Kereta api Pasundan

kereta api ekonomi di Indonesia

Kereta api Pasundan merupakan kereta api penumpang kelas ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas Kiaracondong-Surabaya Gubeng lewat Lempuyangan dan sebaliknya. Nama Pasundan berasal dari Tatar Pasundan—suatu wilayah di Jawa Barat maupun Banten yang mayoritas dihuni Suku Sunda—yang memiliki kearifan lokal Sunda atau Kerajaan Sunda.

Kereta api Pasundan
PapanKeretaApi 2020.svg
KA PASUNDAN
KIARACONDONG - SURABAYA GUBENG PP
Pasundan MN.jpg
Kereta api Pasundan saat melintas di Winongo, Manguharjo, Madiun
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
Mulai beroperasi1997
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.300 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalKiaracondong
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirSurabaya Gubeng
Jarak tempuh690 km
Waktu tempuh reratarata-rata 14 jam
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk disusun 3-2
kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api, penyejuk udara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen Perkeretaapian, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal285-286
Peta rute
Lintas KA Jalur Selatan
Untuk KA:
Ke Surabaya Kota
Ke SBI
Surabaya Gubeng
ke Malang
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Ke Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono
Nganjuk
Caruban
Madiun
Ngawi
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan Y AS
Ke Wonogiri
Purwosari Y AS BK
Klaten Y AS
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Lempuyangan Y  4B   10 
Yogyakarta Y P YA  1A   1B   2A   3A   3B 
Jembatan Kali Progo
Wates P YA
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo P YA
Kebumen YA
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Jeruklegi
Sidareja
Meluwung
Banjar
Karangpucung
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Ke Garut
Cibatu
Jembatan Sungai Cimanuk
Leles
Cicalengka
Kiaracondong
Bandung
Ke Gambir

Keterangan:

Kereta api Pasundan merupakan kereta api favorit bagi pendukung klub sepak bola Persebaya (Bonek) dan Persib (Bobotoh).

SejarahSunting

Kereta api Badrasurya merupakan salah satu kereta api yang memiliki rute yang sama dengan kereta api Pasundan. Namun, pengoperasian Badrasurya dihentikan sekitar akhir tahun 1990-an. Kereta api Pasundan pertama kali beroperasi pada musim mudik lebaran 1996 untuk mendampingi kereta api Badrasurya—merupakan singkatan dari lintas yang dilaluinya, "Bandung Raya–Surabaya"—yang telah beroperasi sejak tahun 1970-an. Kereta api Badrasurya merupakan layanan kereta api kelas ekonomi, namun titik keberangkatan kereta api tersebut berada di Stasiun Bandung. Karena adanya kebijakan penyederhanaan layanan yang dilakukan oleh Perumka menyebabkan kereta api Badrasurya berhenti beroperasi sehingga hanya kereta api Pasundan yang melayani.[butuh rujukan]

Mulai 1 Desember 2019, kereta api Pasundan mengalami perpindahan operasional yang sebelumnya Daerah Operasi VIII Surabaya menjadi Daerah Operasi II Bandung.

TarifSunting

Mulai 2 Januari 2020, tarif kereta api ini berkisar antara Rp105.000,00–Rp170.000,00 tergantung pada jarak yang ditempuh penumpang.

Data teknisSunting

Lintas pelayanan Kiaracondong–Surabaya Gubeng pp.
Lokomotif CC201/CC203
Susunan rangkaian kereta 3 kereta ekonomi (K3 BD) + 1 kereta makan pembangkit (KMP3 BD) + 4 kereta ekonomi (K3 BD)

Catatan : Susunan rangkaian kereta api dapat berubah sewaktu-waktu

Jumlah tempat duduk 742 tempat duduk

Jadwal perjalananSunting

Jadwal perjalanan kereta api Pasundan per 10 Februari 2021 (berdasarkan Gapeka 2021).

KA 285 Pasundan
(Surabaya Gubeng – Kiaracondong)
KA 286 Pasundan
(Kiaracondong – Surabaya Gubeng)
Stasiun Tiba Berangkat Stasiun Tiba Berangkat
Surabaya Gubeng - 05.50 Kiaracondong - 10.10
Boharan 06.09 06.19 Leles 11.01 11.03
Mojokerto 06.40 06.43 Cibatu 11.18 11.20
Jombang 07.05 07.08 Bumiwaluya 11.41 11.48
Kertosono 07.24 07.27 Cipeundeuy 12.01 12.11
Nganjuk 07.49 07.51 Tasikmalaya 12.56 13.00
Caruban 08.19 08.21 Awipari 13.08 13.15
Madiun 08.35 08.40 Ciamis 13.30 13.32
Ngawi 09.04 09.06 Banjar 13.55 14.12
Walikukun 09.23 09.25 Sidareja 14.43 14.51
Sragen 09.45 10.01 Maos 15.28 15.30
Purwosari 10.31 10.38 Kroya 15.42 15.45
Klaten 11.01 11.03 Gombong 16.12 16.14
Lempuyangan 11.26 11.31 Kebumen 16.35 16.37
Wates 12.01 12.03 Kutoarjo 17.03 17.08
Kutoarjo 12.32 12.38 Wates 17.37 17.39
Kebumen 13.04 13.06 Lempuyangan 18.10 18.28
Kroya 13.51 13.54 Klaten 18.53 18.55
Maos 14.08 14.11 Purwosari 19.18 19.21
Sidareja 14.49 14.53 Sragen 19.50 19.52
Banjar 15.24 15.29 Walikukun 20.14 20.30
Ciamis 15.53 15.55 Ngawi 20.48 20.50
Tasikmalaya 16.20 16.23 Madiun 21.15 21.26
Indihiang 16.30 16.38 Caruban 21.41 21.43
Cipeundeuy 17.20 17.30 Nganjuk 22.12 22.15
Cibatu 18.00 18.03 Kertosono 22.36 22.40
Leles 18.19 18.23 Jombang 22.56 22.59
Nagreg 18.43 19.00 Mojokerto 23.23 23.26
Cimekar 19.25 19.33 Surabaya Gubeng 00.06 -
Kiaracondong 19.43 -

GaleriSunting

InsidenSunting

  • Pada 27 Juni 2014, kereta api Pasundan mengalami anjlok di petak Stasiun Cipeundeuy-Stasiun Cirahayu—di Kampung Tajur, Kadipaten, Kadipaten, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Martinus Sitompul, membenarkan kecelakaan kereta api tersebut. Menurutnya, kereta api ini mengalami anjlok pada letak km 236+¼ sekitar pukul 07.50 WIB.[1]
  • Pada 11 Januari 2016, kereta api Pasundan menabrak truk bermuatan pasir di perlintasan sebidang km 369+7/8, Kubangkangkung, Kawunganten, Cilacap. Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa namun kereta api Pasundan sempat tertahan di lokasi kejadian sekitar 2,5 jam karena menunggu proses evakuasi truk yang tersangkut di pintu kereta serta proses langsir.[2]
  • Pada 5 April 2016, kereta api Pasundan mengalami anjlok di petak antara Leles-Lebak Jero. Kejadian ini menyebabkan sejumlah kereta api tertahan di Stasiun Cibatu.[3]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting