Artikel pilihan


Potret Boganda pada perangko 1959

Barthélemy Boganda (1910–1959) adalah seorang politikus nasionalis ternama dari daerah yang sekarang merupakan Republik Afrika Tengah. Lahir dalam suatu keluarga petani dengan taraf hidup pas-pasan dan diadopsi oleh para misionaris Gereja Katolik, pada 1938 ia ditahbiskan sebagai imam Katolik Roma pertama dari Oubangui-Chari. Selama Perang Dunia II, Boganda melayani dalam sejumlah karya misi dan setelahnya ia diyakinkan oleh Uskup Bangui agar memasuki dunia politik. Pada tahun 1946, ia menjadi orang Oubangui pertama yang terpilih dalam Majelis Nasional Perancis, tempat ia memperjuangkan suatu platform politik yang menentang rasisme dan rezim kolonial. Ia kemudian kembali ke Oubangui-Chari demi membentuk sebuah gerakan rakyat untuk menentang kolonialisme Perancis. Gerakan tersebut menyebabkan didirikannya Gerakan Evolusi Sosial Afrika Kulit Hitam (MESAN) pada tahun 1949, yang menjadi populer di kalangan masyarakat desa dan kelas pekerja. Pada tahun 1958, setelah Republik Keempat Perancis mulai mempertimbangkan untuk memberikan kemerdekaan kepada sebagian besar koloninya di Afrika, Boganda bertemu dengan Perdana Menteri Charles de Gaulle untuk mendiskusikan syarat-syarat mengenai kemerdekaan Oubangui-Chari. De Gaulle menerima syarat-syarat yang diajukan Boganda, dan pada tanggal 1 Desember, Boganda mendeklarasikan pendirian Republik Afrika Tengah (RAT). Ia menjadi Perdana Menteri pertama wilayah otonom tersebut dan berniat untuk melayani sebagai Presiden RAT independen. Ia meninggal dunia akibat suatu kecelakaan pesawat yang misterius pada tanggal 29 Maret 1959, dalam perjalanannya menuju Bangui. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Laju cahayaGog dan MagogWe Can Do It!


Peristiwa terkini


Carrie Lam
Carrie Lam

Sedang berlangsung: Penangguhan kebijakan imigrasi AS Pertempuran Mosul
Kematian terkini: George Andrew Olah John Surtees Hasyim Muzadi Eko DJ


Daftar pilihan


Beberapa ketua menteri berpose dengan Perdana Menteri Narendra Modi pada Desember 2014.

Tiga puluh satu ketua menteri saat ini menjabat di Republik India. Seorang ketua menteri adalah kepala pemerintah dari setiap dua puluh sembilan negara bagian dan dua teritorial serikat (Delhi dan Puducherry). Menurut konstitusi India, di tingkat negara bagian, gubernur adalah kepala de jure, namun otoritas eksekutif de facto dikepalai oleh ketua menteri. Setelah pemilihan-pemilihan dari mahkamah legislatif negara bagian, gubernur biasanya mengundang partai (atau koalisi) dengan mayoritas kursi dari bentuk pemerintahan tersebut. Gubernur yang melantik ketua menteri, dimana dewan menteri menjadi penanggung jawab kolektif dari mahkamah tersebut. Memberikannya kepercayaan dari mahkamah tersebut, masa jabatan ketua menteri biasanya paling lama lima tahun; tidak ada batas-batas untuk jumlah masa jabatan yang ia dapat jabati. Dari tiga puluh satu petahana saat ini, tiga orang diantaranya adalah wanita—Mamata Banerjee di Bengal Barat, Mehbooba Mufti di Jammu dan Kashmir, dan Vasundhara Raje di Rajasthan. Menjabat sejak Desember 1994 (selama 22 tahun, 108 hari), Pawan Kumar Chamling dari Sikkim memiliki masa jabatan terpanjang. Sembilan petahana masuk ke Kongres Nasional India dan delapan petahana berasal dari Partai Bharatiya Janata; tidak ada partai lainnya yang memiliki lebih dari satu ketua menteri dalam jabatan tersebut. (Selengkapnya...)


Hari ini dalam sejarah


30 Maret: Hari Tanah (Palestina)

Tanggal lain: 29 Maret 30 Maret 31 Maret

Hari ini tanggal 30 Maret 2017 (UTC) – Muat ulang

Tahukah Anda


{{{title}}}
Anggota kru Apollo 12
mendarat ke bulan

Gambar pilihan


Sisa-sisa sebuah dermaga tua di pantai Juliusruh, Rügen, Jerman, saat matahari terbit.
Sisa-sisa sebuah dermaga tua di pantai Juliusruh, Rügen, Jerman, saat matahari terbit.
(ukuran asli 5.000 × 2.811 piksel, 6,4 MB)

Oleh: Ansgar Koreng, diunggah oleh Code
Lisensi: CC-Public Domain


Baca dalam bahasa lain