Buka menu utama

Stasiun Babadan

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Babadan (BBD) (Hanacaraka: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦧꦧꦢꦤ꧀ , Sêtasiyun Babadan) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Dimong, Madiun, Madiun. Stasiun yang terletak pada ketinggian +63 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun dan merupakan stasiun kereta api aktif yang letaknya paling barat di Kabupaten Madiun.

Stasiun Babadan
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun BBD.png
  • Singkatan: BBD
  • Nomor: 4021
New Babadan railway station.jpg
Bangunan baru Stasiun Babadan yang beroperasi seiring selesainya jalur ganda segmen Babadan–Nganjuk. Tampak bangunan stasiun lama dari kejauhan.
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMadiun
KecamatanMadiun
DesaDimong
AlamatJalan Tulungrejo
Kode pos63152
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+63 m
Letak[2]km 157+889 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Tipe persinyalan

Seperti Stasiun Gedangan, Cilame, dan Lemahabang, tepat di sebelah barat daya stasiun ini terdapat perlintasan sebidang Jalan Tulungrejo yang menghubungkan Desa Dimong dengan jalan raya Caruban-Madiun. Sebelumnya perlintasan tersebut berada di tengah emplasemen stasiun. Sebagai akibatnya, ketika ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, sebagian rangkaiannya menutupi jalan tersebut sehingga perlintasan harus tetap ditutup, tidak peduli berapa lama kereta api berhenti sampai akhirnya kereta berangkat kembali dan tidak menutupi jalan tersebut lagi.

Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 eksisting merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda dioperasikan pada segmen lintas mulai dari stasiun ini hingga Stasiun Nganjuk per 30 April 2019 dan kemudian hingga Stasiun Geneng per 16 Oktober 2019,[3] emplasemen stasiun ini digeser dan diperpanjang ke arah timur laut sehingga kereta api yang berhenti di stasiun ini tidak lagi menutupi perlintasan jalan tersebut. Terdapat satu jalur baru yang dibangun tepat di sebelah timur laut bangunan lama stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 1 eksisting diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Madiun saja, jalur 2 eksisting dijadikan sebagai sepur lurus baru untuk arah Kertosono, dan jalur 3 eksisting diubah menjadi jalur 1 yang baru. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik. Kini stasiun ini menggunakan bangunan baru yang lebih besar; terletak di sebelah timur bangunan lama. Bangunan lama yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen masih tetap dipertahankan.

Dengan dioperasikannya jalur ganda pada segmen lintas tersebut, di stasiun ini sudah tidak ada lagi persilangan antarkereta api yang dilayani. Kini stasiun ini hanya melayani persusulan antarkereta api saja.[4]

Saat ini satu-satunya kereta api yang berhenti di stasiun ini adalah KA Pasundan tujuan Surabaya (KA 180) untuk disusul oleh KA Argo Wilis dengan tujuan sama (KA 6) yang melintas langsung.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Jalur Ganda di Madiun Siap Dilalui KA". Surabayainside.com. 2019-10-15. Diakses tanggal 2019-10-16. 
  4. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Solo Balapan–Kertosono
menuju Kertosono

Koordinat: 7°35′13″S 111°35′23″E / 7.586824°S 111.589622°E / -7.586824; 111.589622