Jawa Pos

Surat kabar nasional harian Indonesia

Jawa Pos adalah surat kabar harian yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Jawa Pos merupakan salah satu perusahaan media tertua di Jawa Timur yang masih beroperasi, dan merupakan surat kabar dengan oplah terbesar di Indonesia dengan sirkulasi rata-rata mencapai 842.000 per hari menurut Nielsen Consumer & Media View (CMV).[3]

Jawa Pos
Selalu Ada Yang Baru
Jawa Pos Group logo.svg
JP 72.jpg
Jawa Pos Edisi 1 Juli 2021
TipeSurat kabar harian nasional
FormatLembar lebar
PemilikPT. Jawa Pos
PendiriThe Chung Shen (Suseno Tedjo)
PenerbitPT. Jawa Pos Koran
Pemimpin redaksiIbnu Yunianto[1]
DidirikanSejak 1949 dengan nama "Java Post"[2]
Pandangan politikNetral
BahasaIndonesia
PusatGraha Pena, Jalan Jenderal A. Yani No. 88, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Jawa Timur
Sirkulasi surat kabar842.000 (harian)[3]
Surat kabar saudariRadar Surabaya, Radar Jember, Radar Malang, Radar Bali, Radar Bromo, radar Bojonegoro, Radar Mojokerto, Radar Kediri, Radar Solo, Radar Madiun, Radar Banyuwangi, Radar Madura, Radar Semarang, Radar Kudus, Radar Jombang, Radar Jogja, Radar Tulungagung, Bali Express
Situs webwww.jawapos.com

Surat Kabar Jawa Pos juga terbit dalam bentuk daring di alamat www.jawapos.com yang dikelola oleh PT. Jawa Pos Grup Multimedia. Selain itu, ada e-paper Jawa Pos yang berisi konten surat kabar harian Jawa Pos dalam bentuk teks, gambar, dan format koran. Harian Jawa Pos adalah koran di Indonesia yang diaudit oleh KAP Jimmy Budhi dan Rekan.

SejarahSunting

SejarahSunting

Ide awal penerbitan harian ini datang dari The Chung Shen. Seluruh kegiatan operasional Java Post dilakukan di kawasan Kembang Jepun 166 Surabaya, yang sebelumnya merupakan gedung Bank Taiwan. Peresmian gedung Java Post dilakukan 26 Juni 1949. Kemunculan Java Post menjadi penting dalam perkembangan pers di Indonesia kala itu lantaran semakin memperkaya jumlah surat kabar di Indonesia yang terbit dalam suasana perang kemerdekaan.

The Chung Shen (Suseno Tedjo) adalah seorang pengusaha kelahiran Bangka. Dia awalnya bekerja sebagai akuntan di perusahaan New China di Suikerstraat 2 Surabaya (sekarang Jalan Gula). Pengalaman itu turut berperan membentuk kemampuan manajerial The Chung Shen yang teliti, cekatan, dan rapi. Namun, ketertarikan The Chung Shen terhadap dunia surat kabar bermula ketika bekerja di salah satu kantor film di Surabaya. Tugasnya kala itu adalah menghubungi berbagai surat kabar guna memastikan iklan film yang dipasang kliennya dimuat tepat waktu. Perlahan tapi pasti, The Chung Shen mulai jatuh cinta pada dunia persuratkabaran dan merasa tertantang untuk memulai korannya. The Chung Shen sadar pekerjaannya itu tidak akan mudah.

Pada awal revolusi Indonesia, Surabaya sudah memiliki beberapa koran berbahasa Indonesia yang mumpuni dengan oplah cukup besar seperti Pewarta Soerabaia dan Trompet Masjarakat. Namun, The Chung Shen jeli melihat peluang yang ada. Dia melihat, sekalipun Surabaya memiliki populasi Tionghoa yang tergolong banyak, hanya ada satu koran Mandarin yang terbit di sana kala itu, yakni Tsing Kwang Daily Press (terbit 11 Januari 1946).

Memanfaatkan keterbatasan tersebut, The Chung Shen lantas mendirikan koran pertamanya yang diberi nama Chinese Daily News (Hua Chiao Hsin Wen). The Chung Shen bertindak selaku direktur, sementara Chan Ping Hung menjabat pimpinan redaksi. Tidak butuh waktu lama bagi harian ini menuai kesuksesan. Pada 1948, Chinese Daily News sudah menjadi surat kabar berbahasa Tionghoa terbesar di Surabaya yang dibaca seluruh penutur bahasa tersebut di Jawa Timur.

Tiga tahun berselang, The Chung Shen mengajak Goh Tjing Hok, mantan wartawan Sin Min (Semarang), dan Tan Boen Aan, seorang insinyur lulusan Technische Hoogeschool (sekarang ITB Bandung), untuk mendirikan Java Post. Goh menempati posisi pemimpin redaksi. Tan menjadi salah seorang wartawan andalan koran tersebut. Peresmian Java Post dilakukan pada 26 Juni 1946. Gedung Java Post di Kembang Jepun pun disulap menjadi lokasi resepsi yang mampu menampung ratusan tamu undangan.

Tercatat, sejumlah tamu kehormatan turut hadir dalam acara tersebut seperti A.M. van Liere (residen Surabaya), R.T. Djoewito (pimpinan sementara Parlemen Jawa Timur), Indra Kasoema (wali kota Surabaya), hingga berbagai wartawan dari seantero Jawa Timur. De Vrije Pers, salah satu koran Belanda terkemuka di Jawa Timur, menyebut Java Post sebagai aset berharga Jawa Timur.

”Bila Java Post mampu mempertahankan kualitasnya seperti Chinese Daily News, koran ini akan mampu bersaing dan bertahan lama di Surabaya,” tulis De Vrije Pers. Prediksi tersebut terbukti tepat. Java Post terbukti mampu berumur panjang. Malahan, pada 19 Februari 1954, Naamloze Vennotschap (N.V., perseroan terbatas), perusahaan penerbitan Java Post, resmi mengakuisisi seluruh aset De Vrije Pers setelah koran ini mengalami kesulitan finansial. Di gedung De Vrije Pers di Kaliasin 52, dilakukan serah terima resmi dari J.A. Wormser selaku pemilik De Vrije Pers ke The Chung Shen.

Setelah berpindah kantor ke Jl. Karah Agung 45, mulai 1997, koran Jawa Pos berkantor pusat di Gedung Graha Pena Jl. Ahmad Yani 88 Surabaya.[4]

Kepemimpinan Dahlan IskanSunting

Pada tahun 1982, Eric F.H. Samola, waktu itu adalah Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil alih Jawa Pos. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan, yang sebelumnya adalah kepala biro Tempo di Surabaya untuk memimpin Jawa Pos. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 eksemplar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.

Lima tahun kemudian terbentuklah Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997, Jawa Pos pindah ke gedung yang baru berlantai 21, Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya. Tahun 2002 dibangun Graha Pena di Jakarta. Dan, saati ini bermunculan gedung-gedung Graha Pena di hampir semua wilayah di Indonesia.

Tahun 2002, Jawa Pos Group membangun pabrik kertas koran yang kedua dengan kapasitas dua kali lebih besar dari pabrik yang pertama. Kini pabrik itu, PT Adiprima Sura Perinta, mampu memproduksi kertas koran 450 ton/hari. Lokasi pabrik ini di Kabupaten Gresik, hanya 45 menit bermobil dari Surabaya.

Setelah sukses mengembangkan media cetak di seluruh Indonesia, pada tahun 2002 Jawa Pos Grup mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam, Riau TV di Pekanbaru, Fajar TV di Makassar, Palembang TV di Palembang, Parijz van Java TV di Bandung, RCTV di Cirebon.

Memasuki tahun 2003, Jawa Pos Group merambah bisnis baru: Independent Power Plant. Proyek pertama adalah 1 x 25 MW di Kab. Gresik, yakni dekat pabrik kertas. Proyek yang kedua 2 x 25 MW, didirikan di Kaltim, bekerjasama dengan perusahaan daerah setempat.

Pada tahun 2008, Jawa Pos Group menambah stasiun televisi baru: Mahkamah Konstitusi Televisi (MKtv) yang berkantor di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta.

Pada tahun 2009, Jawa Pos Group menambah data center baru: Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang berkantor di Gedung Graha Pena Surabaya. Kini, Jawa Pos hadir dengan stasiun televisi Jawa Pos TV dan acara utamanya Nusantara Kini yang di sebagian akhir acaranya mengundang Redaktur Harian Jawa Pos untuk memberikan informasi yang akan ditampilkan di Koran Jawa Pos

Wilayah EdarSunting

Sirkulasi Jawa Pos menyebar hingga ke seluruh provinsi Jawa Timur, Bali, dan sebagian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Jawa Pos terbit dalam beberapa edisi.

Jawa Pos edisi SurabayaSunting

Jawa Pos edisi Surabaya beredar di daerah Kota Surabaya dan sekitarnya (Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik), terbit dengan tiga seksi utama:

  • Jawa Pos (utama), berisi berita-berita utama, politik, ekonomi/bisnis, Jawa Timur, nasional, internasional, dan rubrik-rubrik tematik lainnya.
  • Metropolis, berisi berita Kota Surabaya dan sekitarnya (Sidoarjo dan Gresik), dan rubrik-rubrik "ringan" lainnya serta rubrik mingguan.
  • Sportainment, berisi berita-berita olahraga, terutama ulasan mengenai sepak bola dan balap (Formula 1, MotoGP), Zetizen (halaman untuk remaja, salah satunya berisi polling harian), Jawa Pos For Her dan di sini juga terdapat iklan baris yang disebut Iklan Jitu.
  • Zetizen Indonesia (sebelumnya bernama DetEksi), berisi berita tentang kehidupan remaja, mulai dari otomotif, style, techno, hingga anime. terdiri dari 3 halaman yang disisipkan pada bagian Metropolis. Hingga kini Zetizen Jawa Pos aktif mengadakan event seperti Developmental Basketball League dan Zetizen Convention. Halaman ini kini telah menjadi bacaan wajib bagi remaja di Surabaya. Seksi ini semua crew-nya masih berstatus mahasiswa, mulai dari reporter, editor, hingga fotografer.
  • Jawa Pos For Her, berisi berita tentang hiburan, kesehatan, teknologi, kehidupan dan gaya hidup wanita.

Jawa Pos edisi luar SurabayaSunting

Kawasan Jawa Timur dan BaliSunting

Hal yang membedakan Jawa Pos edisi Surabaya dan luar Surabaya adalah seksi "Metropolis" diganti dengan seksi yang lebih regional, dengan sebutan "Radar". Seksi "Radar" berisi berita-berita lbanyak. Rubrik-rubrik Metropolis (seperti di Jawa Pos edisi Surabaya) sebagian masih dipertahankan. Seksi Jawa Pos utama dan Seksi Olahraga sama persis dengan edisi Surabaya.

Saat ini Jawa Pos memiliki 15 "Radar", yang masing-masing memiliki redaksi sendiri di kotanya yakni:

Redaksi "Radar"-"Radar" ini berada di sejumlah kota. Isi berita "Radar" bersifat lokal, dan memuat iklan yang juga bersifat lokal, serta seksi Olahraga lokal.

Kawasan Jawa Tengah dan DIYSunting

Jawa Pos edisi Jawa Tengah/DIY sedikit berbeda dengan edisi Jawa Timur. Meski berita utama (headline) dan sebagian besar isi beritanya adalah sama, Jawa Pos edisi Jawa Tengah/DIY berisi rubrik tambahan yang bersifat lokal (seperti rubrik Ekonomi Bisnis, Jawa Tengah), serta tidak termasuk iklan baris (yang mana hanya beredar di Jawa Timur).

Jawa Pos di Jawa Tengah dan DIY juga terdiri atas sejumlah "Radar", yakni:

Dari sisi manajemen, Radar-Radar yang ada ini dikelola secara otonom. Rekrutmen karyawan dan wartawan dilakukan sendiri oleh masing-masing manajemen Radar.

PenghargaanSunting

  • 1996. World Press Photo of the Year 1996 (photo by Sholihuddin)[5]
  • 2005. Cakram Newspaper tahun ini sebagai media terprestisius di masa itu[6]
  • 2009. Jawa Pos menerima Indonesia Best Brand Award
  • 2010. Jawa Pos menjadi surat kabar pertama yang menerima SUPERBRANDS Award[7]
  • 2010. Jawa Pos menerima Greatest Brand of The Decade bagian dari Marketeers Award[6]
  • 2011. Pada Oktober 2011, Jawa Pos dikukuhkan sebagai koran anak muda dunia dengan predikat Newspaper of The Year oleh World Young Reader Prize 2011. Penghargaan ini diterima oleh Azrul Ananda, Pemimpin Redaksi Jawa Pos, di Wina pada 12 Oktober 2011.[8]
  • 2011. Jawa Pos meraih penghargaan Most Favorite Woman Brand. Sejak Desember 2010, Jawa Pos mendedikasikan 3 halaman penuh untuk perempuan, dari kesehatan hingga fashion, makanan hingga kecantikan, dari relationship hingga parenting[9]
  • 2012. Best in Front Page Design in Asia Media Awards 2012 dari asosiasi surat kabar sedunia (WAN IFRA)[10]
  • 2013. Best in Front Page Design in Asia Media Awards 2013 dari asosiasi surat kabar sedunia (WAN IFRA)[11]
  • 2014. Best News Photography in Asian Media Awards 2014 (Photo by Dipta Wahyu) dari asosiasi surat kabar sedunia (WAN IFRA)[12]
  • 2015. Roy Morgan Reseaarch menganugerahi Jawa pos sebagai Newspaper of The Year Indonesia 2014, pada Maret 2015. Berdasar survey di seluruh Indonesia Jawa Pos mempunyai readership dan loyal pembaca terbesar di Indonesia[13]
  • 2016. Best in Sports Photography in Asian Media Awards 2016 (Photo by Wahyudin) dari asosiasi surat kabar sedunia (WAN IFRA)[14]

Program Jawa PosSunting

Media Jawa PosSunting

  • 2015. Jawa Pos TV Jakarta dikelola oleh Jawa Pos Multimedia
  • Mei 2015. JawaPos.com dikelola oleh PT Jawa Pos Grup Multimedia[17]
  • 2021. SBO rebranding menjadi Jawa Pos TV Surabaya dikelola PT Surabaya Media Televisi
  • 2021. Multimedia Newsroom di Surabaya

Pembangunan Gedung Jawa PosSunting

Kerja samaSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Redaksi Jawa Pos Koran". Jawa Pos. Diakses tanggal 7 Juli 2021. 
  2. ^ LIE, RAVANDO (1 Juli 2021). "Jawa Pos Diiklankan 24 Juni, Diresmikan 26 Juni, Dirayakan 1 Juli". Jawa Pos. Diakses tanggal 7 Juli 2021. 
  3. ^ a b "Nielsen: Jawa Pos Koran No 1 Indonesia". www.pressreader.com. Diakses tanggal 2018-12-14. 
  4. ^ LIE, RAVANDO (1 Juli 2021). "Jawa Pos Diiklankan 24 Juni, Diresmikan 26 Juni, Dirayakan 1 Juli". Jawa Pos. Diakses tanggal 7 Juli 2021. 
  5. ^ "1996 Sholihuddin SN1 | World Press Photo". www.worldpressphoto.org. Diakses tanggal 2021-07-07. 
  6. ^ a b Setyawan, Irwan (2014). "MEDIA CETAK BERTAHAN HIDUP" (PDF). http://digilib.mercubuana.ac.id/. Diakses tanggal 7 Juli 2021.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  7. ^ "JPNN". www.jpnn.com. 2010-08-05. Diakses tanggal 2021-07-07. 
  8. ^ "Tiga Cara Jawa Pos Capai Prestasi". the-marketeers.com. 28 Oktober 2011. Diakses tanggal 28 Oktober 2011. 
  9. ^ "JPNN". www.jpnn.com. 2011-08-13. Diakses tanggal 2021-07-07. 
  10. ^ sumutpos (2012-04-12). "Jawa Pos Sabet Asia Media Award 2012". SumutPos.co (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-07. 
  11. ^ Jambiekspres.co.id. "Lagi, Jawa Pos Terbaik Se-Asia Pasifik - Berita Jambi Ekspres". JAMBIEKSPRES.CO.ID (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-07. 
  12. ^ Hendra, Sofyan (25 April 2014). "Jawa Pos Kembali Terbaik Se-Asia-Pasifik". Radar Cirebon. Diakses tanggal 7 Juli 2021. 
  13. ^ "Roy Morgan announces 2014 winners of Indonesian Customer Satisfaction Awards". Roy Morgan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-07. 
  14. ^ "Jawa Pos Lanjutkan Tradisi Terbaik - radarcirebon.com". Radar Cirebon. 2016-03-31. Diakses tanggal 2021-07-07. 
  15. ^ "Pemerintah Kota Surabaya". www.surabaya.go.id. Diakses tanggal 2021-07-07. 
  16. ^ dewi. "Kementerian PANRB Raih Jurnalist Award dari JPIP". Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Diakses tanggal 2021-07-07. 
  17. ^ JawaPos.com (2018-12-27). "About Us". JawaPos.com. Diakses tanggal 2021-07-07. 

Pranala luarSunting