Buka menu utama

Stasiun Benteng (BET) merupakan stasiun kereta api barang kelas I yang terletak di Sawahpulo, Ujung, Semampir, Surabaya. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Papan nama stasiun pada bangunan utama stasiun bertuliskan "Benteng" (nama stasiun yang sesungguhnya), sedangkan pada papan nama yang dipasang di sisi Jalan Hang Tuah (Barat stasiun) bertuliskan "Beteng". Stasiun yang bersebelahan dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V ini memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus.

Stasiun Benteng
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun BET.png
  • Singkatan: BET
  • Nomor: 4504
Stasiun Benteng.jpg
Stasiun Benteng
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KotaSurabaya
KecamatanSemampir
KelurahanUjung
AlamatJalan Stasiun Benteng
Kode pos60155
Sejarah
Nama sebelumnyaStation Prins Hendrik
Nama lainStasiun Beteng
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Kelas stasiun[1]I
Ketinggian+4 m
Letak[2]km 5+740 lintas Surabaya Gubeng-Sidotopo-Benteng
LayananKA ketel/angkutan BBM
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur8 (jalur 3: sepur lurus)

Stasiun ini tidak melayani angkutan penumpang karena hanya aktif sebagai tempat parkir ketel dari tempat pengisian bahan bakar High Speed Diesel (HSD) di daerah pelabuhan saja dan melayani pengiriman BBM ke Malang dan Madiun. Jalur ke sebelah barat stasiun akan membelok ke utara dan berakhir di Depot Pertamina Bandaran.

SejarahSunting

Stasiun kereta api di Kota Surabaya
 
Pelabuhan Tanjung Perak
   
   
Depo Pertamina Bandaran
Kalimas/
   
Depo Jln. Jakarta/Jln. Teluk Kumai
         
 
 
Benteng
   
     
     
 
 
Stasiun Sidotopo
       
Depot lok. SDT
       
   
 
 
 
 
     
         
Surabaya Kota/Semut
Jembatan KA Kali Mas
             
viaduk dekat SB & shortcut SGU-SBI
Surabaya Ps. Turi
       
Tugu Pahlawan
Tandes
     
Kandangan
     
Benowo
     
ke Semarang
       
Jln. Prof. Dr. Mustopo
 
Surabaya Gubeng
 
Viaduk Kertajaya
 
Ngagel
 
Kali Jagir Wonokromo
 
Wonokromo
Solo/Yogyakarta
melalui Krian
           
Sepanjang
 
Margorejo
 
Jemursari
 
Kertomenanggal
 
Jalan Tol Juanda
 
Batas wilayah Kota Surabaya
 
Waru
 
Sawotratap
 
Jalan akses Bandara Juanda
 
ke Bangil/Malang/Banyuwangi

Nama Benteng yang disandang oleh stasiun ini berasal dari sebuah benteng yang diyakini terletak di tempat stasiun ini berada, yaitu Benteng Prins Hendrik. Nama lama stasiun ini pun bernama "Prins Hendrik". Pada masa lalu, benteng yang telah berdiri sejak 1837 ini dahulu berfungsi sebagai alat pertahanan dan keamanan Hindia Belanda. Sayangnya jejak benteng tersebut sudah tidak ada lagi pada saat ini.[3][4] Kini daerah bekas benteng tersebut menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V. Tahun 1889 benteng ini terintegrasi dengan perhentian milik Oost-Java Stoomtram Maatschappij sebagai bagian dari proyek pembangunan Trem Kota Surabaya.[5] Staatsspoorwegen juga ikut serta dalam pengembangan kawasan Fort Prins Hendrik sebagai kawasan pertahanan dan pelabuhan, sehingga SS juga membuka rute ke jalur tersebut. SS sendiri sudah membuka jalurnya bersamaan dengan jalur percabangan di timur Stasiun Surabaya atau di utara Stasiun Gubeng pada tanggal 1 Januari 1886.[6]

Nama Stasiun Benteng mulai ditetapkan secara resmi pada Januari 1950 berdasarkan Buku Djarak untuk Djawa dan Madura.[7]

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus. Bangunan stasiun ini masih mempertahankan ciri klasik ala SS/DKA. Pada masa lalu, stasiun ini, bersama Stasiun Kalimas, berfungsi sebagai stasiun barang tempat hasil bumi dan produk-produknya didistribusikan maupun diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak maupun Pelabuhan Ujung. Bahkan pada masa lalu kelanjutan jalur kereta api ini adalah menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan Stasiun Kalimas. Namun sayangnya, jalur menuju pelabuhan itu dijadikan sebagai jalur terminus menuju depot minyak Pertamina Bandaran.

Layanan kereta api[8]Sunting

KA ketel angkutan BBM dengan tujuan:

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Monuments and sites, Indonesia = Monumen dan situs, Indonesia. ICOMOS Indonesia., International Council on Monuments and Sites. Bandung, West Java: PF Books. 1999. ISBN 979-9283-03-5. OCLC 49050727. 
  4. ^ Dick, H. W. (Howard W.) (2003). Surabaya, city of work : a socioeconomic history, 1900-2000. Singapore: Singapore University Press. ISBN 9971-69-264-3. OCLC 54391045. 
  5. ^ Oost-Java Stoomtram Maatschappij (1902). Verslag der Oost-Java Stoomtram Maatschappij. Den Haag: OJS. 
  6. ^ Staatsspoorwegen (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  7. ^ DKA (1950). Buku Djarak untuk Djawa dan Madura dengan Daftar Nama Setasiun dan Perhentian menurut Abjad. Bandung: Djawatan Kereta Api. 
  8. ^ Sudarsih, A. (2014). "Sepur Ketel BBM Jawa-Sumatera". Majalah KA. 98: 5–6. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Lintas Surabaya
Jalur menuju Benteng
Terminus

Koordinat: 7°13′16″S 112°44′38″E / 7.221130°S 112.743856°E / -7.221130; 112.743856