Buka menu utama

Stasiun Kemayoran

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Kemayoran (KMO) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, dan Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +5 m ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta.

Stasiun Kemayoran
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KMO.png
  • Singkatan: KMO
  • Nomor: 0462
Bagian Depan Stasiun Kemayoran.jpg
Stasiun Kemayoran, 2019
Lokasi
ProvinsiDKI Jakarta
KotaJakarta Pusat
KecamatanKemayoran
KelurahanGunung Sahari Selatan
AlamatJalan Garuda
Informasi lain
OperatorPT Kereta Commuter Indonesia
Kelas stasiun[1]II
Ketinggian+5 m
Letak[2]
LayananKRL Commuter Line
Pemesanan tiketKartu single trip/multi trip Commuter Line
Operasi
Stasiun sebelumnya   Logo kcj baru.png   Stasiun berikutnya
menuju Bogor
Bogor–Jatinegara
menuju Jatinegara
menuju Depok
Depok–Jatinegara
menuju Bekasi
Bekasi–Jakarta Kota
menuju Cikarang
Cikarang–Jakarta Kota
Pasar Senen
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda arah Pasar Senen–Jatinegara
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Kampung Bandan–Angke/Jakarta Kota
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda dari arah Tanjung Priuk–Ancol
  • jalur 4: sepur lurus jalur ganda arah Ancol–Tanjung Priuk
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang cukup tinggi, satu peron pulau di antara jalur 1 dan 2 yang tinggi, serta dua peron pulau yang rendah)

Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api. Emplasemen sebelah utara merupakan jalur dwiganda, sedangkan emplasemen selatan merupakan jalur ganda. Jalur 1 merupakan sepur lurus arah Pasar SenenJatinegara, sedangkan jalur 2 merupakan sepur lurus arah RajawaliKampung Bandan. Jalur 3 merupakan sepur lurus dari Tanjung PriukAncol, sedangkan jalur 4 merupakan sepur lurus arah AncolTanjung Priuk.

Daftar isi

SejarahSunting

Stasiun ini terletak di bekas jalur BOSM sebelah utara Stasiun Pasar Senen, berada di ujung timur wilayah Weltevreden. Stasiun ini dinamakan sesuai dengan nama daerah pemukiman di sekitarnya, berdiri pada awal abad-20. Stasiun dan jalurnya diambil alih oleh Staatsspoorwegen pada tahun 1898.[3]

Sejak diambil alih oleh SS, Stasiun Kemayoran kemudian dikembangkan oleh SS. Pada tahun 1902, dibangun jalur shortcut dari Kemayoran menuju Ancol, digunakan untuk mempercepat arus pengiriman barang menuju Tanjung Priok.[4] Petak jalan ini melewati titik percabangan yang sekarang dikenal sebagai Stasiun Rajawali. Dengan dioperasikannya lokomotif listrik dan kereta rel listrik (KRL pertama) di jalur Batavia–Buitenzorg pada tahun 1925, SS kemudian merencanakan pembangunan jalur ganda di hampir seluruh lintas Jakarta sejak tahun 1926. Sebagai langkah awal, jalur ganda pertama di lin Batavia adalah antara Kemayoran–Batavia dan Sawah Besar–Weltevreden. Bahkan, perombakan juga dilakukan pada jalur menuju Tanjung Priok setelah diresmikannya stasiun yang baru pada tahun 1925.[5] Petak jalan antara Rajawali–Kemayoran menurut Reitsma (1920) disebut-sebut sebagai jalur dwiganda (double-double tracks) pertama di Indonesia.[4]

Layanan kereta apiSunting

Mulai 8 Juni 2019, seluruh perjalanan kereta api lokal yang melayani rute Jakarta-Cikampek-Purwakarta pp (Cilamaya Ekspres, Walahar Ekspres, dan Jatiluhur/Lokal CKP) melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini. Otomatis, sejak saat itu pula stasiun ini hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line saja.

KRL Commuter LineSunting

Antarmoda pendukungSunting

Stasiun kereta api di DKI Jakarta
   
Tanjung Priuk        
       
Ancol
Jakarta Gudang
           
              Jakarta Kota
           
Kampung Bandan        
         
Jayakarta
     
Rajawali          
Mangga Besar
     
Sawah Besar
     
Kemayoran
                Juanda
     
  Angke
     
   ARS  Duri
     
Gambir          
Gondangdia
       
  Tanah Abang
       
Cikini
Karet
         
Pasar Senen                
             M1   ARS  Sudirman
         
Gang Sentiong
Mampang
         
Kramat
      Manggarai
       
Pondok Jati      
    Grogol
           
        Pesing
       
Palmerah
      Taman Kota
       
Kebayoran    
Bojong Indah
       
ke Serpong/Rangkasbitung/Merak
Rawa Buaya
     
Jatinegara                    
Kalideres
     
Cipinang
ke Tangerang
     
Klender  
Dipo Bukit Duri
     
Buaran  
Tebet
   
Klender Baru    
            Cawang
   
Cakung
Duren Kalibata
   
ke Bekasi/Cikarang/Cikampek
 
Pasar Minggu Baru
 
Pasar Minggu      
 
Tanjung Barat
 
Lenteng Agung
 
Univ. Pancasila
 
ke Depok/Bogor/Nambo
Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
MetroMini[6] 10 Terminal Senen-Sumur Batu (via Angkasa)
11 Terminal Senen-Kebon Kosong (via Garuda)
Mikrolet[7] M37 Terminal Senen-Terminal Pulo Gadung (via Boulevard Barat Kelapa Gading dan Boulevard Raya Kelapa Gading)

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Anonim (1897). Regeerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  4. ^ a b Reitsma, S.A. (1920). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij. 
  5. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ "Daftar Trayek Angkutan Umum DKI Jakarta". Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 
  7. ^ "Daftar Trayek Angkutan Umum DKI Jakarta". Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
(d.h. Pisangbatu)
Terminus
Rajawali–Cikampek
menuju Cikampek


Koordinat: 6°09′42″S 106°50′29″E / 6.1616596°S 106.8413919°E / -6.1616596; 106.8413919