Stasiun Rangkasbitung

stasiun kereta api di Kabupaten Lebak, Indonesia

Stasiun Rangkasbitung (RK) atau yang lebih dikenal masyarakat setempat sebagai Stasiun Rangkas adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Lebak. Stasiun yang terletak pada ketinggian +22 meter ini merupakan stasiun utama di Provinsi Banten. Semua kereta api yang melintasi jalur kereta api Tanah Abang-Merak pasti berhenti di stasiun ini.

Stasiun Rangkasbitung
Kereta Api Indonesia KAI Commuter
R22LM01

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun RK.png
Hallbarurk2021.jpg
Pintu masuk Stasiun Rangkasbitung 2021
LokasiJalan Stasiun Rangkasbitung No.1
Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Lebak, Banten 42314
Indonesia
Ketinggian+22 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkal
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau bertangga yang tinggi)
Jumlah jalur4
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda dari arah Jakarta
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda ke arah Jakarta sekaligus jalur tunggal dari dan ke arah Merak
Informasi lain
Kode stasiun
  • RK
  • 0130
[2]
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka1899
Elektrifikasi2017
Nama sebelumnyaStation Rangkasbetoeng
Operasi layanan
Lokal Merak dan KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Citeras
ke arah Tanah Abang
Lin Rangkasbitung Terminus
Terminus Lokal Merak
Merak–Rangkasbitung, p.p.
Jambu Baru
ke arah Merak
Fasilitas dan teknis
FasilitasMusala Toilet Mesin tiket Pemesanan langsung di loket Isi baterai Parkir Pertokoan/area komersial Restoran Ruang/area tunggu 
Tipe persinyalanElektrik tipe VPI DBRI[3]
Lokasi pada peta

Sejak 1 April 2017 stasiun ini juga melayani KRL Commuter Line Green Line dengan relasi Rangkasbitung-Tanah Abang, p.p. setelah pemasangan kabel listrik aliran atas di jalur lintas Maja-Rangkasbitung selesai.[4]

SejarahSunting

Dahulu terdapat percabangan jalur kereta api menuju Labuan melewati Pandeglang yang sudah tidak aktif sejak tahun 1984. Pada jalur ini terdapat percabangan jalur lagi di Saketi menuju Bayah;[5] dibangun oleh tawanan perang Jepang yang lebih dikenal sebagai romusha pada masa pendudukan Jepang saat Perang Dunia II. Ribuan orang meninggal karena perlakuan tentara Jepang yang tak berperikemanusiaan. Jalur cabang masuk dalam masterplan reaktivasi.[6]

Bangunan dan tata letakSunting

Awalnya stasiun ini memiliki empat jalur aktif dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda Maja–Rangkasbitung resmi dioperasikan seiring dengan berlakunya grafik perjalanan kereta api 2019 pada tanggal 1 Desember 2019, jalur 1 kini hanya dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda dari arah Jakarta, sedangkan jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda ke arah Jakarta sekaligus jalur tunggal dari dan ke arah Merak.

Di stasiun ini juga terdapat berturut-turut depo kereta dan depo lokomotif yang menyimpan dan merawat gerbong datar yang digunakan untuk KA Babarandek dan KA Baja Coil serta rangkaian KA Lokal Merak beserta lokomotif yang diberi tugas menariknya. Terdapat pula depo KRL yang dibangun bersama dengan pembangunan jalur ganda tersebut.

Bangunan lama stasiun yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen kini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI.[7] Saat ini di sisi barat bangunan lama tersebut terdapat bangunan baru berupa ruang tunggu yang dikhususkan untuk penumpang KRL saja, sedangkan bangunan lama dijadikan ruang tunggu khusus penumpang KA Lokal Merak.[8]

 

 
 
G Bangunan utama stasiun
P
Lantai peron
Peron sisi
Jalur 1      Lin Rangkasbitung menuju Tanah Abang Citeras
Peron pulau
Jalur 2      Lin Rangkasbitung menuju Tanah Abang Citeras
Jambu Baru      Lokal Merak menuju Merak
Peron pulau
Jalur 3 Jambu Baru      Lokal Merak menuju Merak
Jalur 4 Area parkir kereta

Layanan kereta apiSunting

Lokal dan komuterSunting

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ "KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Siap Beroperasi 1 April 2017 - Tribunnews.com". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  5. ^ Idris, Muhammad. "Ada Rel Mati di Banten, Dibangun Romusha Zaman Jepang". detikfinance. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  6. ^ "Reaktivasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Labuan jadi Harapan Warga Lebak". Pelita Banten. 2017-09-21. Diakses tanggal 2017-10-16. 
  7. ^ Nusantara, Solusi Sistem. "Jelang Lebaran, Pembangunan Hall Stasiun Rangkasbitung Belum Rampung | Economy". www.gatra.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-20. 
  8. ^ Difa (2019-08-06). "Bangunan Stasiun Rangkasbitung Jadi Cagar Budaya". Redaksi24.com. Diakses tanggal 2021-07-22. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Jambu Baru
ke arah Merak
Merak–Tanah Abang Citeras
ke arah Tanah Abang
Warunggunung Labuan–Rangkasbitung Terminus