Kereta api Argo Bromo Anggrek

kereta api eksekutif di Indonesia

Kereta api Argo Bromo Anggrek—juga disebut Argo Anggrek—merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan luxury yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas Surabaya PasarturiGambir dan sebaliknya.

Kereta api Argo Bromo Anggrek
Papan Nama KA Argo Anggrek Khas Daop 8.jpg
KA Argo Bromo Anggrek Stainless Steel.jpg
Kereta api Argo Bromo Anggrek saat melintas di sekitar Stasiun Cikampek
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
PendahuluArgo Bromo "JS-950"
Mulai beroperasi24 September 1997
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang2.900 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalSurabaya Pasarturi
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh725 km
Waktu tempuh rerata9 jam
Frekuensi perjalananDua kali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan luxury
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 18 tempat duduk disusun 1-1 (luxury)
    kursi tidak dapat diputar namun dapat direbahkan hingga 180°
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan blinds dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional80 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal3-6
Peta rute
Gambir – Surabaya Pasarturi
Untuk KA Argo Bromo Anggrek dan Sembrani (reguler, fakultatif, maupun tambahan)
ke Jakarta Kota
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
ke Tanah Abang
ke Bogor
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk4.png Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5E.png Roundeltjk7.png Roundeltjk10.png Roundeltjk11.png
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jembatan Sungai Citarum
Cirebon
ke Purwokerto
via Ketanggungan
ke Purwokerto
via Slawi
Tegal
Jembatan Kali Comal
Pekalongan
Semarang Tawang
Jalan Tol Semarang
ke Solo
Ngrombo
ke Gundih
Cepu
Bojonegoro
Lamongan
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Surabaya Pasar Turi
ke SGU
ke SDT
Keterangan:
  • Sembrani juga berhenti di stasiun bertanda bolong

Kereta api yang diresmikan pada 24 September 1997 ini merupakan salah satu kereta api unggulan karena menjadi kereta api pertama dan satu-satunya yang memiliki kereta dengan bogie CL243 bolsterless (K9) pada awal pengoperasiannya. Perjalanan kereta api ini ditempuh sejauh 725 km dalam waktu sekitar 9 jam.

Asal usul namaSunting

Kata Argo digunakan sebagai citra jenama layanan kereta api eksekutif unggulan, sedangkan kata "Bromo" diambil dari sebuah gunung berapi yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Gunung Bromo, yang dikenal akan keindahan kawah dan keasrian alam lingkungan sehingga kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu tujuan wisata utama turis dalam negeri maupun mancanegara. Kata "Anggrek" digunakan untuk menandai adanya jenama turunan dari produk sebelumnya, sehingga warna bagian dalam kereta tersebut disesuaikan dengan paduan warna bunga anggrek.

SejarahSunting

Awal pengoperasian kereta apiSunting

Kereta api Argo Bromo "JS-950"Sunting

Sejarah kereta api berkelajuan tinggi di Indonesia diawali dengan peluncuran kereta api Argo Bromo "JS-950" yang diresmikan oleh Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, pada 31 Juli 1995 yang menandai Hari Teknologi Nasional — kode "JS-950" berarti "kereta api lintas Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu 9 jam yang diluncurkan pada peringatan 50 tahun kemerdekaan Republik Indonesia".[1] Bersama dengan kereta api Argo Gede, kereta api Argo Bromo merupakan layanan kereta api Argo pertama di Indonesia.

Kereta api Argo Bromo Anggrek "JS-852"Sunting

Menggunakan rangkaian kereta berbogie K9Sunting
Tampak luar kereta (1997–2010-an)
Logo (atas) dan tampak luar rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek saat itu (bawah), terlihat berbeda dengan rangkaian kereta api Argo lainnya.

Pada 24 September 1997, Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) meluncurkan kereta api baru menggunakan rangkaian kereta yang dilengkapi bogie CL243 bolsterless (K9)—bogie yang dikembangkan bersama Alstom menggunakan suspensi udara sehingga ia memiliki kecepatan hingga 120 km/jam.

Kereta api ini juga pernah mengusung jargon "JS-852" yang berarti "perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya ditempuh selama kurang lebih 8 jam 30 menit dan dioperasikan untuk memperingati 52 tahun kemerdekaan Indonesia".[2] Pada zamannya, ia merupakan kereta api unggulan dari PT Kereta Api Indonesia dengan rangkaian kereta yang lebih bagus dari yang lainnya—buatan PT INKA tahun 1997 dan 2001—serta fasilitas juga lebih baik dari kereta eksekutif lain — seperti sandaran kaki, toilet yang lebih bagus, pintu elektrik otomatis, dan lainnya.

