Kereta api ekonomi

artikel daftar Wikimedia

Kereta api ekonomi merupakan kelas kereta penumpang di bawah kelas bisnis dalam layanan Kereta Api Indonesia. Sama halnya dengan kereta kelas bisnis dan kelas eksekutif, kini hampir semua kereta kelas ekonomi telah dilengkapi dengan penyejuk udara (bahasa Inggris: air conditioner (AC)). Kereta ekonomi yang ada di Indonesia dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan konfigurasi tempat duduknya. Kelas ekonomi pada pengoperasiannya banyak yang memanfaatkan subsidi berdasarkan kesepakatan public service obligation (PSO).

KA Lokal Merak yang merupakan kereta api kelas ekonomi.
KA Lokal Merak yang merupakan kereta api kelas ekonomi.

Pengoperasian

sunting

Satu kereta penumpang ekonomi berkapasitas 64 hingga 80 orang dengan formasi tempat duduk 2-2 maupun 106 orang dengan formasi tempat duduk 3-2. Terdapat juga kereta kelas ekonomi eks-KRD MCW 301 dan MCW 302. Kereta eks-KRD ada yang tidak ber-AC, tetapi kini kereta eks-KRD telah dipensiunkan. Unit AC yang digunakan pada kereta ekonomi biasa adalah 6 unit AC split (seperti di gedung atau rumah), dan pada kereta ekonomi buatan INKA mulai produksi tahun 2010 sudah menggunakan AC sentral seperti di kereta eksekutif. Sebagian kereta ekonomi dengan AC split juga mengalami modifikasi menjadi menggunakan AC sentral.

Kereta ini menjadi idaman para penumpang pada saat hari raya ataupun hari libur, walaupun dalam setiap perjalanan, kereta ini harus berhenti untuk "mengalah" (bersilang ataupun disusul) dengan kereta api kelas atasnya. Harga tiket kereta api kelas ekonomi pun cukup terjangkau. Dalam setiap rangkaian kereta ekonomi jarak jauh, terdapat 1 kereta ekonomi, restorasi, dan pembangkit (KMP) atau kereta restorasi dan pembangkit (MP). Tak jarang menggunakan kereta restorasi (M1) dan pembangkit (P) secara terpisah.

Tipe atau varian

sunting

Kereta ekonomi biasa (subsidi/komersial/lokal)

sunting
 
Interior kereta api ekonomi PSO, seperti pada Kereta api Kamandaka.

Kereta ekonomi biasa adalah varian kereta ekonomi dengan tarif yang menyesuaikan dengan perekonomian negara (karena beberapa perjalanan menggunakan subsidi berdasarkan kesepakatan PSO). Kapasitas tempat duduk pada kereta ekonomi varian ini adalah 106 penumpang. Pada 2007-2014, varian ini memiliki ciri-ciri berupa striping (livery) oranye-biru bergaris kuning-orange, dengan (atau tidak dengan) logo Kemenhub di dekat pintu kiri dan logo PT KAI di dekat pintu kanan, serta merupakan produk impor sejak masa PJKA maupun buatan PT INKA.

Pada kereta ekonomi varian ini juga terdapat livery lain berupa warna orange-hijau bermotif daun dengan logo Kemenhub dan PT KAI (sering disebut NutriSari karena kemiripannya), yang merupakan produk dari PT INKA produksi 2008-2009. Setelah 2014, kereta ekonomi AC disamakan livery-nya seperti KA Jayabaya, dengan pintu berwarna oranye, meski pada awalnya terdapat kesalahan pengecatan warna pintu dalam beberapa unit kereta menjadi warna biru, yang seharusnya untuk kelas eksekutif.

Kereta kelas ekonomi varian ini pada umumnya ditarik lokomotif besar seperti CC 201, CC 203, atau CC 204. Terkadang CC 206, CC 300, BB 303, dan BB 302 dioperasikan untuk menggantikan ketiga jenis lokomotif tersebut.

Pada Januari 2015 subsidi PSO untuk kereta ekonomi jarak jauh dan jarak menengah mulai dihapus. Tidak ada lagi nama dan istilah "tarif flat" untuk semua jurusan dan tarif dibatasi oleh tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) sehingga menjadi serupa dengan kereta bisnis maupun eksekutif. Pada 1 Maret 2015, kontrak PSO ditandatangani,[1] tetapi mengalami penundaan karena pada 1 April 2015 tarif kereta api jarak jauh dan menengah dinaikkan hingga dua kali lipatnya. Setelah 1 Januari 2019, beberapa layanan kereta api dicabut kontrak PSO nya sehingga menjadi kereta kelas komersial.

Kereta ekonomi varian ini diproduksi pada tahun 1964-1966, 1978, 1981, dan 1985-1986 yang merupakan produk impor dari berbagai pabrik, di antaranya Nippon Sharyo dan Arad Rumania. Khusus untuk kereta ekonomi buatan tahun 1993 dan seterusnya adalah produk rakitan baru ataupun modifikasi PT INKA Madiun hingga 2009. INKA sudah tidak memproduksi lagi kereta ekonomi varian ini mulai 2010.

Kereta ekonomi dalam perkembangannya mengalami berbagai warna cat eksterior atau livery. Warna yang masih dipakai yaitu Coklat – Biru sebagai warna standar yang lama untuk kereta ekonomi reguler dan Putih – Biru Tua – Biru Muda untuk kereta ekonomi AC Kemenhub. Namun sekarang telah ditetapkan warna Putih dengan strpping pita orange – biru dangan warna pintu Oranye sebagai standar livery baru untuk semua kereta ekonomi baik kereta ekonomi reguler maupun kereta ekonomi AC Kemenhub.

Perombakan menjadi kereta ekonomi modifikasi

sunting

Pada akhir tahun 2019, untuk pertama kalinya kereta ekonomi reguler yang sebelumnya menggunakan AC split mengalami perombakan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Kereta ini pada awalnya dialokasikan untuk Kereta api Gaya Baru Malam Selatan. Perombakan yang dilakukan ini berupa pengurangan jumlah tempat duduk dari 106 menjadi 80, pemasangan AC sentral, dan perubahan interior kereta seperti dengan kereta ekonomi plus/ekonomi premium.[2] Banyak di antara kereta ekonomi modern (modif) yang usianya belum terlalu tua karena menggunakan rangkaian keluaran tahun 1993, 2005, dan 2007 s.d. 2009. Untuk saat ini kereta ekonomi modifikasi dialokasikan untuk Kereta api Singasari, Kereta api Bangunkarta, dan Kereta api Gajah Wong.

Kereta ekonomi AC Kemenhub produksi 2010-2014

sunting
 
Eksterior Kereta ekonomi AC Kemenhub new livery.

Pada tahun 2010, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Dirjen KA) dan Kementerian Perhubungan melakukan peningkatan pelayanan kereta ekonomi dengan memesan rangkaian kereta ekonomi AC baru yang dilengkapi dengan AC Sentral kepada PT INKA, yang di kemudian hari dikenal dengan kereta ekonomi AC Kemenhub. Kereta ekonomi varian ini mempunyai susunan tempat duduk yang berbeda dengan yang varian biasa serta mempunyai tipe kereta yang berbeda untuk kereta pembangkitnya. Warna cat livery eksterior kereta ekonomi Kemenhub berbeda dengan yang varian biasa, yaitu warna putih dengan stripping biru tua-biru muda.

Kereta ekonomi AC Kemenhub ini mempunyai spesifikasi sebagai berikut.

  • Tempat duduk paten yang saling berhadapan
  • Tipe kursi yang cenderung tegak
  • Kapasitas 80 penumpang
  • Formasi tempat duduk 2-2 dan terdiri dari 22 baris
  • Dilengkapi dengan 2 buah air Ccnditioner (AC) sentral beserta saluran distribusi udara AC.
  • Mempunyai 2 toilet di kedua ujung kereta
  • Terdapat papan informasi dan dapat menunjukkan posisi KA

Dengan jumlah penumpang yang lebih sedikit, maka kereta ekonomi varian ini terasa lebih longgar dan nyaman dibandingkan dengan yang varian biasa.

Pada varian kereta ekonomi Kemenhub ini terdapat beberapa unit kereta yang mendukung penumpang disabilitas. Beberapa unit kereta ini hampir sama secara bentuk kursi atau interiornya. Yang membedakan adalah adanya toilet yang lebih luas serta tempat untuk meletakkan kursi roda untuk kaum disabilitas, berada di ujung yaitu di depan tempat duduk nomor 1CD dan 16AB. Selain itu, Kapasitas tempat duduknya hanya 64 penumpang yang terdiri dari 16 baris tempat duduk.

Setelah 2014, kereta ekonomi AC Kemenhub disamakan livery-nya seperti KA Jayabaya, dengan pintu berwarna oranye, meski pada awalnya terdapat kesalahan pengecatan warna pintu dalam beberapa unit kereta menjadi warna biru, yang seharusnya untuk kelas eksekutif.

Pada September 2023, KAI memberikan bocoran untuk pertama kalinya beberapa unit kereta ekonomi AC Kemenhub mengalami perombakan di Balai Yasa Manggarai, Jakarta. Perombakan yang dilakukan berupa perubahan interiornya dan pengurangan jumlah tempat duduk dari 80 menjadi 72 tempat duduk. Kereta hasil perombakan ini diberi nama "Kereta Ekonomi New Generation"; dialokasikan untuk Kereta api Jayabaya yang sudah dioperasikan mulai 25 September 2023.

Kereta ekonomi New Image produksi 2016

sunting
 
Interior Kereta api Kelas Ekonomi New Image K3 2016

Pada tanggal 4 Juli 2016, PT Kereta Api Indonesia meluncurkan rangkaian kereta ekonomi produksi 2016 yang diberi nama kereta ekonomi new image. Kereta ekonomi varian ini diklaim memiliki kenyamanan dan keeleganan seperti kelas eksekutif. Rangkaian ini diproduksi oleh PT INKA Madiun dan dipesan sebanyak lima set. Peluncuran kereta ekonomi varian ini dilaksanakan menjelang musim mudik 2016 untuk menghadapi angkutan lebaran 2016 yang diperkirakan akan meningkat tajam. Awalnya, kereta ekonomi ini digunakan untuk kereta api Kutojaya Utara ekstra lebaran sebagai angkutan lebaran pada saat itu. Kereta tersebut memiliki fasilitas AC, televisi, dan tempat duduk standar kelas ekonomi sebanyak 80 tempat duduk (40 tempat duduk menghadap ke depan dan 40 lainnya ke belakang)[3]

Kereta api tersebut kemudian direncanakan untuk mengganti rangkaian kereta api bisnis milik Fajar, Senja Utama Yogya dan kereta api Mutiara Selatan yang kemudian dimutasi untuk depo kereta lainnya. Akan tetapi, kereta tersebut kemudian dikritik oleh sejumlah pengguna jasa dan bahkan sampai kepada para pecinta kereta api (railfans) karena jarak antar kursi yang sempit dan mengakibatkan kaki penumpang tidak leluasa. Oleh karena itulah, PT KAI memutuskan menarik kereta ekonomi tersebut dan mengembalikan sejumlah rangkaian lama untuk tiga kereta api tersebut. Kereta ekonomi kemudian dijalankan hanya di sebagian KA jarak menengah saja, menanti giliran desain ulang kereta tersebut.[4]

Rangkaian kereta ekonomi varian ini kebanyakan dialokasikan ke KA jarak menengah seperti Kereta api Kaligung (Semarang Poncol-Brebes pp), kereta api Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasar Turi-Semarang Poncol pp), Kereta api Menoreh (Semarang Tawang-Pasarsenen pp). Ada juga beberapa unit kereta ekonomi varian ini yang dialokasikan pada layanan kelas campuran seperti Kereta api Argo Cheribon (Gambir-Tegal/Cirebon pp). Karakteristiknya adalah kaca panorama dupleks (seperti Kereta api Argo Bromo Anggrek), tempat duduk yang menghadap ke tengah rangkaian (dengan pivot tempat duduk nomor 11 dan 12), serta jarak tempat duduk menyerupai jarak antar tempat duduk kelas ekonomi di Boeing 747.

Kereta ekonomi Premium

sunting

Kereta mild steel produksi 2017

sunting
 
Interior Kereta kelas ekonomi premium pada Malam Hari

Kereta ekonomi premium merupakan varian kereta ekonomi terbaru PT Kereta Api Indonesia. Kereta ini merupakan kereta hasil produksi PT INKA Madiun, serta memiliki dimensi dan karakteristik tempat duduk yang sama seperti kereta api ekonomi varian new image. Perbedaan yang ada meliputi tempat duduk yang memiliki tuas reclining (kecuali kursi khusus difabel yang memiliki karakteristik seperti kelas bisnis, yakni kursi di baris ujung yang bisa digeser arah hadapnya), besi di bawah kursi dihilangkan agar kaki terasa nyaman saat menapaki lantai, dipasangnya empat unit televisi, serta adanya lampu baca. Kereta ini menggunakan livery yang berbeda, yakni strip berwarna merah-kuning-merah dengan ornamen bunga teratai dan logo PT KAI di tengahnya[5].

Pada tanggal 15 Juni 2017, kereta ekonomi varian ini dijalankan pertama kali untuk keperluan arus mudik-lebaran sebagai kereta api Mataram Premium (Lempuyangan-Pasarsenen pp), Mantab Premium (Madiun-Semarang Tawang-Pasarsenen pp), dan GBMS Premium (Surabaya Gubeng-Pasarsenen pp). Sedangkan kereta api Tawang Jaya Premium (Semarang Poncol-Pasarsenen pp) menyusul dijalankan pada tanggal 20 Juni 2017. Mulai tanggal 26 September 2017, rangkaian ekonomi premium juga dialokasikan untuk KA Wijayakusuma (Solo Balapan-Yogyakarta-Cilacap pp). Kemudian pada 2 hari berikutnya, KA GBMS Premium dioperasikan secara reguler dengan perubahan namanya menjadi kereta api Jayakarta Premium.[6]

Pada Nataru 2017-2018, rangkaian kereta ekonomi varian ini sebagian besar hanya dialokasikan untuk kereta api tambahan saja, di antaranya kereta api Tawang Jaya Premium (Semarang-Pasar Senen pp), Argo Parahyangan Premium (Gambir-Bandung pp.), kereta api Tambahan SGU-ML pp (Surabaya Gubeng-Malang pp, yang di kemudian hari sempat diregulerkan dengan nama kereta api Songgoriti), dan kereta api Mutiara Timur Tambahan (Yogyakarta-Banyuwangi Baru pp).[7][8] Sejak 2019, beberapa unit kereta ekonomi varian ini dimutasi dan juga mulai digunakan di Sumatra.

Kereta stainless steel produksi 2018-2019

sunting

Pada tanggal 19 Januari 2018, PT KAI mengujicobakan rangkaian kereta kelas ekonomi terbarunya setelah selesai manufaktur dari PT INKA. Rangkaian ini memiliki perbedaan dengan rangkaian kereta produksi sebelumnya, yakni eksteriornya menggunakan bahan stainless steel (sehingga tampak mengkilap; berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan bahan mild steel) dengan livery pita warna oranye di tengah kereta diapit dua pita berwarna abu-abu muda kebiruan yang masing-masing terletak di sisi pintu, serta logo PT KAI di bagian dekat pintu kiri. Untuk interior masih sama dengan kereta api ekonomi produksi 2017 dengan perbedaan pada lampu hias serta adanya port audio jack.

Rangkaian ini merupakan rangkaian kelas ekonomi pertama sejak varian ekonomi AC Kemenhub 2010 yang tidak menyertakan kereta difabel, serta rangkaian pertama yang memiliki kereta makan kelas eksekutif (M1) dan pembangkit (P), tidak lagi menggunakan Kereta Restorasi Berpembangkit (MP3) untuk sumber dayanya.

Penomoran

sunting

Format penomoran lama untuk kereta kelas ekonomi yaitu K3-xxyzz ddd. Artinya, K3 adalah kereta penumpang ekonomi, xx adalah tahun mulai operasi, y adalah jenis bogie, dan zz (nomor urut), serta ddd merupakan kepemilikan depo. Misalnya: K3-65590 artinya kereta kelas 3 (ekonomi) yang mulai dinas tahun 1965 dengan jenis bogie K5 urutan ke-90 ditambah dua atau tiga alfabet yang artinya kereta itu milik depo tertentu.

Dengan berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 Tahun 2010, penomoran diubah. Semua kereta penumpang menggunakan format penomoran K3 x yy zz. Artinya, K3 adalah kereta penumpang ekonomi, x adalah jenis penarik: 0 untuk lokomotif, 1 untuk Kereta Rel Listrik, 2 untuk Kereta Rel Diesel Elektrik, dan 3 untuk Kereta Rel Diesel Hidraulis; yy adalah tahun operasi, dan zz adalah nomor urut dalam produksi keseluruhan pada tahun yy. Contoh: K3 0 24 44 JAKK, artinya kereta ekonomi yang ditarik lokomotif (0) mulai dinas tahun 2024 (24), dan memiliki nomor urut 44 dalam produksi keseluruhan tahun 2024, serta diikuti oleh dua sampai empat huruf alfabet yang menandakan kepemilikan depo ini; Jakarta Kota (JAKK).

Kereta api kelas ekonomi di Indonesia

sunting

Layanan kereta api antarkota kelas ekonomi premium di Pulau Jawa

Jalur Nama kereta api Relasi perjalanan Jenis rangkaian Depo Kereta
Lintas utara Jawa Ambarawa Ekspres Semarang Poncol Surabaya Pasarturi Baja nirkarat Surabaya Pasarturi
Kertajaya Pasar Senen
Lintas tengah Jawa Kutojaya Utara Jakarta Kota Kutoarjo Kutoarjo
Jayakarta Pasar Senen Surabaya Gubeng Baja ringan Jakarta Kota

Layanan kereta api antarkota kelas ekonomi premium di Pulau Sumatra

Nama kereta api Relasi perjalanan Jenis rangkaian Depo Kereta
Kuala Stabas Tanjungkarang Baturaja Baja ringan Tanjungkarang
Datuk Belambangan Tebing Tinggi Lalang Medan

Layanan kereta api antarkota kelas ekonomi di Pulau Jawa

Jalur Nama kereta api Relasi perjalanan Jenis rangkaian Depo kereta
Lintas utara Jawa Ambarawa Ekspres Semarang Poncol Surabaya Pasarturi Baja ringan Semarang Poncol
Tawang Jaya Pasar Senen Semarang Poncol
Menoreh Semarang Tawang
Airlangga Surabaya Pasarturi Surabaya Pasarturi
Majapahit Malang (via Semarang Tawang) Malang
Matarmaja Solo Balapan
Lintas tengah Jawa Progo Lempuyangan Yogyakarta
Jaka Tingkir Purwosari Solo Balapan
Bengawan
Lintas selatan Jawa Cikuray Garut (via Kiaracondong) Jakarta Kota
Kutojaya Selatan Kiaracondong Kutoarjo Kutoarjo
Serayu Pasar Senen Purwokerto (via Kiaracondong) Purwokerto
Sri Tanjung Lempuyangan Ketapang (via Surabaya Kota) Ketapang
Pasundan Kiaracondong Surabaya Gubeng Bandung
Kahuripan Blitar
Lintas timur Jawa Probowangi Surabaya Gubeng Ketapang Sidotopo
Tawang Alun Malang Kotalama Ketapang

Layanan kereta api antarkota kelas ekonomi di Pulau Sumatra

Nama kereta api Relasi perjalanan Jenis rangkaian Depo kereta
Rajabasa Kertapati Tanjungkarang Baja ringan TNK
Serelo Lubuklinggau KPT
Putri Deli Medan Tanjungbalai MDN

Layanan kereta api lokal kelas ekonomi di Pulau Jawa dan Sumatra

Nama kereta api Relasi perjalanan Jenis rangkaian Depo kereta
Siliwangi Sukabumi Cipatat Baja ringan JAKK
Commuter Line Merak Merak Rangkasbitung RK (KAI Commuter)
Commuter Line Walahar Cikarang Purwakarta BD (KAI Commuter)
Commuter Line Jatiluhur Cikampek
Commuter Line Bandung Raya Purwakarta Cicalengka
Padalarang
Commuter Line Garut Purwakarta Garut
Cibatu
Padalarang
Blora Jaya Semarang Poncol Cepu SMC
Commuter Line Dhoho dan Penataran Surabaya Kota Blitar (via Kertosono) SDT, dan ML (KAI Commuter)
Blitar (via Malang)
Commuter Line Tumapel Malang
Commuter Line Supas Pasuruan SDT (KAI Commuter)
Commuter Line Jenggala Mojokerto
Mojokerto Sidoarjo
Commuter Line Arjonegoro Bojonegoro SBI (KAI Commuter)
Commuter Line Blorasura Surabaya Pasarturi Cepu
Commuter Line Sindro Indro Sidoarjo
Pandanwangi Ketapang Jember KTG
Bus rel Kertalaya Kertapati Indralaya KPT
Sri Lelawangsa Bandara Kualanamu Kuala Bingai MDN (KAI Bandara)
Siantar Ekspres Medan Siantar MDN
Pariaman Ekspres Pauh Lima Naras PD
Padang

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

(Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia Diarsipkan 2015-11-25 di Wayback Machine.