Stasiun Cirebon

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Cirebon (CN) (bahasa Cirebon: Sêtasiyun Cérbon, juga dikenal sebagai Stasiun Kejaksan) merupakan sebuah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kebonbaru, Kejaksan, Kota Cirebon. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 m ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi III Cirebon.

Stasiun Cirebon
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun CN.png
  • Singkatan: CN
  • Nomor: 0930
Cirebon Kejaksan Station.jpg
Fasad perspektif Stasiun Cirebon Kejaksan
Nama lainStasiun Kejaksan
AlamatJalan Raya Siliwangi
Kebonbaru, Kejaksan, Cirebon
Jawa Barat 45124
Koordinat6°42′19″S 108°33′20″E / 6.705292°S 108.555563°E / -6.705292; 108.555563Koordinat: 6°42′19″S 108°33′20″E / 6.705292°S 108.555563°E / -6.705292; 108.555563
Ketinggian+4 m
Letak
OperatorDaerah Operasi III Cirebon
Konstruksi
Jumlah jalur6 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang sama-sama tinggi)
Gaya arsitektur
ArsitekPieter Adriaan Jacobus Moojen
Fasilitas
  • Parkir
  • Area komersial
  • Layanan pelanggan
  • Ruang VIP
  • Area merokok
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Galeri ATM
  • Musala
  • Pos kesehatan
  • Ruang ibu menyusui
  • Ruang kerja bersama
Informasi lain
Kelas stasiunBesar tipe A[4]
Tipe persinyalanElektrik tipe Siemens NX MIS801 (sejak 1986–1989)[3]
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Sejarah
Dibuka1912
Nama sebelumnyaStation Cheribon SS, Tjirebon
Layanan
Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu (reguler & fakultatif), Argo Dwipangga (reguler & fakultatif), Argo Sindoro (reguler & fakultatif), Argo Muria (reguler & fakultatif), Argo Cheribon, Bima, Gajayana (reguler & fakultatif), Bangunkarta, Sembrani (reguler, fakultatif, & tambahan), Taksaka (reguler & fakultatif), Purwojaya (reguler & fakultatif), Dharmawangsa Tambahan, Singasari, Jayabaya, Ranggajati, Harina, Gumarang, Fajar/Senja Utama Solo, Mataram, Gajah Wong, Fajar Utama YK, Senja Utama YK, Ciremai, Sawunggalih, Jayakarta, dan Tawang Jaya Premium
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Kejaksaan Cirebon
KategoriBangunan
No. registrasi
nasional
RNCB.20100622.02.000798
Tahun penetapan2010
PemilikPemerintah, dikelola PT Kereta Api Indonesia
PengelolaPT Kereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Cirebon berlokasi di Provinsi Jawa Barat
Cirebon
Cirebon
Cirebon (Provinsi Jawa Barat)
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Saat ini stasiun ini melayani pemberhentian kereta api kelas eksekutif, kelas bisnis, ekonomi komersial (KA Jayakarta dan KA Tawang Jaya Premium), dan kelas campuran yang melewati Kota Cirebon. Untuk sebagian besar kereta api kelas ekonomi dan sebagian kecil kelas campuran (KA Bogowonto, KA Anjasmoro, dan KA Dharmawangsa) dilayani pemberhentiannya di Stasiun Cirebon Prujakan.

SejarahSunting

 
Fasad perspektif Stasiun Cirebon, tempoh doeloe.

Staatsspoorwegen mulai menanamkan pengaruhnya di Cirebon sejak akhir dekade 1900-an. Kali ini, jalur yang baru sampai di Cikampek diperpanjang lagi untuk menjaring penumpang kereta api di Cirebon. Pada tanggal 3 Juni 1912, jalur kereta api Cikampek menuju Cirebon selesai dibangun serta merupakan bagian dari pembangunan jalur kereta api menuju Purwokerto dan Kroya. Jalur yang ke Cirebon difungsikan untuk menghubungkan jalur SS dengan jalur Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS). Pada tanggal 1 November 1914, kedua stasiun tersebut berhasil terhubung.[5][6]

Gedung Stasiun Cirebon yang sekarang ini dibangun pada tahun 1920 berdasarkan karya arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen (1879–1955) dalam gaya arsitektur campuran art nouveau dengan art deco. Dua menaranya yang sekarang ada tulisan "Cirebon" dulu ada tulisan "kaartjes" (karcis) di sebelah kiri dan "bagage" (bagasi) di sebelah kanan. Pada tahun 1984, gedung stasiun ini dicat putih.[7]

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun Cirebon memiliki enam jalur kereta api ditambah satu jalur yang terhubung dengan dipo lokomotif dan dipo kereta yang terletak di sisi timur laut kompleks stasiun. Awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus arah Cikampek-Jakarta maupun arah Tegal, sedangkan jalur 3 merupakan sepur lurus percabangan dari dan ke arah Prupuk-Kroya. Setelah jalur ganda pada segmen stasiun ini hingga Stasiun Haurgeulis resmi dioperasikan pada tahun 2003, jalur 3 juga dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda dari arah Cikampek-Jakarta.

Berikutnya, pada tahun 2011, stasiun ini dan Stasiun Prujakan direnovasi dengan meninggikan peron stasiun serta merombak tata letak jalur dan fasilitas yang ada. Selain itu, tempat percabangan jalur menuju Purwokerto-Kroya dipindah dari semula di Stasiun Cirebon menjadi di Stasiun Prujakan, dengan kendali percabangan tetap dilakukan di Stasiun Cirebon.[8] Jalur 2 sepenuhnya dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Cikampek-Jakarta saja, sedangkan jalur 3 sepenuhnya dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Tegal ataupun Prupuk-Kroya. Lintasan jalur rel di antara kedua stasiun ini dijadikan sebagai jalur tunggal ganda atau sepur kembar. Sistem persinyalan elektrik yang lama telah diganti dengan yang baru produksi GRS.

Untuk menghubungkan jalur-jalur yang ada di stasiun ini, saat ini tersedia terowongan bawah tanah, sehingga penumpang tidak harus langsung menyeberang rel kereta api untuk mencapai jalur yang dituju.

Ciri khasSunting

Bersama dengan stasiun-stasiun lain yang melayani penumpang di Daop III, stasiun ini memperdengarkan lagu instrumental (tanpa vokal) berjudul "Kota Cirebon" setiap kali ada kereta api penumpang yang datang dan berangkat. Lagu ini dipopulerkan oleh Diana Sastra, salah satu tokoh tarling Cirebonan.[9]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Kelas ekonomi plusSunting

Sawunggalih Fakultatif, tujuan Jakarta dan tujuan Kutoarjo

Papasan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Cirebon per 1 April 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
140 Mataram Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Bisnis 00.04 00.11
26 Argo Cheribon Tegal (TG) Eksekutif & Ekonomi Plus 00.15 00.25
129/132 Harina Cikampek (CKP) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 00.23 00.33
86 Taksaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Luxury 00.26 00.33
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 00.36 00.43
88/89 Purwojaya Kroya (KYA) bersambung Cilacap (CP) Eksekutif 00.47 01.01
81 Sembrani Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 00.50 00.57
75 Gajayana 01.04 01.11
9 Argo Dwipangga 01.16 01.25
85 Taksaka 01.37 01.44
22 Argo Cheribon Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Ekonomi Plus 01.42 -
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 01.46 01.55
131/130 Harina Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Ekonomi Premium 01.51 02.00
5 Argo Bromo Anggrek Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 02.23 02.29
74/71 Bima Eksekutif 02.35 02.43
120B/121A Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Eksekutif & Bisnis - 05.35
15 Argo Cheribon Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Plus - 06.15
19 - 07.25
23 08.21 08.35
138 Fajar Utama Solo Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 08.49 08.56
11 Argo Sindoro Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 09.00 09.07
28 Argo Cheribon Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Ekonomi Plus 09.15 -
144 Gajah Wong Yogyakarta Lempuyangan (LPN) 09.38 09.46
14 Argo Muria Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 09.45 09.52
149/152 Ciremai Cikampek (CKP) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 09.53 10.02
262 Tawang Jaya Premium Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Premium 09.54 10.03
146 Fajar Utama YK Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 10.17 10.28
34 Argo Cheribon Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Luxury 10.30 -
10 Argo Dwipangga Solo Balapan (SLO) 10.47 10.55
4 Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasarturi (SBI) 10.55 11.01
33 Argo Cheribon Jakarta Gambir (GMR) - 11.05
157 Sawunggalih Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium 11.12 11.19
158 Kutoarjo (KTA) 11.50 11.56
145 Fajar Utama YK Jakarta Pasar Senen (PSE) 11.57 12.07
151/150 Ciremai Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Bisnis 12.17 12.26
84 Taksaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Luxury 12.24 12.32
16 Argo Cheribon Tegal (TG) Eksekutif & Ekonomi Plus 13.05 13.17
83 Taksaka Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 13.37 13.44
7 Argo Lawu 13.59 14.06
27 Argo Cheribon Eksekutif & Ekonomi Plus - 14.15
20 Tegal (TG) 14.24 14.45
3 Argo Bromo Anggrek Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 14.45 14.51
139 Mataram Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Bisnis 14.56 15.03
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 15.13 15.21
24 Argo Cheribon Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Ekonomi Plus 15.32 -
110 Singasari Blitar (BL) 15.56 16.06
17 Argo Cheribon Jakarta Gambir (GMR) 16.37 16.47
25 - 17.30
90/87 Purwojaya Eksekutif 18.05 18.15
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) 18.11 18.18
21 Argo Cheribon Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Plus 18.14 18.30
134 Gumarang Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Bisnis 18.41 18.50
13 Argo Muria Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 19.01 19.09
12 Argo Sindoro Semarang Tawang (SMT) 19.05 19.12
109 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.08 19.20
72/73 Bima Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 19.39 19.46
114/115 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.58 20.12
122/119 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 20.10 -
76 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Luxury 20.54 21.02
30 Argo Cheribon Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Ekonomi Plus 21.11 -
160 Sawunggalih Kutoarjo (KTA) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.18 21.26
155/154 Ciremai Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Bisnis 21.32 21.41
148 Senja Utama YK Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.47 21.57
82 Sembrani Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Luxury 21.56 22.03
29 Argo Cheribon Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Plus - 22.00
116/113 Jayabaya Jakarta Pasar Senen (PSE) 22.20 22.26
153/156 Ciremai Cikampek (CKP) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 22.43 22.53
159 Sawunggalih Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium 22.58 23.12
6 Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Luxury 23.14 23.20
143 Gajah Wong Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 23.16 23.25
133 Gumarang Eksekutif & Bisnis 23.23 23.34
137 Senja Utama Solo Eksekutif & Ekonomi Premium 23.31 23.43
18 Argo Cheribon Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Ekonomi Plus 23.40 -
8 Argo Lawu Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Luxury 23.48 23.55
147 Senja Utama YK Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium 23.50 00.00
261 Tawang Jaya Premium Ekonomi Premium 23.57 00.08
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
97F Taksaka Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 00.16 00.25
58F Argo Lawu Fakultatif Solo Balapan (SLO) Eksekutif 01.10 01.20
7007 Sembrani Tambahan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 02.02 02.09
235F Sawunggalih Fakultatif Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi Plus 02.10 02.17
92F Gajayana Fakultatif Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 02.52 03.02
59F Argo Dwipangga Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 03.08 03.14
62F Argo Sindoro Fakultatif Semarang Tawang (SMT) 03.23 03.38
63F Argo Muria Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) 07.49 07.58
91F Gajayana Fakultatif Eksekutif 08.02 08.15
98F Taksaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) 11.28 11.35
60F Argo Dwipangga Fakultatif Solo Balapan (SLO) Eksekutif 12.38 12.48
102F/99F Purwojaya Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Plus/Premium 12.46 13.02
236F Sawunggalih Fakultatif Kutoarjo (KTA) Ekonomi Plus 12.58 13.05
64F Argo Muria Fakultatif Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 13.30 13.37
57F Argo Lawu Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) 15.51 15.58
93F Sembrani Fakultatif Eksekutif 16.20 16.37
94F Surabaya Pasarturi (SBI) 17.57 18.06
100F/101F Purwojaya Fakultatif Kroya (KYA) bersambung Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Plus/Premium 19.22 19.29
61F Argo Sindoro Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 20.28 20.40
96F Taksaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif 22.12 22.18

GaleriSunting

InsidenSunting

  • Pada tanggal 2 September 2001 pukul 03.45, KA Empu Jaya menabrak lokomotif KA Cirebon Ekspres yang sedang langsir[10][11]. Akibat peristiwa ini, puluhan penumpang tewas dan luka-luka, serta jalur kereta api lintas utara terganggu dan jalur kereta api terpaksa dialihkan ke lintas selatan[12][13][14].
  • Pada tanggal 18 April 2009 pukul 20.45, sebagian ruang tunggu VIP di Stasiun Cirebon terbakar[15]. Diduga kebakaran berasal dari pendingin udara yang berada di ruang itu. Sebelum api menjalar lebih jauh, petugas stasiun dan pemadam kebakaran memadamkannya.

Referensi dan catatan kakiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Aminuddin (6 April 2019). "KAI Punya Coworking Space di 9 Stasiun Kereta Api, Ini Daftarnya". Tempo.co. Diakses tanggal 11 Desember 2019. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  5. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  6. ^ Staatsspoorwegen (1920–1931). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1920-1931. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  7. ^ (Indonesia) Profil stasiun Cirebon pada Indonesian Heritage Railway
  8. ^ (Indonesia) Renovasi stasiun Cirebon pada Media Indonesia
  9. ^ "Kota Cirebon – Diana Sastra" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-01-21. 
  10. ^ (Indonesia)Revised _Laporan Kecelakaan KA146_16 jan 03.do
  11. ^ (Indonesia) "Menhub Nyatakan Tabrakan KA di Cirebon Sebagai Tragedi Nasional". Diakses tanggal 9 April 2012. 
  12. ^ (Indonesia) Kereta Tragis Itu Kini Bernama Progo. "Tengakarta". Diakses tanggal 9 April 2012. 
  13. ^ (Indonesia) Kereta Empu Jaya Bertabrakan di Cirebon "Liputan6.com". Diakses tanggal 9 April 2012. 
  14. ^ (Indonesia) Korban KA terus bergelimpangan. "Poskota.co.id". Diakses tanggal 9 April 2012. 
  15. ^ (Indonesia) "Sebagian Ruang Tunggu VIP Stasiun Cirebon Terbakar". Diakses tanggal 9 April 2012. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Cikampek
Cikampek–CirebonTerminus
Terminus Segitiga Cirebon–Prupuk–Tegal
CN–TG  
CN–PPK  
menuju Tegal
menuju Prupuk
Cirebon–Kadipaten
Pasalaran
menuju Kadipaten
Percabangan menuju Cirebon Pelabuhan
Cirebon Pelabuhan
Terminus