Buka menu utama

Stasiun Gundih

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Gundih (GD) (Jawa: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦒꦸꦤ꧀ꦢꦶꦃ, translit. Sêtasiyun Gundih) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Geyer, Geyer, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +54 m ini merupakan stasiun kereta api aktif yang letaknya paling selatan di Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini merupakan stasiun percabangan antara jalur yang menuju Semarang, Gambringan, dan Solo. Kedua rel bertemu di sebelah selatan stasiun.

Stasiun Gundih
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun GD.png
  • Singkatan: GD
  • Nomor: 3207
Stasiun Gundih 2019.jpg
Tampak depan Stasiun Gundih, 2019
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenGrobogan
KecamatanGeyer
DesaGeyer
Kode pos58172
Sejarah
Dibuka1 Mei 1869
Operator pertamaNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Kelas stasiun[1]I
Ketinggian+54 m
Letak[2]
LayananMantab Premium, Brantas (arah Blitar), Matarmaja Tambahan (arah Jakarta), dan Kalijaga
Pemesanan tiketSistem tiket online, melayani pemesanan langsung di loket.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Kalijaga
Solo Balapan–Semarang Poncol, p.p.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur7
  • Emplasemen timur: 3 (jalur 2: sepur lurus)
  • Emplasemen barat: 4 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama rendah di masing-masing sisi emplasemen)
Gaya arsitekturIndische Empire NIS
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02[3]
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya Area merokok: Ya
Toilet: Ya


Daftar isi

SejarahSunting

 
Stasiun Gundih pada tahun 1910-an. Tampak serangkaian kereta api sedang melintas.

Stasiun ini dahulu dibuka sebagai bagian dari pembangunan segmen Kedungjati–Gundih sebagai kelanjutan dari jalur kereta api Samarang–Tangoeng (NIS) yang telah dahulu dibuka pada tanggal 10 Agustus 1867. Dalam kurun waktu dua tahun setelah suksesnya jalur tersebut, kebetulan konstruksi juga dilakukan di segmen Kedungjati–Gundih–Solo Balapan. Pada segmen Kedungjati–Gundih, jalurnya memiliki satu jembatan sepanjang 50 hasta di atas Sungai Tuntang dan melewati pedesaan, hutan jati, dan sawah di daerah Telawa. Hingga awal tahun 1869, biaya yang dikeluarkan untuk membangun lintas ini sebesar 296.785 gulden, sehingga pada awal tahun tersebut NIS juga akan membangun jalur baru menuju Bringin dan selanjutnya diperpanjang menuju Ambarawa. Bahkan dalam rencana yang dibuat oleh NIS, jalur kereta api Kedungjati–Gundih–Solo Balapan akan segera dilaksanakan berturut-turut 1 Mei dan 1 September 1869. Pada tanggal 21 Mei 1873, jalur Samarang–Vorstenlanden telah selesai dibangun.[4][5][6]

Pada awal dekade 1900-an, konstruksi jalur baru Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya Pasarturi mulai dikerjakan. Untuk segmen Gundih–Gambringan–Kradenan dibuka pada tanggal 15 Oktober 1900, sedangkan pembukaan utuh jalur tersebut dilakukan pada tanggal 1 Februari 1903.[7] Pembukaan jalur baru ini mengharuskan sepur sempit 1.067 mm. Stasiun ini tergolong besar di wilayah Grobogan selatan, memiliki dipo lokomotif dan gudang.

Maka sejak saat itulah stasiun ini adalah stasiun terminus dimulainya jalur dengan lebar sepur ganda, yaitu lebar sepur 1.435 mm ditambah sebuah rel lagi di dalamnya sehingga kereta dengan lebar sepur 1.067 mm bisa melewati jalur itu. Hal ini harus dilakukan supaya perjalanan kereta dari dua arah tidak terhambat karena pada saat itu rel dari arah Gambringan hanya menggunakan lebar sepur 1.067 mm, sementara dari arah Brumbung 1.435 mm. Jalur tiga batang rel ini terbentang sampai ke Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta sebelum dibongkar oleh pekerja romusha Jepang pada tahun 1942.[8][9]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Dipo lokomotif Gundih dan jembatan arah Gambringan di sebelah kanan

Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api di emplasemen sebelah timur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus dari dan ke arah Gambringan-Surabaya serta empat jalur kereta api di emplasemen sebelah barat dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah Semarang dan Solo.

Stasiun ini berarsitektur Indische Empire. Secara keseluruhan kondisinya terawat baik, terutama di bagian muka. Ruangan inti stasiun masih asli, bahkan jam besar yang dipasang bersamaan dengan pembangunan stasiun berfungsi sempurna, demikian pula perangkat persinyalan mekanik jenis Alkmaar peninggalan kolonial juga masih tersimpan dan terawat hingga saat ini. Sejak sekitar tahun 2009-2010, stasiun ini telah menggunakan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri, menggantikan sistem persinyalan mekanik tersebut.[10]

Saat ini hanya peron barat yang masih dilalui kereta api menuju Brumbung-Semarang, sedangkan peron timur menuju Gambringan sudah jarang sekali dilalui kereta api sejak dinonaktifkannya kereta api ketel Rewulu–Cepu pada awal tahun 2010.[11][12] Jalur ini sekarang hanya digunakan jika jalur lintas Gundih–Brumbung ataupun Gambringan–Brumbung mengalami gangguan yang menyebabkan kereta api tidak bisa melintas.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas ekonomi AC premiumSunting

Mantab Premium, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Madiun via Solo

Kelas ekonomi ACSunting

Lokal ekonomi ACSunting

Kalijaga, tujuan Semarang via Brumbung dan tujuan Solo

Persilangan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Gundih per 1 April 2017 (berdasarkan Gapeka 2017).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
176 Brantas Blitar (BL) Ekonomi AC 01.50 02.00
409 Kalijaga Semarang Poncol (SMC) Lokal Ekonomi AC 06.08 06.12
410 Solo Balapan (SLO) 10.53 10.57
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran, natal-tahun baru, ataupun terkadang di akhir pekan tertentu)
No. PLB/KLB KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7033 Matarmaja Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 02.19 02.36
10084 Mantab Premium Madiun (MN) Ekonomi AC Premium 07.08 07.10
10073 Jakarta Pasar Senen (PSE) 22.35 22.51

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia". Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869. 
  5. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  6. ^ Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria. 
  7. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  8. ^ Bruin, Jan de (2003). Het Indische Spoor in Oorlogstijd. Uquilair B.V. 
  9. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  10. ^ PT Len Industri (Persero) (2009). "Sistem Persinyalan Len". 
  11. ^ "Pertamina Kurangi Pengiriman, PT Kereta Nelangsa". Tempo. 2010-02-02. Diakses tanggal 2018-07-18. 
  12. ^ Mediatama, Grahanusa (2010-07-11). "PTKA Tetap Negosiasi Pengiriman BBM Via Kereta Api Ketel". kontan.co.id. Diakses tanggal 2018-07-18. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
menuju Brumbung
Segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
  BBG–GD  · GD-GBN  
Toroh
menuju Gambringan
Terminus Gundih–Solo Balapan
Ngemplak
menuju Purwodadi
Purwodadi–GundihTerminus

Koordinat: 7°13′08″S 110°54′00″E / 7.218755°S 110.899937°E / -7.218755; 110.899937