Stasiun Jember

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Jember (JR) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Jemberlor, Patrang, Jember, pada ketinggian +89 meter. Stasiun ini merupakan stasiun utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IX Jember. Stasiun ini berlokasi tidak jauh dari alun-alun kota Jember. Semua KA yang melintasi jalur Bangil-Kalisat-Banyuwangi pasti berhenti di stasiun ini.

Stasiun Jember

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun JR.png
StasiunJR 2017.jpg
Stasiun Jember pasca renovasi, 2017
LokasiJalan Wijaya Kusuma No. 5
Jemberlor, Patrang, Jember, Jawa Timur 68118
Indonesia
Koordinat8°09′53″S 113°42′13″E / 8.164772°S 113.703601°E / -8.164772; 113.703601Koordinat: 8°09′53″S 113°42′13″E / 8.164772°S 113.703601°E / -8.164772; 113.703601
Ketinggian+89 m
OperatorDaerah Operasi IX Jember
Letak dari pangkalkm 197+285 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang agak tinggi dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur8 (jalur 2: sepur lurus)
Konstruksi
Gaya arsitekturIndische Empire
Informasi lain
Kode stasiun
  • JR
  • 5420
KlasifikasiBesar tipe B[2]
Sejarah
Dibuka1 Juni 1897[3]
Dibangun kembali2007-2008 dan 2015-2016
Nama sebelumnyaStation Djember
Perusahaan awalStaatsspoorwegen Oosterlijnen
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Terminus Pandanwangi
Jember–Ketapang, p.p.
Kalisat
ke arah Ketapang
Layanan
Mutiara Timur, Ranggajati, Wijayakusuma, Logawa, Sri Tanjung, Tawang Alun, Probowangi, Pandanwangi, dan KA Semen Tiga Roda
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Lokasi pada peta
Stasiun Jember berlokasi di Indonesia
Stasiun Jember
Stasiun Jember
Lokasi di Indonesia

Ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Mangli, terdapat Stasiun Kaliwates yang sudah lama tidak aktif karena lokasinya yang kurang strategis dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Jember. Bangunan Stasiun Kaliwates tersebut sudah hampir tidak ada bekasnya lagi.

SejarahSunting

 
Stasiun Jember sekitar tahun 1927–1929

Jalur kereta api ruas Klakah–Jember dibuka oleh perusahaan kereta api Staatsspoorwegen (SS) pada 1 Juni 1897; dulunya digunakan terutama untuk kebutuhan pengangkutan komoditas hasil perkebunan, khususnya gula, tembakau, dan karet di sekitar Jember ke Pelabuhan Panarukan yang akan diteruskan ke Rotterdam, Belanda.[3]

Stasiun ini menjadi salah satu saksi bisu tragedi gerbong maut Bondowoso. Di stasiun ini, tahanan yang dipindahkan dari Bondowoso ke Surabaya telah bertambah menjadi 12 orang meninggal. Dalam keadaan gerbong dijemur di bawah terik matahari selama kira-kira 3 jam, tahanan di dalam gerbong maut tersebut mulai meronta-ronta minta air dan oksigen untuk bertahan hidup.[4]

Riwayat renovasiSunting

Meski secara substansial bangunan stasiun ini relatif tak banyak berubah, Stasiun Jember menjalani dua kali renovasi. Dua terakhir dilakukan pada 2007-2008 dan 2015-2016. Renovasi terakhir dilakukan dengan mengecat ulang kusen pintu dan jendela, mengecat ulang plafon overcapping, memasang penghubung kanopi peron 1 dan 2, serta membangun tempat turun penumpang (drop-off zone) di bagian depan stasiun.[5]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Peron stasiun arah Surabaya
 
Peron stasiun arah Banyuwangi

Stasiun yang masih menggunakan sistem persinyalan mekanik ini memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus ditambah satu jalur menuju Depo Lokomotif Jember yang terletak di sebelah barat laut stasiun. Jalur 2 dan 3 digunakan untuk keberangkatan maupun kedatangan kereta api; jalur 1 digunakan juga sebagai jalur keberangkatan maupun kedatangan hanya jika jalur 2 dan/atau 3 ada kereta api; jalur 3-6 untuk parkir, langsir, maupun pencucian dan pengisian air rangkaian kereta api serta parkir dan langsir lokomotif dari dan ke depo lokomotif tersebut; serta jalur 7 dan 8 yang saat ini jarang sekali digunakan. Jalur 1, 3, dan 4 terhubung langsung dengan jalur utama.

Bersama kebanyakan stasiun kereta api lainnya yang dibangun sebelum awal abad ke-20, stasiun ini bergaya Indische Empire dan Neoklasik, yang dicirikan dengan teras depan yang lebar, gevel menonjol, dan kolom-kolom yang dipengaruhi gaya Yunani.[6] Stasiun ini berupa bangunan tunggal sederhana yang memanjang dengan peletakan ruang-ruang secara linier yang sejajar dengan rel sehingga disebut sebagai stasiun satu sisi.[7]

Stasiun ini memiliki dua peron. Antara jalur 1 dan 2 dipisahkan oleh peron tambahan yang berkanopi. Terdapat perbedaan karakter peron yang cukup menonjol pada stasiun ini: peron pertama yang menjadi bagian dari bangunan utama atapnya berbentuk pelana menggunakan struktur pendukung berupa kolom kayu dengan bentuk konstruksi konsol seperti payung, sedangkan peron kedua yang terpisah berupa kanopi memanjang dengan atap berbentuk huruf V (butterfly shed) yang disangga struktur kantilever kolom tunggal dari baja (berbentuk huruf Y). Struktur kanopi ini juga digunakan pada peron Stasiun Jakarta Kota. Atap yang ketiga yang dibuat pada renovasi 2016 (pada beranda drop zone) memberi kesan modern dan tidak menonjolkan karakter kolonial.[8]

Ornamen geveltoppen pada atap hall dan sisi samping stasiun terbuat dari kayu jati, memberikan kesan megah dan anggun bagi bangunan. Dinding stasiun memiliki tebal kira-kira 30 cm dan masih merupakan peninggalan kolonial, kecuali ruang PPKA yang tebalnya hanya 15 cm. Dinding bercat putih dengan lis pada bagian atas jendela stasiun, sedangkan bagian bawahnya dilapisi dengan batu alam di bagian depan serta marmer pada emperan peron jalur 1 untuk mencegah keroposnya dinding saat terjadi banjir. Gevel merupakan letak pintu keberangkatan stasiun, memberikan pusat perhatian, yang dindingnya diberi jendela agar cahaya dapat memasuki stasiun. Jendela krepyak di bagian luar serta pintu dengan desain sederhana, masih asli.[8]

Stasiun ini kini juga telah dilengkapi papan penunjuk arah untuk menuju ruang/nomor jalur/fasilitas tertentu, penunjuk arah jalur disertai jarak tempuhnya, peron pulau beraspal, dan layar monitor informasi keberangkatan maupun kedatangan kereta api secara realtime yang wujudnya terlihat seperti di bandara. Per 2020, desain papan penunjuk arah jalur telah disesuaikan dengan standar ISO 7001:2007 sehubungan dengan angkutan Natal dan Tahun Baru 2021.[9]

Rencana pengembangan stasiunSunting

Pengembangan yang dilakukan berkaitan dengan operasi stasiun ini antara lain perluasan lahan parkir, penambahan area komersial, dan masjid. Selain itu, jalan-jalan di sekitar area stasiun ditata ulang sehingga memudahkan akses transportasi umum dan juga kendaraan pribadi dari dan menuju stasiun. Pengembangan tersebut dilakukan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang di stasiun ini dari tahun ke tahun.[10]

Ciri khasSunting

Sampai dengan sekitar pertengahan tahun 2015, stasiun ini memiliki ciri khas penyambutan kereta api yang sama sekali tidak dimiliki oleh stasiun-stasiun lain. Ciri khas tersebut berupa bel kedatangan yang berbunyi dua nada seperti yang digunakan pada kereta mainan anak-anak dan lampu sirene kecil berwarna kuning yang terpasang dengan penanda jalur 1 dan 2 di langit-langit kanopi peron. Namun, ciri khas tersebut sudah tidak digunakan lagi. Lampu sirene telah dicopot dan bunyi bel kedatangan sempat diganti dengan melodi keberangkatan seperti yang digunakan pada umumnya di stasiun-stasiun KA lainnya (bernada Westminster Quarters). Barulah mulai tahun 2018 stasiun ini memperdengarkan lagu etnis Madura berjudul Gelleng Sokoh yang dimainkan secara instrumental dengan irama musik khas Jember, yaitu musik patrol.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomiSunting

LokalSunting

Pandanwangi, dari dan tujuan Banyuwangi

BarangSunting

KA Semen Tiga Roda, tujuan Nambo via Surabaya-Semarang-Cirebon dan tujuan Banyuwangi

Jadwal kereta apiSunting

 
Peron Stasiun Jember, 2017
 
Penanda lokasi stasiun di dekat jalur menuju depo lokomotif, terinspirasi dari Stasiun Bandung

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Jember per 10 Februari 2021 (sesuai Gapeka 2021).

  • Kereta api antarkota
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
116/117 Wijayakusuma Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.10 03.18
180/181 Mutiara Timur 04.52 05.00
114/111 Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis - 05.10
250/247 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi 06.00
314/315 Tawang Alun* Bangil (BG) bersambung Malang Kotalama (MLK) Ekonomi 07.53 08.01
290/287 Sri Tanjung Surabaya Kota (SB) bersambung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) 09.24 09.32
317 Probowangi* Banyuwangi Ketapang (KTG) 09.50 10.00
118/115 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 13.49 13.57
318 Probowangi* Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 17.18 17.26
288/289 Sri Tanjung Banyuwangi Ketapang (KTG) 17.24 17.32
248/249 Logawa Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 18.40 -
182/179 Mutiara Timur Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 19.57 20.10
112/113 Ranggajati Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 20.08 -
316/313 Tawang Alun* Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 21.03 21.11

Keterangan: nama kereta api yang bertanda bintang (*) termasuk kereta api aglomerasi.

Kereta api Pandanwangi
Tujuan Banyuwangi Ketapang Tujuan Jember
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
379 - 05.30 380 12.25 -
381 14.10 382 20.45

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Kartomihardjo, P.; Saptono, P.; Soekarsono (1986). Monumen Perjuangan Jawa Timur. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. 
  5. ^ "Pemugaran Stasiun Jember (2016) | UNIT PUSAT PELESTARIAN DAN DESAIN ARSITEKTUR". Heritage KAI. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-04-09. Diakses tanggal 2021-03-11. 
  6. ^ Handinoto 1999, hlm. 51.
  7. ^ Napitupulu, Reynold Parulian (2015-05-04). "Stasiun Jember". Heritage KAI. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-03-11. Diakses tanggal 2021-03-11. 
  8. ^ a b Meykalinda, Antariksa & Suryasari 2016.
  9. ^ "Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Ubah Signager dan Hadirkan Ornamen Tambahan". beritatrans.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-11. 
  10. ^ Hidayatullah, Hayati & Kriswardhana 2017, hlm. 108.

Daftar pustakaSunting

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Mangli
ke arah Bangil
Bangil–Kalisat Arjasa
ke arah Kalisat