Stasiun Bojonegoro

Stasiun Kereta Api di Kabupaten Bojonegoro

Stasiun Bojonegoro (BJ) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Sukorejo, Bojonegoro, Bojonegoro; pada ketinggian +15 m, termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya.

Stasiun Bojonegoro
C B Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BJ.png
Bojonegoro railway station drop-off area.jpg
Tampak depan Stasiun Bojonegoro pada tahun 2016
LokasiNasional 24 di {{Rute/Kode daerah Jalan Gajah Mada 65/Raya Babat-Bojonegoro
Sukorejo, Bojonegoro, Bojonegoro, Jawa Timur 62115
Indonesia
Koordinat7°09′52″S 111°53′12″E / 7.1643151°S 111.8867934°E / -7.1643151; 111.8867934Koordinat: 7°09′52″S 111°53′12″E / 7.1643151°S 111.8867934°E / -7.1643151; 111.8867934
Ketinggian+15 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VIII Surabaya
Letak dari pangkal
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau yang tinggi)
Jumlah jalur7 (jalur 3 dan 4: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • BJ
  • 2730
[3]
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka1 Maret 1902
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Terminus Ekonomi Lokal
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Kapas
ke arah Sidoarjo
Cepu
Terminus
Ekonomi Lokal
Cepu–Surabaya Pasarturi, p.p.
Kapas
Layanan
Argo Bromo Anggrek, Sembrani, Jayabaya, Harina, Gumarang (reguler & tambahan), Dharmawangsa, Sancaka Utara, Kertajaya, Maharani, Ambarawa Ekspres, Ekonomi Lokal, dan Parcel ONS
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Lokasi pada peta
Stasiun Bojonegoro is located in Indonesia
Stasiun Bojonegoro
Stasiun Bojonegoro
Lokasi di Indonesia

Sejak 1 Agustus 2016, terkait adanya perubahan koordinasi kewilayahan stasiun-stasiun KA milik PT KAI, stasiun ini bersama dengan Stasiun Kalitidu dan Stasiun Tobo yang sebelumnya termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang kini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya, demi efektivitas dan memudahkan koordinasi. Selain itu, jarak Stasiun Bojonegoro cenderung lebih dekat menuju pusat Daop VIII daripada Daop IV.[4]

Sebagai stasiun besar, seluruh perjalanan kereta api penumpang yang melalui jalur utara berhenti di stasiun ini.[5]

SejarahSunting

Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) mengajukan konsesi untuk pembangunan jalur baru setelah meraih keuntungan pada tahun 1890-an. Akhirnya, perusahaan ini mendapat konsesi pembangunan jalur kereta api baru yang melayani rute Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya pada tanggal 1 September 1897.[6]

Stasiun ini mulai beroperasi pada tanggal 1 Maret 1902, sebagai bagian dari pengoperasian jalur kereta api ruas Bojonegoro–Babat. Pada tanggal 1 Februari 1903, proyek jalur kereta api Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya NIS telah selesai.[7]

Ke arah timur dari jalur 2 dahulu terdapat jalur rel menuju Rembang yang kini tidak dioperasikan per tahun 2001. Jalur tersebut dipakai untuk mengangkut pasir kuarsa dari Stasiun Jatirogo sebelum berhenti beroperasi. Jalur ini merupakan gabungan dari dua operator, yaitu Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) dan NIS. Saat itu, jalur milik SJS meliputi Rembang–Jatirogo, sedangkan Jatirogo–Bojonegoro merupakan jalur milik NIS.[8][9]

Ke arah barat stasiun ini sebelum Stasiun Kalitidu, terdapat Perhentian Sale dan Pungpungan yang kini sudah tidak aktif.[8]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Stasiun Bojonegoro setelah dilakukan penambahan peron dan kanopi, 2020

Stasiun Bojonegoro memiliki tujuh jalur kereta api, pada awalnya hanya jalur 3 yang dijadikan sebagai sepur lurus. Jalur 6 merupakan sepur badug dari arah timur. Di jalur 7 terdapat wesel ke arah timur yang mengarah ke jalur utama dan yang lurus merupakan sepur badug. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Tobo dioperasikan per awal Desember 2013[10] dan menuju Stasiun Babat per pertengahan April 2014,[11] jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang, sedangkan jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus arah Surabaya. Selain itu, sistem persinyalan diganti dengan sistem persinyalan elektrik produksi Len Industri.

Di sebelah barat laut Stasiun ini terdapat depo lokomotif yang melayani kereta api angkutan pasir kuarsa ke Cilacap. Sisa-sisa dari depo lokomotif yang masih dapat dilihat antara lain dua gerbong bergandar dua dan empat yang kini disusun di dekat jalur 7—sebelumnya sempat disimpan di sepur badug antara jalur 2 dan 3 yang sekarang sudah dibongkar untuk perluasan peron—serta jembatan rel tua bekas ke arah depo di sebelah barat stasiun.

Ciri khasSunting

Stasiun ini memiliki ciri khas berupa bel bersuara dengan lagu berjudul Pinarak Bojonegoro untuk menandai kedatangan kereta api penumpang.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

Kelas eksekutifSunting
Kelas campuranSunting
Kelas ekonomi premiumSunting
Kelas ekonomi plusSunting

Ambarawa Ekspres, tujuan Semarang dan tujuan Surabaya

LokalSunting

Ekonomi Lokal:

BarangSunting

Parcel ONS (over-night service), tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Data Stasiun Kereta Api (2017), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  4. ^ Muliyanto (2017) Stasiun Bojonegoro Pindah Wilayah Operasi ke Daop 8 Surabaya Berita Bojonegoro
  5. ^ Blok Bojonegoro (2019) Mulai 15 Desember, KA Relasi Bisnis Bisa Berhenti di Bojonegoro
  6. ^ Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya, 1870-1940 (edisi ke-Ed. 1., cet. 1). Yogyakarta: Diterbitkan atas kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Kristen PETRA Surabaya dan Penerbit ANDI Yogyakarta. ISBN 9795333739. OCLC 38898570. 
  7. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  8. ^ a b Samarang–Joana Stoomtram. Verslag der Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. SJS.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":0" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  9. ^ Reitsma, S.A. (1920). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij. 
  10. ^ Wedia, Ririn (2013-12-05). "Jalur Rel Ganda di Bojonegoro Dioperasikan". Suara Banyuurip (suarabanyuurip.com). Diakses tanggal 2020-04-18. 
  11. ^ Aziz, Abd (2014-04-22). "Rel jalur ganda Surabaya-Bojonegoro tersambung 55 km". Antara News. Diakses tanggal 2020-04-18. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kalitidu
ke arah Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi Kapas
Bojonegoro Kota
ke arah Rembang
Rembang–Bojonegoro Terminus