Stasiun Kiaracondong

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Kiaracondong (KAC) atau disebut dengan Stasiun Kircon (Aksara Sunda Baku: ᮞ᮪ᮒᮞᮤᮅᮔ᮪ ᮊᮤᮃᮛᮎᮧᮔ᮪ᮓᮧᮀ, Stasion Kiaracondong) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C di Kota Bandung, tepatnya di batas antara Kelurahan Babakansari dan Kelurahan Kebunjayanti. Stasiun yang terletak pada ketinggian +681 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Dahulu seluruh kereta api penumpang, mulai dari kelas eksekutif sampai ekonomi, dilayani di Stasiun Bandung. Peningkatan jadwal pemberangkatan di Stasiun Bandung menjadi alasan semua keberangkatan kereta api kelas ekonomi jarak jauh dan menengah dipindahkan ke Stasiun Kiaracondong.

Stasiun Kiaracondong

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KAC.png
  • Singkatan: KAC
  • Nomor: 1601
  • Kode panggil: KIRCON
Stasiun Kiaracondong Depan.jpg
Bagian depan Stasiun Kiaracondong pintu utara
Nama lainStasiun Kircon
Lokasi
Koordinat6°55′30″S 107°38′48″E / 6.9248932°S 107.6465857°E / -6.9248932; 107.6465857Koordinat: 6°55′30″S 107°38′48″E / 6.9248932°S 107.6465857°E / -6.9248932; 107.6465857
Ketinggian+681 m
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Letak dari pangkalkm 160+124 lintas BogorBandungBanjarKutoarjoYogyakarta[1]
Jumlah peron7
  • Satu peron sisi yang rendah
  • Satu peron sisi yang tinggi
  • Lima peron pulau pulau yang agak rendah
Jumlah jalur7
  • Jalur 2: sepur lurus dari arah Bandung
  • Jalur 3: sepur lurus arah Bandung sekaligus sepur raya jalur tunggal dari dan ke Cicalengka
Konstruksi
ParkirYa
Akses difabelYa
Informasi lain
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka1923
Nama sebelumnyaHalte Kiaratjondong
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
menuju Padalarang
Lokal/Patas Bandung Raya
Padalarang-Cicalengka
menuju Cicalengka
menuju Purwakarta
Lokal Bandung Raya
Purwakarta-Cicalengka
menuju Padalarang
Lokal Bandung Raya
Padalarang-Cibatu
menuju Cibatu
menuju Purwakarta
Lokal Cibatu (Simandra)
Purwakarta–Cibatu, p.p.
menuju Cibatu
Layanan
Argo Parahyangan (jadwal tertentu), Mutiara Selatan, Malabar, Lodaya (reguler & tambahan), Kahuripan, Pasundan, Serayu, Kutojaya Selatan, Lokal Cibatu, Galunggung, dan Lokal Bandung Raya
Teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Alstom Solid State Interlocking[3]
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket.

Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.

Juga terdapat mesin tiket (vending machine) untuk pembelian tiket KA lokal secara mandiri.
Lokasi pada peta
Stasiun Kiaracondong berlokasi di Indonesia
Stasiun Kiaracondong
Stasiun Kiaracondong
Lokasi di Indonesia

Stasiun Kiaracondong saat ini menjadi titik ujung timur jalur rel ganda kawasan Bandung Raya (Padalarang-Cicalengka). Saat ini kereta kelas campuran juga berhenti di stasiun ini untuk menaikturunkan penumpang, baik dalam perjalanan dari maupun ke Bandung. Kebijakan ini menjadikan stasiun ini sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang kedua di Kota Bandung

Kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Argo Wilis, Turangga, Pangandaran, dan angkutan barang.

Stasiun ini memiliki ciri khas yaitu memperdengarkan melodi "Karatagan Pahlawan" setiap kedatangan maupun Keberangkatan kereta.

SejarahSunting

Dahulu, pada pembangunan jalur kereta api lintas Jawa yang dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), tidak ada Stasiun Kiaracondong dan Cikudapateuh, apalagi Andir, Ciroyom, maupun Bandung Gudang. Peta tahun 1894 hanya menyebutkan nama Stasiun Bandung dan Gedebage sebagai stasiun di Kota Bandung (Gedebage dahulu berada di pinggiran wilayah Kota Bandung).[4]

