Kota Yogyakarta

ibu kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota Yogyakarta (Hanacaraka:ꦏꦸꦛ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, bahasa Jawa: Kutha Ngayogyakarta) adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kota Yogyakarta adalah kediaman bagi Sultan Hamengkubuwana dan Adipati Paku Alam. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar keempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan menurut jumlah penduduk. Kota Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota RI pada tahun 1946.

Kota Yogyakarta

Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Wisata, Kota Seni, dan Kota Gudeg
ꦏꦸꦛ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ
Kutha Ngayogyakarta
Gedung Bank Indonesia di Yogyakarta
Gedung Bank Indonesia di Yogyakarta
Lambang Kota Yogyakarta
Lambang
Motto: 
Mangayu Hayuning Bawana
ꦩꦔꦪꦸ​ꦲꦪꦸꦤꦶꦁ​ꦧꦮꦤ
Cita-cita untuk menyempurnakan masyarakat
Slogan: Berhati Nyaman
"Bersih, Sehat, Indah, dan Nyaman" (umum)
Istimewa (pariwisata)
Lokasi Kota Yogyakarta di Pulau Jawa
Lokasi Kota Yogyakarta di Pulau Jawa
Negara Indonesia
Hari jadi7 Oktober 1756 (umur 263)
Pemerintahan
 • Wali KotaDrs. H. Haryadi Suyuti
 • Wakil Wali KotaHeroe Poerwadi
Populasi
 • Total427.498 jiwa
 • Kepadatan13.007,13/km2 (3,368,830/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 82,32%
Kristen 17,20%
Katolik 10,66%
Protestan 6,54%
Buddha 0,34%
Hindu 0,13%
Konghucu 0,01%[2]
Zona waktuUTC+7 (WIB)
Kode telepon+62 274
Kecamatan14
Flora resmiKelapa gading
Fauna resmiBurung tekukur
Situs webwww.jogjakota.go.id


Transformasi logo pariwisata Jogja
Logo lama.
Logo baru.

Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara kurun tahun 1575–1640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Keraton Ngayogyakarta dan Puro Paku Alaman, yang merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram. Pada masa revolusi, Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota Indonesia antara tahun 1946 hingga 1950.

EtimologiSunting

Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya atau Ayodhya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang, a "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik". Ayodhya merupakan kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya[4].

Pusaka dan Identitas DaerahSunting

  • Tombak Kyai Wijoyo Mukti

Merupakan Pusaka Pemberian Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tombak ini dibuat pada tahun 1921 semasa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Senjata yang sering dipergunakan para prajurit ini mempunyai panjang 3 meter. Tombak dengan pamor wos wutah wengkon dengan dhapur kudhuping gambir ini, landeannya sepanjang 2,5 meter terbuat dari kayu walikun, yakni jenis kayu yang sudah lazim digunakan untuk gagang tombak dan sudah teruji kekerasan dan keliatannya.

Sebelumnya tombak ini disimpan di bangsal Pracimosono dan sebelum diserahkan terlebih dahulu dijamasi oleh KRT. Hastono Negoro, di dalem Yudonegaran. Pemberian nama Wijoyo Mukti baru dilakukan bebarapa hari menjelang upacara penyerahan ke Pemkot Yogyakarta, pada peringatan hari ulang tahun ke-53 Pemerintah kota Yogyakarta tanggal 7 Juni 2000. Upacara penyerahan dilakukan di halaman Balaikota dan pusaka ini dikawal khusus oleh prajurit Kraton ”Bregodo Prajurit Mantrijero”.

Tombak Kyai Wijoyo Mukti melambangkan kondisi Wijoyo Wijayanti. Artinya, kemenangan sejati pada masa depan, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kesenangan lahir bathin karena tercapainya tingkat kesejahteraan yang benar-benar merata.

GeografiSunting

 
Telepon penting Kota Yogyakarta (klik gambar untuk memperbesar)

Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM dari Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada jalur persimpangan Bandung – Semarang – Surabaya – Pacitan. Kota ini memiliki ketinggian sekitar 112 m dpl.

Meski terletak di lembah, kota ini jarang mengalami banjir karena sistem drainase yang tertata rapi yang dibangun oleh pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan saluran air yang dikerjakan oleh Pemkot Yogyakarta.

Batas WilayahSunting

Kota Yogyakarta telah terintegrasi dengan sejumlah kawasan di sekitarnya, sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu menonjol. Untuk menjaga keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga (Depok, Mlati, Gamping, Kasihan, Sewon, dan Banguntapan).

Adapun batas-batas administratif Yogyakarta adalah:

Utara Kabupaten Sleman
Timur Kabupaten Sleman
Selatan Kabupaten Bantul
Barat Kabupaten Sleman

Iklim & CuacaSunting

Data iklim Yogyakarta
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29
(84)
29
(84)
29
(85)
31
(87)
30
(86)
30
(86)
29
(85)
30
(86)
31
(87)
31
(88)
30
(86)
29
(85)
30
(86)
Rata-rata harian °C (°F) 26
(78)
26
(78)
26
(78)
26
(79)
26
(79)
26
(78)
25
(77)
25
(77)
26
(79)
27
(80)
26
(79)
26
(78)
26
(78)
Rata-rata terendah °C (°F) 22
(72)
22
(72)
22
(72)
22
(72)
22
(72)
21
(70)
21
(69)
21
(69)
22
(71)
22
(72)
22
(72)
22
(72)
22
(71)
Presipitasi mm (inci) 353
(13.9)
335
(13.2)
310
(12.2)
211
(8.3)
127
(5.0)
89
(3.5)
41
(1.6)
25
(1.0)
30
(1.2)
94
(3.7)
229
(9.0)
340
(13.4)
2.182
(85,9)
Sumber: [5]

PemerintahanSunting

Daftar Wali KotaSunting

No Wali Kota Bertugas Wakil Wali Kota Ref.
Mulai Menjabat Akhir Menjabat
1
  M. Enoch
Mei 1947
Juli 1947
2
  Mr. Soedarisman Poerwokoesoemo
Juli 1947
Januari 1966
3
  Soedjono A. Y.
Januari 1966
November 1975
4
  H. Ahmad
November 1975
Mei 1981
5
  Soegiarto
1981
1986
6
  Djatmiko D
1986
1991
7
  R. Widagdo
1991
1996
1996
2001
8
  Herry Zudianto
2001
2006
Syukri Fadholi
2006
2011
Haryadi Suyuti
9
  Haryadi Suyuti
20 Desember 2011
20 Desember 2016
Imam Priyono
Sulistyo
(Pelaksana tugas)
20 Desember 2016
22 Mei 2017
(9)
  Haryadi Suyuti
22 Mei 2017
Petahana
Heroe Poerwadi

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Yogyakarta dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
  PDI-Perjuangan 11 15 13
  Partai Amanat Nasional 5   5 6
  Partai Gerindra (Baru!) 2 5   5
  Partai Keadilan Sejahtera 5 4 5
  Partai Golkar 5   5 4
  Partai NasDem (Baru!) 1 4
  Partai Demokrat 10 1 2
  Partai Persatuan Pembangunan 2 4 1
Jumlah Anggota 40   40   40
Jumlah Partai 7   8   8

KemantrenSunting

Kota Yogyakarta memiliki 14 Kemantren dan 45 Kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduk mencapai 410.262 jiwa yang tersebar di wilayah seluas 32,50 km² dengan tingkat kepadatan penduduk 12.623 jiwa/km².[6][7]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Yogyakarta, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kemantren Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
34.71.04 Danurejan
ꦢꦤꦸꦸꦉꦗꦤ꧀
3
34.71.05 Gedongtengen
ꦒꦼꦝꦺꦴꦁꦠꦼꦔꦼꦤ꧀
2
34.71.03 Gondokusuman
ꦒꦤ꧀ꦢꦏꦸꦱꦸꦩꦤ꧀
5
34.71.10 Gondomanan
ꦒꦤ꧀ꦢꦩꦤꦤ꧀
2
34.71.02 Jetis
ꦗꦼꦛꦶꦱ꧀
3
34.71.14 Kotagede
ꦏꦸꦛꦒꦼꦝꦺ
3
34.71.09 Kraton
ꦏꦫꦠꦺꦴꦤ꧀
3
34.71.08 Mantrijeron
ꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶꦗꦼꦫꦺꦴꦤ꧀
3
34.71.12 Mergangsan
ꦩꦼꦂꦒꦁꦱꦤ꧀
3
34.71.06 Ngampilan
ꦔꦩ꧀ꦥꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀
2
34.71.11 Pakualaman
ꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀ꦩꦤ꧀
2
34.71.01 Tegalrejo
ꦠꦼꦒꦭ꧀ꦉꦗ
4
34.71.13 Umbulharjo
ꦲꦸꦩ꧀ꦧꦸꦭ꧀ꦲꦂꦗ
7
34.71.07 Wirobrajan
ꦮꦶꦫꦧꦿꦗꦤ꧀
3
TOTAL 45

DemografiSunting

Jumlah penduduk kota Yogyakarta, berdasar Sensus Penduduk 2010[8]., berjumlah 388.088 jiwa, dengan proporsi laki-laki dan perempuan yang hampir setara. Sementara tahun 2017 jumlah penduduk kota ini bertambah menjadi 422.732 jiwa dengan kepadatan 13.007,13 jiwa/km².[1]

Islam merupakan agama mayoritas yang dianut masyarakat kota Yogyakarta 82,32%, dengan jumlah penganut Katolik dan Kristen Protestan yang relatif signifikan (Katolik 10,66% dan Protestan 6,54%). Sebagian kecil lagi adalah pemeluk agama Buddha 0,34%, Hindu 0,13% dan Konghucu 0,01%.[2] Seperti kebanyakan dari Islam kebanyakan di kota-kota pedalaman Jawa, mayoritas masih mempertahankan tradisi Kejawen yang cukup kuat.

Yogyakarta juga menjadi tempat lahirnya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta. Hingga saat ini, Pengurus Pusat Muhammadiyah masih tetap berkantor pusat di Yogyakarta.

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki oleh pemerintah adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

BahasaSunting

Menurut Badan Bahasa, bahasa Jawa dialek Yogya-Solo merupakan bahasa daerah yang dituturkan mayoritas penduduk Kota Yogyakarta.[9] Menurut Statistik Kebahasaan 2019, bahasa ini menjadi satu-satunya bahasa daerah asli Kota Yogyakarta.[10] Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kota Yogyakarta adalah bahasa Indonesia.

TransportasiSunting

Kota Yogyakarta sangat strategis, karena terletak di jalur-jalur utama, yaitu Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Yogyakarta, Bandung, Surakarta, Surabaya, dan kota-kota di selatan Jawa, serta jalur Yogyakarta – Semarang, yang menghubungkan Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan kota-kota di lintas tengah Pulau Jawa. Karena itu, angkutan di Yogyakarta cukup memadai untuk memudahkan mobilitas antara kota-kota tersebut. Kota ini mudah dicapai oleh transportasi darat dan udara, sedangkan karena lokasinya yang cukup jauh dari laut (27 – 30 KM) menyebabkan tiadanya transportasi air di kota ini.

Transportasi DaratSunting

Bus kotaSunting

Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang tidak mengenal istilah angkutan kota (angkot dengan armada minibus). Transportasi darat di dalam Yogyakarta dilayani oleh sejumlah bus kota. Kota Yogyakarta punya sejumlah jalur bus yang dioperasikan oleh koperasi masing-masing (antara lain Aspada, Kobutri, Kopata, Koperasi Pemuda Sleman, dan Puskopkar) yang melayani rute-rute tertentu:[11]

Trans JogjaSunting

Sejak Maret 2008, sistem transportasi bus yang baru, bernama Trans Jogja hadir melayani sebagai transportasi massal yang cepat, aman dan nyaman. Trans Jogja merupakan bus 3/4 yang melayani berbagai kawasan di Kota, Sleman dan sebagian Bantul. Hingga saat ini (Tahun 2017), telah ada 17 (tujuh belas) trayek yang melayani berbagai sarana vital di Yogyakarta, yaitu[12]:

  • Trayek 1A dan Trayek 1B, melayani ruas protokol dan kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan, seperti Stasiun Yogyakarta, Malioboro, Istana Kepresidenan Yogyakarta.
  • Trayek 2A dan Trayek 2B, melayani kawasan perkantoran Kotabaru dan Sukonandi.
  • Trayek 3A dan Trayek 3B, melayani kawasan selatan, termasuk juga kawasan sejarah Kotagede.
  • Trayek 4A dan Trayek 4B, melayani kawasan pendidikan, seperti UII, APMD, UIN Sunan Kalijaga, dan Stasiun Lempuyangan.
  • Trayek 5A dan Trayek 5B, melayani kawasan Jalan Magelang dan kawasan Seturan
  • Trayek 6A dan Trayek 6B, melayani kawasan barat daya, seperti kampus UMY dan Jalan Parangtritis.
  • Trayek 7, melayani kawasan timur seperti Jalan Wonosari dan Babarsari
  • Trayek 8, melayani kawasan barat seperti Gamping dan Ringroad Barat
  • Trayek 9, melayani kawasan sejarah bagian barat seperti Ngabean pasthy dan Pojok Beteng
  • Trayek 10, melayani kawasan Gamping dan Stasiun Lempuyangan
  • Trayek 11, melayani kawasan Condong Catur dan Pasar telo

Trans Jogja sangat diminati selain karena aman dan nyaman, tarif yang saat ini diterapkan juga terjangkau, yaitu Rp 3.500,- untuk sekali jalan, dengan dua sistem tiket: sekali jalan dan berlangganan. Bagi tiket berlangganan, dikenakan potongan sebesar 50% untuk pelajar dan 15% untuk umum.

TaksiSunting

Taksi mudah dijumpai di berbagai ruas jalan di Yogyakarta, terutama di ruas protokol dan kawasan pusat ekonomi dan wisata. Ada berbagai perusahaan taksi yang melayani angkutan ini, dari yang berupa sedan hingga minibus.

Kereta ApiSunting

Transportasi ke Yogyakarta dapat menggunakan kereta api, dengan berbagai tujuan seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Kebumen, Semarang, Solo, Blitar, Surabaya, Malang, Jember, dan Banyuwangi. Terdapat sebanyak kurang lebih 33 kereta api yang melintasi Kota Yogyakarta (dengan total sebanyak 121-139 total jadwal perjalanan perharinya).

Terdapat 2 stasiun besar di Kota Yogyakarta, yaitu Stasiun Yogyakarta (dikenal sebagai Stasiun Tugu) dan Stasiun Lempuyangan. Tersedia kereta api komuter yang menghubungkan Kutoarjo dengan Surakarta melewati Kota Yogyakarta, kereta tersebut bernama Prameks. Selain itu juga tersedia KA Bandara (Bandara YIA) yang merupakan tujuan Stasiun Wojo atau Stasiun Kebumen

BusSunting

Bus AKAP tersedia dari dan ke semua kota di Pulau Jawa, datang dan berangkat dari Terminal Penumpang Yogyakarta, yang berada di Jalan Imogiri Timur, Giwangan, berada di tepi Jalan Lingkar Luar Selatan Yogyakarta, di batas wilayah antara Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Bantul.

Transportasi UdaraSunting

Transportasi udara dari dan ke Yogyakarta dilayani oleh Bandara Internasional Adisutjipto yang terletak di tepi Jalan Adisucipto KM 9, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Bandara ini melayani penerbang domestik ke kota-kota besar di Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Surabaya), Sumatra (Batam), Bali, Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin, dan Balikpapan), dan Sulawesi (Makassar).

Selain itu, bandara ini juga melayani penerbangan harian ke Singapura dan Kuala Lumpur dengan AirAsia dan SilkAir.

PendidikanSunting

Sekolah dasarSunting

  • SD Islam Terpadu Luqman Al Hakim Internasional
  • SD Islam Terpadu Al-Khairaat Yogyakarta
  • International Islamic School

Sekolah menengah pertamaSunting

  • SMP Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta
  • SMP Islam Terpadu Luqman Al-Hakim Internasional

Sekolah menengah atasSunting

  • SMA Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta
  • SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
  • SMA Stella Duce 2 Yogyakarta
  • SMA Budi Mulia Dua Yogyakarta

Sekolah menengah kejuruanSunting

Media MassaSunting

TelevisiSunting

Televisi terestrialSunting

Kota Yogyakarta memiliki 20 buah stasiun televisi (15 siaran nasional & 5 siaran lokal) seperti:

Kanal Kuat sinyal Frekuensi Nama Jaringan Nama perusahaan Pemilik Status Negara
22 479.250-MHz UHF TVRI Nasional

TVRI Yogyakarta

TVRI LPP Televisi Republik Indonesia Pemerintah Indonesia

Pemerintah Provinsi Yogyakarta

Nasional & Lokal   Indonesia
24 495.250-MHz Trans TV PT Televisi Transformasi Indonesia Trans Media Nasional
26 511.250-MHz MNCTV PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia MNC
28 527.250-MHz Indosiar PT Indosiar Visual Mandiri Surya Citra Media
30 543.250-MHz ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi VIVA
32 559.250-MHz RCTI PT Rajawali Citra Televisi Indonesia MNC
34 575.250-MHz SCTV PT Surya Citra Televisi Surya Citra Media
36 591.250-MHz GTV PT Global Informasi Bermutu MNC
38 607.250-MHz tvOne PT Lativi Media Karya VIVA
40 623.250-MHz Kompas TV PT Reksa Birama Media Kompas Gramedia
42 639.250-MHz MetroTV PT Media Televisi Indonesia Media Group
44 655.250-MHz ADiTV Jak TV/City TV Network PT Arah Dunia Televisi Mahaka Media Lokal
46 671.250-MHz Trans7 PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh Trans Media Nasional
48 687.250-MHz Jogja TV Bali TV/Indonesia Network PT Yogyakarta Tugu Televisi Kelompok Media Bali Post Lokal
50 703.250-MHz TATV Solo PT Terang Abadi Televisi TA Media Group
54 735.250MHz INews PT Mataram Gapura Televisi MNC
55 743.250-MHz RTV PT Metropolitan Televisindo Rajawali Corpora Nasional
56 751.250-MHz O Channel PT Omni Intivision Surya Citra Televisi Lokal
57 759.250-MHz NET. PT NET Mediatama Indonesia Indika Group Nasional
61 791.250-MHz Kresna TV PT Mega Adi Citra

KoranSunting

Kota Yogyakarta memiliki 11 koran yang terbit antara lain:

Nama Jenis Jaringan Perusahaan Bahasa
Koran SINDO Edisi Yogyakarta Nasional Koran SINDO SINDOMedia
(melalui MNC)
Indonesia
Suara Pembaruan Edisi Yogyakarta Suara Pembaruan BeritaSatu Media Holdings
Republika Edisi Yogyakarta Republika Mahaka Media
Kompas Edisi Yogyakarta Kompas Kompas Gramedia
Bisnis Indonesia Edisi Yogyakarta Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika
Media Indonesia Edisi Yogyakarta Media Indonesia Media Group
Joglosemar Lokal Sritex Intisari
Radar Jogja Jawa Pos Grup Jawa Pos
Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Kedaulatan Rakyat Kedaulatan Rakyat
Tribun Jogja Kompas Kompas Gramedia
Harian Jogja Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika

RadioSunting

Kota Yogyakarta juga memiliki 35 buah stasiun radio bersiaran lokal seperti:

Frekuensi Signal Nama stasiun Perusahaan pemilik
774-KHz AM Radio Suara Yogyakarta
1062-KHz Radio Erbe
1107-KHz Radio Programma 4 RRI
1152-KHz Radio Suara Istana
1188-KHz Radio Anak Yogyakarta Suara Edukasi
1251-KHz Radio Pendidikan Yogyakarta Suara Edukasi
87,7-MHz FM Radio Karbol
87,9-MHz Radio Arma Sebelas
88,3-MHz Radio Q Yogyakarta
88,7-MHz I-Radio Yogyakarta I-Radio
89,1-MHz Bantul Radio
89,5-MHz JIZ FM Gen FM Jakarta
90,3-MHz Radio Sasando
90,5-MHz Elshinta News And Talk Yogyakarta Elshinta News and Talk
90,7-MHz Radio UTY Medari Universitas Teknologi Yogyakarta
91,1-MHz Radio Programma 1 RRI
91,5-MHz Best FM Jogja CPP RadioNet
91,9-MHz Radio Amega
92,7-MHz MBS FM RB Media
93,2-MHz Radio Argo Sosro
93,5-MHz Radio Elshinta Jogja News and Talk Elshinta Radio
93,8-MHz Megaswara FM
94,6-MHz Radio Kota Perak
95,4-MHz Yasika FM Jogja CPP RadioNet
95,8-MHz Prambors Yogyakarta Prambors
96,2-MHz Radio Istakalisa Institut Sains & Teknologi AKPRIND
97,0-MHz MNC Trijaya FM Yogyakarta MNC Trijaya FM
97,4-MHz Radio Sonora Yogyakarta Radio Sonora
97,8-MHz Radio EMC Thomson Radio
98,2-MHz POP FM Jogja CPP RadioNet
98,6-MHz Radio GCD FM
99,4-MHz Radio Retjo Buntung RB Media
100,3-MHz Radio Swadesi
100,5-MHz Radio Impact FM GBI Keluarga Allah
100,9-MHz Radio JogjaFamily Swaragama Group
101,3-MHz Radio Star Jogja Solopos
101,7-MHz Radio Swaragama Swaragama Group
102,1-MHz Radio Smart Radio Sonora
102,5-MHz Radio Programma 2 RRI
102,9-MHz Radio Programma 3 RRI
103,7-MHz Delta FM Jogja Masima Media
104,5-MHz Radio Unisi Universitas Islam Indonesia
104,9-MHz Radio Suara Merapi
105,3-MHz Radio Rakosa RB Media
105,7-MHz Radio Petra Universitas Kristen Duta Wacana
106,1-MHz Radio Geronimo
106,3-MHz Radio Ramasoman
106,6-MHz Radio Programma 4 RRI
107,2-MHz Radio KR KR Media

Kota kembarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Kota Yogyakarta Dalam Angka 2019". BPS Kota Yogyakarta. Diakses tanggal 3 Februari 2020. 
  2. ^ a b "Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di D.I Yogyakarta 2014". Pemprov D.I Yogyakarta. Diakses tanggal 25 Februari 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ Surjomihardjo, Abdurracham. 2008. Kota Yogyakarta Tempoe Doeloe, Sejarah Sosial 1880–1930. Jakarta: Komunitas Bambu.
  5. ^ "Yogyakarta, Indonesia Travel Weather Averages". Weatherbase. Diakses tanggal 7 Februari 2016. 
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  7. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  8. ^ BPS, 2010.
  9. ^ "Bahasa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  10. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 4. ISBN 9786028449182. 
  11. ^ (Indonesia)Situs Resmi Pemerintah kota Yogyakarta. "Jalur bus" (pdf). Diakses tanggal 21 Juni 2009. 
  12. ^ "Trans Jogja". gudeg.net. Diakses tanggal 2020-06-13. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting