Stasiun Semarang Poncol

Stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Semarang Poncol (SMC) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦱꦼꦩꦫꦁ​ꦥꦺꦴꦚ꧀ꦕꦺꦴꦭ꧀, translit. Sêtasiyun Semarang Poncol), juga disebut Stasiun Poncol, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Purwosari, Semarang Utara, Kota Semarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +3 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang dan merupakan stasiun terbesar kedua di Kota Semarang setelah Stasiun Tawang.

Stasiun Semarang Poncol
Kereta Api Indonesia
PapanNamaStasiun SMC.png
  • Singkatan: SMC
  • Nomor: 2520
Semarang Poncol 2020.jpg
Tampak depan Stasiun Semarang Poncol, 2020
Nama lainStasiun Poncol
LokasiJalan Imam Bonjol
Purwosari, Semarang Utara, Semarang, Jawa Tengah 50172
Indonesia
Koordinat6°58′23″S 110°24′53″E / 6.973169°S 110.414732°E / -6.973169; 110.414732Koordinat: 6°58′23″S 110°24′53″E / 6.973169°S 110.414732°E / -6.973169; 110.414732
Ketinggian+3 m
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Letak dari pangkal
Jumlah peronSatu peron sisi dan tiga peron pulau yang sama-sama agak tinggi
Jumlah jalur9 (jalur 4 dan 5: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Fasilitas sepeda?
Akses difabel?
ArsitekHenri Maclaine Pont
Informasi lain
KlasifikasiBesar tipe B[2]
Sejarah
Dibuka6 Agustus 1914; 106 tahun lalu (1914-08-06)
Nama sebelumnyaStation Semarang SCS, Semarang-West, Pontjol Semarang
Perusahaan awalSemarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Terminus Kedung Sepur
Semarang Poncol–Ngrombo, p.p.
Semarang Tawang
ke arah Ngrombo
Blora Jaya
Semarang Poncol–Cepu, p.p.
Semarang Tawang
ke arah Cepu
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Logo Trans Semarang.png
Trans Semarang
Halte berikutnya
Abimanyu
ke arah Pelabuhan
Koridor 3A Petek
ke arah Pelabuhan
Petek
ke arah Pelabuhan
Koridor 3B Abimanyu
ke arah Pelabuhan
Abimanyu
ke arah Terboyo
Koridor 7 Petek
ke arah Terboyo
Halte sebelumnya Logo TransJateng.jpg Trans Jateng Halte berikutnya
Abimanyu
ke arah Bawen
Koridor 1
Kedungsepur
Petek
Layanan
Jayabaya, Ciremai, Kamandaka, Joglosemarkerto, Kertajaya, Tawang Jaya (reguler, tambahan, dan premium), Maharani, Ambarawa Ekspres, Kaligung, Blora Jaya, Kedung Sepur, angkutan peti kemas/kontainer, angkutan Semen Tiga Roda, dan kereta api semen campuran
Teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket online, melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Poncol
KategoriBangunan
No. registrasi
nasional
RNCB.20160818.02.001204
Tahun penetapan1992
PemilikPT Kereta Api Indonesia
PengelolaPT Kereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Stasiun Semarang Poncol berlokasi di Indonesia
Stasiun Semarang Poncol
Stasiun Semarang Poncol
Lokasi di Indonesia

Stasiun ini menjadi tempat pemberhentian sebagian besar kereta api penumpang kelas ekonomi dan komuter di Semarang. Hampir semua KA barang yang melintas di jalur rel pantura berhenti di stasiun ini, kecuali KA parsel ONS yang bongkar muat barangnya dilayani di Stasiun Tawang. Stasiun Poncol sempat menjadi salah satu tempat pemberhentian peralihan KA di Semarang selain Stasiun Alastua hanya pada saat Stasiun Tawang sedang tergenang banjir.

SejarahSunting

 
Stasiun Semarang Poncol setelah dibuka pada tahun 1914, kemungkinan diambil sekitar tahun 1915-1920

Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) didirikan pada tahun 1895 dan mendapat konsesi izin dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda untuk membangun jalur kereta api dari Semarang menuju Cirebon. Perusahaan ini berkantor di Tegal, dan mulai membangun jalur kereta apinya pada tahun 1895 hingga akhirnya rampung pada tahun 1897. SCS memfokuskan pengangkutan penumpang dan barang (khususnya gula, minyak bumi, dan pupuk) di lintas Semarang–PekalonganTegalCirebon.[4][5]

Untuk mengurangi penumpukan penumpang dan barang di Semarang, dibutuhkan adanya stasiun yang besar. SCS memiliki stasiun sendiri, yaitu Semarang SCS atau Semarang-West; begitu pula di Cirebon, ada Cirebon SCS. Bangunan Stasiun Semarang SCS yang sekarang ini diresmikan pada tanggal 6 Agustus 1914[6] dirancang oleh arsitek Henri Maclaine Pont, seorang arsitek berkebangsaan Belanda. Stasiun ini difungsikan untuk menggantikan fungsi Stasiun Pendrikan yang ada lebih dahulu. Tidak seperti karya Pont yang pertama (Kantor SCS Tegal—yang tidak memiliki keistimewaan apa pun dari sisi arsitekturnya), karya Pont yang satu ini pernah ikut ambil bagian dalam forum internasional Paris Exposition di Prancis, 1925.[7] Dahulu stasiun ini terpisah jalur relnya dengan Stasiun Semarang Tawang pada jarak sejauh 2,5 km.[8]

Setelah Djawatan Kereta Api mendata stasiun-stasiun seluruh Indonesia pada tahun 1950-an, Stasiun Semarang-West ini kemudian diberi nama Semarang Poncol.[9]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Emplasemen Stasiun Semarang Poncol saat kereta api Argo Muria melintas, Juni 2017

Stasiun Semarang Poncol memiliki sembilan jalur kereta api dengan jalur 1-3 yang telah dinaungi oleh kanopi. jalur 4 awalnya merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada petak antara stasiun ini ke arah timur hingga Stasiun Tawang dioperasikan pada awal Februari 2014[10] dan kemudian ke arah barat hingga Stasiun Jerakah pada akhir Maret 2014[11], tata letak jalur di stasiun ini mengalami sedikit perombakan sehingga jalur 5 juga dijadikan sebagai sepur lurus.

Di sebelah timur laut dan barat daya stasiun ini berturut-turut terdapat depot lokomotif dan depot kereta yang difungsikan untuk menyimpan dan merawat lokomotif dan kereta penumpang dengan terminus di Kota Semarang. Bangunan stasiun ini sudah berkali-kali dilakukan renovasi sehingga bentuknya sudah berbeda dari bentuk semula.

Pada 2019, sistem persinyalan elektrik lama di stasiun ini telah diganti dengan sinyal keluaran terbaru produksi PT Len Industri.

Ciri khasSunting

Ciri khas yang dimiliki stasiun ini adalah diputarkannya lagu Caping Gunung setiap kali terjadi kedatangan kereta api, sebelum akhirnya diubah menjadi instrumental Gambang Semarang, sama seperti stasiun kelas besar di Daop IV Semarang lainnya.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Kelas ekonomi plusSunting

Kelas ekonomiSunting

Tawang Jaya, dari dan tujuan Jakarta

Komuter eksekutifSunting

Kedung Sepur, dari dan tujuan Ngrombo

BarangSunting

Papasan dan persusulanSunting

KA Kaligung tujuan Tegal (KA 275) berpapasan dengan KA Brantas tujuan Blitar (KA 118) yang melintas langsung.

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Semarang Poncol per 1 April 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
155/154 Ciremai Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Bisnis 01.29 01.33
255A Kertajaya Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi Premium 01.34 01.49
271 Kaligung Cirebon Prujakan (CNP) Ekonomi Plus - 05.00
352 Kedung Sepur Ngrombo (NBO) Komuter Eksekutif - 06.20
149/152 Ciremai Cikampek (CKP) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 06.37 06.41
330 Tawang Jaya Semarang Poncol (SMC) Ekonomi 06.48 -
280 Kaligung Ekonomi Plus 07.21 -
281 Blora Jaya 07.29 -
268 Ambarawa Ekspres Surabaya Pasarturi (SBI) - 08.00
193/194/195 Joglosemarkerto Tegal (TG) bersambung Solo Balapan (SLO)-Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus 08.16 08.24
279 Kaligung Brebes (BB) Ekonomi Plus - 08.50
187/188 Kamandaka Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus 09.25 09.31
265 Maharani Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Premium 10.42 -
189/190 Kamandaka Tegal (TG) bersambung Purwokerto (PWT) Eksekutif & Ekonomi Plus 11.07 11.11
351 Kedung Sepur Semarang Poncol (SMC) Komuter Eksekutif 11.43 -
266 Maharani Surabaya Pasarturi (SBI) Ekonomi Premium - 11.50
272 Kaligung Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Plus 12.36 -
262 Tawang Jaya Premium Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Premium 13.22 13.28
329 Tawang Jaya Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi - 13.25
273 Kaligung Tegal (TG) Ekonomi Plus - 13.50
354 Kedung Sepur Ngrombo (NBO) Komuter Eksekutif - 14.10
199/200/201 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) bersambung Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 14.31 14.43
278 Kaligung Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Plus 14.50 -
151/150 Ciremai Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Bisnis 15.42 15.46
277 Kaligung Tegal (TG) Ekonomi Plus - 16.35
267 Ambarawa Ekspres Semarang Poncol (SMC) 17.49 -
353 Kedung Sepur Komuter Eksekutif 18.40 -
116/113 Jayabaya Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 18.52 19.07
282 Blora Jaya Cepu (CU) Ekonomi Plus - 18.55
274 Kaligung Semarang Poncol (SMC) 19.05 -
153/156 Ciremai Cikampek (CKP) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 19.17 19.22
275 Kaligung Tegal (TG) Ekonomi Plus - 19.55
261 Tawang Jaya Premium Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi Premium 20.22 20.26
197/198 Kamandaka Tegal (TG) bersambung Purwokerto (PWT) Eksekutif & Ekonomi Plus 20.37 20.40
256A Kertajaya Surabaya Pasarturi (SBI) Ekonomi Premium 20.47 21.01
191/192 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Plus 21.39 21.48
276 Kaligung Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Plus 21.57 -
114/115 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 23.23 23.36
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. PLB KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7022 Tawang Jaya Tambahan Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Plus 06.02 -
7021 Jakarta Pasar Senen (PSE) - 09.20

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (1917). Verslag - SCS - 1916. Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. 
  5. ^ R., Knight, G. (2013). Commodities and colonialism : the story of Big Sugar in Indonesia, 1880-1942. Leiden: Brill. ISBN 9004250514. OCLC 847623409. 
  6. ^ "Semarang-Cheribon Stoomtram-Mij advertentie". Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. 5 Agustus 1914. 
  7. ^ Priyotomo, Josef (1988). Pasang-surut arsitektur di Indonesia. Surabaya: Ardjun. 
  8. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  9. ^ "A Haltenamen op Naam" (PDF). Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  10. ^ Laeis, Zuhdiar (2014-02-07). "Jalur Ganda KA Stasiun Poncol-Tawang Dioperasikan". Kantor Berita Antara. Diakses tanggal 2020-04-18. 
  11. ^ Faisol, Edi (2014-03-28). "Jalur Rel Kereta Ganda Tegal-Bojonegoro Rampung". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-04-18. 

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Jerakah
ke arah Tegal
Tegal–Brumbung Semarang Tawang
ke arah Brumbung