Stasiun Geneng

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Geneng (GG) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Tepas, Geneng, Ngawi; pada ketinggian +53 m; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini terletak paling selatan dan timur di Kabupaten Ngawi.

Stasiun Geneng
  • Singkatan: GG
  • Nomor: 4012
Stasiun Geneng 2 2019.jpg
Bangunan baru Stasiun Geneng, 2019
LokasiJalan PG Soedhono
Tepas, Geneng, Ngawi
Jawa Timur
Ketinggian+53 m
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 184+317 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang agak tinggi, dua peron pulau yang agak tinggi di antara jalur 1 dan 2 serta 3 dan 4, serta satu peron pulau yang agak rendah di antara jalur 2 dan 3)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Informasi lain
KlasifikasiIII/kecil[2]
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
Teknis
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
<mapframe zoom="0" align="center" frameless="1" height="200" width="270">[

{"properties":{"title":"Stasiun Geneng","fill-opacity":0.5,"stroke":"#FF0000","stroke-width":3,"fill":"#606060"},"type":"ExternalData","service":"geoshape","ids":"Q12516255"}, {"properties":{"stroke-width":5,"stroke":"#FF0000","title":"Stasiun Geneng"},"type":"ExternalData","service":"geoline","ids":"Q12516255"}, {"type":"Feature","geometry":{"coordinates":[111.41853333,-7.49803114],"type":"Point"},"properties":{"title":"Stasiun Geneng","marker-color":"#5E74F3"}}

]</mapframe>

Stasiun ini awalnya memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 lama sebagai sepur lurus. Setelah pengoperasian jalur ganda menuju Stasiun Babadan dilakukan sejak 16 Oktober 2019[3] kemudian menuju Stasiun Kedungbanteng sejak 30 November 2019,[4] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Pada saat pembangunan jalur ganda, jalur 1 lama diubah menjadi jalur 2 untuk dijadikan sepur lurus arah Solo, jalur 2 lama diubah menjadi jalur 3 untuk dijadikan sepur lurus arah Madiun, serta jalur 3 lama diubah menjadi jalur 4 yang memiliki percabangan di sisi tenggara sebagai sepur badug baru. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen dirobohkan karena terkena dampak pembangunan jalur 1 yang baru di bekas sepur badug lama dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik.

Di utara stasiun terdapat Pabrik Gula Soedhono yang kini masih ada dan dioperasikan oleh PTPN XI.[5] Pada zaman Hindia Belanda, stasiun ini dihubungkan dengan pabrik gula tersebut melalui jalur lori untuk keperluan angkutan tebu dan gula.

Saat ini, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini selain persusulan antarkereta api.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Ditjen Perkeretaapian operasikan jalur ganda Babadan-Geneng Madiun". Antara News. 2019-10-16. Diakses tanggal 2020-05-14. 
  4. ^ Azka, Rinaldi Mohammad. "Jalur Ganda KA Jombang-Solo 180 Km Mulai Dipakai". bisnis.com. Diakses tanggal 2019-11-30. 
  5. ^ "Sejarah Pabrik Gula Soedhono Ngawi". Informasi Situs Budaya Indonesia. 2017-10-27. Diakses tanggal 2019-12-21. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Ngawi
(d.h. Paron)
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Magetan
(d.h. Barat)
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°29′53″S 111°25′07″E / 7.498031°S 111.418533°E / -7.498031; 111.418533