Buka menu utama

Kereta api Argo Parahyangan

Jalur Rel Kereta api yang Melayani Rute Bandung-Jakarta (PFLMIXM)

Kereta api Argo Parahyangan (Gopar) (Aksara Sunda Baku: ᮊᮛᮦᮒ ᮃᮕᮤ ᮃᮁᮌᮧ ᮕᮛᮠᮡᮍᮔ᮪, Karéta api Argo Parahyangan) merupakan kereta api penumpang kelas campuran eksekutif argo dan ekonomi AC plus new image (tambahan), campuran eksekutif argo dan ekonomi AC premium (reguler dan tambahan), maupun kelas eksekutif argo (reguler, fakultatif, dan tambahan) yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi II Bandung (reguler dan tambahan) dan Daerah Operasi I Jakarta (tambahan) yang melayani rute Bandung-Gambir pp (reguler/tambahan) serta rute Gambir/Pasar Senen-Bandung/Kiaracondong (tambahan) dan sebaliknya serta menjadi satu-satunya kereta api yang melayani rute ini.

Kereta api Argo Parahyangan
Papan nama KA Argo Parahyangan.svg
KA 21 ARGO PARAHYANGAN.jpg
KA 21 Argo Parahyangan masuk Purwakarta
Informasi umum
Jenis layananKereta api ekspres
StatusBeroperasi
Daerah operasi
Pendahulu
  • Parahyangan (1971-2010)
  • Argo Gede (1995-2010)
Mulai beroperasi
  • 27 April 2010 (Eksekutif Argo)
  • 25 Oktober 2016 (Eksekutif Argo dan Ekonomi AC Plus New Image)
  • 21 Juni 2017 (Ekonomi AC Premium tipe Tambahan)
  • 08 Agustus 2017 (Ekonomi AC Premium tipe Reguler)
  • 01 Maret 2018 (Eksekutif Argo rangkaian stainless steel 2018 untuk perjalanan tambahan hingga Stasiun Kiaracondong)
  • 27 Februari 2019 (Eksekutif Argo dan Ekonomi AC Premium rangkaian stainless steel 2018)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Rute
Stasiun awalBandung
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh
  • 169 km (BD-GMR)
  • 170 km (PSE-BD)
  • 180 km (GMR-KAC)
Waktu tempuh reratarata-rata sekitar 3 jam
Frekuensi perjalanan11 kali dalam satu perjalanan pulang pergi di hari biasa. Sampai 15 kali dalam satu perjalanan pulang pergi di akhir pekan dan hari libur nasional.
Jenis relRel berat
Pelayanan
Kelas
  • Eksekutif argo (reguler, fakultatif, dan tambahan)
  • Eksekutif argo dan ekonomi AC plus (tambahan)
  • Eksekutif argo dan ekonomi AC premium (reguler dan tambahan)
Layanan disabilitas-
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat) (eksekutif argo)
  • 80 tempat duduk disusun 2-2, saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan (ekonomi AC plus)
  • 80 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat, saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan (ekonomi AC premium)
Fasilitas kateringAda, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Penglistrikan-
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwalAda di bawah yang bertulisan rangkaian kereta api
Peta rute
Lintas KA Jakarta-Bandung-Tasikmalaya-Banjar
Untuk Kereta api
ke Jakarta Kota
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png
ke Tanah Abang
ke Bogor
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Jalan Tol Ir.Wiyoto Wiyono
DKI Jakarta
Jawa Barat
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Cikampek
Purwakarta
Jembatan Cisomang
Terowongan Sasaksaat
Jembatan Cikubang
ke Bogor
Cimahi
Bandung
Kiaracondong
Jembatan Cimanuk
Rancaekek
Cicalengka
Leles
Cibatu
Jembatan Ciherang
Cipeundeuy
Tasikmalaya
Jembatan Cirahong
Banjar
Ke Kroya, Yogyakarta
Keterangan umum:
Keterangan khusus KA Pangandaran:
  • Perjalanan bernomor KLB KP/12379 dan KP/12412 hanya beterminus dari Banjar menuju Bandung dan sebaliknya.
  • Layanan ini melintas langsung stasiun Jatinegara, Bekasi, Cikampek, Purwakarta, dan Cimahi
Keterangan khusus KA Argo Parahyangan di Stasiun Purwakarta:
  • Untuk KA 19/20/22/30/32/34 Argo Parahyangan berhenti di Stasiun Purwakarta
  • Untuk KA 7075/7077/7076 Argo Parahyangan Tambahan K1 2018 berhenti di Stasiun Purwakarta
  • Untuk KA 7057 dan 7098A Argo Parahyangan Tambahan K1 2018 + K3 2018 berhenti di Stasiun Purwakarta
  • Untuk KA 21/23/24/25/26/27/28/31/33 Argo Parahyangan tidak berhenti di Stasiun Purwakarta
  • Untuk KA 7078 Argo Parahyangan Tambahan SS tidak berhenti di Stasiun Purwakarta
  • Untuk KA 7049/7050 Argo Parahyangan Tambahan Malam tidak berhenti di Stasiun Purwakarta

Kereta api ini menawarkan alternatif perjalanan pada pagi hingga malam hari untuk kedua arah, baik Bandung-Gambir maupun Gambir-Bandung. Dalam perjalanan pagi hingga sore hari penumpang dapat menikmati indahnya panorama Bumi Parahyangan dan melewati jembatan, terowongan, dan tikungan besar/tiber ada di wilayah Bandung Barat dan Purwakarta. Perjalanan Jakarta-Bandung sepanjang ±169 km menelusuri alam pegunungan Priangan barat ditempuh kereta api ini dengan waktu tempuh rata-rata 3 jam.

Kereta api ini juga terkenal sebagai kereta api yang sering meminjam rangkaian kereta api lain yang sedang menganggur, seperti rangkaian KA Harina, Sembrani, Turangga, Senja Utama Solo, maupun yang lainnya.

Daftar isi

Asal-usul namaSunting

Kereta api ini merupakan gabungan nama dari kereta Argo Gede dan Parahyangan. Meskipun menyandang nama "Argo", kereta ini justru merupakan kereta api kelas campuran, tidak sepenuhnya eksekutif sebagaimana seharusnya kereta api lainnya yang juga bernama "Argo", kecuali pada beberapa perjalanan/nomor Gapeka menggunakan rangkaian eksekutif saja atau bahkan ekonomi AC plus saja. Sejak masa awal beroperasi mulai tahun 2010, kereta api ini juga menjadi kereta argo pertama dan satu-satunya yang memiliki kelas selain kelas eksekutif.

Kereta api ini menjadi satu-satunya kereta api kelas "Argo" yang kelas rangkaiannya sering berganti antara eksekutif (baik argo/kaca lebar, satwa/kaca model pesawat, ataupun yang terbaru (K1 2016 dan 2018 JAKK/K1 2018 SDT) dengan model kaca panorama dupleks), bisnis, ekonomi AC (baik PSO, plus (K3 2016 BD), maupun Premium (K3 2017) milik BD), atau kombinasi dari ketiganya (kelas campuran K1+K2+K3 BD).

Sejarah operasionalSunting

Awal beroperasiSunting

Kereta api ini merupakan kereta api hasil peleburan KA Argo Gede dan Parahyangan yang telah dihentikan pengoperasiannya sejak 26 April 2010. KA Argo Parahyangan pertama kali dioperasikan pada Selasa, 27 April 2010, pada pukul 05.30 di Stasiun Bandung dan pukul 05.45 di Stasiun Gambir.

Kereta api Argo Parahyangan merupakan hasil respons PT KAI atas kekecewaan masyarakat karena dihentikannya pengoperasian KA Parahyangan.[1] Sehingga, PT KAI menggabungkan KA Parahyangan bersama rangkaian KA Argo Gede. Jadi, beberapa kereta kelas bisnis bekas KA Parahyangan disambungkan dengan kereta kelas eksekutif bekas KA Argo Gede. Tetapi masyarakat tidak mau nama Parahyangan itu ditiadakan. Akhirnya, PT KAI menggabungkan nama Argo Gede dan Parahyangan menjadi Argo Parahyangan.

Pada awal kereta api ini beroperasi, biasanya kereta ini terdiri dari tiga sampai empat kereta kelas eksekutif dan dua sampai tiga kereta kelas bisnis.

