Kereta api Tawang Jaya

layanan kereta api di Indonesia

Kereta api Tawang Jaya merupakan dua layanan kereta api penumpang yang dioperasikan Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi Semarang Tawang/PoncolPasar Senen di lintas utara Jawa.

Kereta Api Tawang Jaya

Kereta api Tawang Jaya saat meninggalkan Stasiun Tambun (atas) Kereta api Tawang Jaya Premium saat melintas di Tiber Kali Srengseng Tambun, Bekasi, April 2022 (bawah)
Informasi umum
Jenis layananKereta api Antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi IV Semarang
Mulai beroperasi
  • 14 Mei 1984 (Tawang Jaya Ekonomi)
  • 06 April 2018 (Tawang Jaya Premium)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang harian2.584 penumpang per hari (sudah termasuk pulang-pergi)[butuh rujukan]
Lintas pelayanan
Stasiun awal
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirPasarsenen
Jarak tempuh437 km (Tawang Jaya)
439 km (Tawang Jaya Premium)
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
Kelas
  • Ekonomi (Tawang Jaya Ekonomi)
  • Eksekutif dan ekonomi (Tawang Jaya Premium)
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    bisa direbahkan
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi berhadap ke kanan dan 40 kursi berhadap ke kiri
    kursi tidak dapat direbahkan (kelas ekonomi)
  • 106 tempat duduk disusun 3-2 (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dengan tirai tarik, lapisan isolator panas (kaca panoramik pada rangkaian kereta kelas ekonomi premium/new image)
Fasilitas hiburanYa
Hanya tersedia untuk layanan kelas eksekutif dan ekonomi
Fasilitas bagasiAda (Bukan Kereta Bagasi)
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara, musholla.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional
  • 70 s.d 90 km/jam (Tawang Jaya)
  • 70 s.d 100 km/jam (Tawang Jaya Premium)
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal
  • 151-152 (Tawang Jaya Premium)
  • 257-258 (Tawang Jaya)

Seri Kereta api Tawang Jaya memiliki dua layanan kereta api yang dioperasikan, yaitu Tawang Jaya (kelas ekonomi) dan Tawang Jaya Premium (kelas eksekutif dan ekonomi).

Pengoperasian kereta api sunting

Kereta api Tawang Jaya sunting

Kereta api Tawang Jaya ini pertama kali dioperasikan pada 14 Mei 1984 di Stasiun Semarang Poncol yang menawarkan perjalanan dengan jadwal pemberangkatan malam/pagi hari. Awalnya, seluruh pemberangkatan perjalanan baik dari Semarang Poncol maupun Pasar Senen pada malam hari. Namun, sejak 1 Februari 2014, pemberangkatan dari Pasar Senen diubah menjadi pagi hari. Namun, sejak 1 April 2015, pemberangkatan dari Semarang Poncol diubah menjadi siang hari sedangkan dari Pasar Senen diubah menjadi malam hari. [butuh rujukan]

Mulai 4 April 2016, kereta api Tawang Jaya beroperasi dengan rangkaian kereta panjang—terdiri dari 14 kereta kelas ekonomi, 1 unit kereta makan pembangkit, 1 kereta pembangkit, serta lokomotif CC206 sebagai bakal pelanting. Dengan perubahan susunan rangkaian tersebut, kereta api ini menjadi salah satu dari empat kereta penumpang dengan rangkaian panjang—bersama dengan kereta api Kertajaya, Gumarang, dan Jayakarta.[1]

Pada tanggal 1 Oktober 2021, Rangkaian Kereta api Tawang Jaya bekas dari "rangkaian panjang" ini dimutasi ke Depo Surabaya Pasarturi (SBI) untuk pengoperasian Kereta api Airlangga.

Per 1 Juni 2023, Kereta api Tawang Jaya mendapat rangkaian mutasi dari Depo Kereta Solo Balapan (SLO), Namun masih belum cukup untuk pengoperasian rangkaian panjangnya (yang diperlukan 7 kereta ekonomi lagi).

Kereta api Tawang Jaya Premium sunting

Kereta api Tawang Jaya Premium merupakan kereta api kelas ekonomi premium yang dioperasikan pada 6 April 2018. Sebelumya, kereta api ini merupakan kereta api tambahan yang dioperasikan pada 20 Juni 2017 sebagai angkutan lebaran, serta 16 Februari 2018 sebagai angkutan tahun baru Imlek. Kereta api ini sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi premium berbahan baja nirkarat keluaran 2018, sebelum diganti dengan rangkaian kereta kelas ekonomi premium keluaran 2017. Semenjak rangkaian Kereta api Tawang Jaya Premium dimutasi ke Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) untuk memenuhi kebutuhan Kereta api Jayakarta supaya Rangkaian Panjang, maka pada 10 Februari 2021 pelayanan Kereta api Tawang Jaya Premium yang sebelumnya hanya melayani kelas Ekonomi Premium kini ditambah kelas Eksekutif. Hal ini disebabkan penomoran KA nya adalah 161F-162F. Pada 6 Maret 2022 pelayanan Kereta api Tawang Jaya Premium kembali menggunakan kereta api kelas ekonomi premium sehingga rangkaian bekas milik Kereta api Kertajaya ini menghibahkan ke Semarang Poncol (SMC) untuk didinaskan.[butuh rujukan]

Tarif sunting

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp105.000,00–Rp140.000,00 untuk kelas ekonomi dan Rp190.000,00–Rp 300.000,00 untuk kelas ekonomi premium, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Berlaku tarif khusus yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam lintas berikut :

  • SemarangTegal maupun sebaliknya: Rp110.000,- (kelas eksekutif)** dan Rp90.000,- (kelas ekonomi)
  • CirebonJakarta maupun sebaliknya: Rp210.000,- (kelas eksekutif)** dan Rp145.000,- (kelas ekonomi)**
  • BekasiJakarta maupun sebaliknya: Rp55.000,- (kelas eksekutif)** dan Rp45.000,- (kelas ekonomi).

Catatan : **) Hanya berlaku untuk layanan kereta api Tawang Jaya Premium

Insiden sunting

Pada 7 April 2007 pukul 03.05, kereta api Tawang Jaya tujuan Stasiun Semarang Poncol anjlok di jalur 3 Stasiun Surodadi, Tegal. Seorang balita berusia 8 bulan tewas, sedangkan 7 orang lain mengalami luka-luka.

Pada 15 Mei 2014 pukul 13.09, kereta api Tawang Jaya tujuan Stasiun Semarang Poncol bertabrakan dengan sebuah gerbong semen di jalur 4 Stasiun Cirebon Prujakan. Tidak ada korban tewas di insiden ini, tetapi enam orang mengalami luka-luka.

Pada 21 Januari 2020, kereta api Tawang Jaya mengalami anjlok pada letak km 9+9 di petak Stasiun Jatinegara-Stasiun Pasar Senen yang mengakibatkan perjalanan kereta api terhambat.[2]

Lihat Pula sunting

Referensi sunting

Pranala luar sunting