Stasiun Geneng

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Geneng (GG) (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦒꦼꦤꦼꦁ, Sêtasiyun Geneng) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Tepas, Geneng, Ngawi. Stasiun yang terletak pada ketinggian +53 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun dan merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling selatan dan timur di Kabupaten Ngawi.

Stasiun Geneng
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun GG.png
  • Singkatan: GG
  • Nomor: 4012
Stasiun Geneng 2 2019.jpg
Bangunan baru Stasiun Geneng yang beroperasi seiring selesainya jalur ganda segmen Babadan–Geneng.
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNgawi
KecamatanGeneng
DesaTepas
AlamatJalan PG Soedhono
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Kelas stasiunIII/kecil[1]
Ketinggian+53 m
Letak[2]km 184+344 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang cukup tinggi dan dua peron pulau yang agak rendah)
Tipe persinyalan

Tepat di sebelah utara stasiun terdapat Pabrik Gula Soedhono. Kemungkinan pada zaman kolonial Belanda, stasiun ini dihubungkan dengan jalur lori pengangkut tebu dan gula untuk dikirim ke berbagai jurusan di Jawa, atau bahkan diekspor. Pabrik Gula Soedhono sampai saat ini masih ada dan dioperasikan oleh PTPN XI.[3]

Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 eksisting merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda dioperasikan pada segmen lintas mulai dari stasiun ini hingga Stasiun Babadan per 16 Oktober 2019[4] dan kemudian hingga Stasiun Kedungbanteng per 30 November 2019[5], jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 1 eksisting diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Solo saja, jalur 2 eksisting diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Madiun, serta jalur 3 eksisting diubah menjadi jalur 4 yang memiliki percabangan di sisi tenggara sebagai sepur badug baru. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen sudah dibongkar karena terkena pembangunan ulang bekas sepur badug lama menjadi jalur 1 yang baru dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar.

Dengan dioperasikannya jalur ganda pada segmen lintas tersebut, di stasiun ini sudah tidak ada lagi persilangan antarkereta api yang dilayani. Kini stasiun ini hanya melayani persusulan antarkereta api saja.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Sejarah Pabrik Gula Soedhono Ngawi". Informasi Situs Budaya Indonesia. 2017-10-27. Diakses tanggal 2019-12-21. 
  4. ^ "Jalur Ganda di Madiun Siap Dilalui KA". Surabayainside.com. 2019-10-15. Diakses tanggal 2019-10-16. 
  5. ^ Azka, Rinaldi Mohammad. "Jalur Ganda KA Jombang-Solo 180 Km Mulai Dipakai". bisnis.com. Diakses tanggal 2019-11-30. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
(d.h. Paron)
Solo Balapan–Kertosono
(d.h. Barat)
menuju Kertosono

Koordinat: 7°29′53″S 111°25′07″E / 7.498031°S 111.418533°E / -7.498031; 111.418533