Stasiun Semarang Tawang

stasiun kereta api di Kota Semarang, Indonesia

Stasiun Semarang Tawang (SMT), juga disebut Stasiun Tawang, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di kawasan Kota Lama Semarang, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Stasiun yang terletak pada ketinggian +2 meter di atas permukaan laut ini merupakan stasiun utama di Kota Semarang dan Jawa Tengah bagian utara dan berada dalam pengelolaan Kereta Api Indonesia Daerah Operasi IV Semarang.

Stasiun Semarang Tawang
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SMT.png
Stasiun Tawang Complex (2021).jpg
Tampak Stasiun Semarang Tawang dari seberang polder Tawang, 2021
Nama lainStasiun Tawang
LokasiJalan Taman Tawang 1
Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang, Jawa Tengah 50174
Indonesia
Ketinggian+2 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi IV Semarang
Letak dari pangkalkm 0+000 lintas Semarang Tawang-:
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Jumlah jalur8 (jalur 4 dan 5: sepur lurus)
Konstruksi
ArsitekIr. L.C.L.W. Sloth-Blaauboer
Gaya arsitekturIndische
Informasi lain
Kode stasiun
  • SMT
  • 2530
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 Juni 1914 (1914-06-01)
Nama sebelumnya
Operasi layanan
Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, Sembrani, Gumarang, Dharmawangsa, Tawang Jaya Premium, Ciremai, Brawijaya, Majapahit, Matarmaja, Brantas, Harina, Joglosemarkerto, Kamandaka, Menoreh, Blora Jaya, dan Kedung Sepur
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Semarang Poncol
Terminus
Kedung Sepur
Semarang Poncol–Ngrombo, p.p.
Alastua
ke arah Ngrombo
Stasiun sebelumnya Layanan aglomerasi Stasiun berikutnya
Terminus Kamandaka
Semarang Tawang–Cilacap, p.p.
Semarang Poncol
ke arah Cilacap
Semarang Poncol
Berlawanan jarum jam
Joglosemarkerto
Lingkar Jawa Tengah
Brumbung
Searah jarum jam
Layanan penghubung
Halte sebelumnya
Trans Semarang
Halte berikutnya
Damri Koridor 2 Pengapon
ke arah Terboyo
Damri
ke arah Pelabuhan
Koridor 3
Melalui Kagok dari Dr. Cipto
Ronggowarsito
ke arah Pelabuhan
Koridor 3
Melalui Elizabeth dari Balaikota
Damri
ke arah Cangkiran
Koridor 4
Terminus
Pengapon
ke arah Cangkiran
Damri
ke arah Terboyo
Koridor 7 Widoharjo
ke arah Terboyo
Halte sebelumnya Trans Jateng Halte berikutnya
Damri
ke arah Bawen
Koridor 1
Kedungsepur
Terminus
Pengapon
ke arah Bawen
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Mesin tiket Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Wastafel Jalur difabel Tempat naik/turun Pos kesehatan Tempat bermain anak Galeri ATM Restoran Pertokoan/area komersial Ruang menyusui Ruang kerja bersama Isi baterai Area merokok Troli Terminal barang 
Tipe persinyalan
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Tawang
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.20160711.02.001015
Tanggal SK1992 dan 2010
PemilikKereta Api Indonesia
PengelolaKereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta

Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun sibuk karena menjadi persimpangan antara jalur lintas utara dan tengah Pulau Jawa; melayani hampir seluruh kelas kereta api antarkota seperti kelas eksekutif, campuran dan sebagai kecil ekonomi. Nama "Tawang" diambil dari nama kampung di dekat stasiun ini, yaitu Tawangsari. Letak Stasiun Semarang Tawang tidak jauh dari objek wisata Kota Lama dan Pasar Johar.

SejarahSunting

 
Hall Stasiun Semarang Tawang pada zaman NIS.

Pada tahun 1911, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) mulai menyusun rencana induk sistem perkeretaapian di jalur kereta api Semarang–Surakarta–Yogyakarta yang sebelumnya diresmikan pada tahun 1873. Hal ini terjadi karena Stasiun Samarang NIS yang telah ditutup enam tahun sebelumnya sudah tidak memungkinkan dioperasikan kembali sebagai stasiun pusat NIS apabila Semarang dilanda banjir rob.

Dalam melaksanakan rencana induk tersebut, NIS mulai membangun stasiun kereta api baru di wilayah Tawang yang mulai dibangun pada 29 April 1911.[4] Stasiun ini telah selesai dibangun dan diresmikan pada 1 Juni 1914.[5]

Meskipun telah dibangun, Stasiun Semarang Tawang selalu mengalami banjir rob. Hal ini terjadi karena Laut Jawa selalu mengalami pasang dan bercampur dengan air hujan dan air limbah yang berasal dari beberapa saluran air sehingga ketinggian stasiun turun menjadi 0 m di atas permukaan laut. Dalam menyelesaikan masalah ini, maka Pemerintah Kota Semarang mendirikan polder di depan stasiun yang mulai dibangun pada tahun 1998.[6][7]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Ruang tunggu VIP di Stasiun Tawang pada zaman NIS

Stasiun Semarang Tawang pada awalnya memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 4 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Alastua resmi beroperasi pada awal Desember 2013[8] dan menuju Stasiun Semarang Poncol pada awal Februari 2014,[9] jumlah jalur bertambah menjadi delapan dan jalur 5 juga dijadikan sebagai sepur lurus. Jalur 1 dan 2 digunakan sebagai tempat pemberhentian kereta api antarkota untuk menaikturunkan penumpang, jalur 3 digunakan sebagai tempat kedatangan maupun keberangkatan kereta api antarkota yang memulai perjalanan dari stasiun ini dan digunakan untuk parkir rangkaian kereta, jalur 6 digunakan sebagai tempat persilangan maupun persusulan kereta api, serta jalur 7 dan 8 juga digunakan sebagai tempat parkir rangkaian kereta sekaligus tempat cuci rangkaian kereta. Di ujung timur jalur 6 dan 7—dekat dengan Jalan Ronggowarsito—terdapat tempat bongkar muat peti kemas.

Meskipun stasiun besar, stasiun ini masih menggunakan peron berukuran rendah, sementara peron berukuran tinggi hanya tersedia di jalur 1 yang digunakan untuk mempermudah naik-turun penumpang dan mengakomodasi penumpang difabel.[10]

Pada tahun 2019, tata letak jalur di stasiun ini mengalami sedikit perombakan dan sistem persinyalan elektrik yang lama telah diganti dengan yang terbaru produksi Len Industri.

Bangunan stasiun yang bergaya Hindia ini diarsiteki oleh Ir. Louis Cornelis Lambertus Willem Sloth-Blaauboer.[11] Stasiun ini tergolong stasiun sisi; memanjang mengikuti sumbu jalur kereta api. Bentuk massa bangunan adalah perpaduan kubus dan balok, dan atapnya berbentuk limas segiempat pada lobi utama serta prisma segitiga pada kedua sisi sampingnya. Atap pada bangunan lobi dimahkotai kubah sehingga memberi kesan megah, tegas, dan kokoh yang menjadi ciri khas arsitektur Hindia. Atap bangunan utama stasiun yang menjadi fokus utama stasiun ini terbuat dari genteng, sedangkan kanopi peron stasiun menggunakan atap seng yang ditopang tiang-tiang baja. Tebal dinding stasiun 30 cm; dan pada penopangnya mendapatkan penebalan 50 cm untuk memperkukuh konstruksi. Pada pintu dan jendelanya diberi ornamen berupa konstruksi bata rolaag, yang disambungkan dengan hiasan keramik glazur, memberikan kesan artistik bangunan.[12]

Ciri khasSunting

Stasiun Semarang Tawang memiliki melodi penyambutan kereta api berupa lagu instrumental berjudul "Gambang Semarang" karya Oey Yok Siang dan Sidik Pramono[13] yang dimainkan dalam bentuk Langgam Keroncong kembali dipasang pada pertengahan Februari 2022 menandakan kedatangan kereta api. Selain itu, di depan bangunan stasiun dan di sebelah polder terdapat monumen lokomotif D301 59 yang dihiasi lampu berwarna-warni dan air mancur menari di sekelilingnya.[14][15]

Layanan kereta apiSunting

Semua layanan kereta api yang melintas di Kota Semarang berhenti di Stasiun Semarang Tawang, kecuali Kertajaya, Jayabaya, dan layanan kereta barang selain parsel ONS dan kereta api peti kemas Ronggocargo.

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

LokalSunting

KomuterSunting

Kedung Sepur, tujuan Semarang Poncol dan Ngrombo

BarangSunting

Antarmoda pendukungSunting

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Trans Semarang[16]   Terminal Sisemut–Terboyo Wetan
  Pelabuhan Tanjung EmasPelabuhan Tanjung Emas (arah jarum jam via Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo dan Jalan Gajah Mada)
  Pelabuhan Tanjung EmasElizabethPelabuhan Tanjung Emas (berlawanan arah jarum jam via Jalan Letjen Suprapto (kawasan Kota Lama Semarang), Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pandanaran)
  Terminal Cangkiran–Stasiun Semarang Tawang
  Terboyo WetanPemuda Balai KotaTerboyo (loop)
Trans Jateng[17]   Terminal Bawen-Stasiun Semarang Tawang

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Tidak sama dengan Stasiun Samarang yang dibangun sejak 1864-1867

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Kompas., Penerbit Buku ([2008]). Ekspedisi Anjer-Panaroekan : laporan jurnalistik Kompas : 200 tahun Anjer-Panaroekan, jalan untuk perubahan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797093913. OCLC 298706775. 
  5. ^ 1895-1963., Liem, Thian Joe, (2004). Riwayat Semarang (edisi ke-Cet. 2). Jakarta: Hasta Wahana. ISBN 9789799695215. OCLC 60326750. 
  6. ^ Lida., Schelwald-van der Kley, (2009). Water, a way of life : sustainable water management in a cultural context. Boca Raton [Fla.]: CRC Press. ISBN 0203872363. OCLC 316028315. 
  7. ^ "Bernostalgia dengan Semarang Tempo Dulu di Stasiun dan Polder Tawang | Hello SEMARANG". Hello SEMARANG. 6 Juli 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-01-03. Diakses tanggal 3 Januari 2018. 
  8. ^ Buwono, Bakti (2013-12-15). "Jalur Rel Ganda Alastuwo-Tawang Sepanjang Delapan Km Dioperasikan". TribunJateng.com. Diakses tanggal 2020-04-11. 
  9. ^ Laeis, Zuhdiar (2014-02-07). "Jalur Ganda KA Stasiun Poncol-Tawang Dioperasikan". Kantor Berita Antara. Diakses tanggal 2020-04-18. 
  10. ^ Syamsuddin, M. (2011-10-26). Aspek Yuridis Pembangunan Peron Tinggi di Stasiun sebagai Sarana Perlindungan Hukum Konsumen (PDF). Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. 1. 2. Badan Perlindungan Konsumen Nasional. hlm. 345–352. id. Diakses tanggal 2020-01-03. 
  11. ^ "Stasiun Tawang, Stasiun yang Terindah di Hindia Belanda". Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses tanggal 2020-11-04. 
  12. ^ Santoso, Beni Adi; Fauzy, Bachtiar (2017). "Pengaruh fungsi, bentuk, dan struktur terhadap hierarki ruang pada Stasiun Semarang Tawang di Semarang". Jurnal Riset Arsitektur. 01 (03): 267–285. ISSN 2548-8074. 
  13. ^ Dewanto, H. (2010-09-09). "Kisah "Empat Penari" di Tawang Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-10-13. 
  14. ^ "Monumen Lokomotif D 301 59 dan Dancing Fountain Percantik Kota Lama Semarang". kai.id. Diakses tanggal 2019-03-31. 
  15. ^ nugroho (2019-03-27). "Lokomotif D 301 59 Telah Purna Tugas, Monumen Dibuat di Semarang". Semaranginside.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-03-31. Diakses tanggal 2019-03-31. 
  16. ^ "Transportasi - Dinas Koperasi dan UKM Kota Semarang". Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang. Diakses tanggal 2018-06-26. 
  17. ^ Adhitya Purbaya, Angling (7 Juli 2017). "Ayo Naik Bus Trans Jateng, 3 Hari Gratis". Detikcom. Trans Media. Diakses tanggal 2020-09-07. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Semarang Poncol
ke arah Tegal
Tegal–Brumbung Semarang Gudang
ke arah Brumbung
Terminus Percabangan menuju Tanjung Emas
Trase DJKA
Semarang Gudang
Samarang
Terminus
Samarang–Semarang Tawang
Penghubung antara Samarang dengan Semarang Tawang
Terminus
Jurnatan
Terminus
Jurnatan–Rembang
Lintas utama SJS