Stasiun Blitar

stasiun kereta api di Indonesia


Stasiun Blitar (BL) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Kepanjenkidul, Kepanjenkidul, Blitar; pada ketinggian +167 meter; dan termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VII Madiun serta KAI Commuter dengan jarak 92½ km arah tenggara dari Kertosono dan 168 km arah timur laut dari Surabaya Gubeng. Stasiun ini melayani semua layanan kereta api penumpang maupun barang yang melintasi jalur percabangan Kertosono–Blitar dari lintas tengah dan selatan Pulau Jawa beserta Blitar–Bangil dari lintas timur Jawa.

Stasiun Blitar
Kereta Api Indonesia
D29P35

Pintu masuk Stasiun Blitar, 2019
Lokasi
Koordinat8°06′05″S 112°09′46″E / 8.1012675°S 112.1627659°E / -8.1012675; 112.1627659Koordinat: 8°06′05″S 112°09′46″E / 8.1012675°S 112.1627659°E / -8.1012675; 112.1627659
Ketinggian+167 m
Operator
Letak
km 122+895 lintas Bangil-Blitar-Kertosono[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur8 (jalur 2: sepur lurus)
LayananKereta api penumpang
Lintas utara Jawa: Brantas, Majapahit, Matarmaja, dan Brawijaya
Lintas tengah Jawa: Singasari, Kertanegara, Malioboro Ekspres, dan Gajayana
Lintas selatan Jawa: Kahuripan dan Malabar
Lokal: Commuter Line (Dhoho dan Penataran)

Kereta api barang
Lintas tengah Jawa: Parcel ONS Tengah
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe B
Sejarah
Dibuka16 Juni 1884
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Terminus Commuter Line Dhoho
Blitar–Kertosono
Rejotangan
ke arah Kertosono
Rejotangan Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota–Blitar
Terminus
Garum Commuter Line Penataran
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Tempat naik/turun Pos kesehatan Pertokoan/area komersial Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Di bagian dalam stasiun terdapat patung beserta foto tentang Presiden Indonesia pertama, Soekarno, untuk mengingatkan bahwa Soekarno dimakamkan di Blitar. Sementara itu, terdapat depo kereta di sebelah selatan stasiun.

Terkait adanya perubahan kewilayahan stasiun-stasiun milik PT KAI, stasiun ini bersama dengan Stasiun Talun dan Stasiun Garum—sebelumnya termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya—kini masuk ke dalam Daerah Operasi VII Madiun sejak 1 Agustus 2016.[3]

Ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Rejotangan, terdapat Stasiun Bendo yang kini telah dinonaktifkan dan bangunannya sudah lama dirobohkan. Sedangkan ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Garum, terdapat Halte Gebang yang kini juga dinonaktifkan, tetapi bangunannya masih utuh.

Sejarah

sunting
 
Bangunan generasi pertama Stasiun Blitar
 
Gerbong-gerbong yang sedang parkir di Stasiun Blitar saat terjadi letusan Gunung Kelud, 1919

Stasiun Blitar diresmikan pada 16 Juni 1884 sebagai bagian dari pembangunan jalur ruas Tulungagung–Blitar oleh Staatsspoorwegen, kemudian jalur dari Blitar menuju Malang terhubung sepenuhnya oleh jalur kereta api pada tahun 1896.[4][5][6]

Menurut sejarah, stasiun ini beserta sejumlah stasiun lainnya di "jalur kantung" pernah terkena dampak letusan Gunung Kelud pada Mei 1919 yang menyebabkan kegiatan di wilayah Blitar lumpuh.[7]

Bangunan Stasiun Blitar yang saat ini bukan merupakan bangunan asli karena bangunannya telah dilakukan renovasi. Salah satu ciri khas yang tampak pada bangunan hasil renovasi, yaitu adanya langgam arsitektur yang terinspirasi dari Art Deco sekitar tahun 1950-an.[8]

Bangunan dan tata letak

sunting

Stasiun Blitar memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus ditambah satu jalur menuju area depo kereta dan subdepo lokomotif, tetapi hanya jalur 1–3 yang sering digunakan untuk kedatangan dan keberangkatan kereta api.

Area depo kereta api dan subdepo lokomotif
Jalur 5 Jalur parkir rangkaian kereta api
Jalur 4
Jalur 3 Jalur parkir rangkaian kereta api
  Pemberhentian kereta api antarkota
D Commuter Line Dhoho, dari dan tujuan Kertosono (Rejotangan)
D Commuter Line Dhoho, dari dan tujuan Surabaya Kota via Kertosono
(Garum) P Commuter Line Penataran, dari dan tujuan Surabaya Kota via Malang
Peron pulau
Jalur 2 Sepur lurus
  Pemberhentian kereta api antarkota
D Commuter Line Dhoho, dari dan tujuan Kertosono (Rejotangan)
D Commuter Line Dhoho, dari dan tujuan Surabaya Kota via Kertosono
(Garum) P Commuter Line Penataran, dari dan tujuan Surabaya Kota via Malang
Peron pulau
Jalur 1   Pemberhentian kereta api antarkota
D Commuter Line Dhoho, dari dan tujuan Kertosono (Rejotangan)
D Commuter Line Dhoho, dari dan tujuan Surabaya Kota via Kertosono
(Garum) P Commuter Line Penataran, dari dan tujuan Surabaya Kota via Malang
Peron sisi
G Bangunan utama stasiun

