Kereta api Turangga

kereta api eksekutif di Indonesia

Kereta api Turangga merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas Surabaya GubengBandung melalui YogyakartaTasikmalaya maupun sebaliknya. Kereta api yang menempuh jarak sejauh 696 km dalam waktu sekitar 10 jam 49 menit ini memiliki waktu keberangkatan dari stasiun awal pada malam hari dan tiba di stasiun akhir pada keesokan paginya.

Kereta api Turangga
PapanKeretaApi 2020.svg
KA TURANGGA
SURABAYA GUBENG - BANDUNG (PP)
KA Turangga melintas langsung Stasiun Manggarai.jpg
Kereta api Turangga saat melintas langsung Stasiun Manggarai
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi1 September 1995[1]
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.300 penumpang per hari
Lintas pelayanan
Stasiun awalSurabaya Gubeng
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirBandung
Jarak tempuh696 km
Waktu tempuh rerata10 jam 49 menit
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelanting
  • Lokomotif CC206
  • Delapan kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
  • Satu kereta makan (M1)
  • Satu kereta pembangkit (P)
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal79-80
Peta rute
Lintas KA Jalur Selatan
Untuk KA:
Ke Surabaya Kota
Ke SBI
Surabaya Gubeng
ke Malang
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Ke Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono
Nganjuk
Caruban
Madiun
Ngawi
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan Y  ARS 
Ke Wonogiri
Purwosari
Klaten  ARS 
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Lempuyangan  4B   10 
Yogyakarta  ARS  Y P  1A   1B   2A   3A   3B 
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo P
Kebumen  ARS 
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Jeruklegi
Sidareja
Meluwung
Banjar
Karangpucung
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Ke Garut
Cibatu
Jembatan Sungai Cimanuk
Leles
Cicalengka
Kiaracondong
Bandung
Ke Gambir

Keterangan:

Nama Turangga diambil dari nama lain kuda tunggangan para raja/bangsawan di Jawa yang melambangkan kendaraan yang bisa melaju dengan kencang dalam berbagai keadaan.

SejarahSunting

 
Kereta api Turangga saat tiba di Stasiun Surabaya Gubeng menggunakan rangkaian kereta lama, 2011

Kereta api Turangga pertama kali beroperasi pada 1 September 1995 melayani lintas Bandung-Surabaya dengan layanan kelas bisnis plus dan eksekutif.[1] Sejak 11 Oktober 1999, ia hanya melayani kelas eksekutif dan beroperasi menggunakan rangkaian kereta baru dari INKA keluaran 1999, sedangkan rangkaian kereta kelas bisnis dimutasi ke Malang untuk pengoperasian kereta api Gajayana.

Sejak 19 Januari 2009, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta hasil penyehatan kereta buatan tahun 1960—sebagian besar warna tampak dalam kereta berwarna hijau.

Sejak pertengahan tahun 2018, rangkaian kereta berbahan baja nirkarat buatan INKA digunakan untuk pengoperasian kereta api Turangga. Dengan dikeluarkannya grafik perjalanan kereta api terbaru oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Kereta Api Indonesia mulai tanggal 1 Desember 2019, rute kereta api Turangga diperpanjang hingga Stasiun Gambir.[2] Per 1 September 2020, rute kereta api ini dikembalikan lagi menjadi seperti semula.

Data teknisSunting

Lintas pelayanan Surabaya GubengBandung pp.
Susunan rangkaian kereta
Kereta nomor Kereta pembangkit (P) 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 5 6 7 8
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Perumka (1995). Album 50 Tahun Perkeretaapian Indonesia. Bandung: Perum Kereta Api. 
  2. ^ "4 Kereta Api Dari dan Menuju Jakarta yang Berubah Jadwal Per 1 Desember 2019 Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-05-11. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia