Kereta api Pasundan

kereta api ekonomi AC komersial di Indonesia

Kereta api Pasundan merupakan kereta api penumpang kelas ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung yang melayani rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng lewat Lempuyangan dan sebaliknya. Nama Pasundan berasal dari Tatar Pasundan—suatu wilayah di Jawa Barat maupun Banten yang mayoritas dihuni Suku Sunda—yang memiliki kearifan lokal Sunda atau Kerajaan Sunda.

Kereta api Pasundan
Papan Nama KA Pasundan Khas Daop 8.png
Pasundan WO 280619.jpg
Kereta api Pasundan saat berhenti di Stasiun Wonokromo
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
PendahuluBadrasurya
Mulai beroperasi1997
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.300 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalSurabaya Gubeng
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirKiaracondong
Jarak tempuh690 km
Waktu tempuh reratarata-rata 14 jam
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk disusun 3-2
kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas kateringAda
Fasilitas observasiKaca dupleks
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api, AC
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen Perkeretaapian, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal295-296
Peta rute
Lintas KA Jalur Selatan
Untuk KA:
Ke Kertosono via Kediri
Malang
Lawang
Ke Pasuruan, Banyuwangi
Bangil
Ke Tarik
Sidoarjo
Ke SBI, SB Kota
Surabaya Gubeng, Wonokromo
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto
Sepanjang
Kedinding
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Ke Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono
Nganjuk
Caruban
Madiun
Ngawi
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Ijo
Kroya
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Jeruklegi
Sidareja
Meluwung
Banjar
Karangpucung
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Ke Garut
Cibatu
Jembatan Sungai Cimanuk
Leles
Cicalengka
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Kiaracondong
Bandung
Cimahi
Ke Bogor via Cianjur, Sukabumi
Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang
Jembatan Cibisoro
Jembatan Cikubang
Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang
Terowongan Sasaksaat
Purwakarta
Ke Cirebon
Bekasi KRL Icon Blue.svg
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Pasar Senen
Ke Tanah Abang
Ke Bogor
Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
Ke Jakarta Kota

Keterangan:

  • Argo Wilis, Turangga, Pasundan berterminus di Stasiun Surabaya Gubeng
  • Argo Parahyangan dan Pangandaran (177F) berterminus di Stasiun Bandung
  • Pangandaran berterminus di Stasiun Banjar
  • Pasundan, Galunggung dan Argo Parahyangan (38/42) berterminus di Stasiun Kiaracondong
  • Stasiun Cipeundeuy Wajib berhenti untuk Kereta api Jarak Jauh ataupun Kereta Lokal
  • Turangga dan Pasundan juga berhenti di stasiun yang bertanda bolong merah ataupun hitam
  • Mutiara Selatan juga berhenti di stasiun bertanda bolong hitam
  • Pasundan juga berhenti di stasiun yang ditulis miring
  • Argo Wilis hanya berhenti di stasiun yang bertuliskan besar
  • Hanya Mutiara Selatan yang berhenti di Stasiun Purwakarta dan Bekasi
  • Hanya KA 103/106 Mutiara Selatan (dari Malang) dan Pasundan yang berhenti di Stasiun Wonokromo
  • KA 104/105 Mutiara Selatan dan Turangga tidak berhenti di Stasiun Maos
  • Hanya KA 37/43/47 Argo Parahyangan yang mengawali perjalanannya di Stasiun Kiaracondong
  • Hanya KA 36/37/43/49 Argo Parahyangan yang berhenti di Stasiun Purwakarta
  • Hanya KA 38/43 Argo Parahyangan yang berhenti di Stasiun Cikampek

Kereta api Pasundan merupakan kereta api favorit bagi pendukung klub sepak bola Persebaya, Bonek.

SejarahSunting

 
Kereta api Badrasurya merupakan cikal bakal dari kereta api Pasundan

Kereta api ini diresmikan pada musim mudik lebaran 1997 mendampingi kereta api Badrasurya (Bandung Raya Surabaya) yang telah beroperasi sejak tahun 1970-an. Kereta api Badrasurya merupakan kereta kelas ekonomi, tetapi berangkat dari Stasiun Bandung. Namun kebijakan penyederhanaan layanan yang dilakukan oleh Perumka menyebabkan kereta api Badrasurya berhenti beroperasi sehingga hanya kereta api Pasundan yang melayani.

