Kereta api Mutiara Selatan

layanan kereta api di Indonesia

Kereta api Mutiara Selatan atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan singkatan KA Mutsel merupakan layanan kereta api penumpang kelas Eksekutif dan Premium milik Kereta Api Indonesia (KAI) yang menghubungkan Stasiun Surabaya Gubeng dengan Stasiun Bandung.

Kereta api Mutiara Selatan
PapanKeretaApi Mutiara Selatan.png
KA 104 Mutiara Selatan melesat kencang di JPL 99.jpg
Kereta api Mutiara Selatan melintas di JPL 99 Kompas Indah Tambun, Bekasi, sewaktu perjalanan dari Gambir tujuan Malang via Bandung & Surabaya Gubeng.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi17 Agustus 1972
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSurabaya Gubeng
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirBandung
Jarak tempuh697 km
Waktu tempuh rerata12 jam 15 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif, ekonomi Premium dan Priority
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi ke arah depan dan 40 ke arah belakang (kelas premium)
    kursi dapat direbahkan
  • 28 tempat duduk disusun 2-2 (priority)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainTabung pemadam, penyejuk udara, toilet, bantal, dan selimut
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC 206
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional70-110 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal131–132

SejarahSunting

 
Kereta api Mutiara Selatan saat melintas di Pagesangan, Jambangan, Surabaya dengan layanan kelas bisnis—berlatar belakang Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya (2011)

Kereta api Mutiara Selatan pertama kali beroperasi pada 17 Agustus 1972 untuk melayani rute Bandung–Surabaya dengan dua layanan kelas, yaitu kelas eksekutif dan bisnis. Pada Oktober 1999, kereta api ini sempat hanya melayani kelas bisnis. Pada tahun 2014–2016, rangkaian kereta api bisnis Mutiara Selatan sempat digunakan untuk pengoperasian kereta api Sarangan Ekspres.[butuh rujukan]

Pada 28 September 2016, KAI sempat melakukan perubahan layanan dari kelas bisnis menjadi kereta ekonomi plus. Rangkaian kereta kelas ekonomi plus yang sempat digunakan saat itu berupa rangkaian kereta buatan Industri Kereta Api (INKA) keluaran tahun 2016 sebelum dilakukan perubahan kelas seperti semula—terdapat masalah kenyamanan penumpang, yaitu jarak antarkursi yang sempit[1]—serta rute diperpanjang hingga Malang mulai 3 Oktober 2016.

Kereta api Mutiara Selatan kembali melayani kelas eksekutif sejak 13 Maret 2017,[2] kemudian beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan INKA sejak 1 April 2019 dengan layanan kelas eksekutif dan premium.[3]

Dengan dikeluarkannya grafik perjalanan kereta api terbaru oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan KAI per 1 Desember 2019, rute kereta api Mutiara Selatan sempat diperpanjang hingga Stasiun Gambir.[4] Namun, rute kereta api ini kemudian dikembalikan lagi seperti semula pada 1 September 2020 karena tingkat keterisian penumpang di lintas Bandung–Jakarta dan Surabaya–Malang menurun akibat pandemi Covid-19.[butuh rujukan]

InsidenSunting

Pada 28 Januari 2011 pukul 02.00, KA 103 Mutiara Selatan menabrak KA 174 Kutojaya Selatan di jalur 3 Stasiun Langen, Langensari, Banjar, Jawa Barat. Kejadian ini bermula saat KA 103 yang tidak berhenti di sinyal masuk Stasiun Langen yang seharusnya menunggu sinyal aspek hijau untuk melintas langsung di jalur 2 sehingga KA 103 kemudian menabrak KA 174 yang sedang dalam proses masuk jalur 3. Kejadian ini mengakibatkan kedua lokomotif dan beberapa kereta mengalami kerusakan serta menimbulkan 3 orang tewas dan 26 orang terluka.[5]

Data teknisSunting

Nomor urut Lokomotif CC206 Kereta bagasi (B)*** 1* 1 2 3** Kereta makan (M1) 1 2 3 4 Kereta pembangkit (P)
Keterangan Kereta penumpang kelas Priority (K1) Kereta penumpang kelas premium (K3) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Depo Bandung (BD)
Cipinang (CPN)
Sidotopo (SDT)
Bandung (BD)
Sidotopo (SDT)
Bandung (BD)
Jakarta Kota (JAKK)
Sidotopo (SDT)
Catatan :
  • Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.
  • Tanda *) berarti pada rangkaian kereta kelas Priority menandakan rangkaian hanya dipakai pada hari Jumat dan Minggu.
  • Tanda **) berarti pada rangkaian kereta api Mutiara Selatan ini harus dikurangi 1 kereta ekonomi premium karena akan dibawa 1 kereta wisata priority di selama perjalanan ini.
  • Tanda ***) berarti rangkaian kereta api Mutiara Selatan ini tidak membawa kereta bagasi selama perjalanan karena akan digunakan untuk dinas Kereta api Argo Parahyangan relasi Bandung-Gambir.

GaleriSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting

Situs resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero)