Stasiun Manggarai

stasiun kereta api di Kota Jakarta Selatan, Indonesia

Stasiun Manggarai (MRI) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan; pada ketinggian +13 meter; termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api terbesar di DKI Jakarta dengan luas ±2,47 ha.[4]

Stasiun Manggarai
KAI Commuter Kereta api bandara
A01L14C09B09

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun MRI.png
Bangunan utama Stasiun Manggarai, 2021.jpg
Tampak depan Stasiun Manggarai dengan papan nama versi baru 2020, April 2021
LokasiJalan Manggarai Utara 1
Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, 12850
Indonesia
Koordinat6°12′36″S 106°50′58″E / 6.2098917°S 106.8493142°E / -6.2098917; 106.8493142Koordinat: 6°12′36″S 106°50′58″E / 6.2098917°S 106.8493142°E / -6.2098917; 106.8493142
Ketinggian+13 m
PengelolaKAI Commuter (peron 1-13)
KAI Bandara (peron 8-9)
Letak dari pangkal
Jumlah peron7 (satu peron sisi dan dua peron pulau rendah yang bertangga di jalur 1-3, serta empat peron pulau tinggi di antara jalur 3-4, 5-6, 10-11, dan 12-13)
Jumlah jalur13
  • jalur 1-2: sepur lurus arah Tanah Abang dan Jakarta Kota
  • jalur 2-3: sepur lurus arah Cikarang
  • jalur 4: sepur lurus calon jalur layang arah Jakarta Kota
  • jalur 5: sepur lurus calon jalur layang arah Cikarang
  • jalur 6-7: sepur lurus arah Tanah Abang dan arah Depo KRL Bukit Duri
  • jalur 7-8: sepur lurus arah Bogor
  • jalur 8-9: sepur ujung terminus KAI Bandara
  • jalur 10-11: sepur lurus jalur layang arah Jakarta Kota
  • jalur 12-13: sepur lurus jalur layang arah Bogor
Konstruksi
ArsitekIr. J. van Gendt
Gaya arsitekturNieuw Indische Bouwstijl
Informasi lain
Kode stasiun
  • MRI
  • 0440
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 Mei 1918; 103 tahun lalu (1918-05-01)
Operasi layanan
KRL Commuter Line dan KRL Bandara Soekarno-Hatta
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Sudirman
ke arah Jatinegara
Lin Lingkar Tebet
ke arah Bogor
Sudirman
ke arah Angke
Lin Lingkar Tebet
ke arah Nambo
Cikini
ke arah Jakarta Kota
Lin Sentral Tebet
ke arah Bogor
Lin Cikarang Jatinegara
ke arah Cikarang
Stasiun sebelumnya Railink Stasiun berikutnya
Terminus Lin Soekarno-Hatta Sudirman Baru
Layanan penghubung
Stasiun sebelumnya Transjakarta Stasiun berikutnya
Matraman 2 Koridor 4
transfer di Manggarai
Pasar Rumput
ke arah Tosari
Matraman 2
ke arah TU Gas
Koridor 4
transfer di Manggarai
Pasar Rumput
Matraman 2 Koridor 4
transfer di Manggarai
Pasar Rumput
ke arah Ragunan
Fasilitas dan teknis
FasilitasEskalator Lift Tangga naik/turun Musala Toilet Mesin tiket Pemesanan langsung di loket Cetak tiket mandiri 
Isi baterai Parkir Pertokoan/area komersial Galeri ATM Ruang/area tunggu Restoran Tempat naik/turun 
Tipe persinyalanElektrik tipe Kyosan K5B[3]
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Manggarai
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.19990112.04.000470
Tanggal SK1993 dan 1999
PemilikMilik negara cq Direktorat Jenderal Perkeretaapian
PengelolaKAI Commuter
KAI Bandara
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Diagram lintasan stasiun
Lantai 1
ke Cikini
ke Mampang
dari/ke lantai 3
ke BY MRI
ke BY MRI
dari/ke lantai 3
ke
Matraman/
Jatinegara
ke Tebet
ke Depo KRL BUD


Lantai 3
ke Cikini
ke Tebet
Lokasi pada peta

Stasiun ini hanya melayani KRL Commuter Line tujuan Bogor, Depok, Jatinegara, Jakarta Kota, Bekasi, dan Cikarang. Letak stasiun berada di persimpangan tujuh: ke Jatinegara, Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, Depo KRL Bukit Duri, Pengawas Urusan Kereta, serta Balai Yasa Manggarai.

Saat ini, stasiun tersebut sudah memiliki lorong bawah tanah, seperti di Stasiun Pasar Senen, supaya memudahkan penumpang untuk berpindah antarperon.[5] Saat ini, tidak ada kereta api jarak jauh berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persilangan atau persusulan antarkereta api.

SejarahSunting

 
Stasiun Manggarai, sekitar tahun 1920-an.

Wilayah Manggarai sudah dikenal sejak abad ke-17, merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores yang kemudian berkembang menjadi Gementee Meester Cornelis. Meskipun jalur BataviaBuitenzorg dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1873, Stasiun Manggarai dibangun pada tahun 1914 dan selesai pada 1 Mei 1918.[6]

Sejak dibangun, tidak ada perubahan yang mencolok pada bangunan stasiun ini. Pada saat diresmikan, bangunan ini sebenarnya belum selesai secara keseluruhan—atap besi tidak dapat didatangkan karena terjadi Perang Dunia I. Sejak 1913, Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh jalur KA di Batavia dan Meester Cornelis, kemudian menata ulang jalur KA di kedua kotapraja tersebut, antara lain membongkar Stasiun Bukit Duri eks-NIS (depo KRL saat ini) dan membangun stasiun baru di Manggarai. Pembangunan dipimpin oleh arsitek Belanda, Ir. J. van Gendt, yang juga merancang bangunan sekolah pendidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas pegawai di sekitar kawasan stasiun.[6]

Stasiun ini menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia, yakni pada 3 Januari 1946, ketika kereta luar biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno ke Kota Yogyakarta. Berbagai persiapan yang bersifat rahasia dilakukan. Deretan gerbong barang diletakkan di jalur 1. Sekitar pukul tujuh malam, KLB melintas sangat perlahan dari arah Pegangsaan melalui jalur 4.[6]

RencanaSunting

Pada 12 Agustus 2016, PT KAI Commuter Jabodetabek bersama komunitas pecinta KRL Commuter Line menyelenggarakan diskusi mengenai rencana pengembangan Stasiun Manggarai. Untuk menjawab keluhan antrean penumpang KCI yang terus meningkat setiap tahunnya, penyelesaian jalur dwiganda Cikarang–Manggarai dikebut. Selain itu, stasiun ini akan dibuat bertingkat yang dapat mengakomodasi kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line dengan jalur masing-masing. Stasiun ini diharapkan akan menjadi stasiun pusat bagi KRL Commuter Line dan juga terminus untuk KRL Bandara Soekarno-Hatta.[7]

Terkait dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Perkeretaapian mulai melakukan renovasi stasiun ini pada tahun 2017 dengan menambahkan bangunan baru dengan arsitektur modern minimalis futuristik menjadi sebanyak tiga lantai—lantai 1 stasiun merupakan emplasemen KRL Commuter Line dan KRL bandara, lantai 2 merupakan tempat penyediaan fasilitas penumpang dan kios (area komersial), dan lantai 3 digunakan untuk pemberhentian KRL Commuter Line dan juga kereta api jarak jauh.[8][9] Bangunan lama stasiun ini, peninggalan Staatsspoorwegen, akan tetap dipertahankan karena berstatus sebagai cagar budaya. Dengan selesainya proyek Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral ini, direncanakan semua kereta penumpang jarak jauh dan menengah dengan terminus di Stasiun Gambir akan dipindahkan ke Stasiun Manggarai.[10][11]

Untuk mengakomodasi pelayanan KRL Bandara Railink, perjalanan yang semula hanya melayani rute Sudirman Baru/BNI City–Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang menjadi Manggarai–Bandara Soekarno-Hatta—sebelumnya sempat diperpanjang menjadi Bekasi–Bandara Soekarno-Hatta selama beberapa bulan. Dengan selesainya bangunan KA Bandara, Stasiun Manggarai sudah resmi melayani penumpang KRL Bandara tersebut sejak 5 Oktober 2019.[12]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Lantai 2 Stasiun Manggarai

Stasiun Manggarai juga berfungsi sebagai penyimpanan kereta-kereta besar dengan adanya depo kereta—banyak kereta kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi disimpan di depo selanjutnya dikirim ke Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir untuk melayani penumpang.

Bersebelahan dengan depo dan bangunan stasiun terdapat Balai Yasa Manggarai, yang merupakan bengkel untuk melakukan perawatan rutin dan reparasi kereta penumpang. Tidak jauh di selatan stasiun ini terletak depo KRL Bukit Duri, tempat penyimpanan dan perawatan harian aneka kereta rel listrik. Pada awalnya, depo ini juga menyimpan lokomotif diesel, tetapi semuanya dipindahkan ke depo di Cipinang dan Tanah Abang.

Stasiun Manggarai awalnya memiliki sembilan jalur kereta api yang digunakan untuk pemberhentian KRL ditambah masing-masing satu jalur untuk langsiran menuju Pengawas Urusan Kereta, Depo Bukit Duri, maupun ke Balai Yasa Manggarai. Jalur 1 dan 2 digunakan untuk pemberhentian Blue Line dan Yellow Line. Jalur 3 dan 4 digunakan sebagai sepur lurus untuk kereta api jarak jauh serta untuk pemberhentian Blue Line. Jalur 5-7 digunakan untuk pemberhentian Red Line dan Yellow Line. Jalur 8 dan 9 digunakan untuk pemberhentian KRL Bandara Soekarno Hatta.

Per 25 September 2021, pengembangan tahap pertama stasiun ini sudah selesai dikerjakan. Pengembangan tersebut berupa bangunan baru bertingkat yang dibangun di sisi barat stasiun beserta jalur atas yang terdiri dari empat jalur kereta api sehingga jumlah jalur stasiun bertambah menjadi tiga belas jalur. Bersamaan dengan itu, layanan KRL Red Line dipindahkan melalui jalur atas tersebut yang diberi nomor jalur 10 sampai 13. Jalur 10 dan 11 berturut-turut merupakan sepur belok dan sepur lurus pemberhentian KRL tersebut untuk arah Jakarta Kota, sedangkan jalur 12 dan 13 berturut-turut merupakan sepur lurus dan sepur belok pemberhentian KRL tersebut untuk arah Bogor. Selain itu, akses peron melalui pintu utama di sisi barat stasiun juga terintgrasi dengan Transjakarta melalui Halte Manggarai.[13]

Sejak pengoperasian KRL Commuter Line, stasiun ini menjadi semakin padat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah penumpang naik-turun, serta banyak perusahaan restoran dan pertokoan waralaba internasional yang membuka cabang di sini.

Layanan kereta apiSunting

KAI Commuter JabodetabekSunting

KAI BandaraSunting

A Lin Soekarno-Hatta, tujuan Bandara Soekarno-Hatta (lantai bawah)

Antarmoda pendukung[14]Sunting

Stasiun kereta api di DKI Jakarta
 
 
Tanjung Priuk TP 10 10D 10H  
 
 
 
 
Ancol
Jakarta Gudang
 
 
 
 
 
 
C B TP 1 4M 5K 9B 12 Jakarta Kota
 
 
 
 
 
 
Kampung Bandan 5 5D 5E 5H 10H
 
 
 
 
 
Jayakarta
 
 
 
Rajawali
Mangga Besar
 
 
 
Sawah Besar
 
 
 
Kemayoran
2 2A 2D 3 5C 5H 7F 8A 12M Juanda
 
 
 
L Angke
 
 
 
T A Duri
 
 
 
Gambir   2 2A 2D 7F
Gondangdia
 
 
 
 
R Tanah Abang
 
 
 
 
Cikini
Karet
 
 
 
 
 
Pasar Senen   2 2A 2D 5 5D 5K 7F 11V  
1 4 4C 6 6B 9B 13C M A CB BK Sudirman
 
 
 
 
 
Gang Sentiong
Mampang
 
 
 
 
 
Kramat
4 4D 4H A   Manggarai
 
 
 
 
Pondok Jati
9 9A Grogol
 
 
 
 
 
 
 
Matraman
2A 2D 3 3F 8 Pesing
 
 
 
 
Palmerah
2A 2D 3 3F T Taman Kota
 
 
 
 
Kebayoran 8 13 13A 13B 13C 13D 13E 13F R
Bojong Indah
 
 
 
 
ke Serpong/Rangkasbitung/Merak
Rawa Buaya
 
 
 
Jatinegara L   4K 5 5C 5D 5E 5K 7F 7M 10 11 11V
Kalideres
 
 
 
Cipinang
ke Tangerang
 
 
 
Klender 11 11V
Depo KRL Bukit Duri
 
 
 
Buaran 11 11V
Tebet
 
 
Klender Baru
CB BK 4K 9 9A 9B 9C 9M 13F Cawang
 
 
Cakung B 11T
Duren Kalibata
 
 
ke Bekasi/Cikarang/Cikampek
 
Pasar Minggu Baru
 
Pasar Minggu C L  
 
Tanjung Barat
 
Lenteng Agung
 
Univ. Pancasila
 
ke Depok/Bogor/Nambo
Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
BRT Transjakarta 4 Pulo Gadung 2–Tosari (di halte Manggarai)
4D Pulo Gadung 2-Patra Kuningan (di halte Manggarai)
4H Pulo Gadung 2–Ragunan (di halte Manggarai)
Bus kota Transjakarta 4B (Feeder) Stasiun Manggarai–Universitas Indonesia
6F (Feeder) Terminal Manggarai–Kebun Binatang Ragunan
6M (Feeder) Terminal Manggarai–Terminal Blok M
RoyalTrans Transjakarta B23 (RoyalTrans) Terminal Manggarai–Terminal Bekasi (via Bekasi Timur)
JR Connexion (Perum PPD) x9 Stasiun Bogor-Stasiun Manggarai

GaleriSunting

ReferensiSunting

KutipanSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ antaranews.com. "Sistem persinyalan Manggarai-Jatinegara diperbarui". Antara News. Diakses tanggal 2019-02-27. 
  4. ^ Adhiprasasta & Noerwasito 2018, hlm. G14.
  5. ^ Mustaqim, Akhmad (20 Maret 2017). "Melihat Underpass Stasiun Manggarai yang Ramai Jadi Perbincangan". Detikcom. Diakses tanggal 3 Agustus 2017. 
  6. ^ a b c Pratiwi, R.; Soviana, N.; Sudarsih, A. (2014). "Manggarai: Stasiun Simpang Tujuh Dilengkapi Bancik Terpanjang". Majalah KA. 97: 19-21. 
  7. ^ Pratama, TB Gemilang (2016-08-13). "PTKCJ Adakan Focus Group Discussion Bersama Pengguna KRL". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  8. ^ Pablo, Samuel. "Pengumuman! Stasiun Manggarai Bakal Disulap Seperti Ini". news. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  9. ^ "Stasiun Manggarai Bakal Jadi Tiga Lantai". Warta Kota. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  10. ^ Anwar, Muhammad Choirul. "Meraba Masa Depan Stasiun Gambir & Manggarai, Sekeren Apa Ya?". news. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  11. ^ Hamdani, Trio. "Mengintip Suasana Stasiun Manggarai yang Bakal Gantikan Gambir". detikfinance. Diakses tanggal 2019-10-08. 
  12. ^ Mulai 5 Oktober, Stasiun Manggarai Layani KA Bandara Soekarno-Hatta
  13. ^ Pratama, Akhdi Martin (2021-09-24). "Besok, Jalur Layang Bogor Line di Stasiun Manggarai Mulai Dioperasikan". Kompas.com. 
  14. ^ "Daftar Trayek Angkutan Umum DKI Jakarta". Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 

Daftar pustakaSunting

Adhiprasasta, Muhamad Agra; Noerwasito, Vincentius Totok (2018-03-31). "Pengembangan Stasiun Pusat Regional di Manggarai – Jakarta selatan". Jurnal Sains dan Seni ITS. 7 (1): 14–18. doi:10.12962/j23373520.v7i1.29233. ISSN 2337-3520. 

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Lintas Jakarta
Manggarai–Jatinegara
Matraman
ke arah Jatinegara
Mampang
ke arah Tanah Abang
Lintas Jakarta
Tanah Abang–Manggarai
Terminus
Cikini
ke arah Jakarta Kota
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Manggarai
Terminus Manggarai–Padalarang Tebet
ke arah Padalarang