Pengoperasian kereta apiSunting

Mulai tanggal 1 Desember 2019, kereta api Pasundan mengalami perpindahan operasional yang sebelumnya Daerah Operasi VIII Surabaya menjadi Daerah Operasi II Bandung, beserta rangkaiannya dimutasi ke BD (Bandung) yang sebelumnya SDT (Sidotopo).

HargaSunting

Mulai tanggal 2 Januari 2020, harga kereta api ini bertarif antara Rp105.000,00 – Rp170.000,00 bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang.

Rangkaian kereta apiSunting

Susunan rangkaian kereta api Pasundan terdiri atas sebuah lokomotif CC203 atau CC201, empat kereta ekonomi (K3), satu kereta makan dan pembangkit (KMP3), serta tiga kereta ekonomi (K3)

Jadwal perjalananSunting

Jadwal perjalanan kereta api Pasundan per 1 Desember 2019 (berdasarkan Gapeka 2019).

Nomor KA KA 295 Nomor KA KA 296
Tujuan Surabaya Gubeng - Kiaracondong Tujuan Kiaracondong - Surabaya Gubeng
Stasiun Tiba Keberangkatan Stasiun Tiba Keberangkatan
Surabaya Gubeng - 04.50 Kiaracondong - 10.15
Wonokromo 04.57 05.00 Leles 11.12 11.16
Sepanjang 05.07 05.09 Cibatu 11.33 11.35
Kedinding 05.26 05.32 Cipeundeuy 12.10 12.20
Mojokerto 05.46 05.50 Tasikmalaya 13.10 13.20
Peterongan 06.07 06.13 Ciamis 13.43 13.52
Jombang 06.19 06.22 Karangpucung 14.11 14.20
Kertosono 06.38 06.41 Banjar 14.29 14.40
Nganjuk 07.01 07.03 Meluwung 15.00 15.10
Caruban 07.31 07.33 Sidareja 15.27 15.30
Madiun 07.47 07.54 Maos 16.12 16.14
Ngawi 08.17 08.19 Kroya 16.28 16.30
Walikukun 08.36 08.38 Ijo 16.50 16.56
Sragen 08.59 09.01 Gombong 17.04 17.08
Purwosari 09.30 09.35 Kebumen 17.27 17.33
Klaten 09.58 10.00 Kutoarjo 17.58 18.01
Lempuyangan 10.25 10.35 Wates 18.31 18.33
Wates 11.05 11.07 Lempuyangan 19.03 19.15
Kutoarjo 11.37 11.41 Klaten 19.39 19.42
Kebumen 12.09 12.15 Purwosari 20.05 20.14
Maos 13.11 13.13 Sragen 20.47 20.49
Jeruklegi 13.29 13.35 Walikukun 21.11 21.13
Sidareja 14.02 14.04 Ngawi 21.29 21.31
Banjar 14.37 14.45 Madiun 21.54 21.04
Ciamis 15.11 15.13 Caruban 22.19 22.21
Tasikmalaya 15.36 15.41 Nganjuk 22.51 22.53
Cipeundeuy 16.49 16.59 Kertosono 23.14 23.18
Cibatu 17.33 17.35 Jombang 23.34 23.44
Leles 17.52 17.54 Mojokerto 00.06 00.12
Cicalengka 18.30 18.37 Sepanjang 00.41 00.43
Kiaracondong 19.00 - Wonokromo 00.50 00.53
Surabaya Gubeng 01.00 -

GaleriSunting

InsidenSunting

  • Pada tanggal 27 Juni 2014, kereta api Pasundan mengalami anjlok di antara Stasiun Cipeundeuy-Stasiun Cirahayu—tepatnya di Kampung Tajur, Kadipaten, Kadipaten, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Martinus Sitompul, membenarkan kecelakaan KA tersebut. Menurutnya, kereta api ini mengalami anjlok pada letak km 236+¼ sekitar pukul 07.50 WIB.[1]
  • Pada tanggal 11 Januari 2016, kereta api Pasundan menabrak truk bermuatan pasir di perlintasan sebidang km 369+7/8, Kubangkangkung, Kawunganten, Cilacap. Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa namun kereta api Pasundan sempat tertahan di lokasi kejadian sekitar 2,5 jam karena menunggu proses evakuasi truk yang tersangkut di pintu kereta serta proses langsir.[2]
  • Pada tanggal 5 April 2016, kereta api Pasundan mengalami anjlok di petak antara Leles-Lebak Jero. Kejadian ini menyebabkan sejumlah kereta api tertahan di Stasiun Cibatu.[3]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting