Stasiun Tegal

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Tegal (TG) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Panggung dan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Tegal. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 meter ini merupakan stasiun KA yang letaknya paling barat di Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini hanya berjarak 100 meter di sebelah timur alun-alun Kota Tegal.

Stasiun Tegal
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun TG.png
  • Singkatan: TG
  • Nomor: 2410
Stasiun Tegal 2017.jpg
Stasiun Tegal
dengan kereta api Kamandaka di jalur 3
AlamatJalan Pancasila 1
Slerok, Tegal Timur, Tegal
Jawa Tengah 52125
Ketinggian+4 m
Letak
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Konstruksi
Jumlah jalur6:
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda arah Cirebon-Jakarta
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Semarang-Surabaya
  • jalur 3: sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Slawi-Prupuk
  • jalur 4: sepur lurus arah balai yasa maupun Depot BBM Pertamina
Jumlah peron2 (satu peron sisi tinggi dan satu peron pulau agak tinggi. Tidak ada peron di antara jalur 1 dan 2)
Fasilitas
  • Parkir
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Musala
Informasi lain
Kelas stasiunBesar tipe A[3]
Tipe persinyalanElektrik tipe VPI GRS/Alstom dengan interlocking Len[2]
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Sejarah
Dibuka1 Mei 1918
Layanan
Argo Muria (reguler & fakultatif), Argo Sindoro (reguler & fakultatif), Argo Cheribon, Bangunkarta, Sembrani (reguler, fakultatif, & tambahan), Jayabaya, Brantas (reguler & tambahan), Harina, Gumarang, Ciremai, Dharmawangsa, Kamandaka, Joglosemarkerto, Majapahit, Kertajaya (reguler & tambahan), Menoreh, Kaligung, Tawang Jaya (reguler, tambahan, & premium), Matarmaja (reguler & tambahan), Tegal Ekspres, KA ketel/angkutan BBM, dan Parcel ONS
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun ini membentang dari utara ke selatan. Ke arah utara, jalur kereta api akan membelok ke timur menuju ke Semarang. Dahulu, dari Stasiun Tegal terdapat percabangan jalur yang menuju ke Pelabuhan Tegal. Sementara itu, ke arah selatan, setelah membelok ke barat, jalur ini bercabang dua: satu ke Brebes menuju Cirebon dan satu lagi ke Slawi menuju Purwokerto.

Satu-satunya kereta api penumpang yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Argo Bromo Anggrek.

SejarahSunting

Stasiun lama JSM/SCS (1886–1918)Sunting

Stasiun Tegal lama mulai dibangun pada tahun 1885 dan diresmikan pada tanggal 17 November 1886 sebagai stasiun trem Tegal–Balapulang milik Javasche Spoorweg Maatschappij (JSM).[4] Pada tanggal 16 September 1895 stasiun ini dibeli oleh maskapai perkeretaapian Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) dan bangunannya dilengkapi dengan atap besar yang berbahan kayu yang menaungi dua jalur kereta api.[5]

Stasiun baru SCS (1918–sekarang)Sunting

Pada tanggal 1 Mei 1918 bangunan stasiun baru di Slerok telah dibangun seiring pengoperasian segmen baru Brebes–Tegal.[6] SCS sudah membuat rencana untuk meningkatkan kapasitas lintas ini terlebih kebutuhan angkutan penumpang dan barang semakin meningkat. Sebelumnya SCS sudah mengoperasikan Stasiun Semarang West sejak Agustus 1914 untuk menggantikan Stasiun Pendrikan dengan alasan yang sama. Bangunan stasiun ini terletak persis di hadapan Gedung Birao, kantor pusat SCS.[7]

Selain mengoperasikan stasiun baru, SCS juga mengoperasikan jalur baru. Jalur lama yang melalui perhentian-perhentian dengan nama Limbangan, Kaligangsa, Krandon, Sumurpanggang, dan Pasurungan otomatis ditutup karena trem uap digantikan dengan kereta api rel berat. Panjang jalur baru ini 12 km dengan keunikan, antara lain jalurnya akan sejajar dengan jalur cabang Tegal–Prupuk bekas JSM setelah memasuki wilayah Kejambon. Dengan selesainya jalur tersebut, diharapkan kecepatan kereta api uap pada masa itu dapat ditambah dari 30 menjadi 45 km/jam.[6]

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun Tegal memiliki enam jalur kereta api. Awalnya, jalur 1 merupakan sepur lurus, jalur 2 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Slawi-Prupuk, jalur 4 sebagai sepur lurus dari dan ke arah balai yasa maupun Depot Pertamina, serta tiga jalur sisanya untuk menyimpan rangkaian kereta api ketel Pertamina. Setelah jalur ganda pada petak stasiun ini hingga Stasiun Brebes resmi dioperasikan pada 15 Desember 2003[8] dan kemudian hingga Stasiun Larangan mulai akhir Maret 2013[9], jalur 1 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Cirebon saja, jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang, dan percabangan menuju Slawi-Prupuk dipindahkan ke jalur 3.

Bangunan ini memiliki atap overcapping yang memayungi dua jalur kereta api sekaligus. Bangunan stasiun didesain oleh Henri MacLaine Pont, salah seorang arsitek terkenal berkebangsaan Belanda yang dikenal dekat dengan SCS. Lima tahun sebelumnya, Pont juga menciptakan karya arsitekturnya yang menjadi ikon di Kota Tegal, yaitu Gedung Birao (Kantor Pusat SCS Tegal).[10]

Di sebelah utara stasiun ini terdapat dipo lokomotif yang menyimpan beberapa lokomotif seperti BB200 dan D301, sedangkan di sebelah selatan terdapat Depo Pertamina yang menjadi tempat bongkar muat kereta api ketel dari Stasiun Maos, Cilacap. Terdapat pula jalur parkir yang digunakan untuk meletakkan sementara gerbong yang akan perbaikan di Balai Yasa Tegal serta untuk menyimpan rangkaian KA Argo Cheribon dan KA Kaligung.

Ciri khasSunting

Ciri khas dari stasiun ini adalah pemutaran lagu instrumental Gambang Semarang—juga berlaku untuk sebagian besar stasiun di Daerah Operasi IV Semarang—untuk kedatangan kereta api.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Kelas ekonomi plusSunting

Kelas ekonomiSunting

BarangSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Tegal per 1 April 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 00.40 00.47
26 Argo Cheribon Tegal (TG) Eksekutif & Ekonomi Plus 01.45 -
252 Majapahit Malang Kotabaru (ML) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus 02.07 02.16
131/130 Harina Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Ekonomi Premium 02.58 03.07
255A Kertajaya Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi Premium 03.54 04.04
330 Tawang Jaya Semarang Poncol (SMC) Ekonomi 04.15 04.22
280 Kaligung Ekonomi Plus 04.57 05.05
32 Argo Cheribon Pemalang (PML) Eksekutif & Ekonomi Plus - 05.20
135 Dharmawangsa Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi 05.23 05.32
251 Majapahit Ekonomi Plus 05.47 05.54
187/188 Kamandaka Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus 06.56 07.13
23 Argo Cheribon Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Plus 06.59 07.05
271 Kaligung Cirebon Prujakan (CNP) Ekonomi Plus 07.17 07.25
11 Argo Sindoro Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 07.58 08.04
149/152 Ciremai Cikampek (CKP) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 08.47 08.54
263 Menoreh Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Plus 10.20 10.30
272 Kaligung Semarang Poncol (SMC) 10.22 10.28
193/194/195 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) bersambung Semarang Tawang (SMT) via Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 10.34 10.40
14 Argo Muria Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 10.48 10.53
279 Kaligung Brebes (BB) Ekonomi Plus 11.03 11.11
262 Tawang Jaya Premium Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Premium 11.07 11.13
199/200/201 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) bersambung Yogyakarta Tugu (YK) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus 12.19 12.24
278 Kaligung Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Plus 12.30 12.38
136 Dharmawangsa Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Ekonomi 12.47 12.57
189/190 Kamandaka Purwokerto (PWT) Eksekutif & Ekonomi Plus 13.17 13.28
151/150 Ciremai Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Bisnis 13.23 13.30
340 Tegal Ekspres Tegal (TG) Ekonomi 13.37 -
339 Jakarta Pasar Senen (PSE) - 14.30
16 Argo Cheribon Tegal (TG) Eksekutif & Ekonomi Plus 14.38 -
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi 15.03 15.10
17 Argo Cheribon Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Plus - 15.30
329 Tawang Jaya Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi 15.47 15.54
273 Kaligung Tegal (TG) Ekonomi Plus 16.00 -
20 Argo Cheribon Eksekutif & Ekonomi Plus 16.04 -
274 Kaligung Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Plus - 16.50
21 Argo Cheribon Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Plus - 17.00
118 Brantas Blitar (BL) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi 17.48 17.55
13 Argo Muria Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 17.58 18.05
256A Kertajaya Surabaya Pasarturi (SBI) Ekonomi Premium 18.34 18.41
277 Kaligung Tegal (TG) Ekonomi Plus 18.54 -
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 19.14 19.19
191/192 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.24 19.31
276 Kaligung Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Plus - 19.45
134 Gumarang Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Bisnis 19.51 20.01
12 Argo Sindoro Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 20.09 20.16
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi 20.14 20.20
114/115 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 21.11 21.17
116/113 Jakarta Pasar Senen (PSE) 21.19 21.25
153/156 Ciremai Cikampek (CKP) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 21.33 21.42
117 Brantas Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi 21.48 21.55
275 Kaligung Tegal (TG) Ekonomi Plus 22.05 -
133 Gumarang Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Bisnis 22.19 22.25
261 Tawang Jaya Premium Ekonomi Premium 22.41 22.51
155/154 Ciremai Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Bisnis 22.44 22.50
197/198 Kamandaka Purwokerto (PWT) Eksekutif & Ekonomi Plus 22.55 23.04
82 Sembrani Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Luxury 23.02 23.08
129/132 Harina Cikampek (CKP) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 23.15 23.22
264 Menoreh Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus 23.40 23.48
81 Sembrani Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 23.47 23.54
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7007 Sembrani Tambahan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 01.02 01.07
62F Argo Sindoro Fakultatif Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 04.38 04.51
7013 Kertajaya Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Bisnis & Ekonomi Plus 05.01 05.08
63F Argo Muria Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 06.44 06.50
7014 Kertajaya Tambahan Surabaya Pasarturi (SBI) Bisnis & Ekonomi Plus 10.03 10.10
7041 Tawang Jaya Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi Plus 11.36 11.44
7018 Matarmaja Tambahan Malang Kotabaru (ML) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi 13.53 14.00
93F Sembrani Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 15.12 15.18
64F Argo Muria Fakultatif Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 15.36 15.41
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Bisnis & Ekonomi Plus 18.11 18.21
7016 Blitar (BL) via Semarang Tawang (SMT) 18.18 18.25
7017 Matarmaja Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi 18.32 18.41
94F Sembrani Fakultatif Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif 19.01 19.05
61F Argo Sindoro Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 19.21 19.29
7042 Tawang Jaya Tambahan Semarang Poncol (SMC) Ekonomi Plus 23.56 00.07

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  4. ^ Anonim (1897). Regeerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  5. ^ Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (1916). Verslag der SCS. Den Haag: SCS. 
  6. ^ a b "De opening van de nieuwe lijnen der S.C.S." Bataviaasch Nieuwsblad. 3 Mei 1918. 
  7. ^ SuaraMerdeka.com (2020-02-13). "Kawasan Stasiun Tegal Ditata agar Tidak Semrawut - suaramerdeka.com". www.suaramerdeka.com. Diakses tanggal 2020-05-02. 
  8. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-15. Diakses tanggal 2020-05-02. 
  9. ^ "Double Track Mulai Dioperasikan - Radar Pekalongan | Tegal Raya". Issuu.com. 2013-03-27. Diakses tanggal 2020-05-01. 
  10. ^ Tegang bentang : seratus tahun perspektif arsitektur di Indonesia. Pusat Dokumentasi Arsitektur,, Percetakan Gramedia. Jakarta. ISBN 978-979-22-3409-1. OCLC 820429026. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Lua error in Modul:Adjacent_stations at line 221: Jalur tidak dikenal "Cirebon–Tegal".

Koordinat: 6°52′02″S 109°08′34″E / 6.8673489°S 109.1426901°E / -6.8673489; 109.1426901