Kereta api Gajahwong

kereta api eksekutif dan ekonomi AC plus di Indonesia
(Dialihkan dari Kereta api Gajah Wong)

Kereta api Gajahwong (Hanacaraka:ꦒꦗꦃ​ꦮꦺꦴꦁ, Gajahwong) merupakan kereta api penumpang kelas eksekutif & ekonomi plus yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta yang melayani lintas Lempuyangan - Pasar Senen dan sebaliknya. Kereta api ini memiliki waktu keberangkatan yang berlawanan dengan kereta api Bogowonto.

Kereta api Gajahwong
New Papan Nama KA Gajahwong khas Daop 6.png
KA Gajahwong melintas langsung Stasiun Cikampek 01.jpg
Kereta api Gajahwong saat akan melintas langsung Stasiun Cikampek
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta
Mulai beroperasi24 Agustus 2011
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.440 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalLempuyangan
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh512 km
Waktu tempuh reratarata-rata 8-9 jam
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif & ekonomi plus
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi plus)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas kateringAda, penumpang dapat memesan sendiri.
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan peredaran angin (tidak setiap kursi)
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201/CC203/CC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal143-144
Peta rute
Lintas KA Solo-Yogyakarta-Kutoarjo-Jakarta
Untuk Kereta api: Mulai 1 Desember 2019
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Ketanggungan
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Cirebon
Jatibarang
Haurgeulis
Ke Bandung
Cikampek
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Gambir
Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:

1. Stasiun terminus kereta api

  • Solo Balapan: KA Senja Utama Solo
  • Purwosari: KA Bengawan dan KA Purwosari
  • Lempuyangan: KA Bogowonto, KA Gajahwong, KA Jaka Tingkir, KA Progo, dan KA Mataram
  • Yogyakarta: KA Fajar/Senja Utama Yogya

2. Stasiun pemberhentian

  • Sebagian besar KA arah Jakarta berhenti di Bekasi, kecuali KA Fajar Utama Yogya dan Bogowonto
  • KA Fajar/Senja Utama Yogya dan Senja Utama Solo berhenti di Cirebon, sedangkan lainnya berhenti di Cirebon Prujakan
  • Hanya KA Jaka Tingkir arah Lempuyangan saja yang berhenti di Cikampek
  • Hanya KA Bogowonto arah Lempuyangan, Gajahwong arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Haurgeulis
  • Hanya KA Bengawan arah Purwosari, Jaka Tingkir arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Jatibarang
  • Hanya KA Bengawan arah Jakarta, Bogowonto, dan Gajahwong yang berhenti di Ciledug
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya arah Jakarta dan Gajahwong arah Lempuyangan saja yang berhenti di Ketanggungan
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya, KA Jaka Tingkir, dan KA Gajahwong yang berhenti di Bumiayu
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kroya, kecuali KA Senja Utama Solo arah Solo, Jaka Tingkir arah Lempuyangan,
    Bengawan arah Purwosari, Progo arah Lempuyangan, dan Fajar Utama Yogya arah Jakarta
  • Hanya sebagian kecil KA arah Jakarta saja yang berhenti di Sumpiuh (KA Bengawan dan Mataram)
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Gombong, kecuali KA Senja Utama Yogya arah Yogyakarta,
    Jaka Tingkir arah Lempuyangan, Fajar Utama Yogya, dan Mataram
  • Hanya KA Gajah Wong arah Jakarta dan Fajar Utama Yogya arah Yogyakarta saja yang berhenti di Karanganyar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kebumen, kecuali KA Senja Utama Solo arah Jakarta, Jaka Tingkir arah Jakarta,
    Progo arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya
  • Hanya KA Bogowonto saja yang berhenti di Jenar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Yogyakarta, kecuali KA Mataram arah Lempuyangan, Jaka Tingkir,
    Bengawan, dan Progo
  • Hanya KA Senja Utama Solo saja yang melintas langsung di Wates, Lempuyangan, dan Purwosari
  • Hanya KA Senja Utama Solo dan Bengawan yang berhenti di Klaten

Kereta api Gajahwong pertama kali diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI saat itu, Freddy Numberi, di Stasiun Jakarta Kota tanggal 24 Agustus 2011 dan merupakan kereta api ekonomi kedua yang dibuat di PT. INKA yang dilengkapi dengan pendingin udara setelah kereta api Bogowonto.

Asal usul namaSunting

 
Nama "Gajah Wong" dalam bentuk aksara Jawa. Logo ini digunakan sebagai cap untuk kereta api ini sampai tahun 2012.

Nama "Gajahwong" berasal dari salah satu sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kali Gajah Wong, yang mengalir di timur Kota Yogyakarta.

Data teknisSunting

Lintasan perjalanan Lempuyangan - Pasar Senen pp.
Lokomotif CC201, CC203, CC206
Rangkaian 2 kereta kelas eksekutif (K1 YK) + 1 kereta makan (M1 YK) + 7 kereta kelas ekonomi plus (K3 YK) + 1 kereta pembangkit (P YK)


Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

TarifSunting

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp135.000,00-Rp270.000,00 untuk kelas ekonomi plus dan Rp240.000,00-Rp350.000,00 bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam lintas berikut :

  • Yogyakarta - Kutoarjo maupun sebaliknya: Rp25.000,00 (ekonomi plus) dan Rp45.000,00 (eksekutif)
  • Kutoarjo - Purwokerto maupun sebaliknya: Rp65.000,00 (ekonomi plus) dan Rp110.000,00 (eksekutif)
  • Cirebon - Jakarta maupun sebaliknya: Rp105.000,00 (ekonomi plus) dan Rp165.000,00 (eksekutif)
  • Bekasi - Jakarta : Rp20.000,00 (ekonomi plus) dan Rp30.000,00 (eksekutif)

Jadwal perjalananSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api Gajahwong per 1 Desember 2019 (berdasarkan Gapeka 2019).

KA 143 Gajahwong (LPN-YK-PSE)
Stasiun Datang Berangkat
Lempuyangan - 18.10
Yogyakarta 18.14 18.17
Wates 18.43 18.45
Kutoarjo 19.13 19.16
Prembun 19.28 19.34
Kebumen 19.48 19.52
Gombong 20.10 20.12
Purwokerto 21.03 21.12
Bumiayu 21.54 21.56
Ciledug 22.46 22.48
Cirebon 23.16 23.25
Bekasi 01.55 01.57
Jatinegara 02.17 02.19
Pasar Senen 02.29 -
KA 144 Gajahwong (PSE-YK-LPN)
Stasiun Datang Berangkat
Pasar Senen - 06.45
Haurgeulis 08.34 08.36
Cirebon 09.38 09.46
Ciledug 10.13 10.15
Ketanggungan 10.28 10.30
Bumiayu 11.09 11.13
Purwokerto 11.54 12.02
Kroya 12.28 12.33
Ijo 12.54 13.01
Karanganyar 13.14 13.21
Kebumen 13.33 13.35
Kutoarjo 14.00 14.03
Wates 14.32 14.34
Yogyakarta 15.01 15.04
Lempuyangan 15.08 -

InsidenSunting

  • Pada tanggal 18 Mei 2015, kereta api Gajahwong menabrak mobil yang dikendarai oleh dua orang asisten sutradara dari Hanung Bramantyo, Sukardi dan Agus Nugroho, pada perlintasan tanpa palang pintu di Argomulyo, Sedayu, Bantul yang mengakibatkan kedua korban mengalami luka.[1][2]

GaleriSunting

Lihat PulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting