Buka menu utama

Stasiun Madiun

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Madiun (MN) (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦩꦢꦶꦪꦸꦤ꧀, Sêtasiyun Madiun) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Madiun Lor, Manguharjo, Madiun. Stasiun yang terletak pada ketinggian +63 m ini adalah stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini melayani perjalanan kereta api, baik jalur utara, selatan, maupun timur Pulau Jawa, ke berbagai kota tujuan, seperti Surabaya, Banyuwangi, Malang, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, Cilacap, Cirebon, dan Jakarta dengan kereta kelas ekonomi, bisnis, maupun eksekutif. Semua kereta api yang melintasi jalur kereta api Solo-Kertosono pasti berhenti di stasiun ini.

Stasiun Madiun
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun MN.png
  • Singkatan: MN
  • Nomor: 4020
Ranggajati Madiun.jpg
Kereta api Ranggajati sedang berhenti di Stasiun Madiun.
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KotaMadiun
KecamatanManguharjo
KelurahanMadiun Lor
AlamatJalan Kompol Sunaryo No. 6A
Kode pos63102
Koordinat7°37′08″S 111°31′30″E / 7.618775°S 111.524877°E / -7.618775; 111.524877Koordinat: 7°37′08″S 111°31′30″E / 7.618775°S 111.524877°E / -7.618775; 111.524877
Sejarah
Dibuka1 Juli 1882
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Kelas stasiun[1]Besar tipe A
Ketinggian+63 m
Letak[2]
LayananArgo Wilis, Bima, Gajayana (reguler & fakultatif), Turangga, Bangunkarta, Mutiara Selatan, Malabar, Singasari, Gaya Baru Malam Selatan, Brantas (reguler & tambahan), Ranggajati, Wijayakusuma, Anjasmoro, Malioboro Ekspres, Sancaka (reguler & fakultatif), Logawa, Majapahit, Jayakarta, Matarmaja (reguler & tambahan), Kahuripan, Pasundan (reguler & tambahan), Sri Tanjung, Parcel ONS, dan KA ketel/angkutan BBM
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur8 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang cukup tinggi di bagian tengahnya, agak tinggi di ujung timurnya, dan tinggi di ujung baratnya; satu peron pulau yang agak tinggi; serta satu peron pulau yang cukup tinggi di bagian tengahnya dan agak tinggi di bagian ujungnya)
Gaya arsitektur
  • Indische Empire
  • Modern
Tipe persinyalan
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis (s.d. 2007)
  • Elektrik tipe modular interlocking system dengan tiang sinyal dari Len (2007-2019)[3]
  • Elektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02 (2019-sekarang)
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya
Toilet: Ya
Boarding pass: Ya
Layanan pelanggan: Ya
Tempat ibadah: Ya


Lokasi pada peta
Madiun berlokasi di Jawa
Madiun
Madiun
Madiun (Jawa)

Di sebelah barat stasiun ini, setelah perlintasan sebidang Jalan Yos Sudarso, terdapat percabangan rel yang menuju depo milik Pertamina. Di sebelah barat laut stasiun ini juga terdapat sebuah Dipo Lokomotif, di sebelah utara terdapat PT INKA, serta di sebelah timur terdapat Dipo Kereta, Gerbong, dan Mekanik. Ke arah selatan terdapat percabangan jalur kereta api yang akan berakhir di Slahung, Ponorogo, yang sudah dinonaktifkan sejak tahun 1984.

SejarahSunting

 
Stasiun Madiun, tempoh doeloe (tampak tandon air yang masih berdiri sampai sekarang serta arsitektur stasiun yang masih bergaya Indische Empire, khas dari SS).

Pada awal dekade 1830-an, tepatnya setelah Perang Diponegoro, Kota Madiun dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda dan menjadi wilayah berstatus karesidenan dan menjadi tempat tinggal orang-orang Belanda dan Eropa lainnya terutama yang berprofesi di bidang perkebunan dan perindustrian karena adanya pengembangan berbagai perkebunan dan pabrik di sekitar kota ini seperti perkebunan tebu dengan pabrik gula, perkebunan teh, kopi, tembakau, dan lain-lain.[4]

Industri pertanian dan perkebunan semakin menggeliat di wilayah Madiun. Untuk mendukung distribusi hasil bumi tersebut, diperlukan sistem transportasi terpadu, terutama pada sektor kereta api. Pada tahun 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mengeluarkan konsesi izin pembangunan jalur kereta api rute Surabaya–Solo dan Madiun–Ponorogo, begitu disebutkan dalam buku Spoorwegen op Java (1873).[5] Pembangunan jalur kereta api dimulai dari arah Surabaya; hal ini terbukti bahwa jalur kereta api yang menuju Madiun selesai dibangun pada tanggal 1 Juli 1882 dan selanjutnya diperpanjang ke arah Paron sekitar setahun kemudian pada tanggal 2 Juli 1883.[6] Stasiun ini merupakan stasiun besar, dilengkapi dipo lokomotif dan sebuah balai yasa di sisi utara kompleks stasiun yang dikhususkan untuk lokomotif uap.

Stasiun Madiun merupakan stasiun satu sisi dengan bangunan utama yang terletak sejajar dengan rel dan emplasemen. Sebagian besar bangunan stasiun, baik bangunan utama maupun emplasemen, telah mengalami renovasi sehingga penampilan keseluruhan stasiun ini bernuansa cukup modern.

Pada tahun 1979, hampir semua lokomotif uap tak beroperasi setelah adanya lokomotif diesel hidraulik. Balai Yasa Lokomotif Uap ini kemudian dialihfungsikan pada tanggal 18 Mei 1981 menjadi PT Industri Kereta Api (INKA). Sekarang perusahaan ini menjadi perusahaan skala besar dan satu-satunya di Asia Tenggara yang bergerak di bidang perkeretaapian sehingga produknya sudah dikenal di mancanegara. Hal tersebut menjadikan Kota Madiun merupakan kota yang sarat sejarah perkeretaapian, baik pada masa lalu maupun masa kini, dan yang akan terus menorehkan sejarah baru perkeretaapian pada masa depan.[7]

Bangunan dan tata letakSunting

Awalnya stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen lintas Babadan-Geneng resmi dioperasikan per 16 Oktober 2019[8], jalur 2 hanya dijadikan sebagai sepur lurus arah Kertosono saja dan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus baru hanya untuk arah Solo. Ke arah timur dari jalur 1 ini terdapat bekas percabangan menuju Slahung, Ponorogo. Jalur 1-3 digunakan untuk pelayanan kereta api penumpang, jalur 4-7 digunakan untuk parkir kereta api barang dan kereta api yang baru keluar dari PT Inka, serta jalur 8 merupakan jalur khusus pengisian bahan bakar kereta api serta memiliki percabangan jalur menuju dipo lokomotif dan pemutar rel. Dari jalur 5-8 terdapat jalur menuju Depot Pertamina.

Sejak tahun 2007, sistem persinyalan di stasiun ini telah diganti dengan menggunakan sistem persinyalan elektrik bertipe MIS (Modular Interlocking System) produksi Siemens yang sebelumnya digunakan di Stasiun Cikampek dan tiang-sinyal lampu/cahaya yang digunakan bertipe lampu LED (light emitting diode) buatan PT Len Industri.[3] Sejak jalur ganda pada segmen lintas tersebut dioperasikan, perangkat interlocking persinyalan elektriknya diperbarui sepenuhnya dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.

Stasiun ini kini juga telah dilengkapi papan penunjuk arah untuk menuju ruang/nomor jalur/fasilitas tertentu, penunjuk arah jalur disertai jarak tempuhnya, dan layar monitor informasi keberangkatan maupun kedatangan kereta api secara realtime yang wujudnya terlihat seperti di bandara.

KeunikanSunting

Keunikan yang dimiliki oleh stasiun ini adalah diputarkannya lagu berjudul Pecel Madiun setiap kali terjadi kedatangan kereta api.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi AC plusSunting

Majapahit, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Malang

Kelas ekonomi AC premiumSunting

Jayakarta, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya

Kelas ekonomi ACSunting

BarangSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Madiun per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
110 Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 00.20 00.35
173 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) 00.39 00.51
118 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi AC 00.53 01.08
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Satwa 01.19 01.26
72/73 Bima Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Malang Kotabaru (ML) 03.19 03.27
76 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Satwa & Luxury 04.15 04.25
78 Turangga Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Satwa 04.31 04.42
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 06.27 06.40
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 07.47 07.54
104/105 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 07.52 08.05
252 Majapahit Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC Plus 08.28 08.40
180 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 08.44 08.56
1 Argo Wilis Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif Argo 09.08 09.13
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi AC 09.54 10.06
179 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 10.04 10.20
172 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 10.10 10.25
294 Kahuripan Blitar (BL) Ekonomi AC 10.30 10.40
109 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 10.32 10.42
298/299 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bsnis & Ekonomi AC 11.30 11.42
122/119 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 11.59 12.08
120/121 Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) 12.34 12.42
171 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 13.03 13.16
300/297 Logawa Purwokerto (PWT) Bsnis & Ekonomi AC 13.36 13.46
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC 13.50 14.00
111 Gaya Baru Malam Selatan Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 14.10 14.21
117 Brantas Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi AC 14.59 15.12
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 16.05 16.10
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi AC 16.30 16.45
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC Premium 16.50 17.02
75 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa & Luxury 17.57 18.10
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif Satwa 18.26 18.33
2 Argo Wilis Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Argo 18.37 18.42
77 Turangga Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif Satwa 18.53 18.59
182 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 19.24 19.38
74/71 Bima Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa 19.26 19.40
293 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 19.52 20.05
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 20.24 20.40
107 Malabar Jakarta Pasar Senen (PSE) via Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 20.44 20.56
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 21.09 21.22
126/123 Cilacap (CP) 21.20 21.33
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC 21.54 22.04
106/103 Mutiara Selatan Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 22.07 22.18
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC 22.10 22.23
112 Gaya Baru Malam Selatan Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 22.34 22.46
174 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) 22.52 23.06
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) 23.03 23.10
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC Plus 23.30 23.45
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC Premium 23.38 23.50
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
91F Gajayana Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa 00.08 00.22
217F Sancaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 01.05 01.15
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi AC 01.32 01.42
218F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 02.00 02.10
92F Gajayana Fakultatif Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Satwa 10.44 11.00
215F Sancaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 10.54 11.11
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Bisnis & Ekonomi AC 11.19 11.26
7017 Matarmaja Tambahan Ekonomi AC 11.49 11.57
216F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 20.29 20.36
7018 Matarmaja Tambahan Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC 20.52 21.06

InsidenSunting

Pada tanggal 13 Desember 2019 sore, hujan deras disertai dengan angin kencang melanda Kota Madiun dan menyebabkan kanopi halaman parkir Stasiun Madiun roboh. Akibatnya, sebuah mobil yang hendak memasuki halaman parkir stasiun tidak dapat masuk hingga kanopi itu disingkirkan dari jalan masuk parkir. Robohnya kanopi itu tidak merusak sepeda motor yang diparkir tepat di bawahnya karena masih ada penyangga.[9][10]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia". Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ P., Tjondronegoro, Sediono M.; Gunawan., Wiradi,; Indonesia., Yayasan Obor (2008). Dua abad penguasaan tanah : pola penguasaan tanah pertanian di Jawa dari masa ke masa (edisi ke-Ed. rev). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9794616850. OCLC 271789216. 
  5. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  6. ^ Staatsspoorwegen Ned. Indië (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  7. ^ Indonesia. Kemenristek RI, National Research Council (U.S.). Board on Science and Technology for International Development (3–5 Oktober 1981). Potential Collaboration in Science and Technology: Proceedings of a Symposium on Indonesia, Washington, D.C., Oct. 3-5, 1983 (Laporan). 
  8. ^ "Jalur Ganda di Madiun Siap Dilalui KA". Surabayainside.com. 2019-10-15. Diakses tanggal 2019-10-16. 
  9. ^ Media, Suharsih-Solopos Digital. "Hujan Es dan Angin Kencang, Kanopi Parkiran Stasiun Madiun Ambruk". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2019-12-14. 
  10. ^ "Hujan Deras dan Angin Kencang juga akibatkan Kanopi di Areal Parkir Motor Stasiun Madiun Ambruk". Surya. Diakses tanggal 2019-12-14. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
(d.h. Barat)
Solo Balapan–Kertosono
menuju Kertosono
Terminus Madiun–Ponorogo
Madiun Pasar
menuju Ponorogo