Di sekeliling dinding ruang tunggu stasiun terdapat patung dan poster foto-foto besar Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, disertai sekelumit kisah hidupnya setelah dilakukan renovasi pada tahun 2013–2014 dan mengalami beberapa pembangunan kembali pada awal tahun 2019. Selain untuk mengingatkan bahwa Bung Karno dimakamkan di Kota Blitar, hal ini bertujuan untuk mengajak masyarakat masa kini untuk mengenang jasa kepahlawanan serta meneladani sifat dan sikapnya.[9] Selain diorama, stasiun ini juga memajang patung Bung Karno di depannya.[10]

Di sebelah selatan dan barat daya stasiun ini berturut-turut terdapat depo kereta dan jembatan putar lokomotif. Depo tersebut sempat tidak digunakan selama beberapa tahun hingga akhirnya digunakan kembali sejak tahun 2017, bersamaan dengan perpanjangan lintas pelayanan KA Singasari (sebelumnya bernama KA Krakatau), KA Brantas, dan KA Kahuripan yang sebelumnya hanya sampai Kediri.

Layanan kereta api

sunting

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2023.[11]

Penumpang

sunting

Antarkota

sunting
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Brawijaya Imperial Gambir Malang Via Semarang TawangSolo Jebres
Eksekutif
Campuran
Brantas Eksekutif Blitar Pasar Senen Via Solo JebresSemarang Tawang
Ekonomi
Ekonomi
Majapahit Ekonomi Pasar Senen Malang Via Semarang TawangSolo Jebres
Matarmaja
Lintas tengah Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Gajayana Luxury Gambir Malang Via CirebonYogyakarta
Eksekutif
Campuran
Singasari Eksekutif Blitar Pasar Senen Via LempuyanganCirebon
Ekonomi
Malioboro Ekspres Eksekutif Purwokerto Malang Via YogyakartaBlitar
Ekonomi
Kertanegara Eksekutif
Ekonomi
Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Campuran
Malabar Eksekutif Bandung Malang Via TasikmalayaYogyakarta
Ekonomi Premium
Ekonomi
Kahuripan Ekonomi Blitar Kiaracondong Via LempuyanganTasikmalaya
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
D Dhoho Blitar Kertosono Perjalanan KA menuju Kertosono hanya jadwal malam, sedangkan sebaliknya hanya jadwal pagi.
Surabaya Kota Via Kertosono
P Penataran Via Malang

Barang

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas tengah Jawa
Angkutan logistik ONS Parcel Tengah Kampung Bandan Malang Via PurwokertoLempuyangan

Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang

Insiden

sunting

Pada tanggal 1 Juni 2023, grafik perjalanan kereta api 2023 berlaku sehingga terdapat perubahan pola perjalanan kereta api Commuter Line Dhoho dan Penataran. Hal ini mengakibatkan para penumpang kereta api Dhoho dan Penataran harus turun di Stasiun Blitar apabila ingin melanjutkan perjalanan. Kejadian ini dikritik karena menimbulkan insiden desak-desakan di antara penumpang rutin kedua KA tersebut.[12] Setelah mendapat banyaknya keluhan dari penumpang, per 15 Juli 2023, KAI Commuter Wilayah VIII Surabaya memutuskan untuk mengembalikan pola operasi kedua KA tersebut menjadi rute lingkar meskipun tanpa perubahan jadwal.[13]

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ "Daop Madiun Tambah Tiga Stasiun Kereta Api - ANTARA News Jawa Timur". ANTARA News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-03-31. Diakses tanggal 2018-03-31. 
  4. ^ "Blitar: Stasiun Antik Berumur 130 Tahun". Majalah KA, Juni 2007.
  5. ^ Staatsspoorwegen Ned. Indië (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  7. ^ Gunn, Angus M. (Angus Macleod), 1920- (2008). Encyclopedia of disasters : environmental catastrophes and human tragedies. Westport, Conn.: Greenwood Press. ISBN 978-0-313-08747-9. OCLC 212958719. 
  8. ^ Pandu Aji. "Info dan Foto Foto dan Sejarah Stasiun Blitar". Jelajah Blitar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-01-31. 
  9. ^ "Menyusuri Perjalanan Kereta Api Melewati Stasiun-Stasiun Di Blitar – Info Kereta Api". Diakses tanggal 2018-12-19. 
  10. ^ Hadi, Samsul. "Pertama di Indonesia, Stasiun Blitar Kini Punya Patung Bung Karno, Langsung Jadi Objek Foto Warga". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2020-01-31. 
  11. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 14 April 2023. hlm. 56. Diakses tanggal 12 Mei 2023 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 
  12. ^ Kurniawan, Kukuh (24 Mei 2023). "Gapeka 2023 Berpengaruh ke KA Dhoho dan KA Penataran". Harian Surya. Malang: KG Media. Diakses tanggal 27 Mei 2023. 
  13. ^ Hadi, Samsul (13 Juli 2023). "Operasi Commuter Line Dhoho-Penataran Kembali ke Pola Awal, Stasiun Blitar Tak Lagi Jadi Transit". Harian Surya. Kediri: KG Media. 

Pranala luar

sunting
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bendo
ke arah Kertosono
Kertosono–Bangil Gebang
ke arah Bangil