Stasiun Sragen

Stasiun Kereta Api di Kabupaten Sragen

Stasiun Sragen (SR), pada masa kolonial bernama Stasiun Modjo Sragen, adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Sragen Kulon, Sragen, Sragen dan termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta. Stasiun ini berjarak sekitar 50 meter ke arah selatan dari jalan raya SoloNgawi; berdekatan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Sragen dan Pasar Bunder.

Stasiun Sragen

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SR.png
Stasiun Sragen 2020.jpg
Pintu masuk Stasiun Sragen, 2020
LokasiJalan Salak No. 1
Sragen Kulon, Sragen, Sragen, Jawa Tengah 57251
Indonesia
Ketinggian+86 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VI Yogyakarta
Letak dari pangkalkm 233+761 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi, namun tidak ada peron pulau di antara jalur 2 dan 3)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • SR
  • 4005
KlasifikasiII[2]
Sejarah
Dibuka1 Maret 1884
Nama sebelumnyaHalte Modjo Sragen
Layanan
Gaya Baru Malam Selatan, Brantas, Ranggajati, Wijayakusuma, Bangunkarta, Malioboro Ekspres, Mutiara Timur, Logawa, Majapahit (arah Malang), Jayakarta, Kahuripan, Pasundan (reguler & tambahan), Sri Tanjung, serta Parcel ONS (Tengah dan Selatan)
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan jadwal keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Lokasi pada peta
Stasiun Sragen berlokasi di Indonesia
Stasiun Sragen
Stasiun Sragen
Lokasi di Indonesia

Stasiun ini pernah diberi nama Modjo Sragen pada masa Hindia Belanda karena terdapat pabrik gula Mojo di selatan kawasan stasiun.[3] Stasiun ini juga dirancang supaya dapat memudahkan pengiriman produk tetes tebu dari pabrik gula. Pabrik gula tersebut dikuasai oleh Perkebunan Nusantara IX.[4]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Emplasemen Halte Modjo-Sragen sekitar tahun 1880-an
 
Stasiun Sragen setelah mengalami penambahan kanopi serta peninggian peron, 2021

Stasiun Sragen memiliki empat jalur kereta api, pada awalnya hanya jalur 1 yang merupakan sepur lurus, sementara jalur 4 dijadikan jalur langsir menuju ke gudang. Setelah jalur ganda ruas PalurKedungbanteng dioperasikan sejak 5 Maret 2019[5], tata letak jalur mengalami perubahan sehingga jalur 2 dan 3 dijadikan sepur lurus berturut-turut untuk arah Solo dan Madiun. Selain itu, juga dilakukan pembangunan peron stasiun supaya lebih tinggi, penambahan kanopi—kanopi dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian[6]—serta sistem persinyalan diubah menjadi sistem persinyalan elektrik. Gudang di seberang stasiun telah dirobohkan karena lahan tersebut terkena dampak pembangunan sepur badug baru yang bercabang dari sisi barat jalur 4. Setelah pembangunan jalur ganda selesai dikerjakan, bangunan ini tidak mengalami perubahan yang mencolok.

Bangunan stasiun saat ini tampak lebih besar daripada bangunan asli peninggalan Staatsspoorwegen (lihat gambar). Bangunan asli telah dirobohkan sejak lama. Penggantian bangunan dilakukan untuk menampung penumpang dalam jumlah besar di masa mendatang.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Jayakarta, tujuan Jakarta via Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya via Madiun-Jombang

Kelas ekonomi plusSunting

Majapahit, tujuan Malang via Madiun-Blitar

Kelas ekonomiSunting

BarangSunting

Parcel ONS (over-night service), tujuan:

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1932. 
  4. ^ Media, Suharsih - Solopos Digital. "PG Mojo Sragen Bersolek, Mesin Uap Buatan 1905 Jadi Tempat Selfie". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2018-02-22. 
  5. ^ Isnanto, Bayu. Ardi. "Jalur Ganda Stasiun Palur-Kedungbanteng Resmi Beroperasi". detiknews. Diakses tanggal 2019-03-06. 
  6. ^ "Stasiun Wates Butuhkan Atap Peron". krjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-01-29. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Masaran
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Kebonromo
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°25′46″S 111°01′04″E / 7.429369°S 111.017703°E / -7.429369; 111.017703