Stasiun Yogyakarta

Stasiun Kereta Api di Kota Yogyakarta

Stasiun Yogyakarta (YK) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦠ꧀ꦱꦶꦪꦸꦤ꧀ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, translit. Setatsiyun Ngayogyakarta), terkadang ditulis sebagai Stasiun Jogjakarta[a], dan juga dikenal sebagai Stasiun Tugu, merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di kelurahan Sosromenduran, kêmantrèn Gedongtengen, Kota Yogyakarta pada ketinggian +113 meter. Stasiun ini merupakan stasiun utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta, Kota Yogyakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasiun ini beserta rel KA yang membujur dari barat ke timur berada di Kecamatan Gedongtengen. Stasiun ini melayani pemberangkatan dan kedatangan hampir semua kelas kereta api (KA), kecuali KA kelas ekonomi jarak jauh dan menengah bertarif subsidi. Stasiun besar lainnya di Kota Yogyakarta, yaitu Stasiun Lempuyangan, dikhususkan untuk melayani kelas ekonomi dan Commuter Line

Stasiun Yogyakarta
YKY01P01

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun YK.png
Stasiun Tugu 2020 2 New Signage + Nataru.jpg
Tampak depan Stasiun Tugu, 2020
Nama lainStasiun Tugu
Lokasi
Koordinat7°47′21″S 110°21′51″E / 7.789200°S 110.364100°E / -7.789200; 110.364100Koordinat: 7°47′21″S 110°21′51″E / 7.789200°S 110.364100°E / -7.789200; 110.364100
Ketinggian+113 m
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Letak dari pangkal
Jumlah peron7
  • Emplasemen utara: 3 (satu peron sisi yang agak tinggi dan dua peron pulau yang tinggi)
  • Emplasemen selatan: 4 (dua peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi)
Jumlah jalur9
  • Emplasemen utara: 6 (jalur 5: sepur lurus)
  • Emplasemen selatan: 3 (jalur 3: sepur lurus)
Konstruksi
Jenis strukturArt deco
Informasi lain
Kode stasiun
  • YK
  • 3020
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka20 Juli 1887[3]
Nama sebelumnyaStation Djocja Toegoe, Djocjakarta, Djokjakarta, Jogjakarta
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Lempuyangan
ke arah Solo Balapan
Yogyakarta Line Terminus
Lempuyangan
ke arah Klaten
Yogyakarta Line
Wates
ke arah Kutoarjo
Prambanan Ekspres
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Wates
ke arah Wojo
KA Bandara YIA
Yogyakarta–Wojo, p.p.
Terminus
Wates
ke arah Kebumen
KA Bandara YIA
Yogyakarta–Kebumen, p.p.
Layanan
Argo Wilis, Argo Lawu (reguler & fakultatif), Argo Dwipangga (reguler & fakultatif), Gajayana (reguler & tambahan), Bima, Turangga, Taksaka (reguler & tambahan), Ranggajati, Wijayakusuma, Malabar, Bangunkarta, Mutiara Selatan, Fajar/Senja Utama Solo, Mataram, Bogowonto, Gajahwong, Fajar/Senja Utama YK, Lodaya, Sancaka Utara, Kertanegara, Malioboro Ekspres, Sancaka, Mutiara Timur, Joglosemarkerto, KA Bandara YIA, Prambanan Ekspres (Prameks), dan KRL Commuter Line
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Siemens NX MIS-801[4]
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Khusus KAI Commuter, hanya melayani kartu multi-trip dan kartu uang elektronik dari perbankan yang beredar yang bekerjasama dengan KAI Commuter dan aplikasi LinkAja.
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta
PeringkatNasional
KategoriBangunan
No. regnasRNCB.20151105.02.000095
Tahun
penetapan
2007 dan 2015
PemilikPT Kereta Api Indonesia
PengelolaPT Kereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Stasiun Yogyakarta berlokasi di Yogyakarta
Stasiun Yogyakarta
Stasiun Yogyakarta
Lokasi di Yogyakarta

Stasiun ini dijadikan sebagai stasiun terminus bagi layanan KRL Yogyakarta–Solo.[5]

SejarahSunting

Stasiun Tugu pada masa kolonial 1890-an.
(Kredit: Kassian Cephas)

Stasiun Tugu yang mulai beroperasi pada 20 Juli 1887 ini merupakan salah satu stasiun yang cukup tua,[3] serta memiliki arsitektur yang unik karena gedung stasiun berada di tengah kedua sisi rel kereta api, sedangkan bangunan menghadap ke jalan poros Kota Yogyakarta. Arsitektur stasiun ini bergaya art deco yang sangat populer pada masa antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Stasiun ini pernah menjadi tujuan akhir perjalanan kereta luar biasa Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, saat memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta.

Stasiun ini merupakan stasiun berperon pulau dengan dua kepemilikan: sisi selatan milik Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan lebar sepur 1.435 mm dan sisi utara milik Staatsspoorwegen (SS) dengan lebar sepur 1.067 mm. NIS dan SS saling berbagi tanah untuk mengoperasikan jalur kereta api Yogyakarta–Surakarta.[6]

Di barat stasiun ini dahulu terdapat dua percabangan jalur yang saat ini sudah dinonaktifkan semua, yaitu jalur menuju MagelangParakan dan menuju Palbapang, Bantul. Jalur menuju Magelang telah dinonaktifkan pada tahun 1972 hingga 1976 sehubungan dengan letusan Gunung Merapi, tetapi bekas jalur ini masih dapat terlihat di beberapa tempat di Jalan Tentara Pelajar, Yogyakarta.[7] Jalur tersebut juga bercabang di Secang menuju Museum Kereta Api Ambarawa melalui Tuntang hingga berakhir di Kedungjati yang kini juga dinonaktifkan. Selain itu, jalur menuju Palbapang dinonaktifkan pada 1973–1980-an, tetapi bekas jalur ini juga masih dapat terlihat di beberapa tempat, salah satunya di lapangan parkir di sisi barat laut Keraton Yogya.

Stasiun ini kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.[8]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Lokomotif D301 61 09 yang dipajang di pintu selatan stasiun

Stasiun Yogyakarta terbagi menjadi dua emplasemen, yaitu emplasemen utara dan selatan, dan juga memiliki dua pintu masuk dan keluar, yakni pintu utama yang menghadap ke Jalan Margo Utomo—Jalan Pangeran Mangkubumi, termasuk wilayah Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis—dan pintu selatan yang menghadap ke arah Jalan Pasar Kembang—wilayah Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen. Stasiun ini memiliki bangunan khusus untuk loket di pintu selatan.

Pada tahun 1970-an, jumlah jalur Stasiun Tugu kemungkinan mencapai sebelas jalur—tidak termasuk jalur ke dalam pos langsiran di utara stasiun—yaitu emplasemen selatan memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 5 merupakan sepur lurus dan emplasemen utara memiliki enam jalur kereta api dengan (kemungkinan) jalur 6 merupakan sepur lurus.[9] Namun pada tahun 1999, peron di jalur 2 dibangun untuk mengakomodasi tinggi pintu kereta eksekutif saat itu.[10]

Sebelum pembangunan jalur ganda dimulai sekitar tahun 2004, jalur 3 lama merupakan sepur lurus arah Solo, sedangkan jalur 4 merupakan sepur lurus arah Kutoarjo.[11] Pada saat pembangunan jalur ganda hingga pengoperasiannya di lintas Yogyakarta–Maguwo per 8 Januari 2007[12] dan Yogyakarta–Kutoarjo pada November 2007[13] dan diresmikan 22 Januari 2008,[14] tata letak stasiun mengalami perubahan: jalur langsir yang masih utuh—walaupun sudah dicabut—diubah menjadi jalur 1, jalur 1 lama diubah menjadi jalur 2, dan jalur 2 lama diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus dari dan ke arah Kutoarjo. Selain itu, peron tinggi ditambahkan pada jalur 3—menimbun jalur 3 lama—dan jalur 5. Saat ini, jalur 3 dijadikan sepur lurus arah Solo dan sepur belok dari arah Kutoarjo, jalur 4 dijadikan sepur lurus dari arah Kutoarjo, dan 5 dijadikan sepur lurus ke arah Kutoarjo.

 
Nama "Stasiun Yogyakarta" dalam aksara Jawa

Di kawasan stasiun terdapat depo lokomotif dan depo kereta maupun gerbong yang berturut-turut terletak di sebelah barat laut dan barat. Pemutar rel berada di barat depo lokomotif yang terletak di sebelah barat laut stasiun.

Ke arah timur stasiun, terdapat perlintasan sebidang yang berbentuk gerbang geser dengan nomor pos jaga lintasan (PJL) 3A dan 3B yang dikhususkan untuk sepeda, becak, andong, atau pejalan kaki yang melintas di sekitar kawasan Jalan Malioboro. Selain itu, terdapat jembatan yang membentang di atas Kali Code yang dikenal dengan sebutan Jembatan Kewek yang melintang di atas Jalan Abu Bakar Ali.[b]

Stasiun ini sering mengalami renovasi dan penataan ulang, antara lain dengan membangun peron tinggi serta penambahan atap kanopi.[15] Sistem parkir juga mengalami perubahan: pintu timur dan selatan kini hanya digunakan untuk tempat antar-jemput dan parkir becak, sedangkan tempat parkir terletak di sebelah barat daya kompleks stasiun.[16] Dalam rangka mewujudkan stasiun kereta api besar bertaraf internasional, stasiun ini sejak musim mudik lebaran 2016 telah dilakukan renovasi secara menyeluruh, antara lain merombak loket stasiun di pintu selatan, serta pemasangan lantai granit, pengecatan ulang, dan lain-lain.[17] Di selatan stasiun dahulu terdapat banyak kios yang saling berhimpitan, ekspedisi barang, dan kios penjualan tiket pesawat dan kereta api yang telah digusur sejak 5 Juli 2017 karena tidak memiliki izin dan dianggap kumuh oleh PT KAI.[18]

Stasiun ini memiliki ruang tunggu eksekutif yang diberi nama "Anggrek Executive Lounge" yang dioperasikan oleh KAI Wisata serta memanfaatkan bangunan pendopo belakang stasiun.[19]

Sehubungan dengan proyek modernisasi persinyalan elektrik kereta api, per April 2021 di stasiun ini dilakukan pemasangan sistem persinyalan elektrik baru produksi PT Len Industri yang akan menggantikan sistem persinyalan elektrik lama produksi Siemens.[20]

KeunikanSunting

 
Monumen uap Marshall Britannia yang kini sudah dipindahkan di sayap utara jalan masuk Stasiun Tugu

Stasiun Yogyakarta memiliki keunikan, antara lain memiliki dua monumen lokomotif. Monumen yang terletak di pintu masuk keberangkatan sisi timur adalah mesin uap portabel (lokomobil) buatan Marshall Britannia, Britania Raya. Letaknya yang semula berada di tengah-tengah jalan masuk stasiun kini dipindahkan di sayap utara jalan tersebut. Sementara itu, monumen yang terletak di sisi selatan stasiun adalah lokomotif diesel hidraulis D301 22 yang dipajang sejak 12 Desember 2018. Pemajangan lokomotif ini dilakukan setelah seluruh bagian stasiun mengalami perombakan, antara lain menambahkan toilet dari mobil bekas dan dapat digunakan oleh masyarakat umum, tak hanya calon penumpang.[21][22]

Stasiun ini memiliki ciri khas, yaitu adanya pemutaran lagu keroncong instrumental berjudul "Sepasang Mata Bola" karya Ismail Marzuki sebagai melodi penyambutan kereta api, mengisahkan perjuangan di atas kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta.[23]

Pada budaya populerSunting

 
Papan nama Stasiun Tugu per Desember 2020

Layanan kereta apiSunting

AntarkotaSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kereta bandaraSunting

KA Bandara YIA, dari dan tujuan Wojo-Kebumen

KomuterSunting

P Prambanan Ekspres (Prameks), dari dan tujuan Kutoarjo

KRL Commuter LineSunting

Y Yogyakarta Line, dari dan tujuan Solo Balapan

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Yogyakarta per 1 April 2021 (revisi Gapeka 2021).

  • Kereta api reguler antarkota
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
131 Mutiara Selatan Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 00.08 00.14
76 Bima Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 00.24 00.29
120 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 00.29 00.34
80 Turangga Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 00.55 01.00
72 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Luxury 01.30 01.35
171F Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 02.28 -
158 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 02.32 02.37
8 Argo Lawu Eksekutif & Luxury 03.08 03.14
142 Senja Utama YK Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.30 -
132 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) 03.51 03.56
84 Taksaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Luxury 04.20 -
136 Mataram Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 05.07 05.13
182/179 Mutiara Timur Yogyakarta Tugu (YK) 05.35 -
138F Bogowonto Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Eksekutif & Ekonomi Plus 06.10 06.14
178F Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium - 06.45
143F Fajar Utama YK Jakarta Pasar Senen (PSE) 07.00
195/196/197F Joglosemarkerto* Tegal (TG) bersambung Solo Balapan (SLO)-Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 07.03 07.10
159F Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 08.10 08.15
172F Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus - 08.20
81 Taksaka Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 08.50
121 Bangunkarta Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 09.01 09.07
7 Argo Lawu Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 09.17 09.22
135 Mataram Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium 09.43 09.47
137F Bogowonto Eksekutif & Ekonomi Plus 09.54 09.58
5 Argo Wilis Bandung Hall (BD) Eksekutif 11.01 11.06
112/113 Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 11.10 11.15
175 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 13.00 -
134 Fajar Utama Solo Solo Balapan (SLO) 13.34 13.38
114/111 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 14.01 14.10
160F Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 14.14 14.19
6 Argo Wilis Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 14.39 14.44
169 Kertanegara Purwokerto (PWT) Eksekutif & Ekonomi Plus/Premium 14.42 14.48
144F Fajar Utama YK Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 15.12 -
10 Argo Dwipangga Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Luxury 15.44 15.49
140 Gajahwong Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Eksekutif & Ekonomi Plus 15.58 16.01
189/190/191 Joglosemarkerto* Solo Balapan (SLO) bersambung Semarang Tawang (SMT) 16.35 16.40
163F/166F/167F Sancaka Utara Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Bisnis 16.39 -
82 Taksaka Eksekutif & Luxury 16.44
176 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium - 17.10
139 Gajahwong Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 17.44 17.48
168F/165F/164F Sancaka Utara Solo Balapan (SLO) bersambung Gambringan (GBN)-Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Bisnis - 17.55
116/117 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 18.15 18.20
195/196/197F Joglosemarkerto* Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 18.30 -
141 Senja Utama YK Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium - 18.45
133 Senja Utama Solo 18.58 19.04
198F Joglosemarkerto* Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Plus - 19.05
122 Bangunkarta Jombang (JG) 19.41 19.47
157 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 19.50 19.54
180/181 Mutiara Timur Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) - 20.05
71 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 20.10 20.15
9 Argo Dwipangga 20.42 20.47
170 Kertanegara Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus/Premium 20.45 20.50
83 Taksaka Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury - 21.05
75 Bima Eksekutif 21.16 21.21
177F Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 22.05 -
79 Turangga Bandung Hall (BD) Eksekutif 22.46 22.51
118/115 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 23.08 23.13
119 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 23.23 23.28

Keterangan: nama kereta api yang bertanda bintang (*) termasuk kereta api aglomerasi.

  • Kereta api antarkota tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
58F Argo Lawu Fakultatif Solo Balapan (SLO) Eksekutif 06.19 06.24
7006A Gajayana Tambahan Malang Kotabaru (ML) 07.35 07.45
57F Argo Lawu Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) 10.43 10.47
7025A Taksaka Tambahan - 12.00
60F Argo Dwipangga Fakultatif Solo Balapan (SLO) 17.25 17.33
7012A Taksaka Tambahan Yogyakarta Tugu (YK) 18.25 -
59F Argo Dwipangga Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) 23.00 23.04
7005B Gajayana Tambahan 23.50 23.56
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Kebumen Tujuan Yogyakarta
501 - 08.25 502 11.51 -
503 14.55 504 18.37
Tujuan Wojo Tujuan Yogyakarta
505F - 03.40 506F 05.20 -
507F 05.00 508F 06.40
509F 06.00 510F 07.50
511F 07.25 512F 08.55
513F 09.30 514F 11.25
515F 11.45 516F 13.20
517F 12.45 518F 14.28
519F 13.31 520F 15.40
521F 16.00 522F 17.50
523F 18.00 524F 20.21
525F 18.54 526F 21.30
  • Kereta api lokal
P Prambanan Ekspres (Prameks)
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Yogyakarta Tujuan Kutoarjo
7112 06.42 - 603 - 06.30
608 09.42 7111 10.05
7114 12.52 7113 13.48
7116 17.06 7115 17.35
  • KRL CommuterLine
Y Yogyakarta Line
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Yogyakarta Tujuan Solo Balapan
645 06.14 - 646 - 05.15
7101 07.39 648 06.28
649 09.37 7102 06.59
651 10.10 7104 08.13
7103 11.12 652 10.01
657 13.33 7106 11.55
661 15.38 7108 14.49
7105 17.24 664 15.50
667 18.51 7110 17.31
669 20.31 670 19.10

InsidenSunting

  • Pada 14 November 2003, tiga kereta penumpang dengan dua kereta kelas bisnis dan satu kelas eksekutif anjlok di Depo Lokomotif Yogyakarta. Insiden ini bermula saat rangkaian kereta tersebut akan dicuci sebelum dikirim ke Jakarta. Namun, wesel bergerak sendiri saat rangkaian kereta dilangsir sehingga menyebabkan anjlok.[31]
  • Pada 23 April 2014, seorang pria tewas ditabrak kereta api semen dengan nomor perjalanan 8067 relasi LempuyanganPurwokerto. Korban diduga mengalami gangguan kejiwaan.[32]
  • Pada 4 Juli 2017, seorang siswi SMK menghilang setelah turun dari kereta api Senja Utama Yogya di Stasiun Tugu. Dua hari kemudian, pada pukul 15.00 sore, pihak keluarga ditelepon oleh pengantar bahwa siswi tesebut telah diantar pulang ke rumahnya.[33]

Antarmoda pendukungSunting

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Trans Jogja[34] 1A Margo Utomo–Jalan Malioboro–Kusumanegara–Kebun Binatang Gembira LokaJECBandara Adisutjipto–Terminal Prambanan–Bandara Adisutjipto–Janti–Plaza Ambarrukmo–Mandala Bhakti Wanitatama–Sudirman–Margo Utomo (naik/turun Halte Margo Utomo 2, depan Grand Zuri Hotel)
1B Tentara Pelajar–Cik Di Tiro–Colombo–De Britto–Plaza Ambarrukmo–Bandara–Janti–Babarsari–Gedongkuning–Kebun Binatang Gembira Loka–Kusumanegara–Senopati–Bhayangkara (naik/turun portable Stasiun Tugu selatan)
2A Margo Utomo–Jalan Malioboro–Jalan Brigjend Katamso–Jalan Kolonel Sugiyono–Diklat PU–Gedongkuning–Kebun Binatang Gembira Loka–SGM–Stadion Mandala Krida–Stadion Kridosono–UGM–UNY–Terminal Angkutan Umum Condongcatur–Terminal Jombor–A.M. Sangadji–Margo Utomo (naik/turun Halte Margo Utomo 2, depan Grand Zuri Hotel)
3A Stasiun Tugu Barat–Jalan Malioboro–Ngabean–Kol. Sugiyono–Lowanu–Terminal Giwangan–Tegalgendu (Kotagede)–Gedongkuning–Janti–Bandara–UPN Veteran–Terminal Angkutan Umum Condongcatur–UGMRSUP SardjitoKotabaru–Sudirman–Samsat–Stasiun Tugu Barat (naik/turun halte Jlagran)
3B Stasiun Tugu Barat–Tentara Pelajar–Tugu–UGM–RSUP Sardjito–Kentungan–Terminal Condongcatur–Amikom/UPN Veteran–Bandara–Janti–Gedongkuning–Tegalgendu–Terminal Giwangan–Lowanu–Kol. Sugiyono (Museum Perjuangan)–Taman Parkir Ngabean–Bhayangkara–Stasiun Tugu Barat (naik/turun portable Stasiun Tugu selatan)

GaleriSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Nama stasiun berdasarkan ucapan selamat datang di pintu selatan stasiun
  2. ^ Jembatan Kewek pada masa Hindia Belanda disebut Kerkweg, karena jalan tersebut mengarah ke sebuah gereja

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  5. ^ "Proyek KRL Solo-Jogja Terhambat Wabah Covid-19: Pekerja Minim, Material Susah Didapat". Solopos.com. 2020-04-19. Diakses tanggal 2020-05-07. 
  6. ^ Gauge di Indonesia
  7. ^ "Stasiun Medari Pernah Dibumihanguskan - Tribun Jogja". Tribun Jogja. 2014-02-05. Diakses tanggal 2018-10-18. 
  8. ^ "Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta". Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, Kemendikbud RI. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 
  9. ^ "Java". searail.malayanrailways.com. Diakses tanggal 2020-05-10. 
  10. ^ Sapei, Tulus Abadi; Subhansyah, Aan T.; Purwanta, Setia A.; Zaini, Apridon; Shaleh, Muhammad; Atmaja, Ida Bagus Yoga; Hasyim, Hur; Lukmanurdin, Ibang; Panjaitan, Efendi; Ikhsan, Edy (2002). Memecah ketakutan menjadi kekuatan: kisah-kisah advokasi di Indonesia. Sleman: Insist Press. 
  11. ^ Lampiran Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK.02/DJKA/K.2/01/06
  12. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detiknews. Diakses tanggal 2020-05-10. 
  13. ^ "Proyek ODA - Proyek Rel Ganda Kereta Jalur Selatan, Jawa (2)". www.id.emb-japan.go.jp. Diakses tanggal 2020-05-10. 
  14. ^ Media, Kompas Cyber. "Besok Presiden Resmikan Rel Ganda di Kutoarjo". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-05-10. 
  15. ^ "Renovasi Stasiun Tugu Selesai H-3". Kompas.com. 30 Agustus 2010. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  16. ^ Vicka, Patricia (28 Mei 2015). "Mulai 7 Juli Pintu Timur Stasiun Tugu Hanya untuk Keberangkatan". MetroTVNews.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  17. ^ Reza, Khairur (21 Juni 2016). "Renovasi Stasiun Tugu Yogyakarta Dijanjikan Selesai H-10 Lebaran". Tribunnews.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  18. ^ Syaifudin, Teuku Muhammad Guci (5 Juli 2016). "Dinilai Kumuh, Kios-kios di Selatan Stasiun Tugu Dibongkar". Kompas.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  19. ^ Detikcom: Stasiun Tugu Kini Punya Executive Lounge
  20. ^ "Investasi Elektrifikasi KRL Yogyakarta-Solo Capai Rp 1,2 T". Republika Online. 2021-01-20. Diakses tanggal 2021-04-24. Selanjutnya, pekerjaan modifikasi sinyal elektrik Yogyakarta – Lempuyangan... 
  21. ^ Raharjo, Paksi Suryo (2018-10-25). "Stasiun Tugu Berbenah Tampil Semakin Cantik". MerahPutih. Diakses tanggal 2019-03-31. 
  22. ^ "Stasiun Tugu Kini Miliki Monumen Lokomotif". krjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-31. 
  23. ^ Mohamad, Gunawan (2013). Catatan pinggir (edisi ke-Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. ISBN 979-444-067-1. OCLC 8566985. 
  24. ^ "Kisah 'Sepasang Mata Bola', Lagu Pengobar Semangat BJ Habibie". tirto.id. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  25. ^ "Kemendikbud Berhasil Merestorasi Film "Kereta Api Terakhir"". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dalam bahasa Inggris). 2019-12-19. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  26. ^ Tempo, Koran (2018-12-05). "Sinema dan 'Tanaman Tua' di Festival Jogja - Seni - koran.tempo.co". Tempo. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  27. ^ News, Tagar (2017-12-23). "Serangan Umum 1 Maret 1949, Soeharto Bukan Hero, Hanya Makan Soto". TAGAR. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  28. ^ Sheila on 7 (14 Maret 2013) [2000]. Sheila On 7 - Tunggu Aku Dijakarta (Videotape). Sony Music Entertainment Indonesia. 
  29. ^ "Citra Scholastika Rindukan Yogyakarta". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2012-02-29. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  30. ^ "Dhimas Tedjo Jadi Mentor Bintang Pantura". Solopos.com. 2018-08-01. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  31. ^ Liputan6.com (2003-11-15). "Tiga Gerbong KA Cadangan Anjlok di Stasiun Tugu". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-05-26. 
  32. ^ "Tertabrak KA, Kepala dan Badan Pria Ini Terpisah". Solopos. 24 April 2014. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 
  33. ^ "Siswi SMK yang Hilang di Stasiun Tugu Kembali ke Rumahnya". Kompas. 7 Juli 2017. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 
  34. ^ "Trans Jogja Bus Stop (Halte)/Shelter". Yogya Backpacker. Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Patukan
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Lempuyangan
ke arah Solo Balapan
Kutu
ke arah Secang
Secang–Yogyakarta Terminus
Terminus Yogyakarta–Palbapang Ngabean
ke arah Sewugalur