Stasiun Solo Balapan

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Solo Balapan (SLO), lebih dikenal dengan Stasiun Balapan, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di wilayah Kelurahan Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta; pada ketinggian +93 meter; termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta. Nama "Balapan" diambil dari nama kampung yang terletak di sebelah utara kawasan stasiun. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api terbesar di Surakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

Stasiun Solo Balapan
Yogyakarta - KRL Commuter Solo Line Icon.png

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SLO.png
  • Singkatan: SLO
  • Nomor: 3130
Stasiun Solo Balapan 2019.jpg
Stasiun Solo Balapan
LokasiJalan Wolter Monginsidi 112
Kestalan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah
Indonesia
Koordinat7°33′24″S 110°49′17″E / 7.5567545°S 110.8213985°E / -7.5567545; 110.8213985Koordinat: 7°33′24″S 110°49′17″E / 7.5567545°S 110.8213985°E / -7.5567545; 110.8213985
Ketinggian+93 m
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Letak dari pangkal
Jumlah peron10
  • Emplasemen selatan: 6 (dua peron sisi yang tinggi dan empat peron pulau yang agak rendah)
  • Emplasemen utara: 4 (satu peron sisi yang agak tinggi, dua peron pulau yang agak rendah, serta satu peron di antara jalur 8 dan 9 untuk bangunan KA Bandara yang tinggi)
Jumlah jalur10
  • Emplasemen selatan: 4 (jalur 4 dan 5: sepur lurus)
  • Emplasemen utara: 6 (jalur 7: sepur lurus)
Konstruksi
ArsitekHerman Thomas Karsten
Informasi lain
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka10 Februari 1870
Dibangun kembali1927, 2017-2019
Perusahaan awalNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Terminus Yogyakarta Line Purwosari
ke arah Yogyakarta
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Terminus KA BIAS
Solo Balapan–Bandara Adisoemarmo, p.p.
Kadipiro
Purwosari
ke arah Klaten
KA BIAS
Klaten–Solo Balapan–Bandara Adisoemarmo, p.p.
Terminus KA BIAS
Solo Balapan–Klaten, p.p.
Purwosari
ke arah Klaten
Layanan
Argo Wilis, Argo Lawu (reguler & fakultatif), Argo Dwipangga (reguler & fakultatif), Gajayana, Bima, Turangga, Ranggajati, Wijayakusuma, Malabar, Bangunkarta, Mutiara Selatan, Fajar/Senja Utama Solo, Mataram, Lodaya, Sancaka Utara, Kertanegara, Malioboro Ekspres, Sancaka, Mutiara Timur, Joglosemarkerto, Jayakarta, KA BIAS, KRL Commuter Line, KA ketel/angkutan BBM, KA Semen Tiga Roda, KA Semen Arjawinangun, dan KA Semen Dynamix
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Lokasi pada peta
Stasiun Solo Balapan berlokasi di Surakarta
Stasiun Solo Balapan
Stasiun Solo Balapan
Lokasi di Surakarta

Stasiun ini terletak di jalur kereta api yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Semarang, serta melayani KA kelas eksekutif, bisnis, sebagian kecil kelas ekonomi, dan lokal/komuter. Sementara itu, KA dari arah timur yang menuju ke jalur utara (Semarang) maupun sebaliknya dilayani di Stasiun Solo Jebres, sedangkan KA kelas ekonomi jalur selatan (Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, dan Jakarta) dan KRL Yogyakarta dilayani di Stasiun Purwosari.

SejarahSunting

Stasiun Solo Balapan termasuk salah satu stasiun besar berusia tua di Indonesia (setelah Samarang NIS), dibangun oleh perusahaan kereta api pertama Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada abad ke-19, yaitu pada masa pemerintahan Mangkunegara IV dan berada di wilayah Kadipaten Praja Mangkunagaran. Stasiun besar di Surakarta untuk wilayah Kasunanan Surakarta dan Staatsspoorwegen adalah Stasiun Solo Jebres.

Stasiun ini dibangun di lahan pacuan kuda milik Mangkunegaran. Sebagai pengganti, pihak Mangkunegaran mendapat lahan di Manahan dari Kasunanan untuk dibangun sarana pacuan kuda dan aktivitas keolahragaan lainnya.[4]

Peletakan batu pertama berlangsung pada tahun 1864, dimeriahkan dengan upacara yang dihadiri Mangkunegara IV dan mengundang Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Baron van de Beele. Stasiun ini dibuka pada tanggal 10 Februari 1870 bersamaan dengan pembukan jalur ruas Kedungjati–Gundih–Solo, sebelumnya jalur Gundih–Solo direncanakan dibuka pada 1 September 1869. Jalur berikutnya, yakni jalur ruas Ceper–Solo, dibuka pada 27 Maret 1871.[5][6] Pembangunan seluruh jalur kereta api rencana NIS, Samarang–Vorstenlanden dan Kedungjati–Ambarawa selesai dan diresmikan pada 21 Mei 1873.[7][8][9]

Pada tahun 1927, suatu bangunan di selatan stasiun dibangun dengan arsitektur yang dipengaruhi oleh budaya Jawa dengan atap tajuk tiga. Hal ini sejalan dengan pembangunan jalur ganda Staatsspoorwegen yang sejajar dengan jalur kereta api NIS Solo–Yogyakarta. Konstruksi bangunan stasiun sisi selatan dirancang oleh Herman Thomas Karsten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch.[10]

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api kedua di Indonesia yang menggunakan sistem persinyalan elektrik setelah Stasiun Bandung tepatnya pada tahun 1972, diproduksi oleh Siemens dan diberi seri DrS60.[3] Persinyalan kemudian digantikan oleh persinyalan terbaru produksi PT Len Industri pada Oktober 2020.[11]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Pintu menuju ruang tunggu kereta api bandara di Stasiun Solo Balapan

Pada awalnya, Stasiun Solo Balapan memiliki dua belas jalur kereta api yang terbagi menjadi dua emplasemen. Emplasemen selatan memiliki lima jalur dengan jalur 4 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Yogyakarta serta jalur 5 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Madiun, sementara emplasemen utara memiliki tujuh jalur dengan jalur 7 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Semarang. Setelah jalur ganda lintas Solo–Yogyakarta dioperasikan pada tahun 2007, jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda dari arah Yogyakarta, sedangkan jalur 5 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda ke arah Yogyakarta dan juga sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Madiun. Kemudian, setelah jalur ganda menuju Solo Jebres dioperasikan per 7 Oktober 2020, jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus arah Madiun, sedangkan jalur 5 dijadikan sebagai sepur lurus arah Yogyakarta.

Emplasemen selatan umumnya dipakai untuk pelayanan kereta api penumpang jarak jauh, jarak menengah, maupun lokal/komuter, sedangkan emplasemen utara untuk pelayanan kereta api barang serta pemberangkatan KA Senja Utama Solo dan Lodaya. Ke arah timur, terdapat dua jurusan jalur rel: ke utara menuju Semarang dan rel ke timur menuju Surabaya. Emplasemen utara memiliki fasilitas bongkar muat angkutan semen. Emplasemen selatan maupun utara tidak memiliki peron tinggi; peron tinggi hanya terletak pada ujung sebelah utara jalur 5 dan sebelah selatan jalur 1. Hal ini disebabkan oleh sempitnya peron.

Di sisi timur stasiun terdapat segitiga pembalik yang memungkinkan rangkaian kereta api berbalik arah seluruhnya dengan menggunakan prinsip langsir. Sisi-sisi segitiga pembalik ini juga memungkinkan kereta api dari timur (dari Stasiun Solo Jebres) untuk langsung ke utara (Semarang) tanpa memasuki Stasiun Solo Balapan maupun sebaliknya. Di dekat segitiga pembalik ini dahulu terdapat jalur cabang menuju Depo BBM Pertamina Gilingan yang juga merupakan bagian dari sisi segitiga pembalik ini. Jalur cabang tersebut kini sudah dibongkar total karena terkena dampak pembangunan jalur ganda menuju Stasiun Jebres. Di sisi barat stasiun terdapat depo lokomotif dan kereta.

 
Jembatan udara yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan Terminal Tirtonadi

Saat ini, ia juga dilengkapi jembatan penyeberangan penumpang di sebelah timur stasiun yang terhubung langsung di jalan sekitar Terminal Bus Tirtonadi—berfungsi sebagai penghubung antarmoda sehingga penumpang kereta api dapat melanjutkan perjalanan dengan bus ataupun sebaliknya.[12]

Setelah jalur kereta api baru menuju Bandar Udara Internasional Adisoemarmo selesai dibangun,[13] stasiun ini mengalami perombakan di peron utaranya. Oleh karena itu, jalur 9 lama dibongkar dan dibangun bangunan baru di atasnya yang difungsikan sebagai ruang tunggu sekaligus peron. Bangunan baru untuk layanan KA Bandara memiliki luas 200 m² dengan dua lantai; dapat menampung 200 penumpang, serta disinambungkan dengan jembatan penyebarangan yang telah ada sebelumnya. Pada 29 Desember 2019, ruang tunggu KA Bandara resmi beroperasi secara penuh setelah jalur menuju bandara tersebut selesai.[14]

Terkait dengan elektrifikasi dalam proyek KRL Yogyakarta–Solo, tata letak jalur di stasiun ini sedang dirombak besar-besaran. Upaya perombakan tahap awal yang telah dilakukan adalah pembongkaran jalur 3 lama untuk perluasan peron tengah dan pembangunan jaringan LAA di emplasemen selatan stasiun sehingga kini jumlah jalur di stasiun ini tinggal sepuluh jalur.

Pada budaya populerSunting

Stasiun Solo Balapan menjadi inspirasi bagi salah satu lagu congdut yang sangat populer pada tahun 1990-an dari Didi Kempot, "Stasiun Balapan". Atas hasil karya tersebut, PT KAI menetapkan Didi Kempot sebagai Duta Kereta Api Indonesia setelah grup musik pop Melayu, ST 12.[15]

Ciri khasSunting

Sejak tanggal 29 Desember 2020, stasiun ini mulai memperdengarkan lagu Bengawan Solo dengan nada instrumental setiap kali terjadi kedatangan kereta api penumpang.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

Kelas eksekutifSunting
Kelas campuranSunting
Kelas ekonomi premiumSunting

Jayakarta, tujuan Jakarta via Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Surabaya via Madiun-Jombang

Kereta bandaraSunting

KA BIAS, dari dan tujuan Klaten maupun Bandara Adisumarmo

KRL Commuter LineSunting

  Yogyakarta Line, dari dan tujuan Yogyakarta

BarangSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Solo Balapan per 10 Februari 2021 (sesuai Gapeka 2021).

  • Kereta api antarkota reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
187/188 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Plus 00.34 -
76 Bima Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 01.12 01.15
120 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 01.18 01.21
171F Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 01.33 01.37
80 Turangga Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 01.44 01.47
72 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Luxury 02.17 02.20
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 02.33 02.37
158 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.28 -
8 Argo Lawu Eksekutif & Luxury 04.00
182/179 Mutiara Timur Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 04.36 04.41
132 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) 04.42 04.47
195/196/197F Joglosemarkerto Tegal (TG) bersambung Solo Balapan (SLO)-Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus - 06.00
136 Mataram Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 06.11 -
189/190/191 Joglosemarkerto Tegal (TG) bersambung Solo Balapan (SLO)-Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus - 06.15
159F Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 07.20
178F Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) 07.27 07.30
121 Bangunkarta Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 08.07 08.12
7 Argo Lawu Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury - 08.30
135 Mataram Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium 08.50
172F Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 09.11 09.14
5 Argo Wilis Bandung Hall (BD) Eksekutif 10.14 10.17
112/113 Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 12.04 12.10
175 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 12.12 12.15
114/111 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 13.04 13.10
169 Kertanegara Purwokerto (PWT) Eksekutif & Ekonomi Plus 13.51 13.56
134 Fajar Utama Solo Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 14.29 -
160F Lodaya 15.09 -
6 Argo Wilis Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 15.28 15.31
163F/166F/167F Sancaka Utara Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Bisnis 15.33 15.42
10 Argo Dwipangga Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Luxury 16.37 -
195/196/197F Joglosemarkerto Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 17.25 17.31
189/190/191 Semarang Tawang (SMT) 17.37 17.43
133 Senja Utama Solo Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium - 18.10
253 Jayakarta Ekonomi Premium 18.25 18.30
168F/165F/164F Sancaka Utara Gambringan (GBN) bersambung Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Bisnis 18.56 19.02
157 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium - 19.00
116/117 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) 19.08 19.11
71 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 19.25 19.28
176 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 19.42 19.45
9 Argo Dwipangga Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury - 19.55
198F Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Plus 20.03 -
75 Bima Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 20.31 20.34
122 Bangunkarta Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi Plus 20.40 20.45
180/181 Mutiara Timur Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 20.57 21.06
177F Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) 21.19 21.22
170 Kertanegara Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 21.37 21.41
79 Turangga Bandung Hall (BD) Eksekutif 21.59 22.02
118/115 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 22.16 22.19
119 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 22.33 22.37
131 Mutiara Selatan Eksekutif & Ekonomi Premium 23.21 23.24
  • Kereta api antarkota tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
58F Argo Lawu Fakultatif Solo Balapan (SLO) Eksekutif 07.14 -
57F Jakarta Gambir (GMR) - 09.55
60F Argo Dwipangga Fakultatif Solo Balapan (SLO) 18.27 -
59F Jakarta Gambir (GMR) - 22.10
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Bandara Adisumarmo Tujuan Klaten
528/533 05.55 05.58 530/531 05.11 05.16
532/537 06.36 06.46 534/535 06.44 06.48
536/541 08.36 08.40 538/539 07.33 07.37
540/545 08.58 09.05 542/543 09.27 09.30
544/549 10.44 10.47 546/547 09.57 10.01
548/553 11.34 11.40 550/551 11.38 11.42
552/557 13.16 13.19 554/555 12.26 12.32
556/561 14.02 14.08 558/559 14.05 14.15
560/565 15.50 16.01 562/563 14.54 14.57
564/569 16.29 16.32 566/567 16.48 16.52
568/575 18.07 18.11 582/571 21.32 21.35
Tujuan Bandara Adisumarmo Tujuan Solo
529 - 04.05 570 17.41 -
573 17.50 574 18.52
577 19.12 576 19.29
579 20.05 578 20.22
581 20.43 580 20.59
Tujuan Klaten Tujuan Solo
527 - 04.15 572 22.52 -
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Yogyakarta Tujuan Solo
645 - 05.05 646 06.23 -
7101 06.31 648 07.48
649 08.17 7102 08.10
651 09.00 7104 09.31
7103 09.40 652 11.11
657 12.25 7106 13.03
661 14.30 7108 15.57
7105 16.16 664 16.59
667 17.42 7110 18.54
669 19.10 670 20.19

InsidenSunting

Pada tanggal 11 Januari 2019, dinding kaca panel dan sebagian rangka baja skybridge penghubung Terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan pecah akibat diterpa hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Solo.[16] Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun skybridge sempat tidak dapat digunakan untuk berpindah moda para penumpang hingga keesokan harinya.[17]

Antarmoda pendukungSunting

Jenis angkutan umum Koridor/trayek Tujuan
Batik Solo Trans[18] 2 Kartasura–Palur
6 Kadipiro–Semanggi

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Alfan, Dony (17 Agustus 2012). "Stasiun Balapan, Tempat Pacuan Kuda Pada Masa Mangkunegara VII". Tentang Solo. Diakses tanggal 31 Juli 2017. 
  5. ^ BOW (1898). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  6. ^ de Vereniging voor de Statistiek in Nederland (1872). Staatkundig en staathuishoudkundig jaarboekje voor 1872. Amsterdam: E.S. Witkamp. 
  7. ^ Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869. 
  8. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  9. ^ Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria. 
  10. ^ Media, Kompas Cyber (2010-09-01). "Jejak Karsten di Stasiun Solo..." KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-01-19. 
  11. ^ Direktorat Jenderal Perkeretaapian (2020). "Progress Pembangunan Double Track Lintas Selatan" (PDF). Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kemenhub RI. Diakses tanggal 2020-06-13. 
  12. ^ Media, Jafar Sodiq Assegaf - Solopos Digital. "Begini Penampakan Sky Bridge yang Menghubungkan Tirtonadi & Balapan". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2017-12-24. 
  13. ^ "Stasiun Baru Segera Dibangun untuk Kereta Bandara Solo | Republika Online". Republika Online. 2017-09-05. Diakses tanggal 2017-12-24. 
  14. ^ News, Tagar (2017-12-23). "Tiket KA Bandara Solo Gratis Dua Bulan". TAGAR. Diakses tanggal 2019-12-29. 
  15. ^ "KAI Tunjuk Didi Kempot Jadi Duta Kereta Api". SindoNews. 10 Maret 2017. 
  16. ^ "Kaca Skybridge Solo Balapan Pecah". Suara Merdeka. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  17. ^ Isnanto, Bayu Ardi. "Diterpa Hujan Berangin, Kaca Skybridge Stasiun Balapan Solo Pecah". detiknews. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  18. ^ "Liburan di Solo Naik Bus Batik Solo Trans (BST) Saja. Ini Rute Lengkapnya". Tribun Jateng. 2017-06-28. Diakses tanggal 2019-01-29. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Solo Balapan–Kertosono Solo Jebres
ke arah Kertosono
Kadipiro
ke arah Gundih
Gundih–Solo Balapan Terminus
Purwosari
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan
kelanjutan ke Solo Balapan