Stasiun Bangil

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Bangil (BG) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Pogar, Bangil, Pasuruan; pada ketinggian +9 meter dan merupakan stasiun paling timur di Daerah Operasi VIII Surabaya. Stasiun ini juga merupakan stasiun terbesar dan teramai serta menjadi stasiun aktif yang terletak paling barat di Kabupaten Pasuruan. Sekitar 500 m ke arah timur dari stasiun ini, terdapat jalur percabangan menuju Probolinggo dan Malang.

Stasiun Bangil
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun BG.png
  • Singkatan: BG
  • Nomor: 5120
Stasiun Bangil 2020.jpg
Tampak depan Stasiun Bangil, 2020
AlamatPogar, Bangil, Pasuruan
Jawa Timur 67153
Koordinat7°35′56″S 112°46′42″E / 7.5989654°S 112.778365°E / -7.5989654; 112.778365Koordinat: 7°35′56″S 112°46′42″E / 7.5989654°S 112.778365°E / -7.5989654; 112.778365
Ketinggian+9 m
Letak
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Konstruksi
Jumlah jalur8
Jumlah peron5 (satu peron sisi yang agak tinggi, satu peron pulau yang cukup tinggi, dan tiga peron pulau yang rendah)
Fasilitas
  • Parkir
  • Layanan pelanggan
  • Area merokok
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Musala
  • Ruang ibu menyusui
Informasi lain
Kelas stasiunI[2]
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung di loket. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan kereta api jarak jauh/menengah.
Layanan
Jayabaya, Ranggajati, Wijayakusuma, Mutiara Timur, Songgoriti, Logawa, Sri Tanjung, Tawang Alun, Probowangi, Komuter Surabaya–Bangil, Tumapel, Penataran, dan KA ketel/angkutan BBM
Operasi
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Porong Komuter Surabaya–Bangil
Surabaya Kota–Bangil, p.p.
Terminus
Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
Lawang
ke arah Blitar
Tumapel
Surabaya Kota–Malang, p.p.
Lawang
ke arah Malang
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Pasuruan, terdapat Stasiun Kraton kini sudah tidak aktif karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun Pasuruan. Sedangkan ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Porong, terdapat Stasiun Gununggangsir yang juga sudah tidak aktif karena tingkat okupansi yang minim.

SejarahSunting

Stasiun Bangil diresmikan oleh Staatsspoorwegen (SS) pada 16 Mei 1878 bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Surabaya–Pasuruan—merupakan jalur kereta api pertama yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Stasiun ini tergolong besar serta memiliki depot lokomotif. Selain membangun jalur Surabaya–Pasuruan, SS juga membangun jalur baru, yaitu Bangil–Malang yang dibuka pada 20 Juli 1879.[3]

Bangunan stasiun yang saat ini masih ada sekarang sudah tidak lagi asli. Bagian stasiun yang masih asli adalah atap overkapping dan dipo lokomotif yang kini tak pernah digunakan. Dalam beberapa catatan sejarah, bangunan asli Stasiun Bangil telah dijatuhi bom melalui serangan udara dalam serangkaian Agresi Militer Belanda I di wilayah Pasuruan–Sidoarjo. Kemungkinan besar stasiun ini telah dibangun ulang oleh DKA pasca-Agresi, sehingga pada tahun berikutnya stasiun ini dapat beroperasi seperti sediakala.[4][5]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Emplasemen Stasiun Bangil tahun 2008

Stasiun Bangil memiliki delapan jalur kereta api ditambah dua jalur yang menuju ke Gudang yang berada di sebelah barat daya stasiun. Jalur 2 merupakan sepur lurus dari dan ke arah timur (Jember-Banyuwangi), jalur 3 merupakan sepur lurus arah selatan (Malang-Blitar-Kertosono) dan barat (Surabaya), serta jalur 6-8 merupakan jalur parkir rangkaian KA angkutan BBM.

Dahulu dari stasiun ini terdapat percabangan menuju Pandaan, yang sudah dinonaktifkan bersama seluruh jalur kereta api Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM) pada tahun 1969. Jalur digunakan untuk angkutan barang, yang kemudian menyambung dengan Japanan. Di stasiun ini juga terdapat sebuah dipo lokomotif yang mempunyai monumen lokomotif uap. Sayangnya bagian yang tersisa dari lokomotif tersebut tinggal mukanya saja. Di belakang dipo tersebut terdapat stasiun transit untuk kereta-kereta api milik MSM.

Sejak tanggal 21 Mei 2010 sistem persinyalan di stasiun ini telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik berbasis PLC (Programmable Logic Controller) buatan PT Len Industri (Persero) yang bernama Sistem Interlocking Len generasi ke-2 (SIL-02).[6]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Songgoriti, tujuan Malang dan tujuan Surabaya

Kelas ekonomiSunting

Lokal/komuter ekonomiSunting

BarangSunting

KA ketel/angkutan BBM, tujuan Surabaya serta dari dan tujuan Malang

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Bangil per 1 September 2020 (revisi Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
124/125 Wijayakusuma Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 01.15 01.18
186 Mutiara Timur Surabaya Pasarturi (SBI) 02.32 02.37
391 Komuter Surabaya–Bangil Bangil (BG) Komuter Ekonomi 04.29 -
337 Probowangi Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 05.15 05.20
114/115 Jayabaya Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 05.31 05.34
392 Komuter Surabaya–Bangil Surabaya Kota (SB) Komuter Ekonomi - 05.35
448 Tumapel Lokal Ekonomi 05.59 06.06
447 Penataran Blitar (BL) 06.04 06.07
283 Songgoriti Malang Kotabaru (ML) Ekonomi Premium 06.36 06.39
122/119 Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 07.55 07.58
450 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 08.15 08.18
300/297 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi 08.47 08.53
449 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi 08.51 08.55
183 Mutiara Timur Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 09.51 09.57
334/335 Tawang Alun Malang Kotalama (MLK) Ekonomi 10.59 11.24
304/301 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi 12.05 12.09
284 Songgoriti Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 12.32 12.39
451 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi 12.37 13.02
116/113 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Bojonegoro (BJ)-Cepu (CU)-Semarang Poncol (SMC)

Eksekutif & Ekonomi Plus 13.00 13.03
393 Komuter Surabaya–Bangil Bangil (BG) Komuter Ekonomi 13.31 -
394 Surabaya Kota (SB) - 14.00
452 Penataran Lokal Ekonomi 14.12 14.16
184 Mutiara Timur Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium 14.31 14.34
302/303 Sri Tanjung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 15.03 15.07
298/299 Logawa Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 16.19 16.23
126/123 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 17.01 17.07
336/333 Tawang Alun Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 17.15 17.45
120B/121A Ranggajati Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 18.07 18.12
454 Penataran Surabaya Gubeng (SGU) Lokal Ekonomi 18.45 18.53
395A Komuter Surabaya–Bangil Bangil (BG) Komuter Ekonomi 18.51 -
453 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi 19.24 19.27
396 Komuter Surabaya–Bangil Surabaya Kota (SB) Komuter Ekonomi - 19.50
338 Probowangi Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 20.07 20.12
456 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 21.37 21.40
455 Tumapel Malang Kotabaru (ML) 22.10 22.13
185 Mutiara Timur Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 22.51 22.56

InsidenSunting

Pada 12 Mei 2006, seorang wanita—diduga mengalami gangguan jiwa—memasuki lokomotif CC201 79R yang menarik 23 gerbong ketel BBM tujuan Malang saat masinis turun di Stasiun Bangil.[7] Masinis tersebut turun dari lokomotif untuk koordinasi pembagian rangkaian gerbong menjadi lima rangkaian. Pada saat itulah, wanita tersebut masuk ke dalam lokomotif dan menjalankan kereta ke arah Surabaya, namun wanita tersebut tidak mampu mengendalikan lokomotif. Begitu KA akan memasuki Stasiun Sidotopo, kereta itu ditahan sehingga rangkaian gerbong ketel tersebut anjlok semua. Delapan gerbong berisi bahan bakar bensin premium dan satu gerbong berisi bahan bakar solar terguling dan tumpah. Pada akhirnya, wanita tersebut ditangkap petugas setempat. Diduga wanita tersebut mengalami gangguan kejiwaan karena memberikan jawaban tidak masuk akal saat diinterogasi.[8]

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1925). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Ned. Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Sejarah perkeretaapian Indonesia. Tim Telaga Bakti Nusantara., Asosiasi Perkeretaapian Indonesia. (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. 1997-. ISBN 979-665-168-8. OCLC 38139980. 
  5. ^ Sudarno (1993). Sejarah pemerintahan militer dan peran pamong praja di Jawa Timur selama perjuangan fisik, 1945-1950. Jakarta: Balai Pustaka. 
  6. ^ "Prestasi Len Dalam Persinyalan Kereta Api | PT Len Industri (Persero)". www.len.co.id. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  7. ^ "Surabaya Heboh, Wanita Gila Larikan 23 Gerbong Kereta Api". detiknews. Diakses tanggal 2019-12-03. 
  8. ^ Mei 2006, Liputan612; Wib, 14:39. "Dimasinisi Wanita Gila, Kereta BBM Terguling". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-04-23. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Bangil–Kalisat Kraton
ke arah Kalisat
Gununggangsir
ke arah Wonokromo
Wonokromo–Bangil Terminus
Wonokerto
ke arah Kertosono
Kertosono–Bangil
Sidowayah
ke arah Japanan
Japanan–Bangil
eks-Modjokerto Stoomtram Maatschappij
turun di belakang Dipo Lokomotif Bangil SS