Stasiun Geneng

Stasiun Kereta Api di Kabupaten Ngawi

Stasiun Geneng (GG) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Tepas, Geneng, Ngawi; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun yang terletak pada ketinggian +53 m ini merupakan stasiun paling timur di Kabupaten Ngawi.

Stasiun Geneng

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GG.png
Stasiun Geneng.jpg
Stasiun Geneng pada tahun 2021
LokasiJalan PG Soedhono
Tepas, Geneng, Ngawi, Jawa Timur
Indonesia
Ketinggian+53 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 184+317 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang agak tinggi, dua peron pulau yang agak tinggi di antara jalur 1 dan 2 serta 3 dan 4, serta satu peron pulau yang agak rendah di antara jalur 2 dan 3)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • GG
  • 4012
[2]
KlasifikasiIII/kecil[2]
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Stasiun Geneng is located in Kabupaten Ngawi
Stasiun Geneng
Stasiun Geneng
Lokasi di Kabupaten Ngawi
Stasiun Geneng is located in Provinsi Jawa Timur
Stasiun Geneng
Stasiun Geneng
Stasiun Geneng (Provinsi Jawa Timur)

Pada awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 yang lama merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Babadan dioperasikan per 16 Oktober 2019[3] dan kemudian menuju Stasiun Kedungbanteng per 30 November 2019,[4] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 sebagai sepur lurus arah Solo, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus arah Madiun, dan jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4 yang memiliki percabangan di sisi tenggara sebagai sepur badug baru. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen dirobohkan karena terkena dampak pembangunan jalur 1 yang baru di bekas sepur badug lama dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem elektrik.

Di utara stasiun terdapat Pabrik Gula Soedhono yang kini masih ada dan dioperasikan oleh PTPN XI.[5] Pada zaman Hindia Belanda, stasiun ini dihubungkan dengan pabrik gula tersebut melalui jalur lori untuk keperluan angkutan tebu dan gula.

Saat ini, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini selain persusulan antarkereta api.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ "Ditjen Perkeretaapian operasikan jalur ganda Babadan-Geneng Madiun". Antara News. 2019-10-16. Diakses tanggal 2020-05-14. 
  4. ^ Azka, Rinaldi Mohammad. "Jalur Ganda KA Jombang-Solo 180 Km Mulai Dipakai". bisnis.com. Diakses tanggal 2019-11-30. 
  5. ^ "Sejarah Pabrik Gula Soedhono Ngawi". Informasi Situs Budaya Indonesia. 2017-10-27. Diakses tanggal 2019-12-21. [pranala nonaktif permanen]
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Ngawi
(d.h. Paron)
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Magetan
(d.h. Barat)
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°29′53″S 111°25′07″E / 7.498031°S 111.418533°E / -7.498031; 111.418533