KAI Bandara

perusahaan asal Indonesia

PT Railink (berbisnis dengan nama KAI Bandara) adalah anak usaha dari Kereta Api Indonesia yang bergerak di bidang pengoperasian kereta api bandara.

PT Railink
Info
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero) (60%)
PT Angkasa Pura II (40%)
WilayahDaerah Operasi VI Yogyakarta (ARS YIA)
Divisi Regional I Medan (ARS Kualanamu)
JenisLayanan kereta bandara
Jumlah jalur2
Jumlah stasiun6
Kantor pusatStasiun BNI City, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Situs webwww.railink.co.id
Operasi
Dimulai25 April 2013; 10 tahun lalu (2013-04-25) (Medan)
26 Desember 2017; 6 tahun lalu (2017-12-26) (Jakarta)
1 April 2022; 22 bulan lalu (2022-04-01) (Yogyakarta)
Panjang kereta4 kereta per rangkaian KRDE
Teknis
Lebar sepur1.067 mm (ft 6 in) Lebar sepur Cape
Kecepatan tertinggi90 km/h (25 m/s)*

Sejarah sunting

Perusahaan ini didirikan pada bulan September 2006 oleh Kereta Api Indonesia dan Angkasa Pura II untuk mengoperasikan kereta api bandara, dengan Kereta Api Indonesia memegang 60% saham perusahaan ini, sementara Angkasa Pura II memegang sisanya.[1] Pada tahun 2013, perusahaan ini meluncurkan KA Airport Raillink Services (ARS) dengan rute Stasiun MedanBandara Kualanamu pp.[2] Pada akhir tahun 2017, perusahaan ini juga meluncurkan KA ARS Soekarno-Hatta dengan rute Stasiun ManggaraiBandara Soekarno-Hatta.

Pada bulan April 2022, Kereta Api Indonesia menugaskan perusahaan ini untuk mengoperasikan KA ARS Yogyakarta International. Pada bulan September 2023, Kereta Api Indonesia juga menugaskan perusahaan ini untuk mengoperasikan KA Sri Lelawangsa. Pada bulan Januari 2023, perusahaan ini mengalihkan pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta ke KAI Commuter. Perusahaan ini kemudian berekspansi ke bisnis perawatan sarana perkeretaapian dan penyediaan suku cadang sarana perkeretaapian.[3]

Layanan sunting

Layanan kereta api bandara yang dioperasikan oleh perusahaan ini diberi nama Airport Railink Services (ARS). Perusahaan ini kini hanya mengoperasikan kereta api ARS Kualanamu, ARS Yogyakarta International, dan KA Sri Lelawangsa.

ARS Kualanamu sunting

 
Kereta api ARS Kualanamu

ARS Kualanamu dioperasikan mulai tahun 2013 dengan rute dari Stasiun Medan sebagai City Railink Station dan menuju Bandara Internasional Kualanamu sebagai Airport Railink Station. Pada awalnya, ARS Medan menggunakan dua rangkaian kereta rel diesel elektrik (KRDE) pinjaman dari Kementerian Perhubungan yang sebelumnya dioperasikan di Pulau Jawa sebagai KA Kaligangsa. Dua rangkaian KRDE tersebut kemudian digantikan dengan empat rangkaian KRDE baru buatan Woojin Industrial Systems asal Korea Selatan.[4][5][6] Kapasitas ARS Medan adalah 172 penumpang per kereta, dan dapat mengangkut 3.000-4.000 penumpang per hari atau 1,3 juta penumpang per tahun.[7]

ARS Yogyakarta International (KA Bandara YIA) sunting

 
Kereta api Bandara Internasional Yogyakarta meliuk setelah melewati Jembatan Mbeling

ARS Yogyakarta International mulai dioperasikan oleh perusahaan ini pada bulan April 2022 setelah sebelumnya dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia. Pada tahap awal, kereta api ini dijalankan sebanyak 15 kali pulang-pergi dengan waktu tempuh 39 menit per perjalanan, dengan jarak keberangkatan antar kereta api rata-rata 60 menit. Kereta api ini dijalankan dengan rangkaian ME204 buatan INKA. Kereta api ini dijalankan dengan rute Stasiun Yogyakarta-Stasiun Yogyakarta International Airport pp. dengan hanya berhenti di Stasiun Wates.

Lin Sri Lelawangsa sunting

 
Kereta api Sri Lelawangsa.

Kereta api Sri Lelawangsa mulai dioperasikan oleh perusahaan ini pada tanggal 1 September 2023 setelah sebelumnya dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia. Rute KA Sri Lelawangsa kemudian diperpanjang ke Bandara Kualanamu dengan menggunakan KRDE buatan Woojin. Pada saat yang sama, rangkaian kereta api Sri Lelawangsa relasi Medan—Kuala Bingai pp. juga diganti dari yang awalnya kelas ekonomi menjadi kelas ekonomi premium.

Layanan terdahulu sunting

ARS Soekarno-Hatta sunting

 
Kereta Rel Listrik Railink Bandara Soekarno-Hatta bersiap memasuki Stasiun Batuceper, Tangerang

Kereta rel listrik (KRL) ARS Soekarno-Hatta mulai dioperasikan secara penuh pada tanggal 2 Januari 2018, setelah sebelumnya diadakan uji coba operasional mulai bulan November 2017 dengan rute:[8]

ARS Soekarno-Hatta menggunakan KRL yang diproduksi secara completely knocked-down (CKD) oleh Bombardier Transportation dan dirakit oleh Industri Kereta Api di Madiun. Sebanyak 60 unit kereta dibagi menjadi sepuluh rangkaian KRL dengan stamformasi enam kereta per rangkaian, dengan fasilitas seperti audio-video on demand (AVOD), toilet dengan kloset duduk dan peturasan, bangku khusus penyandang disabilitas, dsb.[9][10]

Pada tanggal 19 Juni 2018, dilakukan uji coba pemberangkatan KA Bandara Soekarno-Hatta dari Stasiun Bekasi. Uji coba tersebut dilakukan di luar jam sibuk dengan 8 kali keberangkatan per hari. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui vending machine yang terletak di pintu selatan Stasiun Bekasi dan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Railink.[11][12][13]

Pada tanggal 1 Januari 2023, pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta resmi dialihkan ke KAI Commuter.

Referensi sunting

  1. ^ Harinowo et al. 2019, hlm. 15.
  2. ^ "Ini Kereta Api Bandara Pertama di Indonesia". VIVA.co.id. 2013-01-31. Diakses tanggal 2020-09-28. 
  3. ^ Subekti, Rahayu (3 Maret 2023). "Alasan Railink tak Lagi Operatori KA Bandara Soekarno-Hatta". Republika. Diakses tanggal 14 Januari 2024. 
  4. ^ http://www.viva.co.id/nasional/386719-ini-kereta-api-bandara-pertama-di-indonesia
  5. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-10-15. Diakses tanggal 2017-10-15. 
  6. ^ https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/2216506/kereta-bandara-medan-kuala-namu-pakai-buatan-korea-
  7. ^ http://industri.kontan.co.id/news/maret-kereta-api-bandara-kuala-namu-beroperasi
  8. ^ https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3600303/kereta-bandara-soekarno-hatta-beroperasi-tiga-bulan-lagi
  9. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-10-15. Diakses tanggal 2017-10-15. 
  10. ^ https://ekbis.sindonews.com/read/1230526/34/begini-penampakan-kereta-canggih-di-bandara-soetta-1502773509
  11. ^ Purba, David Oliver (18 Juni 2018). Maharani, Dian, ed. "Besok, KA Bandara Mulai Diuji Coba dari Stasiun Bekasi". Kompas.com. Diakses tanggal 19 Juni 2018. 
  12. ^ "Hari Ini Railink Uji Coba Operasi KA Bekasi-Bandara Soetta". BeritaSatu.com. 19 Juni 2018. Diakses tanggal 19 Juni 2018. 
  13. ^ Railink (19 Juni 2018). "PT Railink melakukan uji coba operasi #KABandaraSoetta untuk perpanjangan layanan ke dan dari Bekasi pada Selasa (19/6) dengan jadwal operasi di luar jam sibuk KA KRL Commuter Line Bekasi (di atas jam 09.00 wib sampai dengan sebelum jam 16.00 wib)". Twitter. Diakses tanggal 19 Juni 2018. 

Pranala luar sunting