Kereta api Argo Bromo Anggrek

kereta api eksekutif di Indonesia

Kereta api Argo Bromo Anggrek—juga disebut Argo Anggrek—adalah kereta api kelas eksekutif argo dan luxury yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya lintas Surabaya PasarturiGambir dan sebaliknya.

Kereta api Argo Bromo Anggrek
New Papan Nama KA Argo Anggrek khas Daop 8.png
KA Argo Bromo Anggrek Stainless Steel.jpg
Kereta api Argo Bromo Anggrek saat melintas di sekitar Stasiun Cikampek
Informasi umum
Jenis layananKereta api eksekutif argo
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
PendahuluJS-950 Argobromo (1995-2001)
Mulai beroperasi24 September 1997
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang2.900 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalSurabaya Pasarturi
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh725 km
Waktu tempuh rerata9 jam
Frekuensi perjalananDua kali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif argo dan luxury
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif argo)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 18/26 tempat duduk disusun 1-1/1-2 (eksekutif luxury)
    kursi dapat diputar (buatan 2019) dan dapat direbahkan hingga 180°
Pengaturan tempat tidurAda di kereta makan (khusus kru)
Fasilitas kateringAda, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan blinds dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda, di atas kursi penumpang maupun kereta bagasi
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional80 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal3-6
Peta rute
Gambir – Surabaya Pasarturi
Untuk KA Argo Bromo Anggrek dan Sembrani (reguler maupun tambahan)
ke Jakarta Kota
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png (7F)
ke Tanah Abang
ke Bogor
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk4.png (4K) Roundeltjk5E.png Roundeltjk7.png (7F) Roundeltjk7.png (7M) Roundetjk10.png Roundetjk11.png Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5.png (5K)
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jembatan Sungai Citarum
Cirebon
ke Purwokerto via Ketanggungan
ke Purwokerto via Slawi
Tegal
Jembatan Kali Comal
Pekalongan
Semarang Tawang
Jalan Tol Semarang
ke Solo
ke Gundih
Cepu
Bojonegoro
Lamongan
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Surabaya Pasar Turi
ke SGU
ke SDT
Keterangan:
  • Sembrani juga berhenti di stasiun bertanda bolong

Kereta api yang diresmikan pada 24 September 1997 ini merupakan salah satu kereta api unggulan karena menjadi kereta api pertama dan satu-satunya yang memiliki kereta dengan bogie CL243 bolsterless (K9) pada awal pengoperasiannya. Perjalanan kereta api ini ditempuh sejauh 725 km dalam waktu 9 jam.

Asal usul namaSunting

Kata "Argo" digunakan sebagai citra merek layanan kereta api eksekutif unggulan, sedangkan kata "Bromo" diambil dari sebuah gunung berapi yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Gunung Bromo. Keindahan kawah dan keasrian alam lingkungan membuat kawasan Gunung Bromo menjadi sangat terkenal dan menjadi salah satu tujuan wisata utama turis dalam negeri maupun mancanegara. Kata "Anggrek" digunakan untuk menandai adanya merek turunan dari produk sebelumnya, sehingga warna bagian dalam kereta tersebut disesuaikan dengan paduan warna bunga anggrek.

SejarahSunting

Awal pengoperasian (1997-2010)Sunting

 
Logo lama KA Argo Bromo Anggrek.
F
40
9

Sejarah kereta api berkelajuan tinggi di Indonesia diawali dengan diluncurkannya kereta api Argo Bromo JS-950 yang diresmikan pertama kali oleh Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, pada tanggal 31 Juli 1995 yang menandai Hari Teknologi Nasional. Kode "JS-950" berarti kereta api lintas Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu 9 jam yang diluncurkan pada peringatan 50 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.[1] Bersama dengan kereta api Argo Gede, kereta api Argo Bromo merupakan kereta api eksekutif argo pertama di Indonesia.

Selanjutnya, pada tanggal 24 September 1997, Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) meluncurkan kereta api baru dengan menggunakan rangkaian kereta yang dilengkapi bogie CL243 bolsterless (K9), yaitu bogie yang dikembangkan bersama Alstom dan menggunakan suspensi udara serta mampu berlari hingga 120 km/jam. Kode jenis kereta ini seperti tergambar pada tabel di samping ("F" untuk laju maksimum 120 km/jam, "40" untuk 40 ton, dan "9" untuk bogie tipe K9). Dengan demikian, penomoran rangkaian Argo Bromo Anggrek adalah "K1-979xx" ("K1 0 97 xx") dan "K1-20019xx" ("K1 0 01 xx").

Kereta api Argo Bromo Anggrek ini mengusung jargon "JS-852" yang berarti perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya ditempuh selama kurang lebih 8 jam 30 menit dan dioperasikan untuk memperingati 52 tahun kemerdekaan Indonesia.[2] Pada zamannya, kereta api ini adalah kereta unggulan dari PT Kereta Api Indonesia dengan kereta yang lebih bagus dari yang lainnya—yang merupakan buatan PT INKA (Persero) Madiun pada tahun 1997 dan 2001—serta fasilitas juga lebih baik dari kereta eksekutif lain—seperti sandaran kaki, toilet yang lebih bagus, pintu elektrik otomatis, dan lainnya.

Pada masa-masa awal pengoperasiannya, kereta api Argo Bromo Anggrek pernah memiliki kelas "Super Eksekutif" (penomoran diawali dengan KZ) yang dioperasikan selama beberapa waktu. Kereta KZ memiliki fasilitas yang lebih dari kelas eksekutif biasa, yaitu dengan adanya komputer dan kursi yang lebih lega. Namun, kereta KZ ini tidak bertahan lama karena pada akhirnya kereta kelas ini kembali diubah menjadi kereta eksekutif pada umumnya.

Kereta api ini sempat berjalan bersama dengan pendahulunya (JS-950 Argo Bromo) hingga berhenti beroperasi awal dekade 2000-an seiring kebijakan rasionalisasi yang dilakukan oleh PT KA. Sejak dihapusnya kereta api JS-950 Argo Bromo, rangkaian keretanya dihibahkan untuk operasional kereta api Bima.

Rangkaian kereta ini juga sempat mengalami pemugaran ulang di PT INKA sekitar tahun 2000-an akhir dan mengubah warna bagian luar dari merah muda menjadi ungu, meskipun tidak semua kereta ini mengalami proses perbaikan ulang.

Sepak terjang rangkaian kereta dengan bogie K9 (2010-2019)Sunting

 
Kereta api Argo Bromo Anggrek melintas langsung Stasiun Kalibodri.
(Kredit: Karyadi Baskoro)

Dalam pengoperasiannya, kereta ini sering mengalami anjlok karena bogie K9 sensitif terhadap kondisi rel di Indonesia terutama terhadap belokan, serta rangkaian ini memiliki waktu berdinas terlalu lama serta jumlahnya terbatas dengan jeda istirahat di stasiun tujuan sangat terbatas—khususnya pada saat kereta ini awal beroperasi pada tahun 1997 hingga 2001. Karena sering mengalami kecelakaan, Departemen Perhubungan Indonesia memberi perintah kepada PT. Kereta Api untuk menarik seluruh kereta ini mulai bulan Desember 2010[3] sehingga kereta api Argo Bromo Anggrek menggunakan kereta eksekutif biasa untuk sementara waktu—menggunakan rangkaian kereta api Sembrani eksekutif dengan "kaca pesawat". Rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek ini juga pernah dipakai oleh Argo Muria serta dipinjam untuk Argo Lawu dan Argo Sindoro.

Setelah rangkaian Argo Bromo Anggrek ditarik dari peredaran, PT INKA Madiun selaku pembuat kereta ini pun melakukan perbaikan terhadap kereta ini—yang dilakukan di pabriknya. Perbaikan yang dilakukan adalah memperbaiki bogie kereta (bogie K9 berubah nama menjadi K9 Re-Engineering [RE])[4], perbaikan bagian luar dan dalam (untuk perbaikan luar juga bekerja sama dengan Balai Yasa Gubeng), perbaikan toilet menjadi toilet ramah lingkungan, serta menambahkan kotak penampungan karena sebelumnya limbah kotoran dibuang langsung ke rel. Namun, beberapa sandaran kaki dihilangkan pada kereta bertema Go Green ini.[5]

Memasuki tahun 2015, kereta api Argo Bromo Anggrek mulai menjalani pemeliharaan akhir (PA) di Balai Yasa Surabaya Gubeng, dan mengganti corak bertema Airline atau Kesepakatan—yang saat ini sudah digunakan di kereta api Jayabaya. Beberapa rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek yang lama tidak beroperasi sejak ditarik ke INKA juga telah menjalani serangkaian perbaikan ulang di PT. INKA Madiun dan juga menggunakan corak bertema kesepakatan. Setelah perbaikan ulang kereta di PT INKA, terjadi penurunan mutu sarana seperti pintu geser di luar maupun di dalam kereta menjadi pintu biasa seperti kereta-kereta pada umumnya dan tidak adanya sandaran kaki—sama seperti kereta keluaran tahun 2015 lainnya. Meskipun demikian, beberapa kereta yang tidak diperbaiki ulang di PT INKA masih menggunakan pintu otomatis dan pada pertengahan 2016, sepuluh kereta eksekutif Argo Bromo Anggrek telah mengalami perbaikan ulang baik bagian luar maupun dalam sehingga menyerupai kereta eksekutif new image buatan tahun 2016. Beberapa fitur yang ditambah setelah mengalami perubahan seperti tirai jendela yang sudah berubah dari tirai geser menjadi tirai, serta sandaran kaki pegas yang bisa dilipat. Khusus seri tertentu seperti "K1 0 97 12 SBI", fasilitas pintu otomatis bagian dalam masih tersedia.

Mulai tahun 2017, kereta api Argo Bromo Anggrek yang sempat menjalani perbaikan ulang besar-besaran di PT. INKA serta menjalani pemeliharaan akhir di Balai Yasa Gubeng. Mulai 2018, kereta api ini ditambahkan satu kereta berupa kelas luxury—berbahan baja nirkarat.

Rangkaian berbahan baja nirkarat (2019-Sekarang)Sunting

Mulai tahun 2019, Dipo Induk Surabaya Pasarturi (SBI) mendapat dua rangkaian baru buatan tahun 2019 berbahan baja nirkarat untuk kereta api Argo Bromo Anggrek. Karena dalam pengoperasiannya, kereta api Argo Bromo Anggrek membutuhkan tiga rangkaian sehingga tersisa satu rangkaian masih menggunakan kereta dengan bogie K9 buatan tahun 1997 dan 2001. Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek, rangkaian kereta eksekutif berbahan baja nirkarat tahun 2018 milik Dipo Kereta Semarang Poncol ("K1 0 18 109"–"K1 0 18 118", "M1 0 18 19", dan "P 0 18 19 SMC") dimutasi ke Dipo Kereta Surabaya Pasarturi. Sementara itu, sebagian rangkaian bekas Argo Bromo Anggrek ("K1 0 97 xx SBI" dan "K1 0 01 xx SBI") dimutasi ke Dipo Kereta Semarang Poncol (SMC) untuk operasional kereta api Argo Sindoro dan kereta api Argo Muria.

Dengan berlakunya grafik perjalanan kereta api (gapeka) mulai tanggal 1 Desember 2019, terjadi perubahan pola operasi kereta api sehingga rangkaian kereta ini sering bertukar dengan rangkaian kereta api Taksaka.

Lokomotif penarikSunting

Sebagai kereta unggulan, lokomotif penariknya adalah CC203 sejak awal beroperasinya pada tahun 1997. Kemudian, saat CC204 generasi pertama pertama berdinas, CC203 masih menjadi andalan karena jumlah CC204 generasi pertama belum terbilang banyak—sebanyak tujuh unit. Kemudian, ketika CC204 generasi kedua beroperasi, CC203 dan CC204 generasi kedua menjadi andalan KA ini. Mulai tahun 2013, kereta api ini selalu menggunakan CC206 sebagai lokomotifnya, sedangkan CC201, CC203, dan CC204 hanya sebagai lokomotif cadangan.

Data teknisSunting

Lintasan perjalanan Surabaya Pasarturi - Gambir pp.
Lokomotif CC206
Rangkaian Rangkaian milik Dipo Kereta Surabaya Pasarturi (SBI)

satu kereta bagasi (B SBI) + satu kereta luxury (K1 2018 SBI) + empat kereta kelas eksekutif (K1 2018/2019 SBI) + satu kereta makan (M1 2019 SBI) + empat kereta kelas eksekutif (K1 2018/2019 SBI) + satu kereta pembangkit (P 2018/2019 SBI)


Rangkaian milik Dipo Kereta Yogyakarta (YK) - milik kereta api Taksaka

satu kereta bagasi (B YK/JAKG) + satu kereta luxury (K1 2019 YK) + empat kereta eksekutif (K1 2018 YK) + satu kereta makan (M1 2018 YK) + empat kereta eksekutif (K1 2018 YK) + satu kereta pembangkit (P 2018 YK)

Jumlah tempat duduk 418/426 tempat duduk

TarifSunting

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp270.000,00 - Rp980.000,00 untuk kelas eksekutif argo dan Rp700.000,00 - Rp2.000.000,00 untuk kelas luxury, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus untuk kelas eksekutif argo yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan pada dalam lintas berikut.

Jadwal perjalananSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api Argo Bromo Anggrek per 10 Februari 2020 (revisi Gapeka 2019).

Kereta api Argo Bromo Anggrek Pagi
KA 3 (Surabaya Pasarturi-Gambir) KA 4 (Gambir-Surabaya Pasarturi)
Stasiun Datang Berangkat Stasiun Datang Berangkat
Surabaya Pasarturi - 08.30 Gambir - 08.15
Bojonegoro 09.44 09.46 Cirebon 10.55 11.01
Semarang Tawang 11.50 12.00 Pekalongan 12.35 12.38
Pekalongan 13.06 13.09 Semarang Tawang 13.44 13.54
Cirebon 14.45 14.51 Bojonegoro 15.58 16.00
Jatinegara 17.14 17.16 Surabaya Pasarturi 17.15 -
Gambir 17.30 -
Kereta api Argo Bromo Anggrek Malam
KA 5 (Surabaya Pasarturi-Gambir) KA 6 (Gambir-Surabaya Pasarturi)
Stasiun Datang Berangkat Stasiun Datang Berangkat
Surabaya Pasarturi - 20.15 Gambir - 20.30
Bojonegoro 21.29 21.31 Cirebon 23.14 23.20
Semarang Tawang 23.35 23.45 Pekalongan 00.52 00.54
Pekalongan 00.47 00.49 Semarang Tawang 01.58 02.08
Cirebon 02.23 02.29 Bojonegoro 04.13 04.15
Jatinegara 04.58 05.00 Surabaya Pasarturi 05.30 -
Gambir 05.15 -

InsidenSunting

  1. Pada tanggal 19 Juni 2009, sebuah kereta pembangkit (P) kereta api Argo Bromo Anggrek ludes terbakar di Stasiun Cikampek. Kereta pembangkit pun dilepas dan dipadamkan di Stasiun Cikampek, sementara kereta api Argo Bromo Anggrek terpaksa dilanjutkan perjalanannya tanpa kereta pembangkit hingga Stasiun Cirebon.[6]
  2. Pada tanggal 2 Oktober 2010, kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api Senja Utama Semarang pada pukul 03.00 WIB di Stasiun Petarukan, Jawa tengah. Kereta 6 dan 9 hancur berantakan. Jumlah korban 36 tewas, 26 luka parah.[7] Dari hasil investigasi INSTRAN, kesalahan atas kecelakaan tersebut tidak hanya pada masinis Argo Bromo saja (tertidur sebelum kecelakaan), tapi juga pada petugas pengatur perjalanan kereta api yang tidak memerintahkan KA Senja Utama untuk berhenti di jalur 1.[8]
  3. Pada tanggal 16 Desember 2010, kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak pelajar sekitar pukul 10.00 di Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Terdapat tiga korban tewas dalam kejadian ini.[9]
  4. Pada tanggal 16 November 2012, kereta api Argo Bromo Anggrek mengalami anjlok di dekat Stasiun Bulakamba, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Jalur utara tersendat, beberapa kereta dialihkan lewat jalur Cirebon-Prupuk.
  5. Pada tanggal 9 Maret 2015, kereta api Argo Bromo Anggrek yang dihela CC 206 13 68 CN menabrak truk bermuatan pasir pada perlintasan tanpa palang pintu di Weleri, Kendal. Korban terjebak dalam truk dan terseret sejauh 50 m. Sopir truk mengalami luka benturan di kepala sehingga tewas seketika setelah kejadian.[10]
  6. Pada tanggal 11 November 2015, kereta api Argo Bromo Anggrek yang ditarik lokomotif CC206 13 67 Dipo Induk Yogyakarta, anjlok setelah menabrak truk box di perlintasan liar antara Stasiun Pegaden Baru dan Cipunegara, Kabupaten Subang. Karena masinis sudah melakukan pengereman sebelumnya, tidak terjadi kerusakan pada kereta, hanya lokomotif mengalami penyok di bagian depan samping dan kerusakan pada lampu kabutnya. Begitu juga dengan truk yang terguling, hanya mengalami penyok. Namun, arus lalu lintas kereta api terhambat akibat truk melintang menghalangi kedua rel. [11]
  7. Pada tanggal 20 Mei 2017 pukul 10.30 WIB, KA 1 Argo Bromo Anggrek Pagi tujuan Stasiun Gambir menabrak mobil di perlintasan tak berpalang, 500 meter dari Stasiun Sedadi, Kabupaten Grobogan. Bagian luar depan lokomotif dengan nomor CC206 13 92 YK terbakar akibat kebakaran mobil yang ditabraknya dan mobil terseret hingga Stasiun Sedadi. Sebanyak empat orang di mobil tewas, sementara perjalanan Argo Anggrek terhambat karena menunggu lokomotif penolong (CC 206 13 66 SMC) datang dari Dipo Lokomotif Semarang Poncol.[12]
  8. Pada tanggal 21 Mei 2017 pukul 21.52 WIB, KA 3 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir menabrak mobil bak terbuka pada perlintasan di Randublatung, Blora. Lokomotif CC 206 13 69 YK yang juga merupakan bekas dari kecelakaan kereta api Bogowonto pun mengalami kerusakan di bagian depan. Tidak ada korban jiwa, tetapi pengemudi mobil tersebut kabur, serta kereta api melanjutkan perjalanan 2 menit kemudian hingga Stasiun Semarang Tawang supaya diganti dengan lokomotif CC 201 83 24 (CC 201 62) PWT.[13]

GaleriSunting

Rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek sebelum menggunakan rangkaian berbahan baja nirkarat
Bagian dalam kereta Argo Bromo Anggrek sebelum menggunakan rangkaian berbahan baja nirkarat

ReferensiSunting

  1. ^ Media, Kompas Cyber (2010-10-02). "Argo Bromo Anggrek yang Membawa Petaka - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-11. 
  2. ^ "Perumka Luncurkan KA Paling Mahal". Jawa Pos. 18 September 1997. 
  3. ^ VIVA, PT. VIVA MEDIA BARU - (2010-08-02). "PT KA Tarik Seluruh Argo Bromo Anggrek – VIVA". Diakses tanggal 2018-02-26. 
  4. ^ A.S. Hartono. Buku Teknik Kendaraan Rel
  5. ^ "Segera Beroperasi, KA Ramah Lingkungan Kelas Komersil". Republika Online. 2011-04-26. Diakses tanggal 2019-03-24. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber (2009-06-19). "Gerbong Pembangkit KA Argo Bromo Terbakar di Cikampek - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-05-05. 
  7. ^ Argo Bromo Tabrak Senja Utama, 9 Tewas
  8. ^ Hasil Investigasi Kecelakaan KA Senja Utama Semarang
  9. ^ Argo Bromo Tabrak 4 Pelajar, 3 Tewas
  10. ^ KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Truk, Sopir Tewas
  11. ^ Okezone.com: Kecelakaan Kereta di Subang, Dua Jalur Tak Bisa Dilintasi
  12. ^ "Tabrakan Avanza-Argo Anggrek di Grobogan, 4 Meninggal". Tempo Nasional (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-05-20. 
  13. ^ Suara.com. "KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil di Blora". suara.com. Diakses tanggal 2017-05-21. 

Pranala luarSunting