Stasiun Babadan

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Babadan (BBD) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Dimong, Madiun, Madiun; pada ketinggian +63 m; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini merupakan stasiun aktif yang terletak paling barat di Kabupaten Madiun.

Stasiun Babadan
Logo PT Kereta Api Indonesia (Persero) 2020.svg
PapanNamaStasiun BBD.png
  • Singkatan: BBD
  • Nomor: 4021
Stasiun Babadan 2019.jpg
Tampak luar bangunan baru Stasiun Babadan sisi barat daya, 2019
LokasiJalan Tulungrejo
Dimong, Madiun, Madiun, Jawa Timur 63152
Indonesia
Ketinggian+63 m
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 157+818 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Informasi lain
KlasifikasiIII/kecil[2]
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
Teknis
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Stasiun Babadan berlokasi di Indonesia
Stasiun Babadan
Stasiun Babadan
Lokasi di Indonesia

Stasiun ini awalnya memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 yang lama sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Nganjuk dioperasikan per 30 April 2019[3] dan kemudian menuju Stasiun Geneng per 16 Oktober 2019,[4] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus arah Madiun, jalur 2 dijadikan sepur lurus arah Kertosono, jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 1 yang baru, dan jalur 4 ditambahkan tepat di sebelah timur laut bangunan lama stasiun sebagai sepur belok baru.

Tepat di sisi barat daya bangunan lama stasiun ini, terdapat perlintasan sebidang yang dahulu berada di tengah emplasemen stasiun, seperti Stasiun Gedangan, Cilame, dan Lemahabang. Supaya rangkaian kereta yang berhenti di stasiun ini tidak lagi menutupi perlintasan tersebut, maka dilakukan perpanjangan sekaligus penggeseran emplasemen stasiun ke arah timur laut saat pembangunan jalur ganda. Pengoperasian stasiun dipindahkan ke bangunan baru berukuran lebih besar yang terletak di sisi tenggara jalur rel. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen hingga kini masih tetap dipertahankan meskipun sudah tidak lagi digunakan. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem elektrik.

Dalam Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura yang dikeluarkan oleh PJKA pada 1982, tempat ini digolongkan sebagai "stasiun" walaupun pernah ditetapkan sebagai "perhentian tidak dilayani" dalam Buku Djarak Singkat tahun 1950 oleh DKA.[5][6]

Saat ini, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini selain persusulan antarkereta api.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Stevani, Louis Rika (2019-04-30). "Jalur ganda kereta api Nganjuk-Babadan resmi beroperasi". AntaraJatim. Diakses tanggal 2020-05-13. 
  4. ^ Stevani, Louis Eka (2019-10-16). "Ditjen Perkeretaapian operasikan jalur ganda Babadan-Geneng Madiun". AntaraNews. Diakses tanggal 2020-05-14. 
  5. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (1982). Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 
  6. ^ Buku Djarak Singkat. Djawatan Kereta Api. 1950. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Madiun
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Caruban
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°35′13″S 111°35′23″E / 7.586824°S 111.589622°E / -7.586824; 111.589622