Dalam beberapa literatur seperti laporan tahunan SS, stasiun ini dahulu dibangun karena berkembangnya Kota Bandung menjadi kota besar. Karena kebutuhan akan penumpang dan barang semakin meningkat, Pemerintah Kolonial memutuskan untuk membangun jalur ganda di rute Padalarang–Bandung–Kiaracondong, yang sepenuhnya terwujud.[5] Pembangunan ini juga mengharuskan adanya beberapa perhentian dan titik langsir, seperti Halte Gadobangkong, Stasiun Cimindi, stasiun pengontrol wesel di Andir, titik pemberangkatan KA barang di Ciroyom untuk Stasiun Bandung Gudang, Stasiun Cikudapateuh, dan Stasiun Kiaracondong. Steven Anne Reitsma pun membahasnya dengan rinci mengenai jalur ganda ini dan pengaruhnya terhadap perekonomian Kota Bandung.[6] Meski jalur gandanya sendiri dibuka pada tahun 1921, bersamaan dengan pembukaan segmen Bandung–Ciwidey dan Rancaekek–Tanjungsari,[7] untuk stasiun ini baru diselesaikan pada tahun 1923 dengan nama Halte Kiaratjondong.[8]

Sejak 6 April 1999, stasiun ini menggunakan persinyalan elektrik produksi Alstom.[3]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Bagian dalam kompleks Stasiun Kiaracondong, dengan balok penanda lokasi yang mirip antara Daop II dan Daop IX.

Stasiun ini memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 3 merupakan sepur lurus untuk jalur tunggal dari dan ke arah Cicalengka sekaligus jalur ganda arah hulu (ke arah Bandung/Padalarang), sedangkan jalur 2 merupakan sepur lurus untuk jalur ganda arah hilir (dari arah Bandung/Padalarang).

Terdapat dua pintu masuk Stasiun Kiaracondong. Pintu masuk sayap utara dengan bangunan yang terinspirasi dari arsitektur art deco menghadap Jalan Ibrahim Adjie, sementara bangunan lama stasiun menghadap Jalan Stasiun di sayap selatan. Jalur 1 hingga 5 sudah dipayungi atap overcapping. Sayap utara memiliki area parkir yang cukup luas, sedangkan sayap selatan tidak memiliki area parkir sama sekali karena padatnya permukiman penduduk.

Di dekat stasiun ini terdapat Balai Yasa Kiaracondong, balai yasa yang khusus digunakan untuk perawatan dan perbaikan jembatan; meliputi pengadaan suku cadang untuk jembatan-jembatan kereta api yang masih aktif, perbaikan rangka jembatan, pembuatan jembatan baru, dan pemeliharaan rutin.[9]

Dari stasiun ini dahulu pernah ada jalur cabang menuju Ciwidey yang sudah dinonaktifkan. Percabangannya dimulai di sebelah barat Stasiun Kiaracondong, tepatnya di pertengahan petak jalan antara Cikudapateuh–Kiaracondong. Di pertengahan petak tersebut terdapat pos sinyal Cibangkonglor yang kini hanya menyisakan bekas tiang sinyalnya saja. Di tempat yang sama juga terdapat jalur pendek menuju Karees yang juga sudah dinonaktifkan.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomiSunting

Ekonomi lokalSunting

Persilangan, papasan, dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Kiaracondong per 29 Oktober 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
510 Lokal Bandung Raya (PDL-KAC) Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi Lokal 00.33 -
527 Lokal Bandung Raya (CCL-KAC) 00.52
326/327 Serayu Kroya (KYA) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi 01.05 01.18
509 Lokal Bandung Raya (KAC-PDL) Padalarang (PDL) Ekonomi Lokal - 01.15
504 Lokal Bandung Raya (KAC-CCL) Cicalengka (CCL) 03.20
163 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.48 03.50
528 Lokal Bandung Raya (KAC-CCL) Cicalengka (CCL) Ekonomi Lokal - 04.00
37A*) Argo Parahyangan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Premium - 04.35
503 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Ekonomi Lokal 04.57 04.59
529 05.45 05.48
512 Cicalengka (CCL) 05.54 05.57
519 Lokal Cibatu (CB-PDL) Padalarang (PDL) 06.37 06.39
538 Lokal Bandung Raya (PWK-KAC) Bandung Kiaracondong (KAC) 06.57 -
293 Kahuripan Ekonomi 07.06
162 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 07.15 07.17
506 Lokal Bandung Raya (PDL-KAC) Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi Lokal 07.29 -
511 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) 07.32 07.34
546 Lokal Cibatu (KAC-CB) Cibatu (CB) - 07.35
107 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 08.04 08.06
464 Galunggung Tasikmalaya (TSM) Ekonomi Lokal - 08.15
530 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 08.25 08.27
545 Lokal Cibatu (CB-BD) Bandung Hall (BD) 09.04 09.06
520 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 09.14 09.32
103 Mutiara Selatan Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 09.19 09.26
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi - 10.15
38*) Argo Parahyangan Bandung Kiaracondong (KAC) Eksekutif & Ekonomi Premium 10.20 -
514 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Ekonomi Lokal 10.32 10.34
531 Padalarang (PDL) 10.58 11.00
7030A Argo Parahyangan Bandung Kiaracondong (KAC) Eksekutif & Ekonomi Premium 11.17 -
521 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Ekonomi Lokal 11.22 11.24
540 Cicalengka (CCL) 12.06 12.11
513 Padalarang (PDL) 12.35 12.37
457 Lokal Cibatu (CB-PWK)/Simandra Purwakarta (PWK) 12.49 12.51
532 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 13.02 13.04
322/323 Serayu Kroya (KYA) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi 13.20 13.35
43 Argo Parahyangan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Premium - 13.30
522 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Ekonomi Lokal 13.47 14.01
324/321 Serayu Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi 13.57 14.06
539 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Ekonomi Lokal 14.18 14.20
42 Argo Parahyangan Bandung Kiaracondong (KAC) Eksekutif & Ekonomi Plus 14.28 -
533 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Ekonomi Lokal 14.52 14.54
516 Cicalengka (CCL) 15.07 15.09
7001A Argo Parahyangan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Plus - 15.25
523 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Ekonomi Lokal 15.49 15.51
161 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 16.06 16.08
542 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Ekonomi Lokal 16.27 16.29
515 Padalarang (PDL) 16.50 16.53
331 Kutojaya Selatan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 17.03 -
534 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Ekonomi Lokal 17.34 17.44
463 Galunggung Bandung Kiaracondong (KAC) 17.42 -
47 Argo Parahyangan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Premium - 17.45
505 Lokal Bandung Raya (KAC-PDL) Padalarang (PDL) Ekonomi Lokal 17.55
524 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 18.29 18.31
541 Padalarang (PDL) 18.50 18.52
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 19.00 -
518 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) Ekonomi Lokal 19.12 19.35
164 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 19.20 19.28
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 20.00 20.05
535 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) Ekonomi Lokal 20.02 20.07
508 Cicalengka (CCL) 20.26 20.31
525 Padalarang (PDL) 20.47 20.49
104 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.05 21.08
458A Lokal Cibatu (PWK-CB)/Simandra Cibatu (CB) Ekonomi Lokal 21.19 21.21
544 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) 21.27 21.40
517 Lokal Bandung Raya (CCL-PWK) Purwakarta (PWK) 21.38 21.42
332 Kutojaya Selatan Kutoarjo (KTA) Ekonomi - 22.15
536 Lokal Cibatu (PDL-CB) Cibatu (CB) Ekonomi Lokal 22.24 22.33
507 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) 22.50 22.52
526 Cicalengka (CCL) 22.56 23.05
294 Kahuripan Blitar (BL) Ekonomi - 23.15
328/325 Serayu Jakarta Pasar Senen (PSE) 23.38 23.53
543 Lokal Bandung Raya (CCL-KAC) Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi Lokal 23.56 -

Keterangan:

*) = Membawa kereta kelas eksekutif priority yang berisi 30 tempat duduk

  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7009 Lodaya Tambahan Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 15.33 15.35
7010 Solo Balapan (SLO) 18.55 19.02

Antarmoda pendukung[10]Sunting

Jenis Angkutan Umum Trayek Rute Tujuan
Angkot Kota Bandung 1A Abdul Muis - Cicaheum via Binong Terminal Cicaheum
Terminal Abdul Muis
7 Cicaheum - Ciwastra - Derwati Cicaheum
Ciwastra
Derwati
8 Cicaheum - Leuwipanjang Cicaheum
Terminal Leuwipanjang
16 Dago - Riung Bandung Terminal Dago
Terminal Riung Bandung
30 Cicadas - Kebon Kalapa Cicadas
Kebon Kalapa
32 Cicadas - Cibiru - Panyileukan Cicadas
Cibiru
Panyileukan

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ "Dutch Colonial maps - Leiden University Libraries". maps.library.leiden.edu. Diakses tanggal 2019-02-04. 
  5. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  6. ^ Reitsma, Steven Anne (1925). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij. 
  7. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  8. ^ Jozlas, P.; de Graaf, S.; Stibbe, D.G.; Spaat, C.; Stroomberg, J.; Sandbergen, F.J.W.H. (1927). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. M. Nijhoff. 
  9. ^ Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur. "Balai Yasa Jembatan Kiaracondong". Diakses tanggal 13 Juni 2015. 
  10. ^ "Angkutan Umum | Angkot Kota Bandung – TRANSPORTASI UMUM". transportasiumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-30. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cikudapateuh
ke arah Padalarang
Padalarang–Kasugihan Gedebage
ke arah Kasugihan
Cibangkonglor
ke arah Karees
Percabangan menuju Karees
Jalur cabang menuju eks-depot minyak Pertamina Samoja
serta menuju pergudangan Karees
Terminus