Buka menu utama

Kereta api Argo Wilis

Kereta api eksekutif argo di Indonesia (ODAMIXM)

Kereta api Argo Wilis (Aksara Sunda Baku: ᮊᮛᮦᮒ ᮃᮕᮤ ᮃᮁᮌᮧ ᮝᮤᮜᮤᮞ᮪, Karéta api Argo Wilis) merupakan kereta api penumpang kelas eksekutif argo yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi II Bandung yang melayani rute Bandung-Surabaya Gubeng pp.

Kereta api Argo Wilis
Papan nama KA Argo Wilis.svg
KA Argo Wilis Rajapolah.jpg
KA Argo Wilis Melintas Langsung Stasiun Rajapolah setelah Bersilang dengan KA Galunggung
Informasi umum
Jenis layananKereta api ekspres
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
Mulai beroperasi8 November 1998
PendahuluTurangga (SGU-BD) 1995-sekarang
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang700-900 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalBandung
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirSurabaya Gubeng
Jarak tempuh697 km
Waktu tempuh rerata
  • 12 jam 6 menit (Surabaya Gubeng-Bandung)
  • 11 jam 49 menit (Bandung-Surabaya Gubeng)
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif argo
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat
Fasilitas kateringAda, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainLampu baca, Lubang Audio Jack 3.5 mm, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal5-6
Peta rute
Surabaya Gubeng–Bandung
Untuk KA Argo Wilis, Turangga, dan Pasundan
Ke Surabaya Kota
Ke SBI
Surabaya Gubeng
Wonokromo
ke Malang
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Ke Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono (kecuali KA Pasundan)
Nganjuk
Caruban
Madiun
Paron
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya (kecuali KA Pasundan 179)
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Sidareja
Banjar
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Cibatu
Jembatan Sungai Cimanuk
Leles
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Kiaracondong
Bandung
ke Jakarta

Keterangan:

  • Turangga dan Pasundan juga berhenti di stasiun yang bertanda bolong
  • Pasundan berterminus di Stasiun Kiaracondong
  • Hanya Pasundan yang berhenti di stasiun yang ditulis miring
  • Argo Wilis melintas langsung di stasiun yang bertanda bolong dan ditulis miring

Daftar isi

RangkaianSunting

Dalam satu rangkaian, kereta api ini terdiri dari 7-9 kereta penumpang eksekutif (K1), 1 kereta makan kelas 1 (M1), dan 1 kereta pembangkit listrik (P). Dengan jumlah kereta yang dibawa, KA ini mengangkut sekitar 350 sampai 450 penumpang dalam sekali jalan.[1]

Asal-usul namaSunting

Kata Argo digunakan sebagai brand image layanan kereta api eksekutif unggulan, sedangkan kata Wilis diambil dari nama Gunung Wilis yang memiliki ketinggian 2.169 m dari permukaan laut dan merupakan tataran pegunungan yang panjang dengan puncak tertingginya berada di kawasan Bajulan, Nganjuk, Jawa Timur.

SejarahSunting

 
Kereta api Argo Wilis melintasi stasiun Geneng.

Kereta api ini dioperasikan pertama kalinya pada tanggal 8 November 1998. Perjalanan sejauh 697 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 12 jam dan dalam perjalanan hanya berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, dan Jombang.[2]

Kereta api ini merupakan satu-satunya kereta api kelas eksekutif argo yang melayani di jalur di luar Jakarta (Bandung-Surabaya Gubeng dan sebaliknya) dan merupakan kereta api dengan nomor kereta tertinggi untuk lintas selatan Jawa (atau sang raja selatan maupun sang penguasa jalur selatan). Kereta api ini berjalan di pagi hari dari Bandung menuju Surabaya Gubeng maupun sebaliknya, dan tiba di tujuan pada malam hari. Dalam perjalanan Bandung - Surabaya, penumpang dapat menikmati indahnya panorama Bumi Parahyangan bagian timur.

RangkaianSunting

Kereta api ini mendapatkan rangkaian terbaru dari INKA sejak peluncurannya tahun 1998. Namun, karena sebagian kereta eksekutif argo buatan tahun 1998 juga dialokasikan untuk KA Argo Dwipangga, maka beberapa kereta eksekutif buatan tahun 1995 milik KA Argo Gede pun seringkali dipakai khususnya jika KA Argo Wilis sedang membawa rangkaian panjang.

Sampai dengan bulan Juni 2018, Argo Wilis menggunakan kereta yang bervariasi antara kereta eksekutif Argo buatan tahun 1995, 1996, 1998, dan 2002, maupun kereta lainnya, dan seringkali bertukar kereta dengan Argo Parahyangan.

Sejak 8 Juni 2018 KA Argo Wilis resmi menggunakan kereta eksekutif terbaru yang berbodi stainless steel keluaran tahun 2018 buatan PT INKA Madiun, lengkap dengan kereta makan dan kereta pembangkitnya yang juga baru.

Lokomotif penarikSunting

Lokomotif penarik kereta api ini awalnya adalah CC203, namun karena pada beberapa tahun setelah awal peluncurannya kereta api ini seringkali hanya membawa empat sampai lima kereta eksekutif, maka kereta ini menjadi lebih sering ditarik lokomotif CC201, dan hanya ditarik CC203 saat membawa rangkaian yang lebih panjang. Saat itu, lokomotif CC203 lebih sering dialokasikan untuk Lodaya.

Saat munculnya lokomotif CC204, tidak membuat CC204 sering dialokasikan untuk kereta api ini. Seiring waktu berjalan, kereta ini sering membawa enam kereta eksekutif sehingga lokomotif CC203 pun kembali dialokasikan sebagai lokomotif penarik utama, menggantikan CC201.

Saat CC206 mulai datang, CC206 terkadang menarik kereta api ini, dan sejak pertengahan tahun 2016 CC206 menjadi lokomotif penarik utama seiring dengan seringnya kereta api ini membawa delapan kereta eksekutif atau lebih dalam setiap perjalanannya.

TarifSunting

Tarif kereta api ini adalah antara Rp230.000,00 - Rp950.000,00, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan di stasiun yang berada dalam rute berikut.

Jadwal perjalananSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api Argo Wilis per 1 April 2017 (berdasarkan Gapeka 2017).

KA 5 Argo Wilis (Surabaya Gubeng-Bandung) KA 6 Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng)
Stasiun Datang Berangkat Stasiun Datang Berangkat
Surabaya Gubeng - 07.00 Bandung - 08.30
Jombang 07.55 07.57 Cipeundeuy 10.14 10.24
Madiun 09.04 09.09 Tasikmalaya 11.10 11.15
Solo Balapan 10.23 10.30 Banjar 12.02 12.11
Yogyakarta 11.18 11.25 Kroya 13.35 13.50
Kutoarjo 12.18 12.25 Kutoarjo 14.53 15.00
Kroya 13.30 13.45 Yogyakarta 15.52 16.00
Banjar 15.09 15.20 Solo Balapan 16.46 16.51
Tasikmalaya 16.07 16.21 Madiun 18.05 18.10
Cipeundeuy 17.07 17.19 Jombang 19.21 19.24
Bandung 19.06 - Surabaya Gubeng 20.19 -

Pada budaya populerSunting

Kereta api Argo Wilis bersama kereta api kelas Argo lainnya diangkat menjadi lagu campur sari karya Cak Diqin, "Sepur Argo Lawu".[3] Pada lagu tersebut disebutkan nama Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, dan Sri Tanjung.

InsidenSunting

  • Pada tanggal 4 Februari 2013, kereta api Argo Wilis yang ditarik CC201 14 menabrak mobil Toyota Avanza, di daerah Manonjaya, Warung Sumedang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Satu orang selamat, sedangkan lima orang luka parah.[4]
  • Pada tanggal 20 Desember 2013, terjadi kerusakan rel di km 393+8//9 antara Maos-Sikampuh. Seorang warga bernama Ahmad Suryadi berhasil menghentikan kereta api Argo Wilis yang melaju kencang sehingga dapat berhenti sebelum melewati rel yang rusak tersebut.[5]

GaleriSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting