Stasiun Padalarang

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Padalarang (PDL) (Aksara Sunda Baku: ᮞ᮪ᮒᮞᮤᮇᮔ᮪ ᮕᮓᮜᮛᮀ, Stasion Padalarang) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kertajaya, Padalarang, Bandung Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +695 m ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun terbesar di Kabupaten Bandung Barat. Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus serta jalur 5 yang memiliki fasilitas bongkar muat batu balast/kricak.

Stasiun Padalarang
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun PDL.png
  • Singkatan: PDL
  • Nomor: 1415
Stasiun Padalarang Depan.jpg
Stasiun Padalarang tampak depan
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBandung Barat
KecamatanPadalarang
DesaKertajaya
AlamatJalan Cihaliwung
Kode pos40553
Sejarah
Dibuka17 Mei 1884
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Kelas stasiunI[1]
Ketinggian+695 m
Letak[2]
LayananLokal Cibatu dan Lokal Bandung Raya
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Terminus Lokal/Patas Bandung Raya
Padalarang-Cicalengka
menuju Cicalengka
menuju Purwakarta
Lokal Bandung Raya
Purwakarta-Cicalengka
Terminus Lokal Bandung Raya
Padalarang-Cibatu
menuju Cibatu
menuju Purwakarta
Lokal Cibatu (Simandra)
Purwakarta–Cibatu, p.p.
menuju Cibatu
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur5
  • jalur 2: sepur lurus jalur tunggal arah Cianjur dan jalur ganda arah Bandung
  • jalur 3: sepur lurus jalur tunggal arah Purwakarta-Cikampek dan jalur ganda dari arah Bandung
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang rendah)
Tipe persinyalanElektrik tipe Alstom Solid State Interlocking[3]
Bagian dalam Stasiun Padalarang

Saat ini stasiun ini hanya melayani perjalanan kereta api ke arah Purwakarta–Cikampek serta ke arah Bandung–Banjar. Ke arah barat stasiun jalur bercabang dua. Meski keduanya semua ke arah Jakarta, rutenya berbeda antara kedua jalur tersebut. Jalur yang membelok ke arah kanan adalah jalur menuju Purwakarta, sedangkan yang agak membelok ke kiri adalah jalur menuju Cianjur–Sukabumi–Bogor.

Jalur yang ke arah Cianjur ini dahulu melayani kereta api Cianjuran untuk mengisi slot rute Bandung–Bogor pp. Akan tetapi, kereta api ini dihentikan operasinya pada tahun 2013 karena ketersediaan suku cadang untuk lokomotif diesel hidraulis sudah langka dan usianya yang sudah cukup tua untuk dijalankan, serta ketidaktersediaan subsidi PSO dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.[4] Saat ini jalur yang menuju Cianjur sedang dalam proses reaktivasi, tetapi untuk saat ini hanya sampai Ciranjang dahulu sebelum dilanjutkan kembali dengan segmen Ciranjang–Cipatat, kemudian Cipatat–Padalarang.[5][6]

Ada beberapa kisah yang mungkin jarang dibahas tentang stasiun ini, seperti jalur menuju pabrik Kertas Padalarang. Dahulu stasiun ini diyakini digunakan sebagai tempat singgah kereta api pengangkut merang sebagai bahan pembuatan uang kertas Indonesia pada masa itu.[7][8]

Sejak 6 April 1999, stasiun ini sudah menggunakan persinyalan elektrik produksi Alstom.[3] Di seberang stasiun ini sedang dilaksanakan proyek pembangunan jalur kereta kecepatan tinggi rute Jakarta–Bandung yang diprakarsai oleh PT Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC).[9]

SejarahSunting

 
Overkapping Stasiun Padalarang yang sedang dibangun

Sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api Bogor–Bandung–Banjar–Kutoarjo–Yogyakarta, stasiun ini memegang peranan penting dalam sejarah perkeretaapian. Pembangunan stasiun ini diprakarsai oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Stasiun ini mulai beroperasi penuh pada tanggal 17 Mei 1884, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api segmen Cianjur–Padalarang–Bandung.[10]

Pada awalnya, stasiun ini menjadi titik persinggahan kereta api rute Jakarta–Bandung via Bogor–Sukabumi–Cianjur. Semenjak pengoperasian jalur baru Cikampek–Padalarang pada tahun 1906,[10] stasiun ini mulai melayani kereta api dari Purwakarta. Pengoperasian kereta api di jalur ini telah terbukti mampu memangkas perjalanan kereta api Jakarta–Bandung dan menjadi unggulan SS. Kereta ini pun diberi nama Vlugge, menggambarkan keandalan dan ketangguhan kereta api ini menantang medan terjal di jalur tersebut. Stasiun ini menjadi salah satu titik pergantian lokomotif uap karena adanya peralihan medan terjal berkelok-kelok dengan medan datar di segmen Padalarang–Bandung. Titik pergantian lokomotif lainnya juga ada di Stasiun Purwakarta.[11]

Ada beberapa catatan yang menyebut Stasiun Padalarang sebagai saksi bisu perjuangan. Pada tanggal 7 Maret 1942, pukul 18.00, stasiun ini pernah dibom jalurnya oleh Jepang sehingga kereta api tidak dapat lewat.[12] Salah seorang Belanda bernama J.C. Bijkerk menuturkan dalam kisahnya bahwa begitu stasiun ini dibom, distribusi makanan ke Padalarang bagi warga dan tentara KNIL menjadi terganggu.[13]

Layanan kereta apiSunting

Penumpang ekonomi lokalSunting

Persilangan, papasan, dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api yang berhenti dan melayani penumpang di Stasiun Padalarang per 10 Maret 2020 (revisi Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
510 Lokal Bandung Raya (PDL-KAC) Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi Lokal - 00.00
509 Lokal Bandung Raya (KAC-PDL) Padalarang (PDL) 01.51 -
512 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) - 05.00
503 Padalarang (PDL) 05.58 -
538 Lokal Bandung Raya (PWK-KAC) Bandung Kiaracondong (KAC) 06.02 06.04
506 Lokal Bandung Raya (PDL-KAC) - 06.30
529 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) 06.45 -
530 Cicalengka (CCL) - 07.20
519 Lokal Cibatu (CB-PDL) Padalarang (PDL) 07.35 -
520 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) - 08.05
511 Padalarang (PDL) 08.45 -
514 Cicalengka (CCL) - 09.40
537 Lokal Bandung Raya (BD-PDL) Padalarang (PDL) 10.40 -
540 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) - 11.10
531 Padalarang (PDL) 11.51 -
532 Cicalengka (CCL) - 12.10
521 Padalarang (PDL) 12.16 -
522 Cicalengka (CCL) - 12.55
513 Padalarang (PDL) 13.29 -
457 Lokal Cibatu (CB-PWK)/Simandra Purwakarta (PWK) 14.01 14.21
516 Lokal Bandung Raya Cicalengka (CCL) - 14.15
539 Padalarang (PDL) 15.15 -
542 Cicalengka (CCL) - 15.35
533 Padalarang (PDL) 15.46 -
534 Cicalengka (CCL) - 16.20
523 Padalarang (PDL) 16.43 -
524 Cicalengka (CCL) - 17.30
515 Padalarang (PDL) - 17.45
518 Cicalengka (CCL) - 18.20
505 Padalarang (PDL) 18.53 -
508 Cicalengka (CCL) - 19.20
458A Lokal Cibatu (PWK-CB)/Simandra Cibatu (CB) 19.38 19.40
541 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) 20.00 -
544 Cicalengka (CCL) - 20.20
535 Padalarang (PDL) 21.00 -
536 Lokal Cibatu (PDL-CB) Cibatu (CB) - 21.25
525 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) 21.43 -
526 Cicalengka (CCL) - 22.10
517 Lokal Bandung Raya (CCL-PWK) Purwakarta (PWK) 22.35 22.37
507 Lokal Bandung Raya Padalarang (PDL) 23.45 -

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ "KA Bandung-Cianjur Berhenti Beroperasi Karena Kekurangan Subsidi Pemerintah". 11 April 2013. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  5. ^ "Jalur Kereta Api Padalarang-Ciranjang Bakal Mendahului Jalur Cibatu-Garut, Segera Diaktifkan". Tribun Jabar. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  6. ^ "Rute KA Siliwangi Diperpanjang Hingga Stasiun Ciranjang". Republika Online. 2019-07-30. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  7. ^ "Rel Mati Stasiun Padalarang (PDL)". Lodaya Bandung (dalam bahasa Inggris). 2019-05-02. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  8. ^ Percetakan Uang RI dari masa ke masa, Volume 2. Jakarta: Peruri. 1982. 
  9. ^ Network, Ayo Media (2019-10-16). "Kebut Kereta Cepat, KCIC Libatkan 12.000 Tenaga Kerja". AyoBandung.com. Diakses tanggal 2019-11-07. 
  10. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  11. ^ Tim Telaga Bakti Nusantara.; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia. (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  12. ^ Suyono, R. P., 1932- (2005). Seks dan kekerasan pada zaman kolonial : penelusuran kepustakaan sejarah. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. ISBN 9797590712. OCLC 66526505. 
  13. ^ Bijkerk, J. C., 1928- (1988). Selamat berpisah, sampai berjumpa di saat yang lebih baik : dokumenter runtuhnya Hindia Belanda. Jakarta: Djambatan. ISBN 979428095X. OCLC 23252268. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
Terminus Padalarang–Kasugihan
menuju Kasugihan
menuju Cikampek
Cikampek–Padalarang
menuju Manggarai
Manggarai–Padalarang

Koordinat: 6°50′35″S 107°29′50″E / 6.8429246°S 107.4973154°E / -6.8429246; 107.4973154