Kereta api ini pernah melayani kelas super eksekutif ("KZ") yang dioperasikan selama beberapa waktu yang dilengkapi fasilitas yang lebih dari kelas eksekutif biasa — adanya komputer dan kursi yang lebih nyaman. Namun, layanan kelas super eksekutif ini tidak bertahan lama.

Kereta api ini sempat beroperasi secara bersamaan dengan pendahulunya (Argo Bromo "JS-950") hingga kereta api tersebut berhenti beroperasi mulai tahun 2000-an awal seiring adanya kebijakan rasionalisasi yang dilakukan oleh PT KA. Sejak dihapusnya kereta api Argo Bromo"JS-950", rangkaian keretanya dihibahkan untuk pengoperasian kereta api Bima.

Rangkaian kereta ini juga sempat mengalami pemugaran ulang di PT INKA sekitar tahun 2000-an akhir dan mengubah warna bagian luar dari merah muda menjadi ungu, meskipun tidak semua kereta ini mengalami proses perbaikan ulang.

Perbaikan ulang pada rangkaian kereta berbogie K9Sunting
 
Kereta api Argo Bromo Anggrek saat melintas langsung Stasiun Kalibodri. Tampak beberapa kereta yang memiliki corak berwarna ungu.
 
Kereta api Argo Bromo Anggrek saat melintas langsung Stasiun Bojonegoro dengan rangkaian kereta bertema Go Green, Agustus 2011.
 
Kereta api Argo Bromo Anggrek saat beroperasi menggunakan rangkaian kereta darurat, tiba di Stasiun Gambir (Maret 2015)

Dalam pengoperasiannya, kereta api ini sering anjlok karena bogie K9 dikenal sensitif terhadap kondisi rel di Indonesia, terutama terhadap belokan. Selain itu, waktu dinas terhadap rangkaian kereta ini terlalu lama serta jumlahnya terbatas dengan jeda istirahat di stasiun tujuan sangat terbatas — khususnya pada saat kereta ini awal beroperasi pada tahun 1997 hingga 2001. Karena sering mengalami kecelakaan, Departemen Perhubungan Indonesia memberi perintah kepada PT KA untuk menarik seluruh rangkaian kereta ini mulai bulan Desember 2010[3] sehingga kereta api Argo Bromo Anggrek menggunakan kereta eksekutif biasa untuk sementara waktu—menggunakan rangkaian kereta api Sembrani eksekutif dengan kaca "seperti pesawat". Rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek ini juga pernah dipakai untuk pengoperasian kereta api Argo Muria, Argo Lawu, dan Argo Sindoro.

Setelah rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek ditarik dari peredaran, PT INKA melakukan perbaikan terhadap kereta ini, yaitu memperbaiki bogie kereta — bogie K9 diubah menjadi K9 Re-Engineering [RE][4], perbaikan bagian luar dan dalam (untuk perbaikan luar juga bekerja sama dengan Balai Yasa Gubeng), perbaikan toilet menjadi toilet ramah lingkungan, serta menambahkan kotak penampungan karena limbah kotoran saat itu dibuang langsung ke rel.[5]

Memasuki tahun 2015, beberapa rangkaian kereta ini dilakukan pemeliharaan akhir (PA) di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setelah dilakukan perbaikan di PT INKA, terdapat penurunan mutu sarana, seperti peniadaan pada pintu geser otomatis dan sandaran kaki. Meskipun demikian, beberapa kereta yang tidak diperbaiki ulang di PT INKA masih terdapat pintu otomatis.

Pada pertengahan tahun 2016, sepuluh kereta kelas eksekutif tersebut telah diperbaiki ulang baik bagian luar maupun dalam sehingga menyerupai kereta eksekutif buatan tahun 2016. Selain itu, beberapa sarana diperbaiki pada kereta tersebut, seperti tirai jendela diubah tirai blind serta sandaran kaki pegas yang bisa dilipat.

Pengoperasian kereta api saat iniSunting

PT KAI menambah layanan pada kereta api ini sehingga ia melayani kelas luxury mulai 12 Juni 2018.[6][7]

Rangkaian kereta kelas eksekutif berbahan baja nirkarat mulai digunakan untuk pengoperasian kereta api ini pada tahun 2019. Selain itu, rangkaian kereta eksekutif buatan tahun 2018 milik Dipo Kereta Semarang Poncol dimutasi ke Dipo Kereta Surabaya Pasarturi karena ia membutuhkan tiga rangkaian kereta dalam pengoperasiannya. Rangkaian kereta buatan tahun 1997 hingga 2001 kemudian dimutasi ke Dipo Kereta Semarang Poncol (SMC) untuk pengoperasian kereta api Argo Sindoro dan Argo Muria.

Dengan berlakunya grafik perjalanan kereta api (gapeka) mulai 1 Desember 2019, terjadi perubahan pola operasi kereta api sehingga rangkaian kereta ini sering bertukar dengan rangkaian kereta api Taksaka. Selain itu, jumlah pemberhentian pada perjalanan kereta api ini ditambah sehingga ia melayani naik/turun penumpang di Stasiun Bojonegoro[8] dan Stasiun Pekalongan (jadwal malam)[9].

Data teknisSunting

Lintas pelayanan Surabaya PasarturiGambir pp.
Lokomotif CC206
Rangkaian 1 kereta bagasi (B) + 1 kereta kelas luxury (K1 2018 YK) + 5 kereta eksekutif (K1 2018/2019 YK) + satu kereta makan (M1 2018/2019 YK) + 3 kereta eksekutif (K1 2018/2019 YK) + 1 kereta pembangkit (P 2018/2019 YK)

Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

Jumlah tempat duduk 418 tempat duduk

TarifSunting

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp270.000,00 - Rp980.000,00 untuk kelas eksekutif dan Rp700.000,00 - Rp2.000.000,00 untuk kelas luxury, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus untuk kelas eksekutif yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan pada dalam lintas berikut.

Jadwal perjalananSunting

Berikut ini adalah jadwal perjalanan kereta api Argo Bromo Anggrek per 10 Februari 2020 (revisi Gapeka 2019).

Kereta api Argo Bromo Anggrek Pagi
KA 3
(Surabaya Pasarturi-Gambir)
KA 4
(Gambir-Surabaya Pasarturi)
Stasiun Tiba Berangkat Stasiun Tiba Berangkat
Surabaya Pasarturi - 08.30 Gambir - 08.15
Bojonegoro 09.44 09.46 Cirebon 10.55 11.01
Semarang Tawang 11.50 12.00 Pekalongan 12.35 12.38
Pekalongan 13.06 13.09 Semarang Tawang 13.44 13.54
Cirebon 14.45 14.51 Bojonegoro 15.58 16.00
Jatinegara 17.14 17.16 Surabaya Pasarturi 17.15 -
Gambir 17.30 -
Kereta api Argo Bromo Anggrek Malam
KA 5
(Surabaya Pasarturi-Gambir)
KA 6
(Gambir-Surabaya Pasarturi)
Stasiun Tiba Berangkat Stasiun Tiba Berangkat
Surabaya Pasarturi - 20.15 Gambir - 20.30
Bojonegoro 21.29 21.31 Cirebon 23.14 23.20
Semarang Tawang 23.35 23.45 Pekalongan 00.52 00.54
Pekalongan 00.47 00.49 Semarang Tawang 01.58 02.08
Cirebon 02.23 02.29 Bojonegoro 04.13 04.15
Jatinegara 04.58 05.00 Surabaya Pasarturi 05.30 -
Gambir 05.15 -

InsidenSunting

  1. Pada 19 Juni 2009, sebuah kereta pembangkit pada kereta api Argo Bromo Anggrek terbakar di Stasiun Cikampek. Kereta pembangkit pun dilepas dan dipadamkan di Stasiun Cikampek, sementara kereta api Argo Bromo Anggrek terpaksa dilanjutkan perjalanannya tanpa kereta pembangkit hingga Stasiun Cirebon.[10]
  2. Pada 2 Oktober 2010 sekitar pukul 03.00, kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api Senja Utama Semarang di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah yang mengakibatkan dua kereta mengalami kerusakan parah. Selain itu, kejadian ini mengakibatkan 36 penumpang tewas dan 26 mengalami luka parah.[11] Dari hasil investigasi INSTRAN, kesalahan pada kecelakaan tersebut terletak pada masinis kereta api Argo Bromo Anggrek (tertidur sebelum kecelakaan) dan petugas pengatur perjalanan kereta api—tidak memerintahkan masinis kereta api Senja Utama Semarang untuk berhenti di jalur 1.[12]
  3. Pada 16 Desember 2010 sekitar pukul 10.00, kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak pelajar di Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mengakibatkan tiga korban tewas.[13]
  4. Pada 16 November 2012, kereta api Argo Bromo Anggrek anjlok di dekat Stasiun Bulakamba. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun perjalanan kereta api di jalur utara terhambat sehingga beberapa perjalanan kereta dialihkan menuju jalur Cirebon-Prupuk.
  5. Pada 9 Maret 2015, kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak truk bermuatan pasir pada perlintasan tanpa palang pintu di Weleri, Kendal yang mengakibatkan korban terjebak dalam truk dan terseret sejauh 50 m. Sopir truk mengalami luka benturan di kepala sehingga tewas setelah kejadian.[14]
  6. Pada 11 November 2015, kereta api Argo Bromo Anggrek anjlok setelah menabrak truk di perlintasan liar antara Stasiun Pegaden Baru dan Cipunegara, Kabupaten Subang. Karena masinis sudah melakukan pengereman sehingga tidak terjadi kerusakan pada kereta, namun lokomotif mengalami kerusakan di bagian depan samping dan lampu kabutnya. Selain itu, arus lalu lintas kereta api terhambat akibat truk melintang menghalangi kedua rel.[15]
  7. Pada 20 Mei 2017 pukul 10.30, kereta api Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir menabrak mobil pada perlintasan tak berpalang pintu di sekitar Stasiun Sedadi, Grobogan yang mengakibatkan bagian luar depan lokomotif terbakar dan mobil terseret hingga emplasemen Stasiun Sedadi. Sebanyak empat orang di mobil tewas, sementara perjalanan kereta api Argo Bromo Anggrek terhambat karena menunggu lokomotif penolong datang dari Dipo Lokomotif Semarang Poncol.[16]
  8. Pada 21 Mei 2017 pukul 21.52, kereta api Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir menabrak mobil bak terbuka pada perlintasan di Randublatung, Blora. Lokomotif yang juga merupakan bekas dari kecelakaan kereta api Bogowonto pun mengalami kerusakan di bagian depan. Tidak ada korban jiwa, tetapi pengemudi mobil tersebut kabur, serta kereta api melanjutkan perjalanan 2 menit hingga Stasiun Semarang Tawang untuk pergantian lokomotif.[17]

GaleriSunting

Rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek sebelum menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat
Bagian dalam kereta Argo Bromo Anggrek sebelum menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat

ReferensiSunting

  1. ^ Media, Kompas Cyber (2010-10-02). "Argo Bromo Anggrek yang Membawa Petaka - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-11. 
  2. ^ "Perumka Luncurkan KA Paling Mahal". Jawa Pos. 18 September 1997. 
  3. ^ VIVA, PT. VIVA MEDIA BARU - (2010-08-02). "PT KA Tarik Seluruh Argo Bromo Anggrek – VIVA". Diakses tanggal 2018-02-26. 
  4. ^ A.S. Hartono. Buku Teknik Kendaraan Rel
  5. ^ "Segera Beroperasi, KA Ramah Lingkungan Kelas Komersil". Republika Online. 2011-04-26. Diakses tanggal 2019-03-24. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber. "Menengok Fasilitas Mewah Kereta "Sleeper"..." KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-02-24. 
  7. ^ Liputan6.com (2019-04-23). "Ramai Peminat, KAI Pesan 10 Rangkaian Kereta Sleeper Tambahan". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-02-24. 
  8. ^ "KA Argo Bromo Anggrek Singgahi Stasiun Bojonegoro Mulai 15 Desember | Ekonomi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-02-24. 
  9. ^ Admin (2020-02-04). "Per 10 Februari 2020, KA Argo Bromo Anggrek Malam Berhenti di Stasiun Pekalongan". Radar Pekalongan Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-24. 
  10. ^ Media, Kompas Cyber (2009-06-19). "Gerbong Pembangkit KA Argo Bromo Terbakar di Cikampek - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-05-05. 
  11. ^ Argo Bromo Tabrak Senja Utama, 9 Tewas
  12. ^ Hasil Investigasi Kecelakaan KA Senja Utama Semarang
  13. ^ Argo Bromo Tabrak 4 Pelajar, 3 Tewas
  14. ^ KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Truk, Sopir Tewas
  15. ^ Okezone.com: Kecelakaan Kereta di Subang, Dua Jalur Tak Bisa Dilintasi
  16. ^ "Tabrakan Avanza-Argo Anggrek di Grobogan, 4 Meninggal". Tempo Nasional (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-05-20. 
  17. ^ Suara.com. "KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil di Blora". suara.com. Diakses tanggal 2017-05-21. 

Pranala luarSunting