Stasiun Purwokerto

stasiun kereta api di Kabupaten Banyumas, Indonesia

Stasiun Purwokerto (PWT) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di pinggir Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, tepatnya di kelurahan Kober, kecamatan Purwokerto Barat, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Stasiun yang terletak pada ketinggian +75 m ini merupakan stasiun utama wilayah Banyumasan di provinsi Jawa Tengah di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi V Purwokerto. Sebagai stasiun besar, semua kereta api penumpang yang melewati jalur kereta api Prupuk–Kroya/jalur lintas selatan pulau Jawa pasti berhenti di stasiun ini.

Stasiun Purwokerto
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun PWT.png
Stasiun Purwokerto.jpg
Tampak depan Stasiun Purwokerto, 2021
LokasiJalan Stasiun Purwokerto
Kober, Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah 53132
Indonesia
Koordinat7°25′09″S 109°13′19″E / 7.4191499°S 109.2218417°E / -7.4191499; 109.2218417Koordinat: 7°25′09″S 109°13′19″E / 7.4191499°S 109.2218417°E / -7.4191499; 109.2218417
Ketinggian+75 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi V Purwokerto
Letak dari pangkal
Jumlah peron5 (satu peron sisi dan empat peron pulau yang sama-sama cukup tinggi)
Jumlah jalur7 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • PWT
  • 2110
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 Juli 1916
Nama sebelumnyaStation Poerwokerto SS, Poerwokerto-West
Operasi layanan
Serayu, Bima, Jayakarta, Gajayana, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Fajar dan Senja Utama Solo, Mataram, Bengawan, Taksaka, Fajar dan Senja Utama Yogya, Progo, Singasari, Sawunggalih, Purwojaya, Kertanegara, Logawa, Ranggajati, Kamandaka, Joglosemarkerto, Angkutan semen Indocement, dan Angkutan logistik ONS.
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Tempat naik/turun Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Cetak tiket mandiri Toilet Musala VIP Pertokoan/area komersial Isi baterai Restoran Ruang/area tunggu Tempat bermain anak Pos kesehatan Ruang menyusui Area merokok 
Tipe persinyalan
Diagram lintasan stasiun
ke Karanggandul
ke depo kereta
dan gerbong
ke
depo lokomotif
dan turntable
Eks JPL 360
Underpass Jend. Sudirman
Jl. Raya Ajibarang-Purwokerto
ke Notog
ke Purwokerto Timur
Lokasi pada peta

Saat ini lintas jalur pada stasiun ini sudah berupa jalur ganda. Dengan adanya jalur ganda tersebut, rute Jakarta-Purwokerto via Cirebon maupun sebaliknya kini sudah dapat ditempuh selama 5–5,5 jam saja.

SejarahSunting

 
Stasiun Purwokerto dipotret dari emplasemen pada tahun 1920-an

Stasiun Purwokerto merupakan stasiun yang baru diresmikan pada tanggal 1 Juli 1916 oleh perusahaan kereta api Staatsspoorwegen (SS).[5] Stasiun yang lebih tua di Purwokerto berada di tengah kota Purwokerto, yang dibangun oleh Serajoedal Stoomtram Maatschappij pada tahun 1893-1896.[6]

Stasiun ini dibangun pada jalur Cirebon-Kroya milik SS. Jalurnya kemudian dibangun menuju Stasiun Purwokerto Timur sehingga memungkinkan perjalanan dari Jakarta menyambung ke Wonosobo atau Purbalingga maupun sebaliknya, tetapi sayangnya sejak tahun 1978 jalur menuju Wonosobo sudah dinonaktifkan.[7] Kini di sepanjang bekas jalur tersebut sudah dilayani angkutan terusan berupa minibus sejak 23 November 2018.[8] Berdasarkan Lampiran Perpres No. 79 tahun 2019, jalur kereta api ini rencananya akan diaktifkan kembali guna mendukung pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas antarkawasan melalui pengembangan angkutan massal yang mudah dan cepat.[9]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Emplasemen Stasiun Purwokerto

Stasiun Purwokerto awalnya memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Sejak pengoperasian jalur ganda segmen Purwokerto–Patuguran per 9 September 2009,[10][11] terdapat jalur 6 yang baru untuk parkir lokomotif dan rangkaian KA, jalur 6 yang lama dijadikan sebagai jalur 7 dan bercabang tiga untuk langsiran KA dari dan ke depo lokomotif maupun depo kereta yang terletak di sebelah utara stasiun, serta jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus dari arah Prupuk. Semua jalur selain jalur-jalur yang terhubung dengan depo tersebut terhubung langsung dengan jalur utama.

Berikutnya, per 28 Januari 2019,[12] dengan selesainya pembangunan jalur ganda segmen Purwokerto–Kroya, jalur 3 sepenuhnya dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Kroya saja dan sistem persinyalan elektrik lama khas dari Daop V sudah digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.

Di stasiun ini terdapat depo lokomotif yang sangat bersih, yang justru menjadikannya sebagai depo terbaik di Jawa Tengah. Selain itu, terdapat pula depo kereta yang berfungsi untuk menyimpan dan merawat rangkaian KA, khususnya milik Daop V itu sendiri.

Ciri khasSunting

Ciri khas yang dimiliki stasiun ini adalah diperdengarkannya lagu "Di Tepinya Sungai Serayu" dalam format keroncong karya R. Soetedja Poerwodibroto sebagai bel penanda kedatangan kereta api penumpang di seluruh stasiun besar Daerah Operasi V Purwokerto.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

Jalur lintas utara JawaSunting
Kelas campuranSunting
Jalur lintas selatan JawaSunting
Kelas eksekutifSunting
Kelas campuranSunting
Kelas ekonomiSunting

LokalSunting

BarangSunting

Antarmoda pendukungSunting

Jenis angkutan umum Rute
Minibus KAI Daop V[8] Purwokerto–PurbalinggaBanjarnegaraWonosobo, p.p.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  5. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor en Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Zuhdi, Susanto (2002). Cilacap (1830-1942): bangkit dan runtuhnya suatu pelabuhan di Jawa. Jakarta: Gramedia. 
  7. ^ Suhendra. "Dibangun Zaman Belanda, Rel Kereta Banyak 'Mati' di Era Orde Baru". detikfinance. Diakses tanggal 2018-04-09. 
  8. ^ a b "PT KAI Luncurkan Feeder Wonosobo-Stasiun Purwokerto". Suara Merdeka. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-11-25. Diakses tanggal 2018-11-25. 
  9. ^ Lampiran Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, Dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang
  10. ^ "PT KAI Ujicoba Rel Ganda Purwokerto-Patuguran". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2009-06-23. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  11. ^ Media, Kompas Cyber. "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  12. ^ Heksantoro, Rinto. "Uji Coba Jalur Ganda, Perjalanan KA Jalur Selatan Terganggu". detiknews. Diakses tanggal 2019-01-31. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Karanggandul
ke arah Prupuk
Prupuk–Kroya Notog
ke arah Kroya
Terminus Purwokerto–Wonosobo Purwokerto Timur
ke arah Wonosobo