Buka menu utama

Stasiun Cibatu

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Cibatu (CB) (Aksara Sunda Baku: ᮞ᮪ᮒᮞᮤᮇᮔ᮪ ᮎᮤᮘᮒᮥ, Stasion Cibatu) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Cibatu, Cibatu, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +612 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan saat ini merupakan stasiun kereta api aktif terbesar di Kabupaten Garut.

Stasiun Cibatu
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun CB.png
  • Singkatan: CB
  • Nomor: 1613
Stasiun Cibatu Depan.jpg
Stasiun Cibatu tampak depan
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KabupatenGarut
KecamatanCibatu
DesaCibatu
Kode pos44185
Koordinat7°06′00″S 107°58′46″E / 7.1001147°S 107.9794667°E / -7.1001147; 107.9794667Koordinat: 7°06′00″S 107°58′46″E / 7.1001147°S 107.9794667°E / -7.1001147; 107.9794667
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Kelas stasiun[1]II
Ketinggian+612 m
Letak[2]
LayananPangandaran, Pasundan, Kahuripan (arah Blitar), Serayu (jadwal pagi), Kutojaya Selatan Tambahan, Lokal Bandung Raya, Lokal Cibatu/Simandra, dan Galunggung
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
menuju Purwakarta
Lokal Cibatu (Simandra)
Purwakarta–Cibatu, p.p.
Terminus
menuju Padalarang
Lokal Bandung Raya
Padalarang-Cibatu
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya
Toilet: Ya
Area komersial: Ya
Parkir sepeda: ? Tempat ibadah: Ya


Overkapping sisi barat Stasiun Cibatu, 2018

Lokasi stasiun ini kurang lebih 21 kilometer di sebelah utara ibu kota Kabupaten Garut. Posisi dan ukuran stasiun yang relatif besar ini menjadikan stasiun ini menjadi stasiun utama keberangkatan bagi warga Garut untuk bepergian ke berbagai jurusan di Jawa dengan kereta api.

Stasiun ini dahulu memiliki percabangan menuju Garut–Cikajang, namun dinonaktifkan sejak 1983 karena kalah bersaing dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum. Saat ini jalur tersebut sedang dalam proses reaktivasi, tetapi untuk tahap awal hanya sampai Garut saja.[3]

Daftar isi

SejarahSunting

 
Stasiun Cibatu pada tahun 1918, pada masa kolonial Belanda
(Dok. Tropenmuseum)

Stasiun Cibatu dibuka pada tanggal 14 Agustus 1889 setelah diresmikannya jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Cicalengka dengan Cilacap oleh Staatsspoorwegen, maskapai kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda. Jalur yang menuju Garut juga diresmikan pada tanggal yang sama. Untuk perpanjangan jalur yang menuju Cikajang dibuka pada tanggal 1 Agustus 1930 oleh SS.[4]

Pada era kolonial Belanda, Stasiun Cibatu merupakan stasiun primadona karena menjadi tempat pemberhentian wisatawan Eropa yang ingin berlibur ke daerah Garut. Dalam buku Seabad Grand Hotel Preanger 1897-1997 yang ditulis oleh Haryoto Kunto, antara tahun 1935-1940 setiap hari di stasiun Cibatu diparkir selusin taksi dan limousine milik hotel-hotel di Garut, di antaranya Hotel Papandayan, Villa Dolce, Hotel Belvedere, Hotel Van Hengel, Hotel Bagendit, Villa Pautine, dan Hotel Grand Ngamplang. Saat itu daerah Garut dengan kondisi alamnya yang indah memang merupakan daerah favorit wisatawan yang berasal dari Eropa.

Komedian legendaris Charlie Chaplin pada tahun 1927 pernah menjejakkan kakinya di stasiun ini. Saat itu Charlie Chaplin bersama aktris Mary Pickford sedang dalam perjalanan liburan ke Garut.[5]

Selain Chaplin, tokoh lain yang tercatat menjejakkan kaki di Stasiun Cibatu adalah Georges Clemenceau. Dia adalah pendiri koran La Justice (1880), L'Aurore (1897), dan L'Homme Libre (1913); sekaligus penulis politik terkemuka. Clemenceau menjadi Perdana Menteri Prancis dalam dua periode, yakni 1906-1909 dan 1917-1920.[5]

Setelah kemerdekaan Indonesia, tahun 1946, Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir Soekarno, juga sempat berkunjung ke Stasiun Cibatu dalam rangkaian perjalanan menggunakan kereta api luar biasa melalui jalur selatan. Sepanjang perjalanan tersebut, rakyat di kota-kota kecil meminta Soekarno untuk turun di setiap stasiun (termasuk Stasiun Cibatu) dan berpidato.[5]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Traksi ganda kereta api barang di Stasiun Cibatu, saat PJKA menggunakan logo segilima biru.

Stasiun ini memiliki empat jalur aktif dengan jalur 2 sebagai sepur lurus.

Di sisi utara stasiun terdapat dipo lokomotif yang dahulunya dimanfaatkan sebagai tempat perbaikan dan pemeliharaan lokomotif uap. Dipo lokomotif ini berfungsi pula sebagai dipo lokomotif cadangan jika ada lokomotif yang harus diganti dalam perjalanan karena kerusakan atau jika ada lokomotif dengan rangkaian yang membutuhkan tenaga tambahan (biasanya traksi ganda). Pada tahun 1983, seiring ditutupnya jalur Cibatu-Garut-Cikajang, dipo tersebut tidak lagi beroperasi sebagai salah satu dipo utama. Saat ini dipo tersebut hanya berstatus sebagai sub dipo.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi ACSunting

Lokal/komuter ekonomi ACSunting

Persilangan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Cibatu per Januari 2019 (revisi Gapeka 2017).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
379 Lokal Bandung Raya (Cibatu-Padalarang) Padalarang (PDL) Lokal Ekonomi AC - 05.10
180 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC 06.58 07.05
12492 Galunggung Tasikmalaya (TSM) Lokal Ekonomi AC 07.46 07.51
395 Lokal Cibatu/Simandra Purwakarta (PWK) - 10.00
12412 Pangandaran Banjar (BJR) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 10.31 10.35
218/215 Serayu Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 11.52 11.57
12445 Galunggung Bandung Kiaracondong (KAC) Lokal Ekonomi AC 12.34 12.37
12410 Pangandaran Banjar (BJR) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 13.14 13.18
216/217 Serayu Kroya (KYA) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi AC 14.20 14.28
12377 Pangandaran Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 16.38 16.40
12379 Bandung Hall (BD) 18.42 18.46
182 Kahuripan Blitar (BL) Ekonomi AC 19.30 19.33
396 Lokal Cibatu/Simandra Cibatu (CB) Lokal Ekonomi AC 21.21 -
179 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 21.51 22.11
350A Lokal Bandung Raya (Padalarang-Cibatu) Cibatu (CB) Lokal Ekonomi AC 22.57 -
  • PLB Tambahan (beroperasi pada masa lebaran, natal-tahun baru, ataupun terkadang di akhir pekan tertentu)
No. PLB KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7046 Kutojaya Selatan Tambahan Kutoarjo (KTA) Bisnis & Ekonomi AC 00.54 00.56
7045 Bandung Kiaracondong (KAC) 18.16 18.23

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Media, Kompas Cyber. "Fakta di Balik Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Ancam Jalan Kampung hingga Tarif Murah Meriah". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-02-09. 
  4. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ a b c Media, Kompas Cyber (2010-09-05). "Jejak Charlie Chaplin di Stasiun Cibatu - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-22. 

Pranala luarSunting