Buka menu utama

Wikipedia β

Kota Yogyakarta

Ibu Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Kota Yogyakarta (Jawa: Kutha Ngayogyakarta, Hanacaraka, ꦑꦸꦛꦔꦪꦺꦴꦒꦾ​ꦏꦂꦠ ) adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kota Yogyakarta adalah kediaman bagi Sultan Hamengkubawana dan Adipati Paku Alam. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar kempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung, Malang, dan Surakarta menurut jumlah penduduk.

Kota Yogyakarta
ꦑꦸꦛꦔꦪꦺꦴꦒꦾ​ꦏꦂꦠ
Jawa 1rightarrow blue.svg Daerah Istimewa Yogyakarta
Gedung Bank Indonesia di Yogyakarta
Gedung Bank Indonesia di Yogyakarta
Lambang Kota Yogyakarta
Lambang

Semboyan: Mangayu Hayuning Bawana
ꦩꦔꦪꦸ​ꦲꦪꦸꦤꦶꦁ​ꦧꦮꦤ


Cita-cita untuk menyempurnakan masyarakat
Slogan: Berhati Nyaman
"Bersih, Sehat, Asri dan Nyaman" (umum)
Istimewa (pariwisata)
Lokasi Kota Yogyakarta di Pulau Jawa
Lokasi Kota Yogyakarta di Pulau Jawa
Kota Yogyakarta berlokasi di Indonesia
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta
Lokasi Kota Yogyakarta di Pulau Jawa
Koordinat: 7°48′5″LU 110°21′52″BT / 7,80139°LS 110,36444°BT / -7.80139; 110.36444
Negara  Indonesia
Hari jadi 7 Oktober 1756 (umur 261)
Pemerintahan
 • Wali kota Drs. H. Haryadi Suyuti
Populasi (2016)
 • Total 412.331 jiwa
Demografi
 • Agama Islam 82.80%
Katolik 10.30%
Kristen Protestan 6.40%
Buddha 0.30%
Hindu 0.20%
Konghucu 0,01%
Lain-lain 0.62%
[1]
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode telepon +62 274
Kecamatan 14
Flora resmi Kelapa gading
Fauna resmi Burung tekukur
Situs web www.jogjakota.go.id
Transformasi logo pariwisata Jogja
Logo lama.
Logo baru.

Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara kurun tahun 1575–1640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Keraton Ngayogyakarta dan Puro Paku Alaman, yang merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram.

Daftar isi

EtimologiSunting

Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya atau Ayodhya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang, a "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik". Ayodhya merupakan kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya[2].

Pusaka dan Identitas DaerahSunting

  • Tombak Kyai Wijoyo Mukti

Merupakan Pusaka Pemberian Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tombak ini dibuat pada tahun 1921 semasa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Senjata yang sering dipergunakan para prajurit ini mempunyai panjang 3 meter. Tombak dengan pamor wos wutah wengkon dengan dhapur kudhuping gambir ini, landeannya sepanjang 2,5 meter terbuat dari kayu walikun, yakni jenis kayu yang sudah lazim digunakan untuk gagang tombak dan sudah teruji kekerasan dan keliatannya.

Sebelumnya tombak ini disimpan di bangsal Pracimosono dan sebelum diserahkan terlebih dahulu dijamasi oleh KRT. Hastono Negoro, di dalem Yudonegaran. Pemberian nama Wijoyo Mukti baru dilakukan bebarapa hari menjelang upacara penyerahan ke Pemkot Yogyakarta, pada peringatan hari ulang tahun ke-53 Pemerintah kota Yogyakarta tanggal 7 Juni 2000. Upacara penyerahan dilakukan di halaman Balaikota dan pusaka ini dikawal khusus oleh prajurit Kraton ”Bregodo Prajurit Mantrijero”.

Tombak Kyai Wijoyo Mukti melambangkan kondisi Wijoyo Wijayanti. Artinya, kemenangan sejati pada masa depan, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kesenangan lahir bathin karena tercapainya tingkat kesejahteraan yang benar-benar merata.

GeografiSunting

 
Telepon penting Kota Yogyakarta (klik gambar untuk memperbesar)

Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM dari Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada jalur persimpangan Bandung – Semarang – Surabaya – Pacitan. Kota ini memiliki ketinggian sekitar 112 m dpl.

Meski terletak di lembah, kota ini jarang mengalami banjir karena sistem drainase yang tertata rapi yang dibangun oleh pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan saluran air yang dikerjakan oleh Pemkot Yogyakarta.

Batas administrasiSunting

Kota Yogyakarta telah terintegrasi dengan sejumlah kawasan di sekitarnya, sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu menonjol. Untuk menjaga keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga (Depok, Mlati, Gamping, Kasihan, Sewon, dan Banguntapan).

Utara Kabupaten Sleman
Selatan Kabupaten Bantul
Barat Kabupaten Sleman
Timur Kabupaten Sleman

Adapun batas-batas administratif Yogyakarta adalah:

Pembagian administratifSunting

Kota Yogyakarta terdiri atas 14 kecamatan[3]. Berikut adalah daftar kecamatan di Yogyakarta :

IklimSunting

Data iklim Yogyakarta
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29
(84)
29
(84)
29
(85)
31
(87)
30
(86)
30
(86)
29
(85)
30
(86)
31
(87)
31
(88)
30
(86)
29
(85)
30
(86)
Rata-rata harian °C (°F) 26
(78)
26
(78)
26
(78)
26
(79)
26
(79)
26
(78)
25
(77)
25
(77)
26
(79)
27
(80)
26
(79)
26
(78)
26
(78)
Rata-rata terendah °C (°F) 22
(72)
22
(72)
22
(72)
22
(72)
22
(72)
21
(70)
21
(69)
21
(69)
22
(71)
22
(72)
22
(72)
22
(72)
22
(71)
Presipitasi mm (inci) 353
(13.9)
335
(13.2)
310
(12.2)
211
(8.3)
127
(5.0)
89
(3.5)
41
(1.6)
25
(1.0)
30
(1.2)
94
(3.7)
229
(9.0)
340
(13.4)
2.182
(85,9)
Sumber: [4]

DemografiSunting

Jumlah penduduk kota Yogyakarta, berdasar Sensus Penduduk 2010[5]., berjumlah 388.088 jiwa, dengan proporsi laki-laki dan perempuan yang hampir setara.

Islam merupakan agama mayoritas yang dianut masyarakat Yogyakarta, dengan jumlah penganut Kristen dan Katolik yang relatif signifikan. Seperti kebanyakan dari Islam kebanyakan di kota-kota pedalaman Jawa, mayoritas masih mempertahankan tradisi Kejawen yang cukup kuat.

Yogyakarta juga menjadi tempat lahirnya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta. Hingga saat ini, Pengurus Pusat Muhammadiyah masih tetap berkantor pusat di Yogyakarta.

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki oleh pemerintah adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

TransportasiSunting

Kota Yogyakarta sangat strategis, karena terletak di jalur-jalur utama, yaitu Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Yogyakarta, Bandung, Surakarta, Surabaya, dan kota-kota di selatan Jawa, serta jalur Yogyakarta – Semarang, yang menghubungkan Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan kota-kota di lintas tengah Pulau Jawa. Karena itu, angkutan di Yogyakarta cukup memadai untuk memudahkan mobilitas antara kota-kota tersebut. Kota ini mudah dicapai oleh transportasi darat dan udara, sedangkan karena lokasinya yang cukup jauh dari laut (27 – 30 KM) menyebabkan tiadanya transportasi air di kota ini.

Dalam kotaSunting

Bus kotaSunting

Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang tidak mengenal istilah angkutan kota (angkot dengan armada minibus). Transportasi darat di dalam Yogyakarta dilayani oleh sejumlah bus kota. Kota Yogyakarta punya sejumlah jalur bus yang dioperasikan oleh koperasi masing-masing (antara lain Aspada, Kobutri, Kopata, Koperasi Pemuda Sleman, dan Puskopkar) yang melayani rute-rute tertentu[6]:

Trans JogjaSunting

Sejak Maret 2008, sistem transportasi bus yang baru, bernama Trans Jogja hadir melayani sebagai transportasi massal yang cepat, aman dan nyaman. Trans Jogja merupakan bus 3/4 yang melayani berbagai kawasan di Kota, Sleman dan sebagian Bantul. Hingga saat ini (Tahun 2014), telah ada 8 (delapan) trayek yang melayani berbagai sarana vital di Yogyakarta, yaitu[7]:

  • Trayek 1A dan Trayek 1B, melayani ruas protokol dan kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan, seperti Stasiun Yogyakarta, Malioboro, Istana Kepresidenan Yogyakarta.
  • Trayek 2A dan Trayek 2B, melayani kawasan perkantoran Kotabaru dan Sukonandi.
  • Trayek 3A dan Trayek 3B, melayani kawasan selatan, termasuk juga kawasan sejarah Kotagede.
  • Trayek 4A dan Trayek 4B, melayani kawasan pendidikan, seperti UII, APMD, UIN Sunan Kalijaga, dan Stasiun Lempuyangan.

Trans Jogja sangat diminati selain karena aman dan nyaman, tarif yang saat ini diterapkan juga terjangkau, yaitu Rp 3.600,- untuk sekali jalan, dengan dua sistem tiket: sekali jalan dan berlangganan. Bagi tiket berlangganan, dikenakan potongan sebesar 50% untuk pelajar dan 15% untuk umum.

TaksiSunting

Taksi mudah dijumpai di berbagai ruas jalan di Yogyakarta, terutama di ruas protokol dan kawasan pusat ekonomi dan wisata. Ada berbagai perusahaan taksi yang melayani angkutan ini, dari yang berupa sedan hingga minibus.

Luar kotaSunting

Kereta apiSunting

Transportasi ke Yogyakarta dapat menggunakan kereta api dari Jakarta, Bandung, Surabaya atau Malang, pemberangkatan dan kedatangan kereta api (KA) kelas eksekutif dan bisnis dilayani Stasiun Yogyakarta, juga dikenal sebagai Stasiun Tugu sedangkan KA kelas ekonomi dilayani di Stasiun Lempuyangan. Ada pula kereta api komuter cepat yang menghubungkan Kutoarjo dengan Surakarta melewati stasiun Lempuyangan, kereta tersebut bernama Prameks.

BusSunting

Bus AKAP tersedia dari dan ke semua kota di Pulau Jawa, datang dan berangkat dari Terminal Penumpang Yogyakarta, yang berada di Jalan Imogiri Timur, Giwangan, berada di tepi Jalan Lingkar Luar Selatan Yogyakarta, di batas wilayah antara Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Bantul.Terminal lain yang lebih kecil seperti Terminal Jombor yang melayani antara lain rute Magelang dan Semarang dan Terminal Condong Catur ke arah Kaliurang.

Pesawat udaraSunting

Transportasi udara dari dan ke Yogyakarta dilayani oleh Bandara Internasional Adisutjipto yang terletak di tepi Jalan Adisucipto KM 9, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Bandara ini melayani penerbang domestik ke kota-kota besar di Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Surabaya), Sumatra (Batam), Bali, Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin, dan Balikpapan), dan Sulawesi (Makassar).

Selain itu, bandara ini juga melayani penerbangan harian ke Singapura dan Kuala Lumpur dengan Malaysia Airlines dan Singapore Airlines.

MediaSunting

TelevisiSunting

Televisi terestrialSunting

Kota Yogyakarta memiliki 21 buah stasiun televisi (15 siaran nasional & 6 siaran lokal) seperti:

Kanal Kuat sinyal Frekuensi Nama Jaringan Nama perusahaan Pemilik Status Negara
22 479.250- MHz UHF TVRI Nasional

TVRI Yogyakarta

TVRI LPP Televisi Republik Indonesia Pemerintah Indonesia

Pemerintah Provinsi Yogyakarta

Nasional & Lokal   Indonesia
24 495.250-MHz Trans TV PT Televisi Transformasi Indonesia Trans Corp Nasional
26 511.250-MHz MNCTV PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia MNC
28 527.250-MHz Indosiar PT Indosiar Visual Mandiri Surya Citra Media
30 543.250-MHz ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi VIVA
32 559.250-MHz RCTI PT Rajawali Citra Televisi Indonesia MNC
34 575.250-MHz SCTV PT Surya Citra Televisi Surya Citra Media
36 591.250-MHz GTV PT Global Informasi Bermutu MNC
38 607.250-MHz tvOne PT Lativi Media Karya VIVA
40 623.250-MHz RBTV Kompas TV PT Reksa Birama Media Kompas Gramedia
42 639.250-MHz MetroTV PT Media Televisi Indonesia Media Group
44 655.250-MHz ADiTV City TV Network PT Arah Dunia Televisi Mahaka Media Lokal
46 671.250-MHz Trans7 PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh Trans Corp Nasional
48 687.250-MHz Jogja TV Bali TV/Indonesia Network PT Yogyakarta Tugu Televisi Kelompok Media Bali Post Lokal 50 703.250-MHz TATV Solo PT Terang Abadi Televisi TA Media Group 52 719.250-MHz MTA TV PT Televisi Arina Al Haq Majelis Tafsir Al-Qur'an 54 735.250MHz iNews TV Magelang iNews TV PT Mataram Gapura Televisi MNC Nasional
55 743.250-MHz RTV PT Metropolitan Televisindo Rajawali Corpora
57 759.250-MHz NET. NET. PT NET Mediatama Indonesia Indika Group 60 783.250MHz MBO TV Jawa Pos TV PT Mendut Borobudur Televisi Group Jawa Pos 61 791.250-MHz Kresna TV PT Mega Adi Citra

KoranSunting

Kota Yogyakarta memiliki 11 koran yang terbit antara lain:

Nama Jenis Jaringan Perusahaan Bahasa
Koran SINDO Edisi Yogyakarta Nasional Koran SINDO SINDOMedia
(melalui MNC)
Indonesia
Suara Pembaruan Edisi Yogyakarta Suara Pembaruan BeritaSatu Media Holdings
Republika Edisi Yogyakarta Republika Mahaka Media
Kompas Edisi Yogyakarta Kompas Kompas Gramedia
Bisnis Indonesia Edisi Yogyakarta Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika
Media Indonesia Edisi Yogyakarta Media Indonesia Media Group
Joglosemar Lokal Sritex Intisari
Radar Jogja Jawa Pos Grup Jawa Pos
Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Kedaulatan Rakyat Kedaulatan Rakyat
Tribun Jogja Kompas Kompas Gramedia
Harian Jogja Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika

RadioSunting

Kota Yogyakarta juga memiliki 34 buah stasiun radio bersiaran lokal seperti:

Frekuensi Signal Nama Stasiun
774-KHz AM Radio Suara Yogyakarta
1062-KHz Radio Erbe
1107-KHz Radio Programma 4 RRI
1152-KHz Radio Suara Istana
1188-KHz Radio Anak Yogyakarta Suara Edukasi
1251-KHz Radio Pendidikan Yogyakarta Suara Edukasi
87,7-MHz FM Radio Karbol
87,9-MHz Radio Arma Sebelas
88,7-MHz I-Radio Yogyakarta I-Radio
89,1-MHz Bantul Radio
89,5-MHz Radio Jiz FM Gen FM Jakarta
90,3-MHz Radio Sasando
90,5-MHz Elshinta News And Talk Yogyakarta Elshinta News and Talk
90,7-MHz Radio UTY Medari
91,1-MHz Radio Programma 1 RRI
91,5-MHz Radio Best CPP RadioNet
91,9-MHz Radio Amega
92,7-MHz Radio MBS FM RB Media
93,2-MHz Radio Argo Sosro
93,5-MHz Radio Elshinta Jogja News and Talk Elshinta Radio
93,8-MHz Radio Megaswara
94,6-MHz Radio Kota Perak
95,4-MHz Radio Yasika CPP RadioNet
95,8-MHz Prambors Yogyakarta Prambors
96,2-MHz Radio Istakalisa
97,0-MHz MNC Trijaya FM Yogyakarta MNC Trijaya FM
97,4-MHz Radio Sonora Yogyakarta Radio Sonora
97,8-MHz Radio EMC Thomson Radio
98,2-MHz Radio Pop FM CPP RadioNet
98,6-MHz Radio GCD FM
99,4-MHz Radio Retjo Buntung RB Media
100,3-MHz Radio Swadesi
100,5-MHz Radio Impact FM
100,9-MHz Radio JogjaFamily Swaragama Group
101,3-MHz Radio Star Jogja Solopos
101,7-MHz Radio Swaragama Swaragama Group
102,1-MHz Radio Smart Radio Sonora
102,5-MHz Radio Programma 2 RRI
102,9-MHz Radio Programma 3 RRI
103,7-MHz Radio Delta FM Masima Media
104,5-MHz Radio Unisi
104,9-MHz Radio Suara Merapi
105,3-MHz Radio Rakosa RB Media
105,7-MHz Radio Petra
106,1-MHz Radio Geronimo
106,3-MHz Radio Ramasoman
107,2-MHz Radio KR KR Media

Walikota YogyakartaSunting

Walikota Yogyakarta adalah pemimpin tertinggi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta bertanggungjawab kepada Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut ini adalah daftar wali kota atau kepala daerah yang pernah menjabat di Kota Yogyakarta sejak 1947.

No Walikota Bertugas Wakil Wali Kota
Mulai Menjabat Akhir Menjabat
1   M. Enoch Mei 1947 Juli 1947
2   Mr. Soedarisman Poerwokoesoemo Juli 1947 Januari 1966
3   Soedjono A. Y. Januari 1966 November 1975
4   H. Ahmad November 1975 Mei 1981
5   Soegiarto 1981 1986
6   Djatmiko D 1986 1991
7   R. Widagdo 1991 1996
1996 2001
8   Herry Zudianto 2001 2006 Syukri Fadholi
2006 2011 Haryadi Suyuti
9   Drs. H. Haryadi Suyuti 2011 2016 Imam Priyono
Sulistyo (Plt.) 2016 2017
(9)   Drs. H. Haryadi Suyuti 2017 sekarang Heroe Poerwadi


Kota kembarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ [1]
  2. ^ Surjomihardjo, Abdurracham. 2008. Kota Yogyakarta Tempoe Doeloe, Sejarah Sosial 1880–1930. Jakarta: Komunitas Bambu.
  3. ^ "Yogyakarta Dalam Angka" (PDF). BPS Kota Yogyakarta. Diakses tanggal 2012-12-19. 
  4. ^ "Yogyakarta, Indonesia Travel Weather Averages". Weatherbase. Diakses tanggal 7 Februari 2016. 
  5. ^ BPS, 2010.
  6. ^ (Indonesia) Situs Resmi Pemerintah kota Yogyakarta. "Jalur bus" (pdf). Diakses tanggal 21 Juni 2009. 
  7. ^ http://gudeg.net/id/directory/53/3547/Trans-Jogja-.html

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting