Stasiun Madiun

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Madiun (MN) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Madiun Lor, Manguharjo, Madiun. Stasiun yang terletak pada ketinggian +63 m ini adalah stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VII Madiun.

Stasiun Madiun
Kereta Api Indonesia
PapanNamaStasiun MN.png
  • Singkatan: MN
  • Nomor: 4020
Stasiun Madiun 2020 (2).jpg
Tampak depan Stasiun Madiun, 2020
LokasiJalan Kompol Sunaryo No. 6A
Madiun Lor, Manguharjo, Madiun, Jawa Timur 63102
Indonesia
Koordinat7°37′08″S 111°31′30″E / 7.618775°S 111.524877°E / -7.618775; 111.524877Koordinat: 7°37′08″S 111°31′30″E / 7.618775°S 111.524877°E / -7.618775; 111.524877
Ketinggian+63 m
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkal
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang cukup tinggi di bagian tengahnya, agak tinggi di ujung timurnya, dan tinggi di ujung baratnya; satu peron pulau yang agak tinggi; serta satu peron pulau yang cukup tinggi di bagian tengahnya dan agak tinggi di bagian ujungnya)
Jumlah jalur8 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Informasi lain
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 Juli 1882
Layanan
Argo Wilis, Bima, Gajayana (reguler & fakultatif), Turangga, Bangunkarta, Mutiara Selatan, Malabar, Singasari, Gaya Baru Malam Selatan, Brantas (reguler & tambahan), Ranggajati, Wijayakusuma, Anjasmoro, Malioboro Ekspres, Sancaka (reguler & fakultatif), Logawa, Majapahit, Jayakarta, Matarmaja (reguler & tambahan), Kahuripan, Pasundan, Sri Tanjung, Parcel ONS, dan KA ketel/angkutan BBM
Teknis
Tipe persinyalan
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis (s.d. 2007)
  • Elektrik tipe modular interlocking system dengan tiang sinyal dari Len (2007-2019)[3]
  • Elektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02 (2019-sekarang)
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Lokasi pada peta
Stasiun Madiun berlokasi di Indonesia
Stasiun Madiun
Stasiun Madiun
Lokasi di Indonesia

Stasiun ini melayani perjalanan kereta api, baik jalur utara, selatan, maupun timur Pulau Jawa, ke berbagai kota tujuan, seperti Surabaya, Banyuwangi, Malang, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, Cilacap, Cirebon, dan Jakarta dengan kereta kelas ekonomi, bisnis, maupun eksekutif. Semua kereta api yang melintasi jalur kereta api Solo–Kertosono berhenti di stasiun ini.

Dahulu ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Magetan, terdapat Perhentian Semawur yang telah dinonaktifkan.[4] Tidak diketahui kapan perhentian tersebut ditutup.

SejarahSunting

 
Stasiun Madiun sekitar tahun 1930. Tampak tandon air yang masih berdiri sampai sekarang serta arsitektur stasiun yang masih bergaya Indische Empire.

Setelah berakhirnya Perang Diponegoro pada awal dasawarsa 1830-an, Kota Madiun dikuasai oleh Hindia Belanda serta dijadikan wilayah berstatus keresidenan. Orang Belanda dan Eropa, terutama yang bekerja di bidang perkebunan dan perindustrian, kemudian menjadikan Kota Madiun sebagai tempat tinggal karena terdapat pengembangan berbagai perkebunan dan pabrik seperti perkebunan tebu dengan pabrik gula, perkebunan teh, kopi, tembakau, dan lain-lain.[5]

Untuk mendukung distribusi hasil bumi tersebut, diperlukan sistem transportasi terpadu, terutama pada sektor perkeretaapian. Pada 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mengeluarkan konsesi izin pembangunan jalur kereta api lintas SurabayaSolo dan Madiun–Ponorogo—seperti yang disebutkan dalam buku Spoorwegen op Java (1873).[6] Jalur kereta api Surabaya–Madiun selesai dibangun pada 1 Juli 1882, kemudian dilanjutkan menuju Paron hingga selesai pada 2 Juli 1883.[7]

Stasiun Madiun merupakan stasiun besar yang dilengkapi depot lokomotif dan balai yasa di sisi utara yang dikhususkan untuk penyimpanan dan perawatan lokomotif uap, serta merupakan stasiun satu sisi dengan bangunan utama yang terletak sejajar dengan rel dan emplasemen. Sebagian besar bangunan stasiun, baik bangunan utama maupun emplasemen, telah mengalami renovasi setelah mengalami kerusakan saat Peristiwa Madiun sehingga ciri khas bangunan lama tidak terlihat.[8]

Pada 1979, hampir semua lokomotif uap tidak beroperasi setelah PJKA mendatangkan lokomotif diesel hidraulis. Balai Yasa Lokomotif Uap ini kemudian dialihfungsikan menjadi PT Industri Kereta Api (INKA) pada 18 Mei 1981.[9]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Emplasemen Stasiun Madiun dari sisi barat (atas) dan sisi timur (bawah)

Stasiun Madiun memiliki delapan jalur kereta api. Pada awalnya, hanya jalur 2 yang dijadikan sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas BabadanGeneng dioperasikan mulai 16 Oktober 2019,[10] terdapat perubahan pada tata letak jalur sehingga jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Kertosono dan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Solo.

Jalur 1–3 digunakan untuk pelayanan kereta api penumpang—ketiganya sedikit berbelok di dekat pos jaga perlintasan sebidang Jalan Yos Sudarso. Jalur 4–7 digunakan untuk menyimpan kereta api barang maupun kereta api yang keluar dari PT INKA, dan jalur 8 merupakan jalur khusus untuk melakukan pengisian bahan bakar kereta api serta memiliki percabangan jalur menuju depot lokomotif dan pemutar rel.

Di sebelah barat stasiun ini, dekat perlintasan tersebut, terdapat depot lokomotif dan percabangan rel menuju depot milik Pertamina, di sebelah utara terdapat PT INKA, dan di sebelah timur terdapat kantor pengawas urusan kereta yang dahulu merupakan depot kereta. Selain itu, terdapat percabangan jalur kereta api menuju PonorogoSlahung yang telah dinonaktifkan sejak 1984.

Sejak 2007, dilakukan perubahan sistem persinyalan dari mekanik menjadi elektrik dengan tipe MIS (Modular Interlocking System) produksi Siemens serta tiang-sinyal lampu/cahaya menggunakan lampu diode pancaran cahaya (light emitting diode, LED) buatan PT Len Industri.[3] Sejak jalur ganda beroperasi, dilakukan pergantian perangkat interlocking sepenuhnya dengan perangkat sinyal terbaru produksi PT Len Industri.

Kini, stasiun ini telah dilengkapi papan penunjuk arah untuk menuju ruang/nomor jalur/fasilitas tertentu, penunjuk nomor jalur disertai jarak tempuh menuju kota-kota tertentu, dan layar informasi keberangkatan maupun kedatangan kereta api secara waktu nyata (realtime).

Pada sumbu tengah stasiun ini terdapat sebuah prasasti yang dibuat untuk mengenang seorang masinis, Mustofa, yang tewas dalam peristiwa kecelakaan kereta api Sancaka 2018.[11]

Ciri khasSunting

Ciri khas stasiun ini yaitu adanya pemutaran lagu "Pecel Madiun" setiap kedatangan kereta api penumpang.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi plusSunting

Majapahit, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Malang

Kelas ekonomi premiumSunting

Jayakarta, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya

Kelas ekonomiSunting

BarangSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Madiun per 15 November 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
173 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 00.39 00.51
118 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 00.53 01.08
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 01.19 01.26
72 Bima 03.19 03.27
76 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Luxury(, & Ekonomi Premium) 04.15 04.25
78 Turangga Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 04.31 04.42
110B Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi Plus 04.45 04.55
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 06.27 06.40
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 06.33
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 07.47 07.54
104 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 07.52 08.05
252 Majapahit Malang Kotabaru (ML) Ekonomi Plus 08.28 08.40
180 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 08.44 08.56
1 Argo Wilis Bandung Hall (BD) Eksekutif 09.08 09.13
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 09.54 10.06
172 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 10.10 10.25
179A Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 10.14 10.17
294 Kahuripan Blitar (BL) Ekonomi 10.30 10.40
298/299 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 11.30 11.42
122/119 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 11.59 12.08
171 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 13.03 13.16
300/297 Logawa Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi 13.36 13.46
120B/121A Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 13.37 13.47
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi 13.50 14.00
111 Gaya Baru Malam Selatan Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 14.10 14.21
117 Brantas Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi 14.59 15.12
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi Plus 16.05 16.10
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi 16.30 16.45
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 16.50 17.02
75 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif, Luxury(, & Ekonomi Premium) 17.57 18.10
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 18.26 18.33
2 Argo Wilis Surabaya Gubeng (SGU) 18.37 18.42
77 Turangga Bandung Hall (BD) 18.53 18.59
109B Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.15 19.25
71 Bima Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 19.26 19.40
293 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 19.52 20.05
182A Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 20.01 20.04
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) 20.24 20.40
107 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 20.44 20.56
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.09 21.22
126/123 Cilacap (CP) 21.20 21.33
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 21.54 22.04
103 Mutiara Selatan Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 22.07 22.18
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) Ekonomi 22.10 22.23
112 Gaya Baru Malam Selatan Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Plus 22.34 22.46
174 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) 22.52 23.06
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus 23.30 23.45
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 23.38 23.50
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
91F Gajayana Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 00.08 00.22
217F Sancaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 01.05 01.15
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi Plus 01.32 01.42
218F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 02.00 02.10
92F Gajayana Fakultatif Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 10.44 11.00
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Semarang Tawang (SMT)

Bisnis & Ekonomi Plus 11.19 11.26
7017 Matarmaja Tambahan Ekonomi 11.49 11.57
7018 Malang Kotabaru (ML) 20.52 21.06

InsidenSunting

Pada 13 Desember 2019, hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Madiun yang menyebabkan kanopi halaman parkir Stasiun Madiun roboh. Kejadian ini tidak menimpa sepeda motor yang berada di bawah kanopi tersebut karena memiliki penyangga.[12][13]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1935. hlm. 204. 
  5. ^ P., Tjondronegoro, Sediono M.; Gunawan., Wiradi,; Indonesia., Yayasan Obor (2008). Dua abad penguasaan tanah : pola penguasaan tanah pertanian di Jawa dari masa ke masa (edisi ke-Ed. rev). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9794616850. OCLC 271789216. 
  6. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  7. ^ Staatsspoorwegen Ned. Indië (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  8. ^ Raap, Olivier Johannes (2017). Seoper Oeap di Djawa Tempo Doeloe. Jakarta: KPG. hlm. 60. ISBN 978-602-424-369-2. 
  9. ^ Indonesia. Kemenristek RI, National Research Council (U.S.). Board on Science and Technology for International Development (3–5 Oktober 1981). Potential Collaboration in Science and Technology: Proceedings of a Symposium on Indonesia, Washington, D.C., Oct. 3-5, 1983 (Laporan). 
  10. ^ Stevani, Louis Eka (2019-10-16). "Ditjen Perkeretaapian operasikan jalur ganda Babadan-Geneng Madiun". AntaraNews. Diakses tanggal 2020-05-14. 
  11. ^ POJOKPITU.COM. "Masinis Mustofa Diabadikan Dalam Prasasti di Stasiun Madiun". pojokpitu.com. Diakses tanggal 2020-02-17. 
  12. ^ Media, Suharsih-Solopos Digital. "Hujan Es dan Angin Kencang, Kanopi Parkiran Stasiun Madiun Ambruk". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2019-12-14. 
  13. ^ "Hujan Deras dan Angin Kencang juga akibatkan Kanopi di Areal Parkir Motor Stasiun Madiun Ambruk". Surya. Diakses tanggal 2019-12-14. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Magetan
(d.h. Barat)
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Babadan
ke arah Kertosono
Terminus Madiun–Ponorogo Madiun Pasar
ke arah Ponorogo