Stasiun Baron

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Baron (BRN) (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦧꦫꦺꦴꦤ꧀, Sêtasiyun Baron) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang berada di Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun pada ketinggian +46 meter. Stasiun ini terletak di Jalan Raya NganjukKertosono, di barat perlintasan sebidang. Walaupun dinamakan "Baron", stasiun ini berada di utara wilayah Baron, Nganjuk—berada di perbatasan kedua kecamatan tersebut.

Stasiun Baron
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun BRN.png
  • Singkatan: BRN
  • Nomor: 4029
Stasiun Baron 2020 2.jpg
Bangunan baru Stasiun Baron, 2020
AlamatNasional 17 di {{Rute/Kode daerah Jalan Raya Baron/Raya Kertosono-Nganjuk
Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk
Jawa Timur
Ketinggian+46 m
Letakkm 103+810 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Konstruksi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Fasilitas
  • Parkir
  • Toilet
  • Musala
  • Pos kesehatan
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Tipe persinyalan
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

Bangunan dan tata letakSunting

 
Bangunan lama Stasiun Baron yang telah dirobohkan, 2009

Pada awalnya, Stasiun Baron memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 lama sebagai sepur lurus serta satu sepur badug di sisi timur bangunan lama. Setelah pengoperasian jalur ganda menuju Stasiun Nganjuk dilakukan sejak 14 Maret 2019[3] kemudian menuju Stasiun Jombang sejak 30 Oktober 2019,[4] jumlah jalur bertambah menjadi empat: jalur 1 lama diubah menjadi jalur 2 sebagai sepur lurus arah Madiun, jalur 2 lama diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus arah Kertosono. Selain itu, dilakukan perubahan sistem persinyalan dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik. Karena terkena dampak pembangunan jalur 1 di bekas sepur badug lama, bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen dirobohkan dan digantikan dengan bangunan baru.

GaleriSunting

Bangunan baruSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Bagus, Rahadian (2019-03-14). "Jalur Ganda Baron-Nganjuk Mulai Beroperasi, Beberapa KA Alami Keterlambatan". TribunMadura.com. Diakses tanggal 2020-05-13. 
  4. ^ Setiawan, Kodrat (2019-10-30). "Jalur Ganda Kereta Jombang-Baron Siap Beroperasi Hari ini". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-30. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sukomoro
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Kertosono
Terminus

Koordinat: 7°36′10″S 112°02′20″E / 7.6028151°S 112.0388854°E / -7.6028151; 112.0388854