Kereta api Kamandaka

kereta api eksekutif dan ekonomi plus di Indonesia

Kereta api Kamandaka merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi plus milik PT Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas Purwokerto-Semarang Tawang dan sebaliknya.

Kereta api Kamandaka
New Papan Nama KA Kamandaka khas Daop 5.png
KA Kamandaka masuk SMC.jpg
Kereta api Kamandaka saat akan memasuki Stasiun Semarang Poncol
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak menengah
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi V Purwokerto
Mulai beroperasi17 Februari 2014
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang100.000 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalPurwokerto
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirSemarang Tawang
Jarak tempuh246 km
Waktu tempuh rerata4,5-5 jam
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan ekonomi plus
Layanan disabilitasAda
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80/64 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi plus)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Hanya pada layanan kelas eksekutif
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201/CC203
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional50 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal187-190, 197-198
Peta rute
Kereta api Kamandaka
Ke Surabaya, Solo
Stasiun Semarang Tawang
Stasiun Semarang Poncol
JRK-KBD
Stasiun Jerakah
Stasiun Mangkang
Stasiun Kaliwungu
Stasiun Kalibodri
Stasiun Weleri
KNS-BTG
Stasiun Krengseng
Stasiun Plabuan
Stasiun Kuripan
Stasiun Ujungnegoro
Stasiun Batang
Stasiun Pekalongan
SRI-PTA
Stasiun Sragi
Stasiun Comal
Stasiun Ujunggede
Stasiun Petarukan
Stasiun Pemalang
BDA-LR
Stasiun Babadan
Stasiun Suradadi
Stasiun Maribaya
Stasiun Larangan
Stasiun Tegal
Ke Cirebon
Batas Daop V PWT - Daop IV SM
Stasiun Slawi
Ke Cirebon
Stasiun Prupuk
Stasiun Bumiayu
Stasiun Purwokerto
Ke Kroya

Nama "Kamandaka" diambil dari salah satu tokoh legenda asal Banyumas, Raden Kamandaka, yang kemudian dikenal dengan nama Lutung Kasarung.

SejarahSunting

Kereta api Kamandaka diresmikan oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada tanggal 17 Febuari 2014.[1] Jumlah perjalanan kereta api ini sempat ditambah menjadi tiga kali pulang pergi dalam sehari mulai tanggal 19 Desember 2014.[2]

Sejak adanya layanan kereta api Joglosemarkerto, layanan kereta api Kamandaka (bersama kereta api Joglokerto) sempat dihapus mulai 1 Desember 2018.[3] Untuk melayani pelanggan di lintas Semarang-Purwokerto, PT KAI kembali meluncurkan kereta api ini pada tanggal 1 Februari 2019.[4]

Lintas pelayananSunting

Pengoperasian kereta api Kamandaka memanfaatkan jalur kereta api lintas Tegal-Prupuk yang mana jalur tersebut hanya digunakan untuk layanan kereta api ketel dari Maos menuju Tegal. Kereta api penumpang terakhir yang melayani lintas tersebut yaitu kereta api Mahesa relasi Semarang-Bandung yang mana pengoperasian kereta api tersebut dihentikan pada tahun 2000-an. Pada tahun 2009, lintas tersebut pernah dilalui kereta api Kaligung relasi Semarang-Slawi,[5] namun lintas pelayanan kereta api tersebut diperpendek hingga Tegal karena okupansi penumpang yang rendah.

Rangkaian keretaSunting

Pada awal pengoperasiannya, kereta api Kamandaka beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi dengan jumlah kursi per kereta sebanyak 106 kursi. Kemudian, ia beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta api Menoreh dan Ambarawa Ekspres kelas ekonomi plus (80 kursi per kereta) mulai tanggal 23 Februari 2017.

Untuk peningkatan pelayanan masyarakat, layanan kereta api ini ditambah sehingga ia melayani kelas eksekutif mulai tanggal 1 April 2017.

Data teknisSunting

Lintas pelayanan Purwokerto - Semarang Tawang pp.
Lokomotif CC 201, CC 203
Rangkaian 1 kereta pembangkit (P) + 3 kereta kelas eksekutif (K1) + 1 kereta makan/kereta makan pembangkit (M1/MP3) + 6 kereta kelas ekonomi plus (K1)

Catatan :

  • Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu
  • Beberapa kereta kelas ekonomi plus tersebut terdapat ruang kosong untuk penyandang disabilitas sehingga jumlah kursi per kereta sebanyak 64 kursi
Tarif Rp35.000,00-Rp80.000,00 (ekonomi plus) dan Rp60.000,00-Rp140.000,00 (eksekutif)

Catatan : Tarif tergantung pada jarak yang ditempuh penumpang

Jadwal perjalananSunting

Berikut ini adalah jadwal perjalanan kereta api Kamandaka per 1 Desember 2019 (berdasarkan Gapeka 2019).

Stasiun KA 187/188 Kamandaka Stasiun KA 189/190 Kamandaka KA 197/198 Kamandaka
Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat
Purwokerto - 05.00 Semarang Tawang - 11.00 - 20.30
Bumiayu 05.42 05.44 Semarang Poncol 11.07 11.13 20.37 20.40
Prupuk 06.04 06.07 Weleri 11.42 11.44 21.12 21.16
Slawi 06.35 06.39 Pekalongan 12.23 12.27 21.58 22.02
Tegal 06.56 07.13 Pemalang 12.52 12.54 22.28 22.31
Pemalang 07.36 07.39 Tegal 13.17 13.28 22.55 23.04
Pekalongan 08.05 08.10 Slawi 13.47 13.55 23.22 23.24
Weleri 08.48 08.52 Prupuk 14.28 14.34 23.52 23.54
Semarang Poncol 09.25 09.31 Bumiayu 14.54 14.59 00.14 00.16
Semarang Tawang 09.38 - Purwokerto 15.45 - 00.59 -

InsidenSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "KA Kamandaka Diluncurkan Layani Rute Purwokerto-Semarang". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-13. 
  2. ^ Redaksi, Rachma Tri Widuri Staf (2014-12-19). "Perjalanan Kereta Semarang-Purwokerto Ditambah". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-13. 
  3. ^ "KA Kamandaka Diintegrasikan Jadi KA Joglosemarkerto". Republika Online. 2018-11-30. Diakses tanggal 2020-03-13. 
  4. ^ Anugrah, Arbi. "KA Kamandaka Kembali Melayani Relasi Purwokerto-Semarang". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-13. 
  5. ^ "Jadwal Kereta Api di Stasiun Slawi dan Stasiun Besar Kota Tegal | infotegal" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-18. 
  6. ^ Tribun: Petugas KAI Tangkap Bocah SD Pelempar Batu ke Arah KA Kamandaka

Lihat PulaSunting

Pranala luarSunting