forehand block yang dilakukan dengan gerakan bet di depan, dengan posisi bet yang menghadap kebagian bawah. Untuk melakukan blok, pemain harus memperhatikan arah datangnya bola.[15]
  • Backhand block merupakan teknik backhand block yang dilakukan dengan bet berada dibagain sebelah kiri tubuh pemain. Dalam teknik ini posisi bet harus tertutup yaitu yang mana sisi bagian depan menghadap ke bagian kebawah. Pada saat bola sudah memantul dari meja, maka perhatikan arah datangnya bola dan kemudian lakukan segera gerakan bet kedepan ketika bola dengan perkenaan bet bagian tengan.[16]

Peralatan PermainanSunting

BetSunting

01. Ukuran, berat dan bentuk bet tidak ditentukan, tetapi daun bet harus datar dan kaku.

02. Daun bet minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya; lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang berserat seperti serat karbon (carbon fibre) atau serat kaca (glass fibre) atau bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak boleh lebih dari 7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang dipakai sebagai acuan.

03. Sisi daun bet yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau jika menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem perekat.

04. Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar betnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan betnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.[17]

 
Bola

BolaSunting

Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram.[18] Biasanya berwarana putih atau oranye dan terbuat dari bahan selulosa yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila dijatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 23–26 cm. Pada bola tenis meja biasanya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut dan biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.

Meja lapanganSunting

Lapangan tenis meja permukaan atasnya memiliki ukuran tertentu dan tentunya harus bisa memantulkan bola pingpong. Ukuran lapangan tenis meja secara penuh adalah memiliki panjang 2,74 meter, lebar 1,525 meter, dan tinggi 76 sentimeter yang dihitung dari permukaan tanah.  

Permukaan lapangan tenis meja dicat dengan menggunakan warna biru gelap atau warna hijau gelap sesuai dengan komposisi warna cat yang diatur dalam aturan Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF). Permukaannya tidak boleh mengkilap.

Terdapat garis putih dengan lebar 2 cm pada kedua ujung meja. Garis panjang disebut dengan garis tepi panjang, garis pendek disebut garis akhir.

Ada garis putih selebar 3mm (1/8 inci) di tengah meja yang disebut dengan garis tengah. Ketika bermain pada permainan ganda, area dibagi menjadi bagian kiri dan kanan dan jaring ditempatkan di antara 2 bagian meja.

 
Pegangan forehand
 
Pegangan backhand

Cara bermainSunting

Permainan tunggal

  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
  • Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16

Permainan ganda

  • Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
  • Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
  • Pemain bergantian menerima bola dari lawan
  • Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
  • Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
  • Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 13-11, 15-17

PeraturanSunting

1. Servis yang benar

Servis yang benar dilakukan dengan cara melambungkan bola yang ada diatas telapak tangan yang terbuka secara vertikal. Servis dilakukan tanpa memutan bola sehingga bola dapat melambung ke atas dengan ketinggian 16 cm dari telapak tangan. Kemudian pukul bola ketika turun sebelum menyentuh apapun.[19]

2. Pengembalian yang benar

Ketika bola telah diservis atau dikembalikan dan telah melewati net, maka pemain harus memukul bola tersebut sehingga menyentuh meja lawan.[20]

3. Urutan Permainan

Untuk permainan tunggal, pemain harus melakukan servis terlebih dahulu yang kemudian dikembalikan oleh penerima. Kemudian pemain yang melakukan servis dan penerima melakukan pengembalian secara bergantian. Sedangkan untuk permainan ganda, pemain harus melakukan servis terlebih dahulu kemudian penerima melakukan pengembalian. Selanjutnya pasangan yang melakukan servis yang kemudian melakukan pengembalian, dan pasangan penerima pun kemudian melakukan pengembalian. Setiap pemain melakukan servis dan pengembalian secara bergantian sesuai gilirannya.[21]

4. Suatu Let

Reli dinyatakan let apabila pada saat pemain melakukan servis dan bola menyebrang ke meja lawan yang akhirnya masuk atau dipukul oleh lawan. Reli dinyatakan let jika servis dilakukan ketika penerima atau pasangannya belum siap. Reli juga akan dinyatakan let jika gagal melakukan servis atau pengembalian disebabkan gangguan di luar kontrol pemain.[20]

5. Suatu Poin/Skor

Jika pemain gagal melakukan servis yang benar maka lawannya mendapat poin, jika pemain gagal melakukan pengembalian yang benar dan begitupun sebaliknya. Pemain juga dapat mendapat poin jika lawannya memukul bola dua kali secara berurutan dengan sengaja.[22]

7. Suatu Pertandingan

Suatu pertandingan dalam tenis meja terdiri dari game ganjil, biasanya 5 atau 7 game/set.[23]

8. Memilih Servis, Menerima Bola, dan Tempat

Dalam memutuskan urutan servis, menerima bola dan tempat, maka harus dilakukan undian sehingga pemenangnya mendapatkan hak untuk memilih.[24]

9. Kesalahan Urutan Servis, Penerima, Tempat

Ketika pemain melakukan kesalahan urutan servis, maka wasit harus menghentikan permainan dan mengulang servis sesuai dengan urutan angka pada saat memulai pertandingan.[25]

10. Sistem percepatan waktu (Expedite System)

Ketika dalam suatu permainan mencapai 10 menit dan permainan belum selesai, maka sistem percepatan waktu harus diberlakukan. Kecuali jika kedua pemain /pasangan telah mencapai skor / poin 9.[26]

Peraturan KhususSunting

1. Pemanasan oleh pemain dilakukan diruangan khusus dengan beberapa meja yang telah disediakan.[27]

2. Peraturan untuk bagian official dan pemain yaitu untuk pemain yang belum mendapat giliran bermain, maka dilarang untuk memasuki arena pertandingan. Sedangkan official yang tidak ada hubungan dengan pemain dilarang masuk ke arena pertandingan jika belum gilirannya. Sebelum giliran bertanding maka pemain diberikan waktu untuk bersiap selama 5 menit. Apabila pemain terlambat 10 menit dari waktu yang ditentukan, maka pemain dinyatakan kalah.[27]

3. Peraturan pemain pada waktu bertanding yaitu apabila pemain-pemain tidak dapat menyelesaikan permainan dalam waktu 15 menit, maka akan diberika batas waktu. Pemain yang mengikuti pertandingan harus menggunakan nomor punggung yang telah disediakan oleh panitia. [28]

4. Protes dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan oleh panitia.[28]

5. Dalam pertandingan yang mengalami gangguan seperti mati lampu, cidera dan sebagainya, maka panitia berhak menghentikan pertandingan untuk sementara. Kemudian pertandingan dapat dilanjutkan apabila keadaan kembali normal.[28]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Situs KONI, PTMSI
  2. ^ Anggota ITTF
  3. ^ Asri, N., Soegiyanto, dan Mukarromah, S.B. (2017). "Pengaruh Metode Latihan Multiball dan Koordinasi Mata Tangan terhadap Peningkatan Keterampilan Forehand Drive Tenis Meja". Journal of Physical Education and Sports: 180. 
  4. ^ Herlina, M.N. (2019). "Pengaruh Bentuk Latihan Menggunakan Dua Meja Terhadap Ketepatan Forehand dalam Permainan Tenis Meja" (PDF). of S.P.O.R.T. 3 (2): 94. 
  5. ^ Indrawan, B., Rubiana, I., dan Herliana, M.N. (2020). "Instrumen Keterampilan Smash Dalam Permainan Tenis Meja". Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga. 3 (2): 246. 
  6. ^ a b Adi dan Mu'arifin 1994, hlm. 7.
  7. ^ Adi dan Mu'arifin 1994, hlm. 8.
  8. ^ Adi dan Mu'arifin 1994, hlm. 9.
  9. ^ Adi dan Mu'arifin 1994, hlm. 10.
  10. ^ Adi dan Mu'arifin 1994, hlm. 12.
  11. ^ a b c Tomoliyus 2017, hlm. 57.
  12. ^ Tomoliyus 2017, hlm. 64.
  13. ^ Tomoliyus 2017, hlm. 74.
  14. ^ Tomoliyus 2017, hlm. 75.
  15. ^ a b Tomoliyus 2017, hlm. 81.
  16. ^ Tomoliyus 2017, hlm. 82.
  17. ^ Peraturan ITTF Bahasa Indonesia 2.04 Raket / Bet
  18. ^ Peraturan ITTF Bahasa Indonesia 2.03 Bola
  19. ^ Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 73.
  20. ^ a b Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 74.
  21. ^ Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 75.
  22. ^ Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 76.
  23. ^ Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 77-78.
  24. ^ Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 78.
  25. ^ Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 79.
  26. ^ Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 79-80.
  27. ^ a b Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 80.
  28. ^ a b c Firmansyah dan Hariyanto 2019, hlm. 81.

Daftar pustakaSunting

Adi, S. dan Mu'arifin (1994). Tenis Meja (PDF). Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang. 

Tomoliyus (2017). Sukses Melatih Keterampilan Dasar Permainan Tenis Meja dan Penilaian (PDF). Purwodadi-Grobogan: CV. Sarnu Untung. ISBN 978-602-61658-3-1. 

Firmansyah, G. dan Hariyanto, D. (2019). Sejarah, Teknik & Variasi Latihan Pingpong (Tenis Meja) (PDF). Malang: Media Nusa Creative. ISBN 978-602-462-292-3. 

Pranala luarSunting