Stasiun Jombang

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Jombang (JG) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Jombatan, Jombang, Jombang; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun pada ketinggian +43 m. Lokasi stasiun ini berada tepat di seberang Alun-alun Jombang. Semua kereta api yang melewati jalur Kertosono-Surabaya pasti berhenti di stasiun ini.

Stasiun Jombang
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun JG.png
  • Singkatan: JG
  • Nomor: 4040
Stasiun Jombang 2019.jpg
Tampak depan Stasiun Jombang, 2019
AlamatJalan Jenderal Basuki Rachmat No. 1
Jombatan, Jombang, Jombang
Jawa Timur 61419
Ketinggian+43 m
Letak
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Konstruksi
Jumlah jalur8
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Kertosono serta sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Surabaya
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda dari arah Kertosono
Jumlah peron5 (satu peron sisi yang rendah, satu peron pulau yang cukup tinggi di bagian timur hingga di dalam bangunan kanopi stasiun dan agak rendah di bagian barat, dua peron pulau yang cukup tinggi, serta satu peron pulau yang rendah)
Fasilitas
  • Parkir
  • Layanan pelanggan
  • Area merokok
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Musala
  • Ruang ibu menyusui
Informasi lain
Kelas stasiunBesar tipe C[3]
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Layanan
Argo Wilis, Bima, Turangga, Bangunkarta, Mutiara Selatan, Gaya Baru Malam Selatan, Ranggajati, Wijayakusuma, Anjasmoro, Sancaka (reguler & fakultatif), Logawa, Jayakarta, Pasundan, Sri Tanjung, Dhoho, Ekonomi Lokal Kertosono, dan Parcel ONS
Operasi
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Peterongan Dhoho
Surabaya Kota–Kertosono–Blitar, p.p.
Sembung
ke arah Blitar
Ekonomi Lokal Kertosono
Surabaya Kota–Kertosono, p.p.
Sembung
ke arah Kertosono
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Terkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa, saat ini pembangunannya sedang dilanjutkan hingga Stasiun Mojokerto yang dalam perkembangan selanjutnya akan berakhir sampai di Surabaya.

Bangunan dan tata letakSunting

 
Peron Stasiun Jombang, 2020

Pada awalnya, stasiun ini memiliki sembilan jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus, tetapi hanya jalur 1–3 yang sering digunakan. Setelah jalur ganda dari stasiun ini hingga Stasiun Baron resmi dioperasikan mulai 30 Oktober 2019[4][5], jalur 4 yang lama sudah dibongkar untuk perluasan peron sehingga jumlah jalurnya tinggal delapan. Jalur 2 hanya digunakan sebagai sepur lurus arah Kertosono maupun sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Surabaya, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus dari arah Kertosono. Selain itu, dilakukan penambahan kanopi sehingga dapat menaungi jalur 4 yang baru dan sistem persinyalan elektrik lama (tipe Ansaldo) telah diganti dengan persinyalan terbaru produksi PT Len Industri.

Stasiun ini juga telah dilengkapi dengan ruang tunggu eksekutif, loket karcis yang rapi, layanan pelanggan, layanan pemesanan tiket secara daring, dan mini market. Stasiun ini juga bersih, rapi, dan memiliki ruang tunggu yang nyaman serta peron yang cukup tinggi sehingga mempermudah para penumpang saat naik dan turun kereta.

Dari stasiun ini, dahulu terdapat bekas percabangan ke arah utara dari jalur 1 menuju PlosoBabat dan dari jalur 5 yang lama menuju Kediri melalui Pare.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Jayakarta, tujuan Jakarta via Madiun-Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya

Kelas ekonomiSunting

Lokal ekonomiSunting

BarangSunting

Parcel ONS (over-night service), tujuan Surabaya dan tujuan:

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Jombang per 1 September 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
112 Gaya Baru Malam Selatan Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Plus 00.12 00.16
254 Jayakarta Ekonomi Premium 01.18 01.21
80 Bangunkarta Eksekutif 02.52 02.55
72 Bima 04.47 04.50
482 Ekonomi Lokal Kertosono Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 05.05 05.08
78 Turangga Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 06.03 06.06
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 06.19 06.22
439/442 Dhoho Kertosono (KTS) bersambung Blitar (BL) Lokal Ekonomi 07.08 07.11
431/440 Surabaya Kota (SB) 07.41 07.57
1 Argo Wilis Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif 07.53 07.55
179A Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 09.10 09.12
104 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) 09.27 09.30
180 Sancaka 10.18 10.25
122/119 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 10.23 10.27
481 Ekonomi Lokal Kertosono Kertosono (KTS) Lokal Ekonomi 10.54 11.01
441/434 Dhoho Kertosono (KTS) bersambung Blitar (BL) 11.32 11.40
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 11.34 11.37
300/297 Logawa Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi 11.55 11.58
111 Gaya Baru Malam Selatan Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 12.44 12.47
298/299 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 13.12 13.15
433/442 Dhoho Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 14.18 14.26
443/436 Kertosono (KTS) bersambung Blitar (BL) 14.24 14.28
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi 14.43 14.46
484A Ekonomi Lokal Kertosono Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 15.00 15.04
120B/121A Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 15.11 15.23
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 15.21 15.24
435/444 Dhoho Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 16.40 16.43
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 17.01 17.04
77 Turangga Bandung Hall (BD) 17.30 17.33
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi Plus 17.35 -
71 Bima Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 18.02 18.05
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 18.57 19.00
126/123 Wijayakusuma Cilacap (CP) 19.37 19.41
445/438 Dhoho Kertosono (KTS) bersambung Blitar (BL) Lokal Ekonomi 19.50 19.53
2 Argo Wilis Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 19.57 20.00
437/446 Dhoho Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 20.38 20.48
103 Mutiara Selatan Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 20.43 20.46
182A Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) 21.07 21.09
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus - 21.40
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 22.46 22.49
483 Ekonomi Lokal Kertosono Kertosono (KTS) Lokal Ekonomi 23.20 23.23
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 23.34 23.44
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
218F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.29 03.32
217F Yogyakarta Tugu (YK) 23.42 23.46

InsidenSunting

  • Pada tanggal 14 Januari 1997 pukul 04.30, tiga gerbong kereta api pengangkut BBM—kemungkinan dalam Harian Kompas ditarik lokomotif BB301 22—terguling 800 meter di sebelah barat Stasiun Jombang setelah menabrak tanggul. Akibatnya, BBM (terdiri atas solar dan premium) tumpah dan mengalir di Sungai Bokrantai, kemudian terbakar. Seorang warga tewas, sementara masinis dan kernet menderita luka bakar. Perjalanan sejumlah rangkaian kereta api terhambat akibat insiden ini.[6]
  • Pada tanggal 27 November 2007, lokomotif dan satu kereta KA Bangunkarta anjlok 300 meter di barat Stasiun Jombang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi perjalanan KA harus tertunda sampai malam hari.[7]
  • Pada tanggal 14 Agustus 2010, terjadi kesalahan wesel sehingga lokomotif CC203 20 yang menarik KA Rapih Dhoho masuk ke sepur badug dan tercebur sawah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[8]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber. "Jalur Ganda Kereta Api Jombang - Baron Nganjuk Siap Dioperasikan". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-12-10. 
  5. ^ Chusna, Asmaul (2019-10-30). "KAI siap operasikan jalur ganda Jombang-Baron". Antara News. Diakses tanggal 2019-12-10. 
  6. ^ "Tiga "Ketel" KA Terbakar". Harian Kompas. 15 Januari 1997. 
  7. ^ Okezone. "KA Bangun Karta Anjlok : Okezone News". Okezone.com/. Diakses tanggal 2018-02-02. 
  8. ^ "KA Rapih Dhoho Nyungsep di Jombang". Detiknews. Diakses tanggal 2018-02-02. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sembung (Jombang)
ke arah Kertosono
Kertosono–Wonokromo Peterongan
ke arah Wonokromo
Jombang Kota
ke arah Babat
Babat–Jombang Terminus
Terminus Jombang–Kediri Wesel Pemisah (WP) Ceweng
ke arah Kediri

Koordinat: 7°33′29″S 112°14′01″E / 7.5581744°S 112.2335923°E / -7.5581744; 112.2335923