Stasiun Pasar Senen

stasiun kereta api di Kota Jakarta Pusat, Indonesia
(Dialihkan dari Stasiun Pasarsenen)

Stasiun Pasar Senen (PSE) atau juga biasa disebut Stasiun Senen adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di kelurahan Senen, kecamatan Senen, kota Jakarta Pusat, tepatnya di wilayah ramai dekat Gelanggang Remaja Planet Senen dan pusat perbelanjaan Pasar Senen; termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta pada ketinggian +4,7 m. Bangunan stasiun yang sekarang ini dibangun pada tahun 1916 dan diresmikan pada tanggal 19 Maret 1925.

Stasiun Pasar Senen
Kereta Api Indonesia
BP04L05

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun PSE.png
Pasar Senen Station facade.jpg
Tampak depan Stasiun Pasar Senen, 2020
LokasiJalan Stasiun Senen No. 14
Senen, Senen, Jakarta Pusat, 10410
Indonesia
Koordinat6°10′30″S 106°50′43″E / 6.1750°S 106.8454°E / -6.1750; 106.8454Koordinat: 6°10′30″S 106°50′43″E / 6.1750°S 106.8454°E / -6.1750; 106.8454
Ketinggian+4,7 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi I Jakarta
KAI Commuter
Letak dari pangkalkm 6+145 lintas Jakarta KotaJatinegaraCikampek–...:
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang cukup tinggi di jalur 1, satu peron pulau tengah yang tinggi di antara jalur 3 dan 4, dan satu peron sisi bertangga yang tinggi di jalur 6; masing-masing terhubung dengan lorong bawah tanah)
Jumlah jalur6 (jalur 3 dan 4: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Fasilitas sepeda?
Akses difabelYa
ArsitekJ. van Gendt
Gaya arsitekturNieuwe Indische Bouwstijl
Informasi lain
Kode stasiun
  • PSE
  • 0470
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka19 Maret 1925; 96 tahun lalu (1925-03-19)
Operasi layanan
Singasari, Gaya Baru Malam Selatan, Jayabaya, Brantas, Bangunkarta, Gumarang, Dharmawangsa, Fajar/Senja Utama Solo, Mataram, Bogowonto, Gajah Wong, Fajar/Senja Utama YK, Sawunggalih, Majapahit, Jayakarta, Kertajaya, Jaka Tingkir, Kutojaya Utara, Menoreh, Matarmaja, Bengawan, Progo, Serayu, Tawang Jaya (reguler & premium), Airlangga, dan KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Gang Sentiong
Perjalanan satu arah
Lin Lingkar Kemayoran
ke arah Bogor
Kemayoran
ke arah Jakarta Kota
Lin Cikarang Gang Sentiong
Perjalanan satu arah
Layanan penghubung
Stasiun sebelumnya Transjakarta Stasiun berikutnya
Galur Koridor 2
transfer di Senen
Atrium
Perjalanan satu arah
Kwitang
Perjalanan satu arah
Galur
Galur Koridor 2
transfer di Senen
Atrium
Perjalanan satu arah
Kwitang
Perjalanan satu arah
Galur
Galur
ke arah ASMI
Koridor 2
transfer di Senen
Atrium
Perjalanan satu arah
Kwitang
Perjalanan satu arah
Galur
ke arah ASMI
Galur Koridor 7
transfer di Senen
Atrium
Perjalanan satu arah
Kwitang
Perjalanan satu arah
Galur
Budi Utomo
ke arah Ancol
Koridor 5
transfer di Senen Sentral
Pal Putih
Budi Utomo
ke arah Kota
Koridor 5
transfer di Senen Sentral
Pal Putih
ke arah Pulo Gebang
Koridor 11
transfer di Senen Sentral
Pasar Baru
Terminus
Fasilitas dan teknis
FasilitasTangga naik/turun Layanan pelanggan Musala Toilet Mesin tiket Cetak tiket mandiri Pemesanan langsung di loket Ruang/area tunggu Area merokok Tempat naik/turun Pertokoan/area komersial Parkir Isi baterai Galeri ATM Restoran 
Tipe persinyalanElektrik tipe WSL Solid State Interlocking (SSI)[3]
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Pasar Senen
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.19930329.02.000810
Tanggal SK1993
PemilikPT Kereta Api Indonesia
PengelolaPT Kereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Stasiun Pasar Senen is located in Jakarta
Stasiun Pasar Senen
Stasiun Pasar Senen
Lokasi di Jakarta
Stasiun Pasar Senen is located in Jawa
Stasiun Pasar Senen
Stasiun Pasar Senen
Stasiun Pasar Senen (Jawa)

Stasiun ini melayani kereta api penumpang kelas bisnis, kelas ekonomi, dan sebagian besar kelas campuran, dari dan tujuan kota-kota penting dan utama di Pulau Jawa ditambah sebagian perjalanan KRL Commuter Line; sedangkan kedatangan dan keberangkatan kereta api penumpang kelas eksekutif dan sebagian kecil kelas campuran (Argo Parahyangan, Argo Cheribon, dan Pangandaran) dilayani di Stasiun Gambir.

SejarahSunting

Nama stasiun kereta api ini berasal dari sebuah pasar yang berada dekat dengan stasiun ini, yaitu Pasar Senen. Dinamakan Pasar Senen karena pasar ini hanya buka pada hari Senin; didirikan oleh Pemerintah Kolonial pada tahun 1733 untuk menghidupkan perekonomian masyarakat Weltevreden yang kelak menjadi Gambir, Jakarta Pusat.[4][5]

Pada masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Van der Parra, Pasar Senen semakin ramai sehingga buka setiap hari. Banyak pedagang Tionghoa yang membuka usahanya di pasar ini. Semenjak kemerdekaan hingga 1975, Pasar Senen terus dikembangkan sebagai pusat perdagangan Senen dan telah menjadi tulang punggung perekonomian Jakarta pada masa itu.[5]

Generasi pertama (1887–1925)Sunting

 
Bangunan pertama Stasiun Pasar Senen

Pengembangan Pasar Senen membutuhkan sebuah fasilitas transportasi yang memadai, terutama kereta api. Stasiun ini dibuka oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS) pada 31 Maret 1887 sebagai sebuah perhentian kecil. Pembukaan stasiun ini bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Batavia–Bekasi. Jalur tersebut kemudian dibeli oleh Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1898 karena utang BOS yang membengkak.[6]

Pada 1904, majalah De Ingenieur menyebutkan bahwa stasiun ini sempat menjalani renovasi (kemungkinan mengubah bangunan menjadi permanen). Pembangunan ini juga sepaket dengan pembangunan Stasiun Kemayoran yang keduanya menggelontorkan dana sebesar ƒ350.000,00.[7] Bangunan stasiun generasi pertama ini bergaya Indische Empire, kecil, dan memiliki atap overcapping busur yang mirip dengan Stasiun Maos, Kutoarjo, dan Purworejo.[8]

Generasi kedua (1925–sekarang)Sunting

 
Stasiun Pasar Senen generasi kedua

Seiring peningkatan arus penumpang, Stasiun Pasar Senen kemudian dibangun ulang dengan wajah yang cukup besar. Karena terkena dampak pembangunan stasiun baru, Stasiun Pasar Senen yang lama harus dirobohkan. Stasiun tersebut dibuka pada 19 Maret 1925 setelah menjalani pembangunan selama delapan tahun.[8] Memiliki tata letak stasiun pulau, stasiun ini diperlengkapi dengan dua terowongan bawah tanah. Terowongan sengaja dibuat dua, yaitu satu untuk penumpang berangkat dan satu untuk penumpang keluar dari stasiun.[9]

Pembangunan ulang ini dilakukan untuk menyambut operasional layanan baru SS, kereta rel listrik (KRL) serta memperingati ulang tahun SS yang ke-50 pada 6 April 1925. SS mempersembahkan sejumlah stasiun kereta api megah di Batavia yang diharapkan dapat memberikan kepuasan penumpang.[10]

Saat ini bangunan stasiun berstatus sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penetapan status cagar budaya ini didasarkan pada SK Menbudpar No: PM.13/PW.007/MKP/05 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 475 Tahun 1993.[11]

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun ini memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 3 dan 4 merupakan sepur lurus. Bangunan ini diarsiteki oleh J. van Gendt, dengan gaya arsitektur Neo-Indische. Karakter vernakularnya sangat menonjol, dapat dilihat dari atap limasan yang mendominasi dengan ditambahkan atap teritisan di atas pintu masuk hall untuk melindungi bangunan dari rembesan air hujan, dan jika dilihat dari luar terlihat seperti bangunan dengan dua lantai. Pintu-pintunya bergaya Romantik dengan balutan konsol atap yang diekspos.[12]

Stasiun ini menjadi populer karena selalu didatangi oleh kaum pemudik yang hendak menggunakan jasa angkutan kereta api ke berbagai jurusan di Pulau Jawa.[13] Agar pengaturan penumpang lebih nyaman, pihak Daerah Operasi I Jakarta menyediakan pintu-pintu yang terpisah menurut jenis keretanya, yakni untuk kereta api jarak jauh dan untuk KRL Commuter Line. Selain itu, terdapat pula terowongan bawah tanah yang menghubungkan peron jalur 1 dengan 3 dan jalur 4 dengan 6.[14]

G Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan keberangkatan KA dari arah timur
Jalur 6 (Kemayoran)      Lin Lingkar menuju Depok/Bogor,      Lin Cikarang menuju Jakarta Kota

Jalur kedatangan KA jarak jauh

Jalur 5 Jalur parkir rangkaian KA
Jalur 4 Jalur kedatangan KA jarak jauh yang bisa memuat rangkaian panjang

Jalur untuk berjalan langsung KA barang ke arah Tanjung Priuk

Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kiri kedatangan KA dari arah timur
Bangunan tengah stasiun
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kiri keberangkatan KA ke arah timur
Jalur 3 Jalur untuk berjalan langsung:

Jalur keberangkatan KA jarak jauh yang bisa memuat rangkaian panjang

Jalur 2 Jalur parkir rangkaian KA
Jalur 1 Jalur keberangkatan KA jarak jauh
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan keberangkatan KA ke arah timur
G Bangunan utama stasiun

Integrasi antarmoda dan Monumen Tekad MerdekaSunting

Di tengah pandemi koronavirus (Covid-19), bagian depan Stasiun Pasar Senen telah dirombak total dan diresmikan pada 17 Juni 2020 oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Program renovasi ini merupakan proyek kerja sama KAI, Pemprov DKI, dan MRT Jakarta. Lahan seluas 1.427,5 m² di depan stasiun dijadikan sebuah plaza dengan akses pejalan kaki dan difabel serta terintegrasi dengan stasiun BRT Transjakarta serta titik jemput transportasi daring dan bajaj. Dalam rangka menciptakan kawasan sehat, plaza tersebut juga memiliki kanopi peneduh, ruang terbuka hijau, serta rak parkir sepeda.[15]

Monumen di depan stasiun, yaitu "Monumen Tekad Merdeka" atau "Monumen Perjuangan Senen", juga ikut dimunculkan. Monumen untuk memperingati pertumpahan darah melawan tentara Sekutu di kawasan Senen 29 September 1945 ini diresmikan tanggal 2 Mei 1982 oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, A. Munir. Monumen ini dibuat dengan konstruksi beton cor bubut batu semen dan didatangkan dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta.[16]

Ciri khasSunting

Stasiun ini memiliki ciri khas berupa bel bersuara lagu instrumental Kicir-Kicir yang sering diputarkan setiap kali ada kedatangan KA penumpang jarak jauh/menengah dan lokal.

Layanan kereta apiSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomiSunting

KRL Commuter LineSunting

Antarmoda pendukungSunting

Stasiun kereta api di DKI Jakarta
   
Tanjung Priuk TP 10 10D 10H  
       
Ancol
Jakarta Gudang
           
C B TP   1 4M 5K 9B 12 Jakarta Kota
           
Kampung Bandan 5 5D 5E 5H 10H
         
Jayakarta
     
Rajawali
Mangga Besar
     
Sawah Besar
     
Kemayoran
2 2A 2D 3 5C 5H 7F 8A Juanda
     
L Angke
     
T A Duri
     
Gambir   2 2A 2D 7F
Gondangdia
       
R Tanah Abang
       
Cikini
Karet
         
Pasar Senen   2 2A 2D 5 5K 7F 11V  
1 4 4C 6 6B 9B 13C M A CB BK Sudirman
         
Gang Sentiong
Mampang
         
Kramat
4 4D 4H A   Manggarai
       
Pondok Jati
9 9A Grogol
       
 
 
 
Matraman
2A 2D 3 3F 8 Pesing
       
Palmerah
2A 2D 3 3F T Taman Kota
       
Kebayoran 8 13 13A 13B 13C 13D 13E 13F R
Bojong Indah
       
ke Serpong/Rangkasbitung/Merak
Rawa Buaya
     
Jatinegara L   4K5 5C 5D 5E 5K 7F 7M 10 11 11V
Kalideres
     
Cipinang
ke Tangerang
     
Klender 11 11V
Depo KRL Bukit Duri
     
Buaran 11 11V
Tebet
   
Klender Baru
CB BK 4K 9 9A 9B 9C 9M 13F Cawang
   
Cakung B 11T
Duren Kalibata
   
ke Bekasi/Cikarang/Cikampek
 
Pasar Minggu Baru
 
Pasar Minggu C L  
 
Tanjung Barat
 
Lenteng Agung
 
Univ. Pancasila
 
ke Depok/Bogor/Nambo
Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
BRT Transjakarta 2 Harmoni Sentral–Pulo Gadung 1 (di halte Senen)
2A Rawa Buaya-Pulo Gadung 1 (di halte Senen)
2D Kalideres-ASMI (di halte Senen)
5 Ancol–Kampung Melayu (di halte Senen Sentral)
5K Kota-Kampung Melayu (di halte Senen Sentral)
7F Kampung Rambutan-Harmoni (via Koridor 10-2) (di halte Senen)
11V Pulo Gebang-Pasar Baru (di halte Senen Sentral)
Bus kota Transjakarta 1P (MetroTrans) Terminal Pasar Senen-Bundaran Senayan
2P (MetroTrans) Terminal Pasar Senen-Stasiun Gondangdia
6H (MiniTrans) Terminal Pasar Senen-Terminal Lebak Bulus (via Menteng Raya - Cikini Raya)
10K (MiniTrans) Terminal Pasar Senen-Terminal Tanjung Priok (via Utan Panjang Barat/Timur - Danau Sunter Barat)
Mikrotrans JAK 17 (Jak Lingko) Terminal Pasar Senen-Terminal Pulo Gadung (via Pemuda)
JAK 24 (Jak Lingko) Terminal Pasar Senen-Terminal Pulo Gadung (via Yos Sudarso - Boulevard Barat Kelapa Gading)
Lintas Perbatasan Transjakarta B22 Terminal Bekasi-Juanda (via Bekasi Timur) (di halte Senen Sentral)
Mikrolet[17] M01 Terminal Pasar Senen-Terminal Kampung Melayu
M12 Terminal Pasar Senen-Stasiun Jakarta Kota
M35 Terminal Pasar Senen-Pisangan Baru
M37 Terminal Pasar Senen-Terminal Pulo Gadung (via Sumur Batu Raya, Yos Sudarso, Boulevard Barat Kelapa Gading)
M46 Terminal Pasar Senen-Terminal Pulo Gadung (via Cempaka Putih Tengah, Pemuda)
Transjabodetabek P9A (Mayasari Bakti) Terminal Pasar Senen-Terminal Bekasi (via Bekasi Timur)
AC100A (MetroMini) Terminal Pasar Senen-Terminal Cileungsi (via Cibubur)
x2 (Perum PPD) Terminal Pasar Senen-Terminal Pondok Cabe (via Sudirman-Thamrin - R.S. Fatmawati)

GaleriSunting

ReferensiSunting

KutipanSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Media, Kompas Cyber (2017-01-20). "Pasar Senen dari Masa ke Masa - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-03. 
  5. ^ a b Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI 2014, hlm. 18.
  6. ^ Perquin 1921, hlm. 58.
  7. ^ "Uit Ons Parlement: Begrooting van Ned.-Indië voor 1905: Staatsspoorwegen". De Ingenieur. No. 39. 1904. hlm. 697. 
  8. ^ a b "Stasiun Pasar Senen, Stasiun Bersejarah yang Menjadi Stasiun Terpadu". kai.id. Diakses tanggal 2020-10-18. 
  9. ^ Sleeswijk 1929, hlm. 8.
  10. ^ Sleeswijk 1929, hlm. 11.
  11. ^ Yuliani, P.A. (2020-07-21). "Kawasan Stasiun Bersejarah Pasar Senen Jadi Kawasan Terpadu". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2020-10-18. 
  12. ^ Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI 2014, hlm. 15.
  13. ^ Rudi, A. (2017-06-21). Akuntono, I., ed. "Beda Suasana di Stasiun Gambir dan Senen Saat Musim Mudik Lebaran - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-03. 
  14. ^ Sudarsih 2014, hlm. 17.
  15. ^ Sofuroh, Faidah Umu. "Dibangun Zaman Kolonial, Stasiun Pasar Senen Punya Wajah Baru". detikTravel. Diakses tanggal 2020-10-18. 
  16. ^ "Sempat Terlupakan, KAI Munculkan Lagi Monumen Perjuangan Senen | Ekonomi". Bisnis.com. 2020-07-21. Diakses tanggal 2020-10-18. 
  17. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Daftar pustakaSunting

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kemayoran
ke arah Rajawali
Rajawali–Cikampek Gang Sentiong
ke arah Cikampek