Stasiun Malang

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Malang (ML), terkadang disebut Stasiun Malang Kotabaru, merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kiduldalem, Klojen, Malang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +444 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan merupakan stasiun kereta api terbesar di Kota Malang. Stasiun ini memiliki sembilan jalur kereta api dengan jalur 3 merupakan sepur lurus, namun hanya jalur 1-5 yang digunakan untuk pelayanan naik turun penumpang.

Stasiun Malang
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun ML.png
  • Singkatan: ML
  • Nomor: 5100
Stasiun Malang 2020 2.jpg
Tampak depan Stasiun Malang, 2020
Nama lainStasiun Malang Kotabaru[a]
AlamatJalan Trunojoyo
Kiduldalem, Klojen, Malang
Jawa Timur
Koordinat7°58′39″S 112°38′13″E / 7.977511°S 112.637053°E / -7.977511; 112.637053Koordinat: 7°58′39″S 112°38′13″E / 7.977511°S 112.637053°E / -7.977511; 112.637053
Ketinggian+444 m
Letakkm 49+234 lintas Bangil-Blitar-Kertosono[1]
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Konstruksi
Jumlah jalur9 (jalur 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi; masing-masing peron terhubung dengan lorong/terowongan bawah tanah, namun tidak ada peron di antara jalur 1 dan 2 maupun jalur 3 dan 4)
Gaya arsitekturArt deco
ArsitekIr. W.J. van der Eb
Fasilitas
  • Parkir
  • Akses difabel
  • Area komersial
  • Layanan pelanggan
  • Sepeda
  • Ruang VIP
  • Area merokok
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Galeri ATM
  • Musala
  • Pos kesehatan
  • Ruang ibu menyusui
Informasi lain
Kelas stasiunBesar tipe A[2]
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh-menengah.
Sejarah
Dibuka1879
Tahun direnovasi1941
Layanan
Bima, Gajayana (reguler & fakultatif), Mutiara Selatan, Malabar, Jayabaya, Malioboro Ekspres, Majapahit, Songgoriti, Matarmaja (reguler & tambahan), Tawang Alun, Penataran, dan Tumapel
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
menuju Blitar
Tumapel
Surabaya Kota–Malang, p.p.
Terminus
Lokasi pada peta
Malang berlokasi di Kota Malang
Malang
Malang
Malang (Kota Malang)
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Lokasi stasiun ini sangat strategis karena terletak tidak jauh dari Alun-alun Bundar, kompleks SMA Tugu (SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4 Malang), Gedung DPRD Kota Malang, Balai Kota Malang, Pasar Klojen, dan Komplek Markas Satuan di bawah Kodam V Brawijaya.

SejarahSunting

 
Bangunan lama Stasiun Malang yang masih asli, kini dirobohkan dan diganti dengan arsitektur yang lebih modern.

Stasiun Malang dibangun ketika jalur kereta api Surabaya-Malang dan Pasuruan mulai dirintis sekitar tahun 1870. Tujuannya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pedalaman Jawa Timur, khususnya Malang, ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu. Setelah konsesi jalur dikeluarkan pada tahun 1875, jalur ini segera dibangun dan untuk segmen Bangil–Malang selesai pada tanggal 20 Juli 1879[3]

Bangunan pertama stasiun ini pada awalnya adalah khas dari Staatsspoorwegen (SS), yaitu perpaduan antara Neoklasik dan Indische Empire, yang juga diterapkan di Stasiun Surabaya Kota, Pasuruan, Sukabumi, Mojokerto, dan Madiun. Dahulu bangunan stasiun ini berada di sisi timur emplasemen.

Bangunan ini kemudian direnovasi dan diperbesar pada tahun 1941 berdasarkan karya Ir. W.J. van der Eb. Posisinya berada di sisi barat emplasemen. Bangunan stasiun ini kemudian disebut Stasiun Malang Kotabaru untuk membedakannya dengan bangunan Stasiun Malang lama (bukan Stasiun Malang Kotalama yang dibangun pada tahun 1896).[4]

Rencana pengembangan stasiunSunting

PT KAI dan Pemerintah Kota Malang merencanakan untuk menata ulang Stasiun Malang. Hal ini dilakukan mengingat semakin banyaknya jumlah masyarakat Malang dan sekitarnya yang bepergian dengan kereta api dari tahun ke tahun dan untuk meningkatkan pariwisata di kawasan Malang Raya. Selama beberapa tahun terakhir ini lalu lintas yang berada di depan stasiun ini sering kali mengalami kemacetan parah dan halaman parkirnya kini tidak cukup untuk memuat banyak kendaraan yang parkir. Sebenarnya, detail engineering design (DED) yang sudah dibuat oleh KAI bersama Pemkot Malang sudah dibuat sejak awal 2018 lalu, tetapi banyak sekali revisi. Dengan selesainya DED tersebut, Edi Sukmoro selaku Dirut KAI sempat meminta sebuah maket kepada Aset KAI dan mengatakan bahwa dengan adanya maket tersebut, rencana pengembangan stasiun ini tidak hilang begitu saja kala Dirut berganti. Edi mengatakan hal tersebut di sela-sela kegiatan inspeksi pada tanggal 12 April 2018.[5] Sebagai langkah awal, Pemkot Malang dan KAI sepakat untuk menata kembali halaman parkir stasiun.[6]

Pada tahun 2019, KAI berencana untuk mengembangkan stasiun ini sehingga memiliki dua bangunan stasiun, dengan konsep yang mirip dengan Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Bandung. Bangunan stasiun yang baru terletak di sisi timur emplasemen, tepatnya di bekas kompleks rumah dinas PT KAI dan juga bangunan pertama stasiun. Bangunan baru tersebut nantinya juga akan terhubung dengan bangunan eksisting melalui skybridge dan akan tetap mempertahankan bangunan eksisting tersebut. Jumlah jalur di stasiun ini kemungkinan juga akan ditambah sehingga memungkinkan pelayanan kereta api yang singgah maupun mengawali dan mengakhiri perjalanannya di Kota Malang juga bertambah. Pembangunan Stasiun Malang yang baru ini dimulai dengan acara peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, pada tanggal 24 September 2019. Sebagai akibatnya, dipo kereta di stasiun ini secara bertahap akan dipindahkan ke Stasiun Malang Kotalama.[7][8][9]

Rencananya setelah bangunan yang baru selesai dibangun, bangunan eksisting hanya akan digunakan untuk pelayanan kereta api lokal saja, sedangkan pelayanan kereta api jarak jauh dan menengah akan dipindahkan sepenuhnya ke bangunan baru.

Layanan kereta apiSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Songgoriti, dari dan tujuan Surabaya

Kelas ekonomi plusSunting

Majapahit, dari dan tujuan Jakarta via Blitar-Madiun-Semarang

Kelas ekonomiSunting

Lokal ekonomiSunting

BarangSunting

Parcel ONS (over-night service), dari dan tujuan Jakarta via Blitar-Kediri-Madiun-Yogyakarta

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Malang per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) Ekonomi 03.09 -
174 Malioboro Ekspres Eksekutif & Ekonomi Plus 03.37 -
448 Tumapel/Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi - 04.30
450 Penataran 06.14 06.23
114/115 Jayabaya Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 06.43 -
447 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi 07.23 07.30
283 Songgoriti Malang Kotabaru (ML) Ekonomi Premium 07.49 -
171 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus - 08.20
72/73 Bima Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 08.27 -
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi - 09.00
76 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Luxury 09.12 -
449 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi 10.25 10.35
284 Songgoriti Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium - 11.10
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 11.25 -
116/113 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus - 11.55
452 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 12.42 12.50
334/335 Tawang Alun Malang Kotalama (MLK) Ekonomi 12.45 12.55
75 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury - 13.25
104/105 Mutiara Selatan Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Premium 13.30 -
252 Majapahit Ekonomi Plus 13.40 -
74/71 Bima Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif - 14.25
451 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi 14.41 14.51
172 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 15.41 -
336/333 Tawang Alun Bangil (BG) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 15.55 16.10
107 Malabar Jakarta Pasar Senen (PSE) via Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi - 16.00
106/103 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium - 17.00
454 Penataran Surabaya Gubeng (SGU) Lokal Ekonomi 17.28 17.33
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus - 19.00
173 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus - 20.05
456 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 20.17 20.22
453 Blitar (BL) 21.01 21.06
455 Tumapel/Penataran Malang Kotabaru (ML) 23.26 -
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7018 Matarmaja Tambahan Malang Kotabaru (ML) Ekonomi 01.57 -
7017 Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) - 06.40
92F Gajayana Fakultatif Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 16.15 -
91F Jakarta Gambir (GMR) - 19.30

InsidenSunting

Pada tanggal 4 Januari 2011 sekitar pukul 13.15 WIB kereta penumpang KA Gajayana tanpa lokomotif yang sedang parkir di Stasiun Malang tiba-tiba mundur sendiri dan menabrak tiga rumah milik warga yang berada di sekitar Stasiun Malang Kotalama. Seorang balita tewas dalam kejadian ini karena tertimpa reruntuhan rumah akibat ditabrak oleh kereta api tersebut, sedangkan seorang lagi mengalami patah tulang kaki.[10]

Catatan kakiSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ de Jong, Michiel van Ballegoijen (1993). Spoorwegstations op Java. de Bataafse Leeuw. 
  5. ^ "Desain Anyar Stasiun Malang Bakal Dipajang". Surya Malang. Diakses tanggal 2019-10-11. 
  6. ^ "Rencana Diperbesar, Stasiun Kotabaru Malang Bakal Punya Dua Wajah". Malang TIMES. Diakses tanggal 2019-10-11. 
  7. ^ "PT KAI Bangun Stasiun Baru di Kota Malang". Pemerintah Kota Malang. 2019-09-25. Diakses tanggal 2019-10-11. 
  8. ^ Setiawan, Kodrat (2019-09-24). "Pengembangan Stasiun Kota Malang Diharapkan Dorong Pariwisata". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-11. 
  9. ^ "Ini Penampakan Bentuk Stasiun Malang yang Baru". beritajatim.com (dalam bahasa Inggris). 2019-09-24. Diakses tanggal 2019-10-11. 
  10. ^ KA Gajayana Tabrak Rumah, Satu Tewas

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Kertosono
Kertosono–Bangil
menuju Bangil