Buka menu utama

Jalur kereta api Kertosono–Bangil—dikenal sebagai jalur kantong— (bahasa Jawa: ꦗꦭꦸꦂ​ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦏꦼꦂꦠꦱꦤ​ꦧꦔꦶꦭ꧀, translit. Jalur sepur Kertasana-Bangil) adalah salah satu jalur penting dalam sejarah perkeretaapian di Jawa Timur. Jalur ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan Daerah Operasi VII Madiun melalui Kediri, Blitar, dan Malang.

Jalur kereta api Kertosono–Bangil
COLLECTIE TROPENMUSEUM De aanleg van de ijzeren spoorbrug over de Kali Metro op de lijn Malang-Blitar TMnr 10008085.jpg
Pembangunan Jembatan Metro
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusKertosono
Bangil
Operasi
Dibuka1879-1896
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun dan VIII Surabaya.
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 90 km/jam

Di jalur ini, terdapat dua terowongan buatan dalam negeri bernama Eka Bakti Karya dan Dwi Bakti Karya. Kedua terowongan tersebut dibangun bersebelahan dengan Waduk Sutami pada tahun 1969, tepatnya di petak jalur antara Stasiun Sumberpucung dan Stasiun Pohgajih.[1] Selain itu, terdapat pula Jembatan Lahor yang merupakan jembatan terpanjang di jalur tersebut.

Daftar isi

Profil jalurSunting

Segmen Jenis rel Bantalan Laju maksimum
Bangil–Malang Kotalama R42 beton 60 km/jam
Malang Kotalama–Ngebruk R54 beton 60 km/jam
Ngebruk–Wlingi R54 beton 60 km/jam (di terowongan dibatasi antara 40-50 km/jam)
Wlingi–Blitar R54 beton 80 km/jam
Blitar–Kediri R54 beton 90 km/jam
Kediri–Kertosono R54 beton 60 km/jam

Jalur terhubungSunting

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi AC premiumSunting

KA tambahan SGU–ML, pp., tujuan Surabaya dan tujuan Bangil bersambung Malang

Kelas ekonomi AC plusSunting

Kelas ekonomi ACSunting

Lokal/komuter ekonomi ACSunting

BarangSunting

Daftar stasiunSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 22 SurabayaMojokertoKertosonoTulungagung
Segmen Kertosono–Kediri
Diresmikan pada tanggal 13 Agustus 1882 oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
4031 Kertosono KTS Jalan Stasiun Kertosono, Banaran, Kertosono, Nganjuk km 96+888 lintas SurabayaKertosonoMadiunSolo Balapan
km 215+479 lintas BangilBlitarKertosono
+43 m Beroperasi  
BH 259
Jembatan Kali Brantas
Wesel pemisah arah Blitar-Bangil dan arah Wonokromo
("Simetri Kertosono")
5001 Purwoasri PWA Jalan Stasiun Purwoasri, Purwoasri, Purwoasri, Kediri km 208+329 +59 m Beroperasi  
5002 Papar PPR Papar, Papar, Kediri km 202+337 lintas BangilBlitarKertosono
km 15+500 lintas ParePapar
+52 m Beroperasi  
5003 Minggiran MGN Minggiran, Papar, Kediri km 198+123 +56 m Beroperasi  
5004 Susuhan SS   Jalan Raya Kertosono–Kediri, Gampengrejo, Gampengrejo, Kediri km 192+084 +60 m Beroperasi  
5010 Kediri KD Jalan Stasiun Kediri, Balowerti, Kediri, Kediri km 186+866 lintas BangilBlitarKertosono
km 49+522 lintas JombangPareKediri
+68 m Beroperasi  
Segmen Kediri–Tulungagung
Diresmikan pada tanggal 2 Juni 1883
5011 Ngadiluwih NDL Jalan Stasiun Ngadiluwih, Ngadiluwih, Ngadiluwih, Kediri km 177+321 +78 m Beroperasi  
5012 Kras KRS Jalan Stasiun Kras, Purwodadi, Kras, Kediri km 170+979 +75 m Beroperasi  
5013 Ngujang NJG Ngantru, Ngantru, Tulungagung km 163+249 +87 m Beroperasi
5014 Tulungagung TA Jalan Pangeran Antasari 7, Kampungdalem, Tulungagung, Tulungagung km 156+820 lintas BangilBlitarKertosono
km 0+000 lintas Tulungagung–Tugu
+85 m Beroperasi  
Lintas 23 SurabayaMalangTulungagung
Segmen Tulungagung–Blitar
Diresmikan pada tanggal 10 Juni 1884
5015 Sumbergempol SBL   Jalan Raya Tulungagung–Blitar, Sumberdadi, Sumbergempol, Tulungagung km 151+638 +92 m Beroperasi  
5016 Ngunut NT Jalan Stasiun Ngunut, Ngunut, Ngunut, Tulungagung km 143+861 +104 m Beroperasi  
5017 Rejotangan RJ   Jalan Raya Tulungagung–Blitar, Rejotangan, Rejotangan, Tulungagung km 135+971 +116 m Beroperasi  
5018 Bendo BDO Ngaglik, Srengat, Blitar km 128+014 +151 m Tidak beroperasi  
5019 Blitar BL Jalan Mastrip 75, Kepanjenkidul, Kepanjenkidul, Blitar km 122+895 +167 m Beroperasi  
Segmen Blitar–Wlingi
Diresmikan pada tanggal 10 Januari 1896
Gebang GEL Sananwetan, Sananwetan, Blitar km ? +159 m Tidak beroperasi
5021 Garum GRM Jalan Stasiun Garum, Tawangsari, Garum, Blitar km 115+673 +244 m Beroperasi  
5022 Talun TAL Jalan Stasiun Talun, Talun, Talun, Blitar km 107+389 +244 m Beroperasi
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
5023 Wlingi WG Jalan Stasiun Wlingi, Beru, Wlingi, Blitar km 103+669 +274 m Beroperasi  
Segmen WlingiKepanjen SS
Diresmikan pada tanggal 30 Januari 1897
5024 Kesamben KSB Kesamben, Kesamben, Blitar km 94+353 +193 m Beroperasi
5025 Plampangan PAG Jugo, Kesamben, Blitar km ? Tidak beroperasi
5026 Pogajih PGJ Pohgajih, Selorejo, Blitar km 86+773 +205 m Beroperasi  
BH ?
Jembatan Lahor
Perbatasan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang
BH -
Terowongan Eka Bakti Karya
panjang: 750 m
Dibangun pada tahun 1969 bersamaan dengan peresmian bendungan Karangkates
BH -
Terowongan Dwi Bakti Karya
panjang: 460 m
Dibangun pada tahun 1969 bersamaan dengan peresmian bendungan Karangkates
5027 Sumberpucung SBP Jalan Sukamaju, Sumberpucung, Sumberpucung, Malang km 79+447 +296 m Beroperasi  
5028 Ngebruk NB Ngebruk, Sumberpucung, Malang km 75+084 +319 m Beroperasi
BH ?
Jembatan Metro
5029 Kepanjen KPN Kepanjen, Kepanjen, Malang km 68+102 lintas BangilBlitarKertosono
km 16+900 lintas GondanglegiKepanjen
+335 m Beroperasi  
Segmen Kepanjen–Malang Kotalama
Diresmikan pada tanggal 5 Januari 1896
5031 Pakisaji PSI Pakisaji, Pakisaji, Malang km 60+455 +386 m Beroperasi  
5032 Kebonagung KBA Kebonagung, Pakisaji, Malang km ? Tidak beroperasi
5033 Malang Kotalama MLK Jalan Kolonel Sugiyono, Ciptomulyo, Sukun, Malang km 51+370 lintas BangilBlitarKertosono
km 0+000 lintas Malang KotalamaBlimbingTumpang
km 0+000 lintas Malang KotalamaBlimbingSingosari MS
+429 m Beroperasi  
Segmen Malang–Lawang
Diresmikan pada tanggal 20 Juli 1879
5100 Malang ML Jalan Trunojoyo, Kiduldalem, Klojen, Malang km 49+234 +444 m Beroperasi  
5101 Blimbing (Malang) BMG Jalan Stasiun Blimbing, Purwodadi, Blimbing, Malang km 44+946 +460 m Beroperasi  
5102 Singosari SGS Jalan Stasiun Singosari, Pagentan, Singosari, Malang km 39+172 +487 m Beroperasi  
5110 Lawang LW   Jalan Mohammad Husni Thamrin, Lawang, Lawang, Malang km 31+114 +491 m Beroperasi  
Segmen Lawang–Sengon
Diresmikan pada tanggal 1 Mei 1879
5111 Sengon SN Sengonagung, Purwosari, Pasuruan km 21+237 +312 m Beroperasi  
Segmen Sengon–Bangil
Diresmikan pada tanggal 1 November 1879
5112 Sukorejo SKJ Glagahsari, Sukorejo, Pasuruan km 16+971 +239 m Beroperasi  
5113 Wonokerto WN Wonokerto, Sukorejo, Pasuruan km 8+758 +90 m Beroperasi  
5120 Bangil BG Jalan Stasiun Bangil, Pogar, Bangil, Pasuruan, 67153 km 47+038 lintas Surabaya KotaProbolinggoKalisatPanarukan
km 0+000 lintas BangilBlitarKertosono
+9 m Beroperasi  

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [2][3][4]


GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Majalah KA Edisi Maret 2009
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia