Buka menu utama

Stasiun Kiaracondong

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Kiaracondong (KAC) atau disebut dengan Stasiun Kircon (Aksara Sunda Baku: ᮞ᮪ᮒᮞᮤᮅᮔ᮪ ᮊᮤᮃᮛᮎᮧᮔ᮪ᮓᮧᮀ, Stasion Kiaracondong) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A di Kota Bandung, tepatnya di batas antara Kelurahan Babakansari dan Kelurahan Kebunjayanti. Stasiun yang terletak pada ketinggian +681 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Dahulu seluruh kereta api penumpang, mulai dari kelas eksekutif sampai ekonomi, dilayani di Stasiun Bandung. Peningkatan jadwal pemberangkatan di Stasiun Bandung menjadi alasan semua keberangkatan kereta api kelas ekonomi jarak jauh dan menengah dipindahkan ke Stasiun Kiaracondong.

Stasiun Kiaracondong
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KAC.png
  • Singkatan: KAC
  • Nomor: 1601
Stasiun Kiaracondong Depan.jpg
Bagian depan Stasiun Kiaracondong pintu utara
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KotaBandung
KecamatanKiaracondong
KelurahanBabakansari
Alamat
  • Jalan Ibrahim Adjie (pintu utara)
  • Jalan Stasiun Kiaracondong (pintu selatan)
Kode pos40283
Koordinat6°55′30″S 107°38′48″E / 6.9248932°S 107.6465857°E / -6.9248932; 107.6465857Koordinat: 6°55′30″S 107°38′48″E / 6.9248932°S 107.6465857°E / -6.9248932; 107.6465857
Sejarah
Dibuka1923
Nama lainStasiun Kircon
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Kelas stasiun[1]Besar tipe A
Ketinggian+681 m
Letak[2]km 160+124 lintas BogorBandungBanjarKutoarjoYogyakarta
LayananArgo Parahyangan Tambahan, Lodaya (reguler & tambahan), Malabar, Mutiara Selatan, Pasundan (reguler & tambahan), Kahuripan, Kutojaya Selatan (reguler & tambahan), Serayu, Lokal Bandung Raya, Lokal Cibatu/Simandra, dan Galunggung
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
menuju Padalarang
Lokal/Patas Bandung Raya
Padalarang-Cicalengka
menuju Cicalengka
menuju Purwakarta
Lokal Bandung Raya
Purwakarta-Cicalengka
menuju Padalarang
Lokal Bandung Raya
Padalarang-Cibatu
menuju Cibatu
menuju Purwakarta
Lokal Cibatu (Simandra)
Purwakarta–Cibatu, p.p.
menuju Cibatu
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur7 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron7 (dua peron sisi dan lima peron pulau yang agak rendah)
Tipe persinyalanElektrik tipe Alstom Solid State Interlocking[3]
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya Area merokok: Ya
Fasilitas difabel: Ya Toilet: Ya
Area komersial: Ya Boarding pass: Ya, kecuali KA lokal/komuter menggunakan tiket thermal
Layanan pelanggan: Ya Galeri ATM: Ya
Parkir sepeda: ? Tempat ibadah: Ya
Ruang tunggu VIP: Ya Fasilitas kesehatan: Ya
Ruang ibu menyusui: Ya


Lokasi pada peta
Kiaracondong berlokasi di Bandung
Kiaracondong
Kiaracondong
Kiaracondong (Bandung)
Kiaracondong berlokasi di Provinsi Jawa Barat
Kiaracondong
Kiaracondong
Kiaracondong (Provinsi Jawa Barat)
Kiaracondong berlokasi di Jawa
Kiaracondong
Kiaracondong
Kiaracondong (Jawa)

Stasiun Kiaracondong saat ini menjadi titik ujung timur jalur rel ganda kawasan Bandung Raya (Padalarang-Cicalengka). Saat ini kereta kelas campuran juga berhenti di stasiun ini untuk menaikturunkan penumpang, baik dalam perjalanan dari maupun ke Bandung. Kebijakan ini menjadikan stasiun ini sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang kedua di Kota Bandung

Kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Argo Wilis, Turangga, Pangandaran, dan angkutan barang.

SejarahSunting

Dahulu, pada pembangunan jalur kereta api lintas Jawa yang dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), tidak ada Stasiun Kiaracondong dan Cikudapateuh, apalagi Andir, Ciroyom, maupun Bandung Gudang. Peta tahun 1894 hanya menyebutkan nama Stasiun Bandung dan Gedebage sebagai stasiun di Kota Bandung (Gedebage dahulu berada di pinggiran wilayah Kota Bandung).[4]

Dalam beberapa literatur seperti laporan tahunan SS, stasiun ini dahulu dibangun karena berkembangnya Kota Bandung menjadi kota besar. Karena kebutuhan akan penumpang dan barang semakin meningkat, Pemerintah Kolonial memutuskan untuk membangun jalur ganda di rute Padalarang–Bandung–Kiaracondong, yang sepenuhnya terwujud.[5] Pembangunan ini juga mengharuskan adanya beberapa perhentian dan titik langsir, seperti Halte Gadobangkong, Stasiun Cimindi, stasiun pengontrol wesel di Andir, titik pemberangkatan KA barang di Ciroyom untuk Stasiun Bandung Gudang, Stasiun Cikudapateuh, dan Stasiun Kiaracondong. S.A. Reitsma pun membahasnya dengan rinci mengenai jalur ganda ini dan pengaruhnya terhadap perekonomian Kota Bandung.[6] Meski jalur gandanya sendiri dibuka pada tahun 1921, bersamaan dengan pembukaan segmen Bandung–Ciwidey dan Rancaekek–Tanjungsari,[7] untuk stasiun ini baru diselesaikan pada tahun 1923 dengan nama Halte Kiaratjondong.[8]

Sejak 6 April 1999, stasiun ini menggunakan persinyalan elektrik produksi Alstom.[3]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Bagian dalam kompleks Stasiun Kiaracondong, dengan balok penanda lokasi yang mirip antara Daop II dan Daop IX.

Stasiun ini memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus untuk jalur tunggal dan juga jalur ganda arah hulu (ke arah Bandung/Padalarang) serta jalur 2 sebagai sepur lurus untuk jalur ganda arah hilir (dari arah Bandung/Padalarang).

Terdapat dua pintu masuk Stasiun Kiaracondong. Pintu masuk sayap utara dengan bangunan yang terinspirasi dari arsitektur art deco menghadap Jalan Ibrahim Adjie, sementara bangunan lama stasiun menghadap Jalan Stasiun di sayap selatan. Jalur 1 hingga jalur 5 sudah dipayungi atap overkapping. Sayap utara memiliki area parkir yang cukup luas, sedangkan sayap selatan tidak memiliki area parkir sama sekali karena padatnya permukiman penduduk

Di dekat stasiun ini terdapat Balai Yasa Kiaracondong, balai yasa yang khusus digunakan untuk perawatan dan perbaikan jembatan, meliputi pengadaan suku cadang untuk jembatan-jembatan kereta api yang masih aktif, perbaikan rangka jembatan, pembuatan jembatan baru, dan pemeliharaan rutin.[9]

Dari stasiun ini dahulu pernah ada jalur cabang menuju Ciwidey yang sudah dinonaktifkan. Percabangannya dimulai di sebelah barat Stasiun Kiaracondong, tepatnya di pertengahan petak jalan antara Cikudapateuh–Kiaracondong. Di pertengahan petak tersebut terdapat pos sinyal Cibangkonglor yang kini hanya menyisakan bekas tiang sinyalnya saja. Di tempat yang sama juga terdapat jalur pendek menuju Karees yang sudah dinonaktifkan juga.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi ACSunting

Lokal/komuter ekonomi ACSunting

Persilangan/papasan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Kiaracondong per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

  • KA Reguler & Fakultatif
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
510 Lokal Bandung Raya Bandung Kiaracondong (KAC) Lokal Ekonomi AC 00.33 -
527 00.52 -
326/327 Serayu Kroya (KYA) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi AC 01.05 01.18
509 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Lokal Ekonomi AC - 01.15
504 Cicalengka (CCL) - 03.30
163 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 03.48 03.50
528 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Lokal Ekonomi AC - 04.00
37* Argo Parahyangan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Argo & Ekonomi AC Premium - 04.35
503 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Lokal Ekonomi AC 04.57 05.49
529 05.45 05.48
512 Cicalengka (CCL) 05.54 05.57
519 Lokal Cibatu (Cibatu - Padalarang) Padalarang (PDL) 06.37 06.39
538 Lokal Bandung Raya (Purwakarta-Kiaracondong) Bandung Kiaracondong (KAC) 06.57 -
293 Kahuripan Ekonomi AC 07.06 -
162 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 07.15 07.17
506 Lokal Bandung Raya Bandung Kiaracondong (KAC) Lokal Ekonomi AC 07.29
511 Padalarang (PDL) 07.32 07.34
546 Lokal Cibatu (Kiaracondong-Cibatu) Cibatu (CB) - 07.35
107 Malabar Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 08.04 08.06
464 Galunggung Tasikmalaya (TSM) Lokal Ekonomi AC - 08.15
530 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 08.25 08.27
545 Lokal Cibatu (Cibatu-Bandung) Bandung Hall (BD) 09.04 09.06
520 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 09.14 09.32
106/103 Mutiara Selatan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 08.21 08.23
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC - 10.15
38 Argo Parahyangan Bandung Kiaracondong (KAC) Eksekutif Argo & Ekonomi AC Premium 10.20 -
514 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Lokal Ekonomi AC 10.32 10.34
531 Padalarang (PDL) 10.58 11.00
521 11.22 11.44
540 Cicalengka (CCL) 12.06 12.11
513 Padalarang (PDL) 12.35 12.37
457 Lokal Cibatu/Simandra Purwakarta (PWK) 12.49 12.51
532 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 13.02 13.04
322/323 Serayu Kroya (KYA) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi AC 13.20 13.35
43 Argo Parahyangan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Argo & Ekonomi AC Premium - 13.30
522 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Lokal Ekonomi AC 13.47 14.01
324/321 Serayu Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 13.57 14.06
539 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Lokal Ekonomi AC 14.18 14.20
42* Argo Parahyangan Bandung Kiaracondong (KAC) Eksekutif Argo & Ekonomi AC Premium 14.28 -
533 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Lokal Ekonomi AC 14.52 14.54
516 Cicalengka (CCL) 15.07 15.09
523 Padalarang (PDL) 15.49 15.51
161 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 16.06 16.08
542 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Lokal Ekonomi AC 16.27 16.29
515 Padalarang (PDL) 16.50 16.53
331 Kutojaya Selatan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 17.03 -
534 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Lokal Ekonomi AC 17.34 17.44
463 Galunggung Bandung Kiaracondong (KAC) 17.42 -
47* Argo Parahyangan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Argo & Ekonomi AC Premium - 17.45
505 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Lokal Ekonomi AC - 17.55
524 Cicalengka (CCL) 18.29 18.31
541 Padalarang (PDL) 18.50 18,52
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 19.00 -
518 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Lokal Ekonomi AC 16.18 16.21
164 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 19.20 19.26
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 20.00 20.05
535 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Lokal Ekonomi AC 20.02 20.07
508 Cicalengka (CCL) 20.26 20.31
525 Padalarang (PDL) 20.47 20.49
104/105 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 21.05 21.07
458 Lokal Cibatu/Simandra Cibatu (CB) Lokal Ekonomi AC 21.19 21.21
544 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 21.27 21.40
517 Purwakarta (PWK) 21.38 21.42
332 Kutojaya Selatan Kutoarjo (KTA) Ekonomi AC - 22.15
536 Lokal Cibatu (Padalarang - Cibatu) Cibatu (CB) Lokal Ekonomi AC 22.24 22.33
507 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) 22.50 22.52
526 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 22.56 23.05
294 Kahuripan Blitar (BL) Ekonomi AC - 23.15
328/325 Serayu Jakarta Pasar Senen (PSE) 23.38 23.53
367 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Lokal Ekonomi AC 23.38 23.40
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. PLB KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7020 Pasundan Tambahan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC - 07.45
7009 Lodaya Tambahan Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 15.33 15.35
7023 Kutojaya Selatan Tambahan Bandung Kiaracondong (KAC) Bisnis & Ekonomi AC 20.50 -
7010 Lodaya Tambahan Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Bisnis 18.55 19.02
7019 Pasundan Tambahan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 21.40 -
7024 Kutojaya Selatan Tambahan Kutoarjo (KTA) Bisnis & Ekonomi AC - 23.55

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia". Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ "Dutch Colonial maps - Leiden University Libraries". maps.library.leiden.edu. Diakses tanggal 2019-02-04. 
  5. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  6. ^ Reitsma, S.A. (1925). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij. 
  7. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  8. ^ Jozlas, P.; de Graaf, S.; Stibbe, D.G.; Spaat, C.; Stroomberg, J.; Sandbergen, F.J.W.H. (1927). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. M. Nijhoff. 
  9. ^ Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur. "Balai Yasa Jembatan Kiaracondong". Diakses tanggal 13 Juni 2015. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2017

Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
menuju Padalarang
Padalarang–Kasugihan
menuju Kasugihan
menuju Karees
Percabangan menuju Karees
Jalur cabang menuju eks-depot minyak Pertamina Samoja
serta menuju pergudangan Karees
Terminus