Kereta api Gajayana

kereta api eksekutif di Indonesia

Kereta api Gajayana merupakan layanan kereta api penumpang kelas luxury dan eksekutif yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas MalangGambir melalui BlitarYogyakartaPurwokerto dan sebaliknya. Perjalanan kereta api ini menempuh jarak 907 km dalam waktu sekitar 13 jam.

Kereta api Gajayana
PapanKeretaApi 2020.svg
KA GAJAYANA
Malang - Gambir (PP)
KA Gajayana ML.jpg
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi28 Oktober 1999
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang2.190 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalMalang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh907 km
Waktu tempuh rerata13 jam 4 menit (Malang–Gambir)
13 jam 13 menit (Gambir–Malang)
Frekuensi perjalanansatu kali dalam perjalanan pulang pergi
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan luxury
Pengaturan tempat duduk
  • 26 tempat duduk disusun 1-2 (luxury)
    kursi dapat diputar dan dapat direbahkan hingga 140°
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal71-72 (reguler)
7005-7006 (tambahan)
Peta rute
Jakarta Gambir - Malang
Untuk kereta api Gajayana
ke Jakarta Kota
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
ke Bogor
ke Tanah Abang
ke Pasar Senen
Jatinegara B L Roundeltjk4.png Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5E.png Roundeltjk7.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
DKI Jakarta
Jawa Barat
ke Bandung
Cirebon
ke Semarang
Jawa Barat
Jawa Tengah
ke Tegal
Jembatan Sakalimolas
Purwokerto
Terowongan Notog
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Kebasen
ke Bandung
Gombong
Kebumen  ARS 
Kutoarjo P
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Mbeling
Yogyakarta  ARS  Y P  1A   1B   2A   3A   3B 
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Solo Balapan Y  ARS 
Ke Semarang, BIAS
Jembatan Bengawan Solo
Jawa Tengah
Jawa Timur
Madiun
Nganjuk
Kertosono
ke Surabaya
via Mojokerto
Kediri
Tulungagung
Blitar
Wlingi
Jembatan Lahor
Terowongan Eka Bakti Karya
Terowongan Dwi Bakti Karya
Jembatan Kali Metro
Kepanjen
Malang Kotalama
Malang
ke Bangil

Nama Gajayana berasal dari seorang raja dari Kerajaan Kanjuruhan, Sang Liswa.

SejarahSunting

 
Kereta api Gajayana saat beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan 2009, September 2013

Kereta api Gajayana pertama kali beroperasi pada 28 Oktober 1999 dengan dua layanan kelas, yaitu kelas eksekutif dan bisnis. Kereta kelas bisnis yang digunakan saat itu merupakan limpahan dari rangkaian kereta api Turangga—kereta api Turangga mendapat rangkaian baru dari PT INKA sehingga ia melayani kelas bisnis dan eksekutif pada tahun yang sama.

Sejak Oktober 2008, kereta api Gajayana sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif hasil penyehatan dari PT INKA, sebelum menggunakan rangkaian kereta keluaran tahun 2009—rangkaian kereta hasil penyehatan tersebut sempat digunakan untuk pengoperasian kereta api Bangunkarta.

Saat ini, kereta api Gajayana beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas eksekutif keluaran 2016 dan 2017, sedangkan rangkaian kereta lama (buatan tahun 2009) dimutasi ke depot kereta lain, seperti Solo Balapan (SLO) dan Purwokerto (PWT), kecuali kereta pembangkit dan kereta makan.

Kereta api Gajayana melayani kelas luxury sejak 26 Mei 2019.[1][2][3]

Data teknisSunting

Lintas pelayanan MalangGambir melalui Yogyakarta-Kediri pp.
Susunan rangkaian kereta
Kereta nomor 1 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 5 6 7 8 Kereta pembangkit (P)
Keterangan Kereta penumpang kelas Luxury (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Catatan: Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

InsidenSunting

Pada 19 Mei 2010 sekitar pukul 07.15, kereta api Gajayana menabrak kendaraan angkutan rakitan ledok di perlintasan tanpa palang pintu di Kromasan, Ngunut, Tulungagung, dekat Stasiun Ngunut. Tidak ada korban tewas dalam musibah ini. Perlintasan tersebut menjadi andalan bagi para sopir ledok tersebut untuk mengangkut sayuran meskipun tidak berpalang dan tidak dijaga.[4]

Pada 4 Januari 2011, empat rangkaian kereta eksekutif kereta api Gajayana yang sedang parkir di Stasiun Malang tiba-tiba mundur dan menabrak empat rumah. Satu orang balita tewas dalam kejadian tersebut.[5]

Pada 27 Agustus 2011, kereta api Gajayana dengan masinis Yodian Wiliarso dan asisten masinis Bambang Suradi dibajak oleh tiga orang yang memasuki kabin masinis lokomotif. Sebanyak tiga pembajak masuk lokomotif dan mengarahkan kereta api tersebut ke Stasiun Pasar Senen. Mulanya, kereta ini tertahan sinyal masuk di stasiun Jatibarang, kemudian saat di Stasiun Telagasari beberapa orang menghadang kereta api dan satu orang masuk lokomotif. Kereta sempat berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang gelap di lokomotif. Lalu sang masinis memberitakan kepada pusat kendali (PK) Cirebon agar diberikan sinyal aspek hijau dan melaju tanpa henti di sepanjang jalur rel hingga Gambir. Selama pembajakan berlangsung, masinis sempat kehilangan kontak. Masinis kemudian memberitahu PK baru pada pukul 09.08 bahwa masinis tersebut disandera dan meminta agar PK mengarahkan kereta itu langsung ke Gambir. Kereta api Gajayana mencoba berhenti di Stasiun Jatinegara namun gagal dan diarahkan ke Stasiun Pasar Senen. Pada pukul 09.35, kereta api Gajayana masuk ke jalur 4, berhenti dengan rem darurat oleh petugas teknisi, kemudian dihadang aparat Brimob yang sudah berjaga di bibir peron.[6]

Pada 18 Maret 2015 sekitar pukul 14.00, kereta api Gajayana berhenti luar biasa karena dihadang oleh dua orang petani yang mengetahui bahwa ada kerusakan rel pada letak km 53 di Malang.[7]

Seorang ayah beserta anaknya nekat menabrakkan diri ke kereta api Gajayana di dekat Stasiun Purwosari pada 20 Maret 2015 malam hari dikarenakan bercerai dengan istrinya.[8][9]

Pada 12 April 2015, dua orang perempuan yang mengendarai sepeda motor tewas ditabrak kereta api Gajayana di perlintasan tanpa palang pintu di Jambean, Kras, Kediri.[10]

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

  • Kereta api Brawijaya – layanan kereta api penumpang kelas eksekutif lintas Gambir-Malang (melalui Semarang)
  • Kereta api Bima – layanan kereta api penumpang kelas eksekutif lintas Gambir-Surabaya Gubeng (melalui Purwokerto)
  • Kereta api Matarmaja – layanan kereta api penumpang kelas ekonomi lintas Malang–Pasar Senen (melalu Semarang)

ReferensiSunting

Pranala luarSunting