Buka menu utama

Jalur kereta api Solo Balapan–Kertosono

Jalur kereta api Solo Balapan-Kertosono (bahasa Jawa: ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦱꦭ​ꦧꦭꦥꦤ꧀​ꦏꦼꦂꦠꦱꦤ, translit. Jalur sepur Sala Balapan-Kertasana) adalah segmen jalur kereta api lintas selatan Jawa yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan dengan Stasiun Kertosono. Jalur ini merupakan bagian dari jalur selatan kereta api di Pulau Jawa. Jalur ini juga sejajar dengan Jalan Tol Solo-Ngawi dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono yang saat ini sudah beroperasi.

Jalur kereta api Solo Balapan–Kertosono
COLLECTIE TROPENMUSEUM Spoorbrug bij Solo. TMnr 60005499.jpg
Jembatan Bengawan Solo, Jurug
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusSolo Balapan
Kertosono
Stasiun24
Operasi
Dibuka1881–1884
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VI Yogyakarta (Solo Balapan-Kedungbanteng)
Daerah Operasi VII Madiun (Walikukun-Kertosono)
Karakteristik lintasRel lintas datar
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 100 km/jam
Peta rute

KTA–PWS
SLO
Solo Balapan
GD–SLO
SK
Solo Jebres
BH-308
Jembatan Bengawan Solo Jurug
PL
Palur
KMR
Kemiri
GP
Grompol
MSR
Masaran
SR
Sragen
KRO
Kebonromo
KDB
Kedungbanteng
DAOP VI YK
DAOP VII MN
Jawa Tengah
Jawa Timur
WK
Walikukun
KG
Kedunggalar
PA
Paron
GG
Geneng
Lanud Iswahyudi
BAT
Barat
Dipo Pertamina
MN
Madiun
MN–PO
BBD
Babadan
CRB
Caruban
SRD
Saradan
WLG
Wilangan
BGR
Bagor
NJ
Nganjuk
SKM
Sukomoro
BRN
Baron
KTS
Kertosono
Jembatan Sungai Brantas Kertosono
KTS–BG
KTS–WO

Jalur ini merupakan jalur yang ramai dilintasi kereta eksekutif, bisnis, maupun ekonomi. Petak antara Solo Balapan hingga perbatasan Sragen–Ngawi termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta sedang petak antara perbatasan Sragen–Ngawi hingga Kertosono termasuk dalam Daop 7 Madiun.

Saat ini, seluruh jalur ini sedang dalam penggandaan jalur atau dibangun menjadi jalur ganda. Sejak 5 Maret 2019 lintas antara Palur–Kedungbanteng sudah berupa jalur ganda. Kemudian pada 14 Maret 2019 lintas Nganjuk-Baron juga sudah menjadi jalur ganda.

Jalur ini sepenuhnya berada di lintas datar, dengan sedikit kombinasi pemandangan hutan di sekitar Saradan, Madiun hingga memasuki Wilangan, Nganjuk.

SejarahSunting

Pra-kemerdekaanSunting

Pada awal dekade 1830-an, tepatnya setelah Perang Diponegoro, Kota Madiun dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda dan menjadi wilayah berstatus karesidenan dan menjadi tempat tinggal orang-orang Belanda dan Eropa lainnya terutama yang berprofesi di bidang perkebunan dan perindustrian karena adanya pengembangan berbagai perkebunan dan pabrik di sekitar kota ini seperti perkebunan tebu dengan pabrik gula, perkebunan teh, kopi, tembakau, dan lain-lain.[1]

Industri pertanian dan perkebunan semakin menggeliat di wilayah Madiun. Untuk mendukung distribusi hasil bumi tersebut, diperlukan sistem transportasi terpadu, terutama pada sektor kereta api. Pada tahun 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mengeluarkan konsesi izin pembangunan jalur kereta api rute Surabaya–Solo dan Madiun–Ponorogo, begitu disebutkan dalam buku Spoorwegen op Java (1873). Pembangunannya diprakarsasi oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda.[2]

Pembangunan jalurnya dimulai dari Kertosono menuju Nganjuk yang diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1881. Kemudian diikuti segmen Nganjuk menuju Madiun pada tanggal 1 Juli 1882, Madiun–Paron pada tanggal 2 Juli 1883, Paron–Modjo Sragen pada tanggal 1 Maret 1884, dan akhirnya terhubung sampai Solo Jebres dan Solo Balapan pada tanggal 24 Mei 1884.[3]

PenggandaanSunting

Sehubungan dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa, sebagian besar stasiun kereta api di lintas ini, kecuali Sragen,Madiun, Kertosono, Wilangan, dan Nganjuk, akan menggunakan bangunan baru yang akan menggantikan bangunan lama peninggalan SS. Rencananya setelah proyek ini selesai, bangunan stasiun yang lama akan segera dirobohkan.[4]

Jalur terhubungSunting

Karena cabang Madiun–Ponorogo tidak lagi dioperasikan, maka jalur KA Solo Balapan-Madiun tergabung dengan jalur KA Madiun-Kertosono dan membentuk jalur kereta api Solo Balapan-Kertosono.

Lintas aktifSunting

Lintas nonaktifSunting

  • Madiun–Ponorogo dengan percabangan menuju Badegan
  • Percabangan menuju Lanud Iswahyudi

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi AC premiumSunting

Jayakarta Premium, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya via Purwokerto–Yogyakarta–Madiun–Jombang

Kelas ekonomi ACSunting

BarangSunting

Daftar stasiunSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 16, 21 SurabayaSolo
Segmen Solo JebresModjo Sragen
Diresmikan pada tanggal 24 Mei 1884 oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta
3130 Solo Balapan SLO Jalan Wolter Monginsidi 112, Kestalan, Banjarsari, Surakarta km 262+720 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 107+914 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres/Yogyakarta
+93 m Beroperasi  
3151 Solo Jebres SK Jalan Ledoksari 1, Purwadiningratan, Jebres, Surakarta km 260+634 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 110+000 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Solo Jebres
+97 m Beroperasi  
BH 308
Jembatan Bengawan Solo Jurug
4001 Palur PL Dagen, Jaten, Karanganyar km 256+484 +93 m Beroperasi  
4002 Kemiri KMR Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar km 251+670 +98 m Beroperasi  
4003 Grompol GP Karang Malang, Masaran, Sragen km ? +87 m Tidak beroperasi
4004 Masaran MSR Masaran, Masaran, Sragen km 242+740 +93 m Beroperasi  
Segmen Modjo Sragen–Paron
Diresmikan pada tanggal 1 Maret 1884
4005 Sragen SR Jalan Salak 1, Sragen Kulon, Sragen, Sragen km 233+761 +86 m Beroperasi  
4006 Kebonromo KRO Ngarum, Ngrampal, Sragen km 228+552 +86 m Beroperasi  
4007 Kedungbanteng KDB Gondang, Gondang, Sragen km 222+492 +85 m Beroperasi  
Perbatasan Provinsi Jawa Tengah
Perbatasan Provinsi Jawa Timur
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
4008 Walikukun WK Jalan Stasiun Walikukun, Walikukun, Widodaren, Ngawi km 210+197 +74 m Beroperasi  
4009 Kedunggalar KG Kedunggalar, Kedunggalar, Ngawi km 200+871 +75 m Beroperasi  
Segmen Paron–Madiun
Diresmikan pada tanggal 2 Juli 1883
4011 Paron PA Jalan Raya Paron, Gelung, Paron, Ngawi km 191+707 +56 m Beroperasi  
4012 Geneng GG Tepas, Geneng, Ngawi km 184+344 +53 m Beroperasi  
4013 Barat BAT Jalan Stasiun Barat, Karangsono, Barat, Magetan km 176+332 +70 m Beroperasi  
Semawur SMW Tidak beroperasi
Segmen Madiun–Nganjuk
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1882
4020 Madiun MN Jalan Kompol Sunaryo 6A, Madiun Lor, Manguharjo, Madiun km 165+783 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 0+000 lintas Madiun-Ponorogo-Slahung
+63 m Beroperasi  
4021 Babadan BBD Dimong, Madiun, Madiun km 157+889 +63 m Beroperasi  
4022 Caruban CRB Jalan Stasiun Caruban, Krajan, Mejayan, Madiun km 149+569 +74 m Beroperasi  
4023 Saradan SRD Sugihwaras, Saradan, Madiun km 141+063 +107 m Beroperasi  
4024 Wilangan WLG Wilangan, Wilangan, Nganjuk km 132+265 +96 m Tidak beroperasi  
4025 Bagor BGR   Jalan Raya Bagor, Paron, Bagor, Nganjuk km 125+230 +58 m Beroperasi  
Segmen Nganjuk–Kertosono
Diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1881
4026 Nganjuk NJ   Jalan Panglima Besar Soedirman, Mangundikaran, Nganjuk, Nganjuk km 118+842 +56 m Beroperasi  
4027 Sukomoro SKM   Jalan Raya Sukomoro, Sukomoro, Sukomoro, Nganjuk km 114+445 +50 m Beroperasi  
Ngrajek NJK Tidak beroperasi
4029 Baron BRN   Jalan Raya Baron, Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk km 103+810 +46 m Beroperasi  
4031 Kertosono KTS Jalan Stasiun Kertosono, Banaran, Kertosono, Nganjuk km 96+888 lintas SurabayaKertosonoMadiunSolo Balapan
km 215+479 lintas BangilBlitarKertosono
+43 m Beroperasi  

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [5][6][7]


Percabangan menuju Lanud IswahyudiSunting

Percabangan nonaktif ini dibangun pada tahun 1939-1940 oleh Staatsspoorwegen (SS), bebarengan dengan dibangunnya Lanud Iswahyudi.[8] Jalur ini memiliki panjang kurang lebih 5 km dan berdampingan maupun bersilangan dengan jalur lori tebu PG Purwodadi.

Jalur Stasiun Barat hingga Lanud Iswahyudi dikhususkan untuk mengangkut avtur atau bahan bakar pesawat yang dipasok oleh Pertamina menuju Landasan Udara Iswahyudi. Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya moda transportasi darat roda karet, Pertamina lebih memilih mendistribusikan avtur dengan menggunakan truk karena dinilai lebih praktis dan efisien, sehingga jalur ini resmi ditutup tahun 2004.[9]

GaleriSunting

Percabangan menuju Depo Pertamina MadiunSunting

Percabangan ini dahulu merupakan jalur kereta yang menuju Pabrik Gula Rejo Agung dengan panjang lintasan kurang lebih 3 km, yang digunakan untuk mengangkut tetes tebu dari dalam pabrik gula yang ditarik oleh lokomotif uap D52. Namun, jalur ini diperpendek dengan panjang kurang lebih 1,2 km untuk menghubungkan Stasiun Madiun dengan Depo Pertamina (Terminal BBM) Madiun. Jalur ini tepat berada di depan PT Inka dan bersebelahan dengan Jalan Raya Madiun-Nganjuk. Jalur ini dikhususkan untuk mengangkut kereta ketel BBM menuju Terminal BBM Madiun.[10]

Untuk keperluan langsiran kereta api ketel, dijalankan lokomotif D301 dan BB301. Jalur ini merupakan jalur kereta api pinggir jalan raya yang masih aktif selain segmen Purwosari–Solo Kota.[11]

ReferensiSunting

  1. ^ P., Tjondronegoro, Sediono M.; Gunawan., Wiradi,; Indonesia., Yayasan Obor (2008). Dua abad penguasaan tanah : pola penguasaan tanah pertanian di Jawa dari masa ke masa (edisi ke-Ed. rev). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9794616850. OCLC 271789216. 
  2. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
  5. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  6. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  7. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  8. ^ "Lanud Iswahjudi atau Bandara Iswahjudi". LintasMagetan.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 
  9. ^ "Arsip diskusi Semboyan35.com mengenai jalur ke Bandara Iswahjudi". Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 
  10. ^ "Haduh, Nasib Rel Bengkong Sebentar Lagi Tinggal Kenangan". Solopos.com. 5 Februari 2015. Diakses tanggal 23 Oktober 2017. 
  11. ^ Majalah KA Edisi September 2014