Masa-masa beroperasiSunting

Mengingat permintaan kelas eksekutif lebih tinggi dari kelas bisnis, sejak tanggal 30 Desember 2011 sebagian kereta kelas bisnisnya diganti dengan kereta kelas eksekutif sehingga KA Argo Parahyangan menjadi kereta api eksekutif seluruhnya (meskipun di beberapa perjalanannya masih ditambah gerbong bisnis). Jumlah perjalanan KA ini semakin meningkat mengingat okupansi yang bagus dan juga karena jalan tol Jakarta-Bandung yang sering macet membuat masyarakat beralih ke kereta api.

Berdasarkan jadwal baru pada Gapeka 2017, kereta api Argo Parahyangan berjalan 8 kali pergi-pulang reguler dan belum termasuk 4 kali pergi-pulang tambahan. Sampai saat ini, ada empat rangkaian tambahan Argo Parahyangan yang merupakan optimalisasi rangkaian KA yang menganggur, yaitu KA 31 dan 32 yang menggunakan rangkaian KA Harina; KA 33 dan KA 34 yang menggunakan rangkaian KA Turangga; KA tambahan bernomor 7051 dan 7052 yang menggunakan rangkaian KA Sembrani; dan KA tambahan bernomor 7061A dan 7062A yang menggunakan rangkaian KA Senja Utama Solo.

FasilitasSunting

KA Argo Parahyangan menggunakan KA Eksekutif Argo berkapasitas 50 penumpang dengan televisi, meja makan (kadangkala), lampu baca, stopkontak, AC, toilet, dan kursi yang dapat diputar balik (reclining seat), sementara kelas bisnis, berkapasitas 64 penumpang dan cukup nyaman dengan harga yang lebih terjangkau dengan fasilitas AC split, toilet, stopkontak, dan kursi yang dapat diputar balik.

KA Argo Parahyangan menggunakan KA eksekutif Argo bekas Argo Gede buatan tahun 1995 dan 2002; terkadang juga menggunakan KA milik Argo Wilis yang dibuat pada 1998 atau menggunakan KA eksekutif biasa (buatan 1995 ke bawah) yang dicat striping Argo. KA Bisnis menggunakan KA eks-Parahyangan.

Mulai 25 Oktober 2016, perjalanan KA Argo Parahyangan yang menggunakan kereta bisnis akhirnya menggunakan kereta ekonomi buatan tahun 2016 yang sempat digunakan pada KA Mutiara Selatan yang mengalami masalah kenyamanan.[2]

Pergantian rangkaianSunting

Mulai 9 Juni 2017, Sudah tersedia pula KA Argo Parahyangan Tambahan dengan kelas ekonomi premium 2017 dengan relasi Bandung-Gambir pp.

Mulai 21 s. d 30 Juni 2017 tersedia KA Argo Parahyangan Tambahan dengan kelas ekonomi premium 2017 relasi baru Bandung-Pasar Senen pp. Saat itu KA ini menggunakan rangkaian idle KA Mantab Premium (Madiun-Pasar Senen) yang sedang tidak dioperasikan pada siang hari.

Mulai 8 Agustus 2017 dijalankan rangkaian kelas ekonomi premium 2 kali PP dengan relasi yang sama seperti KA Argo Parahyangan reguler.

Mulai 1 Maret 2018 Kereta api Argo Parahyangan Tambahan sudah resmi beroperasi dengan kelas Eksekutif yang berbodI stainless steel. KLB Argo Parahyangan Tambahan dengan relasi Gambir-Bandung maupun Gambir-Kiaracondong berjalan sebanyak 2 kali pulang pergi.

Mulai 9 Maret 2018, KA Argo Parahyangan Priority sudah resmi beroperasi dengan kelas Eksekutif yang berbody warna coklat, garis warna keemasan dengan tulisan Priority. Layanan kelas ekskekutif priority terdapat pada jadwal reguler dari Bandung dengan nomor KA 19, 21, 25, dan 27; serta dari Gambir dengan nomor KA 22, 24, 28 dan 30.

Mulai 27 Februari 2019 KA Argo Parahyangan menggunakan rangkaian kereta eksekutif stainless steel (K1 2018) dan ekonomi AC Premium stainless steel (K3 2018 eks KA Tawang Jaya Premium) buatan PT INKA Madiun, sedangkan kereta ekonomi AC plus new image (K3 2016) tetap di Dipo Bandung untuk didinaskan sebagai KA Argo Parahyangan Tambahan bernomor 7059-7060.

Lokomotif penarikSunting

Lokomotif yang pernah menjadi andalan KA Argo Parahyangan sejak awal beroperasinya adalah CC201, CC203, danCC204, Sejak tahun 2013, lokomotif CC206 pun mulai menarik kereta api Argo Parahyangan. Namun, sejak tahun 2014 KA ini selalu ditarik oleh lokomotif CC206. Lokomotif penarik kereta api Argo Parahyangan biasanya berasal dari Dipo Bandung.

RangkaianSunting

Pada masa awal beroperasinya sekitar tahun 2010-2011, biasanya stanformasi rangkaian yang digunakan untuk KA Argo Parahyangan reguler adalah: satu unit kereta pembangkit (P), tiga hingga empat unit kereta kelas eksekutif (K1), satu unit kereta makan kelas eksekutif (M1), dan dua hingga tiga kereta kelas bisnis (K2).

Sejak tanggal 30 Desember 2011, pada beberapa rangkaian kereta kelas bisnisnya diganti dengan kereta kelas eksekutif sehingga KA Argo Parahyangan menjadi kereta api eksekutif seluruhnya. Pada masa dioperasikannya kereta api aling-aling, 1 unit kereta kelas bisnis diubah menjadi kereta bagasi aling-aling (B/K2) membuat formasi Argo Parahyangan pada tahun 2012-2016 menjadi:

  1. satu unit kereta pembangkit (P), lima unit kereta eksekutif (K1), satu unit kereta makan (M1), dan satu unit kereta aling-aling (B/K2)
  2. satu unit kereta pembangkit (P), tiga unit kereta eksekutif (K1), satu unit kereta makan (M1), dua unit kereta bisnis (K2), dan satu unit kereta aling-aling (B/K2)

Sejak dihapusnya kereta aling-aling pada pertengahan Agustus 2016, aling-aling kelas bisnis (K2) pun akhirnya difungsikan juga untuk mengangkut penumpang.

Mulai 25 Oktober 2016, kereta kelas bisnis pada KA ini digantikan dengan kereta kelas ekonomi AC plus (K3 2016) dari KA Mutiara Selatan karena alasan kenyamanan kereta ekonomi AC keluaran tahun 2016 tersebut terlalu sempit untuk perjalanan jarak jauh. Mulai awal Januari 2017 KA Argo Parahyangan reguler sudah tidak menggunakan lagi Kereta Pembangkit (P) dan Kereta Makan (KM1/M1) karena digantikan oleh Kereta Makan dan Pembangkit (MP3) dari rangkaian ekonomi AC terbaru saat itu.

Pada tanggal 17 Desember 2018 layanan kelas eksekutif pada semua perjalanan KA Argo Parahyangan secara resmi menggunakan kereta eksekutif baru buatan tahun 2018, sedangkan rangkaian lamanya (K1 1998 - K1 2001 - K1 2002) ditaruh di Dipo Kereta Bandung atau dimutasi ke Jakarta Kota (JAKK), Cirebon (CN), Sidotopo (SDT), Surabaya Pasarturi (SBI). Sebagian rangkaian K1 buatan tahun 2002 juga ada yang dimutasi ke Divre 3 Palembang untuk memenuhi rangkaian KA Sindang Marga.

Rangkaian KA Argo Parahyangan reguler saat ini per 27 Februari 2019 adalah: satu unit lokomotif, satu unit kereta kelas eksekutif priority (K1 Priority, opsional), 5 hingga 6 kereta eksekutif argo stainless steel (K1 2018), 1 unit kereta makan kelas eksekutif stainless steel (M1 2018), empat kereta ekonomi premium stainless steel (K3 2018), dan satu unit kereta pembangkit stainless steel (P 2018). Jika unit M ataupun P sedang tidak bisa digunakan, maka penggantinya adalah satu unit kereta makan pembangkit kelas ekonomi new image (MP3 2016).

TarifSunting

Tarif untuk KA ini pada kelas eksekutif priority sebesar Rp250.000,00-Rp320.000,00, kelas eksekutif argo sebesar Rp110.000,00 - Rp250.000,00, dan kelas ekonomi AC plus atau premium sebesar Rp70.000,00-Rp180.000,00 (biasanya selisih tarif antara kelas ekonomi AC plus dan premium adalah Rp 10.000,00-Rp20.000,00); bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus pada jadwal KA reguler yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada rute berikut.

  • Bandung - Purwakarta maupun sebaliknya: Rp55.000,00 (eksekutif argo) dan Rp35.000,00 (ekonomi AC plus/premium)
  • Bandung - Cikampek maupun sebaliknya Rp65.000,00 (eksekutif argo) dan Rp35.000,00 (ekonomi AC plus/premium)
  • Jakarta - Purwakarta maupun sebaliknya Rp65.000,00 (eksekutif argo) dan Rp45.000,00 (ekonomi AC plus/premium)
  • Jakarta - Bekasi maupun sebaliknya Rp30.000,00 (eksekutif argo) dan Rp20.000,00 (ekonomi AC plus/premium)

Jadwal perjalananSunting

Jadwal sesuai Gapeka 2017 revisi 1 Maret 2019

Kereta api Reguler

Argo Parahyangan (Bandung-Gambir)
Stasiun KA 19 KA 21 KA 23 KA 25 KA 27 KA 29 KA 31 KA 33
Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Bandung - 05.00 - 06.30 - 11.35 - 14.45 - 16.10 - 19.40 - 07.35 - 08.35
Cimahi 05.10 05.12 06.40 06.42 11.45 11.49 14.55 14.57 Ls 16.19 19.50 19.52 07.45 07.47 08.45 08.47
Purwakarta 06.35 06.37 Ls 08.04 Ls 13.16 Ls 16.23 Ls 17.44 Ls 21.17 Ls 09.09 Ls 10.09
Bekasi 07.41 07.43 09.08 09.10 14.20 14.22 17.27 17.29 18.49 18.51 22.20 22.21 10.13 10.15 11.13 11.15
Jatinegara 07.59 08.01 09.28 09.30 14.39 14.41 17.45 17.47 19.09 19.11 22.38 22.40 10.32 10.34 11.32 11.34
Gambir 08.15 - 09.45 - 14.57 - 18.03 - 19.27 - 22.56 - 10.50 - 11.50 -
Argo Parahyangan (Gambir-Bandung)
Stasiun KA 20A KA 22 KA 24 KA 26 KA 28 KA 30 KA 32 KA 34
Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Gambir - 05.25 - 08.45 - 10.30 - 15.30 - 18.45 - 20.00 - 11.30 - 12.35
Bekasi 05.56 05.58 09.15 09.17 11.00 11.02 16.01 16.03 19.14 19.16 20.31 20.33 12.00 12.02 13.05 13.07
Purwakarta 07.02 07.06 10.21 10.24 Ls 12.05 Ls 17.05 Ls 20.19 21.36 21.39 13.16 13.18 14.13 14.15
Cimahi 08.39 08.41 11.47 11.51 13.27 13.29 18.27 18.29 21.42 21.44 23.02 23.04 14.41 14.44 15.48 15.50
Bandung 08.52 - 12.01 - 13.39 - 18.31 - 21.54 - 23.14 - 14.53 - 16.00 -
Kereta api fakultatif (Rangkaian eksekutif)
Argo Parahyangan (Bandung-Gambir)
Stasiun KA 35F
Tiba Berangkat
Bandung - 20.55
Cimahi 21.05 21.07
Bekasi 23.42 23.44
Jatinegara 00.00 00.02
Gambir 00.16 -
Argo Parahyangan (Gambir-Bandung)
Stasiun KA 36F
Tiba Berangkat
Gambir - 00.45
Bekasi 01.14 01.16
Cimahi Ls. Ls.
Bandung 03.47 -
Kereta api tambahan reguler kelas eksekutif (2018) dan ekonomi premium (2018)
Argo Parahyangan Tambahan (Bandung-Gambir)
Stasiun KA 7057
Tiba Berangkat
Bandung - 04.15
Cimahi 04.26 04.28
Bekasi Ls Ls
Jatinegara 07.08 07.10
Gambir 07.25 -
Argo Parahyangan Tambahan (Gambir-Bandung)
Stasiun KA 7098A
Tiba Berangkat
Gambir - 23.00
Bekasi 23.31 23.33
Purwakarta 00.35 00.37
Cimahi 02.01 02.04
Bandung 02.14 -
Kereta api tambahan reguler kelas eksekutif
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Kiaracondong-Bandung-Gambir)
Stasiun KA 7077 KA 7075
Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Kiaracondong - - - 12.45
Bandung - 20.50 12.53 13.05
Cimahi 21.07 21.09 13.23 13.25
Purwakarta 22.43 22.45 14.58 15.00
Cikampek Ls 23.04 15.19 15.21
Bekasi 23.45 23.47 16.03 16.05
Jatinegara 00.03 00.05 16.21 16.23
Gambir 00.21 - 16.39 -
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Gambir-Bandung-Kiaracondong)
Stasiun KA 7078 KA 7076
Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Gambir - 17.02 - 06.15
Bekasi 17.36 17.38 06.50 06.52
Cikampek Ls 18.20 07.39 07.41
Purwakarta Ls 18.40 08.07 08.09
Cimahi 20.02 20.04 09.40 09.42
Bandung 20.19 - 09.54 10.05
Kiaracondong - - 10.13 -
Kereta api tambahan kelas eksekutif argo rangkaian idle KA Sembrani
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Bandung-Gambir)
Stasiun KA 7051
Tiba Berangkat
Bandung - 11.00
Cimahi 11.10 11.12
Purwakarta Ls 07.41
Bekasi Ls 13.43
Jatinegara 13.58 14.00
Gambir 14.15 -
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Gambir-Bandung)
Stasiun KA 7052
Tiba Berangkat
Gambir - 07.15
Bekasi Ls 07.43
Purwakarta Ls 08.45
Cimahi 10.12 10.14
Bandung 10.24 -
Kereta api tambahan kelas eksekutif argo dan ekonomi AC premium 2018
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Bandung-Gambir)
Stasiun KA 7049
Tiba Berangkat
Bandung - 22.30
Cimahi 22.40 22.42
Purwakarta Ls 00.15
Bekasi 01.17 01.19
Jatinegara 01.36 01.38
Gambir 01.52 -
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Gambir-Bandung)
Stasiun KA 7050
Tiba Berangkat
Gambir - 23.20
Bekasi 23.50 23.52
Purwakarta Ls 00.54
Cimahi 02.16 02.18
Bandung 02.28 -
Kereta api tambahan kelas eksekutif argo atau ekonomi AC plus new image
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Bandung-Gambir)
Stasiun KA 7059
Tiba Berangkat
Bandung - 14.05
Cimahi 14.15 14.17
Purwakarta 15.46 15.54
Bekasi 16.55 16.57
Jatinegara 17.13 17.15
Gambir 17.30 -
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Gambir-Bandung)
Stasiun KA 7060
Tiba Berangkat
Gambir - 18.00
Bekasi 18.31 18.33
Purwakarta 19.34 19.37
Cimahi 21.00 21.03
Bandung 21.14 -
Kereta api tambahan kelas eksekutif argo dan ekonomi AC premium 2018 rangkaian idle KA Senja Utama Solo
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Bandung-Pasar Senen)
Stasiun KA 7061A
Tiba Berangkat
Bandung - 15.20
Cimahi 15.36 15.38
Purwakarta Ls 17.03
Bekasi 18.05 18.07
Jatinegara 18.25 18.27
Pasar Senen 18.38 -
KA Argo Parahyangan Tambahan
(Gambir-Bandung)
Stasiun KA 7062A
Tiba Berangkat
Pasar Senen - 09.40
Bekasi 10.04 10.06
Cikampek 10.51 10.54
Purwakarta 11.15 11.19
Cimahi 12.56 12.58
Bandung 13.15 -

InsidenSunting

Pada hari Jumat, tanggal 30 Mei 2014 malam, KA Argo Parahyangan anjlok di daerah Cisomang, di Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, ke arah Stasiun Cikadongdong. Akibatnya, dua gerbong dan sebuah lokomotif anjlok keluar rel. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Akibatnya, perjalanan kereta api Serayu dialihkan dan ratusan penumpang Argo Parahyangan telantar.[3][4][5][6]

ReferensiSunting

GaleriSunting

Pranala luarSunting