Buka menu utama

Stasiun Baron

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Baron (BRN) (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦧꦫꦺꦴꦤ꧀, Sêtasiyun Baron) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di perbatasan antara Kecamatan Baron dan Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, tepatnya di Desa Kedungrejo yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Tanjunganom. Stasiun yang terletak pada ketinggian +46 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Dari arah barat, stasiun ini berada agak masuk di sebelah kanan jalan raya Nganjuk-Kertosono sebelum perlintasan sebidang.

Stasiun Baron
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun BRN.png
  • Singkatan: BRN
  • Nomor: 4029
Stasiunbaronbaru.jpg
Bangunan baru Stasiun Baron yang beroperasi seiring selesainya jalur ganda segmen Baron–Nganjuk.
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNganjuk
KecamatanTanjunganom
DesaKedungrejo
AlamatNasional 15 Jalan Raya Baron/Raya Kertosono-Nganjuk
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+46 m
Letak[2]km 103+810 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Tipe persinyalan
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya


Awalnya stasiun berperon sisi ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 eksisting sebagai sepur lurus ditambah satu sepur badug di sisi timur bangunan lama. Setelah jalur ganda pada segmen lintas mulai dari stasiun ini hingga Stasiun Nganjuk dioperasikan per 14 Maret 2019 dan kemudian hingga Stasiun Jombang per 30 Oktober 2019,[3] jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 1 eksisting diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Madiun saja, jalur 2 eksisting diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus baru hanya untuk arah Kertosono, jalur 3 eksisting diubah menjadi jalur 4, serta sepur badug tersebut diubah menjadi jalur 1 yang baru. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik. Dengan dioperasikannya jalur ganda pada segmen lintas tersebut, di stasiun ini sudah tidak ada lagi persilangan antarkereta api yang dilayani. Kini stasiun ini hanya melayani persusulan antarkereta api saja.

Terkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa, saat ini sedang dibangun jalur ganda dari Solo Balapan hingga Kertosono yang dalam perkembangan selanjutnya akan sampai di Surabaya. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen sudah dibongkar karena terkena pembangunan jalur 1 yang baru dan digantikan dengan bangunan baru berukuran lebih besar yang posisinya semakin mendekati jalan raya tersebut.[4]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Setiawan, Kodrat (2019-10-30). "Jalur Ganda Kereta Jombang-Baron Siap Beroperasi Hari ini". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-30. 
  4. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Solo Balapan–Kertosono
Terminus

Koordinat: 7°36′10″S 112°02′20″E / 7.6028151°S 112.0388854°E / -7.6028151; 112.0388854