Buka menu utama

Wikipedia β

Artikel pilihan


Eurydice pulchra, isopoda karnivora ditemukan di pantai berpasir

Isopoda adalah ordo (kelompok) dari krustasea yang meliputi kutu kayu, Ligia dan kerabatnya. Isopoda hidup di laut, di air tawar, atau di darat, dan sebagian besar adalah hewan keabu-abuan atau keputihan kecil dengan eksoskeleton (kerangka eksternal) kaku dan tersegmentasi. Mereka memiliki dua pasang antena, tujuh pasang kaki bersendi pada toraks, dan lima pasang embel-embel bercabang pada bagian abdomen yang digunakan dalam respirasi. Betina merawat anak mereka dalam kantong di bawah toraks mereka. Isopoda memiliki berbagai metode pemberian makan: beberapa makan tanaman dan hewan yang mati atau membusuk, yang lain perumput atau mendapatkan partikel makanan dari air di sekitar mereka, beberapa adalah predator, dan beberapa adalah parasit internal atau eksternal, sebagian besar pada ikan. Spesies air sebagian besar hidup di dasar laut atau di bawah perairan tawar, tetapi beberapa taksa yang lebih terderivasi (kelompok lanjutan) dapat berenang untuk jarak pendek. Bentuk terestrial bergerak dengan merangkak dan cenderung ditemukan dalam tempat dingin dan lembab. Beberapa spesies dapat menggulung diri menjadi bola untuk menghemat air atau sebagai mekanisme pertahanan. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Hubungan Romawi dengan TiongkokIstana HeianPhineas dan Ferb


Peristiwa terkini


Billy Graham pada 1966
Billy Graham

Sedang berlangsung:
Kematian terkini: Advent Bangun - Jockie Soerjoprajogo - Hwang Byung-ki Mark Salling


Daftar pilihan


Amir Hamzah

Amir Hamzah telah menulis 50 puisi, 18 prosa lirik, 12 artikel, 4 cerita pendek, 3 koleksi puisi, dan 1 buku. Ia juga telah menerjemahkan 44 puisi, 1 prosa lirik, dan 1 buku. Meioritas puisi asli buatan Hamzah disertakan dalam antologinya, Njanji Soenji (1937) dan Boeah Rindoe (1941), keduanya pertama kali diterbitkan di Poedjangga Baroe. Puisi-puisi terjemahannya diantologikan di Setanggi Timoer (1939). Pada tahun 1962, pembuat dokumenter HB Jassin menyatukan semua karya Hamzah yang tersisa – termasuk Sastera Melajoe Lama dan Radja-Radja'nja – menjadi buku Amir Hamzah: Radja Penjair Pudjangga Baru. Beberapa puisi pertamanya mengikuti aturan pantun tradisional, termasuk struktur empat baris dan kuplet berimanya. Karya-karya terakhirnya beralih dari struktur tradisional, tetapi Jassin menganggap Hamzah mempertahankan gaya penulisan Melayu yang tidak ada duanya. Tema karyanya bervariasi: Boeah Rindoe, antologi pertama yang ditulis secara kronologis, dipenuhi rasa rindu dan kehilangan, sementara karya di Njanji Soenji lebih bersifat religius. Hamzah mendapat pengakuan luas atas puisi-puisinya. Jassin menjulukinya "Raja Penyair Zaman Poedjangga Baroe", sedangkan ahli sastra Indonesia asal Belanda A. Teeuw mendeskripsikan Hamzah sebagai satu-satunya penyair Indonesia berkelas dunia dari masa Revolusi Nasional Indonesia. (Selengkapnya...)


Hari ini dalam sejarah


22 Februari: Perayaan Cathedra Petri (Katolik)

Tanggal lain: 21 Februari 22 Februari 23 Februari

Hari ini tanggal 22 Februari 2018 (UTC) – Muat ulang

Tahukah Anda



Gambar pilihan



Baca dalam bahasa lain