Stasiun Indro

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Indro (IDO) adalah stasiun kereta api barang kelas I yang terletak di Sidorukun, Gresik, Gresik; pada ketinggian +8 meter; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Meskipun stasiun ini bernama "Indro", stasiun ini secara administratif tidak terletak di Indro, Kebomas, Gresik, tetapi terletak 2 km di sebelah utara desa tersebut. Stasiun ini memiliki enam jalur kereta api, tetapi hanya jalur 1-4 yang masih aktif hingga kini.

Stasiun Indro

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun IDO.png
  • Singkatan: IDO
  • Nomor: 4359
Stasiun Indro 2020.jpg
Stasiun Indro beserta emplasemen pada tahun 2020
LokasiSidorukun, Gresik, Gresik, Jawa Timur 61112
Indonesia
Ketinggian+8 m
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Letak dari pangkalkm 9+720 lintas Kandangan-Gresik[1]
Jumlah peronSatu peron sisi yang agak rendah
Jumlah jalur6:
  • jalur 1: sepur lurus dari dan ke Pabrik Petrokimia dan Semen Gresik
  • jalur 2: sepur lurus dari dan ke arah Kandangan
  • jalur 3: sepur lurus dari dan ke arah Gresik
Informasi lain
KlasifikasiI[2]
Lokasi pada peta
Stasiun Indro berlokasi di Indonesia
Stasiun Indro
Stasiun Indro
Lokasi di Indonesia
Stasiun Indro pada tahun 2011

Di sebelah utara stasiun ini terdapat percabangan jalur kereta api menuju Pabrik Semen Gresik dan PT Petrokimia yang berawal dari jalur 1. Terdapat juga jalur percabangan menuju Stasiun Gresik yang bermula dari jalur 3, dengan trase jalur berlanjut melingkari Kota Gresik hingga bertemu dengan jalur utama di Stasiun Sumari. Namun, semua percabangan jalur tersebut kini telah tidak digunakan lagi.

Jalur yang menuju Pabrik Semen Gresik telah tidak digunakan lagi karena pabrik tersebut direncanakan pindah ke Tuban dan habisnya kontrak dengan PT KAI pada tahun 2010.[3] Sementara itu, jalur menuju ke Pabrik Petrokimia tidak pernah dipakai lagi. Jalur yang melingkari Kota Gresik sudah lama mati sejak tahun 1980-an dan nyaris tidak berbekas. Begitu pula jalur yang menuju Stasiun Gresik di sekitar Pelabuhan Gresik juga dinonaktifkan pada Oktober 1975. Di atas jalur tersebut berdiri banyak bangunan rumah warga, tetapi pada jalur ini masih banyak jejak dan bekas yang masih dapat terlihat di pinggir timur Jalan Harun Tohir.

Stasiun Indro sempat diaktifkan lagi untuk melayani pemberangkatan kereta api peti kemas pada 9 September 2016.[4] Namun, pengoperasian kereta api tersebut dihentikan sejak April 2017 karena tunggakan yang belum dibayar oleh pihak pengelola jasa angkutan peti kemas kepada PT KAI.[5]


ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (21 Januari 2020). "Selayang Pandang Daerah Operasi 8 Surabaya" (PDF). e-PPID PT. Kereta Api Indonesia. Diakses tanggal 5 Oktober 2020. 
  3. ^ "Lama Terbengkalai, Stasiun Indro di Gresik Kembali Difungsikan - Kompas.com". KOMPAS. Diakses tanggal 2018-04-11. 
  4. ^ Widayati, Rully (2016-09-09). "KAI Daop 8 Surabaya Hidupkan Lagi Stasiun Indro Gresik". Tempo. Diakses tanggal 2019-09-07. 
  5. ^ "Banyak Tunggakan, Stasiun Stop Operasi". Jawa Pos. 2017-08-02. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Gapuro
ke arah Sumari
Sumari–Gresik–Kandangan Karangkering
ke arah Kandangan

Koordinat: 7°10′36″S 112°39′52″E / 7.1767°S 112.664522°E / -7.1767; 112.664522